Ojekzone (7): Coconut Two

Sudah dua tahun lebih aku bekerja di tempat ini: sebuah perusahaan start-up lokal yang bergerak untuk memajukan UKM di seluruh Indonesia. Dan selama itu, sudah dua kali aku gagal menggantungkan harapanmu kepada perempuan yang telah aku kagumi sepenuh hati.   Yang pertama, beberapa bulan setelah aku baru mulai bekerja, hatiku terpaut kepada seorang perempuan yang…

Ojekzone (5): Kereta Senja

Hampir 2 tahun sudah belalu sejak kejadian itu, dan aku sudah bisa melupakannya. Masa-masa dimana aku merasa disakiti dan dikhianati, masa-masa dimana aku terjebak oleh perangkap Ojekzone yang kubuat sendiri, kini sudah bisa aku lewati.   Bahkan hari ini, aku baru saja menghadiri undangan pernikahan mereka bedua. Jauh di lubuk hati, aku memang masih merasakan…

Ojekzone (4): Cinta [Tidak] Harus Memiliki

Aku duduk terdiam di atas tempat tidur. Masih terlihat beberapa bekas perban di sekujur tubuhku. Aku baru saja keluar dari rumah sakit karena beberapa waktu lalu motor yang kukendarai mengalami kecelakaan ketika aku sedang dalam perjalanan pulang dari kantor.   Selama aku dirawat di rumah sakit, khususnya ketika kondisiku sudah mulai membaik dan seluruh anggota…

Ojekzone (2): Jok Motor Menjadi Saksi

“Apa yang Tuhan tawarkan dari kehidupan ini? Misteri.”*   Akhir-akhir ini banyak karyawan baru yang bergabung bekerja di kantor ini. Sebagai perusahaan Start-Up, perusahaan ini memang sedang membutuhkan banyak karyawan. Hampir setiap minggu pasti selalu ada saja karyawan baru. Termasuk 5 orang karyawan baru yang berada 1 divisi denganku. Dan lelaki itu adalah salah satunya….

Ojekzone: Cinta Sebatas Jok Motor

  Sejak pertama kali aku menginjakkan kakiku di ruang kerja ini, cuma kamu satu-satunya perempuan yang mampu membuat mataku tidak berkedip lebih lama. Memang, kamu bukan satu-satunya perempuan di ruangan ini. Tapi sekali lagi, hanya kamu yang mampu menarik perhatianku. Bukan perempuan itu yang hanya doyan berdandan, atau perempuan satu lagi yang sering bertengkar dengan…