Ojekzone (8): Tak Akan Ada Lagi Ojekzone

Semuanya berawal di bulan Mei 2015. Ketika aku melangkahkan kakiku memasuki gedung tua di ujung Ampera Raya, beranjak ke lantai dua, seluas setengah lantai dari luas total lantainya; di situlah aku berada. Duduk manis di sofa tua, menunggu untuk dijemput dan diperkenalkan ke sekitar +-100 orang lainnya.   Duduk di dalam ruangan kecil berukuran sekitar…

You Should Go & Love Yourself (3)

Udah hampir 1 bulan dari sejak gue mulai kecetit, dan udah selama itu pula gue ga berolahraga. Berolahraga seperti biasa lebih tepatnya, karena kalo hanya sekedar peregangan ringan sih masih sering gue lakuin.   Joging? Udah ga ada. Sit up? Lupakan. Angkat beban? Apalagi. Efek fisiknya mulai terasa: lengan sama dada udah ga sekenceng sebelomnya….

You Should Go & Love Yourself (2)

Sejatinya gue termasuk orang yang gemar berolahraga. Sekedar untuk mereganggkan badan dan menjaga kebugaran, bukan untuk menjadi profesional dan mengikuti berbagai kompetisi. Dari kecil doyan main sepakbola. Biarpun ga jago-jago amat, tapi sampai sekarang seenggaknya gue selalu enjoy untuk berada di lapangan dan menghalau setiap serangan, karena posisi gue seringnya jadi pemain belakang. Juga joging,…

You Should Go & Love Yourself

Jumat sore, 15 Februari 2019. Ketika di kantor gue hendak berwudhu tapi karena kamar mandinya lagi dipake, gue memutuskan untuk berwudhu di wastafel aja. Pas lagi mau membasuh kaki dan menaikkan kaki kanan ke wastafel, tiba-tiba… “Preketek…!!!” … Ada yang bergejolak di pinggang kanan gue. Dan gue tetap melanjutkan hari itu seperti biasa seakan-akan tidak…

Asah Kapakmu

Alkisah pada suatu hari si sebuah kerajaan, seorang raja yang bernama, sebut saja Raja Rendi (bukan nama sebenarnya) hendak mengumpulkan kayu yang akan digunakan untuk membangun perumahan town house dengan model cluster di salah satu wilayah kerajaannya, sebut saja karesidenan Beji . Sang Raja lalu menyuruh 2 orang ajudannya, sebut saja Ardia (juga bukan nama…

Ojekzone (7): Coconut Two

Sudah dua tahun lebih aku bekerja di tempat ini: sebuah perusahaan start-up lokal yang bergerak untuk memajukan UKM di seluruh Indonesia. Dan selama itu, sudah dua kali aku gagal menggantungkan harapanmu kepada perempuan yang telah aku kagumi sepenuh hati.   Yang pertama, beberapa bulan setelah aku baru mulai bekerja, hatiku terpaut kepada seorang perempuan yang…

Sang Mantan (4) – Dirinya

Aku tidak tau ada apa dengan kantor ini, yang pasti, hal-hal ajaib selalu saja terjadi setiap hari. Memang aku baru bergabung sekitar 6 bulan lalu, untuk mengisi posisi sebagai seorang assessor, dengan atasanku pada saat itu adalah seorang Abang yang lebih mirip dengan sosok komika stand up komedi. Namun saat ini aku telah berdiri sendiri…

Sang Mantan (3) – Pesawatku

Malam ini aku menyusuri jalanan paling terkenal di kota ini: sebuah jalan di kota yang dipimpin oleh Sultan, dimana 14 tahun lalu aku menghabiskan 5 tahun dalam hidupku untuk berkuliah disini di jurusan Psikologi pada sebuah kampus yang terletak di kaki gunung Merapi. Sudah lama aku tidak belanja disini, dan bisa kembali ke tempat ini…

Ojekzone (6): Akhirnya

Akhirnya, saat yang kutunggu telah tiba. Tiket kereta di tanganku tertulis tanggal 9 Juni pukul 19.00, dimana berarti besok malam aku akan segera meninggalkan ibukota yang kejam ini untuk sejenak rehat pulang ke kampung halamanku: sebuah daerah yang dikepalai oleh seorang Sultan.   Yang membuatku menunggu saat-saat kepulanganku bukanlah perjumpaan dengan keluargaku. Bukan itu, karena…

Bukan Resensi Film: 5 Kejanggalan A Quiet Place

Ketika lagi nongkrong di AEON Mall Jakarta Garden City bareng temen-temen kantor, gue diajakin nonton di bioskop setempat. Gue yang udah sekian abad ga nonton bioskop manut-manut aja diajakin nonton, juga ketika dipilihin untuk nonton film berjudul A Quiet Place. Awalnya gue ga tau A Quiet Place ini film apaan. Bukan cuma A Quiet Place…

Ojekzone (5): Kereta Senja

Hampir 2 tahun sudah belalu sejak kejadian itu, dan aku sudah bisa melupakannya. Masa-masa dimana aku merasa disakiti dan dikhianati, masa-masa dimana aku terjebak oleh perangkap Ojekzone yang kubuat sendiri, kini sudah bisa aku lewati.   Bahkan hari ini, aku baru saja menghadiri undangan pernikahan mereka bedua. Jauh di lubuk hati, aku memang masih merasakan…

Kosakata Laras

Beberapa waktu lalu, ketika anak pertama gue si Diajeng Siti Aisha Imanina yang biasa dipanggil Daryono berusia 15 bulan, gue sempet menulis di blog tentang kosakata-kosakata yang telah dia kuasai. Untuk lengkapnya, silahkan bisa mampir disini: https://ckinknoazoro.com/2016/05/07/kosakataajeng/ . Bulan ini anak kedua gue si Larasati Zahra Khumaira yang biasa dipanggil Marjuki juga udah berusia 15…