Ojekzone (5): Kereta Senja

Hampir 2 tahun sudah belalu sejak kejadian itu, dan aku sudah bisa melupakannya. Masa-masa dimana aku merasa disakiti dan dikhianati, masa-masa dimana aku terjebak oleh perangkap Ojekzone yang kubuat sendiri, kini sudah bisa aku lewati.   Bahkan hari ini, aku baru saja menghadiri undangan pernikahan mereka bedua. Jauh di lubuk hati, aku memang masih merasakan…

Cerpen Ramadhan – Hari 25 – Kapan Nikah?

Aku bingung, mengapa banyak orang yang takut hanya untuk sekedar menjawab pertanyaan “Kapan nikah?”. Ada yang menjawabnya dengan tersenyum. Ada yang menjawabnya dengan cengar-cengir. Ada yang memasang muka masam. Ada yang melarikan diri. Dan sebagainya. Yang jelas, mereka semua menjadikan pertanyaan itu sebagai sesuatu yang menakutkan, bukan sebagai suatu tantangan yang perlu ditaklukkan. Aku tidak…

CerpenRamadhan – Hari 11 – FX Malam Itu

  Eat & Eat, FX Senayan, pukul 21:30 malam. Sudah lebih dari 1 jam aku duduk di tempat ini. Di hadapanku ada Nia yang baru saja menghabiskan tawa lepasnya. Ya, sedari tadi aku dan Nia duduk berdua di sini, menikmati kudapan malam bersama sembari berbagi cerita dan sesekali melepas tawa.   “Mugi kamu tuh ternyata…

CerpenRamadhan – Hari 5 – Memilih

  Mata Rosi sedari tadi memperhatikan layar smartphone miliknya. Tidak ada yang menarik dari isi timeline hari ini. Sampai mata Rosi berhenti dan menatap lama sebuah postingan dari Arya, temannya yang lebih suka menyetir sendiri daripada naik kendaraan umum.  Falsafah hidup, kata Arya di dalam tulisannya. Berikutnya, Rosi juga menatap lama postingan lain dari Nia,…