Uno! Bukan Sekedar Permainan

Uno!”

 

Kata tersebut adalah sebuah kata yang wajib diucapkan -dan akan selalu terucap- ketika sedang bermain game kartu Uno. Dan gue, merupakan salah seorang penikmat game kartu Uno (selanjutnya isitlah “game kartu Uno” ini kita singkat menjadi “Uno” aja ya).

 

Tapi dibalik itu semua, buat gue pribadi, sejatinya Uno bukanlah sekedar permainan. Kalo orang-orang bermain Uno untuk sekedar melepas penat, bercengkrama dengan sejawat dan -tentunya- mencari kemenangan supaya ga jadi orang yang kebagian ngocok kartu, bagi gue Uno lebih dari sekedar itu. Bagi gue, Uno adalah sebuah perwujudan dari arti sebuah persahabatan.

 

Sebelum gue berumur 18 tahun, gue ga pernah mengenal yang namanya Uno. Game kartu yang gue tau ya cuma kartu remi doang, dengan segala bentuk permainan turunannya entah itu yang dimainin sambil nongkrong rame-rame macem cangkulan, empat-satu-an, atau yang dimainin di depan komputer macem solitaire. Dan orang yang memperkenalkan Uno ke gue adalah salah seorang sohib gue yang bernama Triyas Sukmawati.

 

Triyas ini adalah temen gue dari jaman kelas 3 SMP. Dulu waktu masih segede pinyik, kita punya band sama temen-temen sekelas dan si Triyas ini nyambi jadi gitaris plus vokalisnya. Band ini biarpun selepas SMP udah jarang nampil akibat sekolah di SMA yang terpisah-pisah, tapi orangnya masih sering kumpul-kumpul. Sekedar ngulik dan genjrang-genjreng lagu-lagu baru maupun sekedar cerita-cerita ga jelas.

 

Perkenalan dengan Uno pun bermula dari sini. Alkisah setelah kita pada lulus SMA dan berkuliah di kampus masing-masing yang juga terpencar-pencar, ada satu hari dimana kita sepakat untuk kumpul-kumpul bareng, dan rumah Triyas (yang emang paling luas biarpun lokasinya paling jauh) inilah yang jadi destinasi tempat kumpul kita.

 

Di rumah Triyas, beliau memperkenalkan sebuah permainan kartu yang belom pernah kita kenal sebelomnya. Kartu itu ada gambar Spidermannya, dan di belakangnya ada susunan warna-warna dan angka-angka yang belom pernah kita lihat sebelomnya, beda sama kartu remi yang susunan angka dan warnanya udah dihapal luar kepala. Kartu inilah yang hari ini gue kenal dengan sebutan Uno.

 

Ketika itu ga ada seorangpun diantara kita ber-tujuh yang kenal dengan Uno ini kecuali si Triyas sendiri. Jadilah dengan tabah dan penuh kesabaran, Triyas mengajarkan permainan Uno ini kepada kita satu-persatu. Mulai dari kartu item gunanya apa, kartu +2 bisa ditimpa pake apa, kalo mau ngeluarin kartu dobel gimana, dan lain sebagainya. Tak lupa juga untuk selalu mengucapkan “Uno” setiap kali kartu yang ada di tangan kita tinggal satu.

 

Berangkat dari situ, jadi dengan ini gue menyatakan bahwa Triyas Sukmawati adalah guru gue dalam bermain Uno. Kalo hari ini gue bisa bermain Uno, semua karena jasa-jasa Triyas di dalamnya. Beliau adalah guru yang selalu ceria dan tidak pernah berduka.

 

Lalu, bagaimana kabar Triyas hari ini? Well, hari ini, entah gue ga tau gimana kabarnya. Karena kabar terakhir yang gue peroleh darinya adalah di hari Senin tanggal 23 Juni 2008, dimana ia menghembuskan nafas terakhirnya.

 

Cerita lengkap mengenai almarhumah Triyas Sukmawati silahkan bisa dibaca disini ya: https://ckinknoazoro.com/2008/10/12/obituaritriyassukmawati/

 

Jadi, sosok yang mengajarkan gue bermain Uno memang sudah lama tiada. Dan sejak saat itu, bagi gue Uno bukan sekedar permainan. Di balik segala riang yang terujar, kartu yang terlempar maupun ucapan “Uno!” yang terlontar, ada sebuah ingatan tentang seorang sahabat yang telah lama berpulang. Dimana ini membuat gue “enggan” untuk menelan kekalahan dalam bermain Uno. Karena bagi gue, kekalahan dalam bermain Uno sama artinya dengan mengkhianati segala ilmu yang telah diajarkan Triyas kepada gue.

 

*meskipun kadang gue juga bisa kalah sih kalo lagi main Uno sama temen-temen gue huiks…

 

Jadi, kembali lagi kepada judul tulisan ini. Uno, buat gue bukan sekedar permainan. So if you dare challenge me to play Uno, sure you know who the winner will be.

 

Jakarta, 12 Juni 2017, 20:34

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s