Cerpen Ramadhan – Hari 25 – Kapan Nikah?

cr25

Aku bingung, mengapa banyak orang yang takut hanya untuk sekedar menjawab pertanyaan “Kapan nikah?”. Ada yang menjawabnya dengan tersenyum. Ada yang menjawabnya dengan cengar-cengir. Ada yang memasang muka masam. Ada yang melarikan diri. Dan sebagainya. Yang jelas, mereka semua menjadikan pertanyaan itu sebagai sesuatu yang menakutkan, bukan sebagai suatu tantangan yang perlu ditaklukkan.

Aku tidak tahu, seberapa cupu mereka sehingga untuk menjawab pertanyaan seperti itu saja tidak bisa. Menjawab pertanyaan tersebut dengan waktu yang spesifik bukanlah soal takabur, ujub, sombong atau sebagainya, melainkan soal ikhitar, usaha, dan mimpi. Ya, berani untuk bermimpi: berani memutuskan untuk menentukan target sendiri.

Simak salah seorang rekanku, sebut saja namanya Arya. Ketika itu tahun 2012, Arya hanyalah seorang jomblo yang sudah 2 tahun menyendiri dan selama 2 tahun itu, ia sudah 3 kali ditolak secara langsung dan ribuan kali ditolak secara tidak langsung. Banyak perempuan yang meremehkannya, meskipun aku sebenarnya mengakui bahwa Arya tidaklah seburuk yang mereka kira.

Saat itu, setiap kali Arya mendapatkan pertanyaan berbunyi “Kapan nikah?”, dengan tegas ia akan menjawab: “Insya Allah bulan September 2013!”. Padahal saat itu, Arya masih jomblo ngenes! Bahkan seakan-akan tidak terlihat ada harapan bahwa ia akan menikah dalam waktu dekat! Sampai bulan Maret 2013, Arya masih saja jomblo. Dan untuk kesekian kalinya, ia baru saja ditolak lagi. Lalu, apakah mimpinya untuk menikah di bulan September 2013 dapat terpenuhi?

Tapi kamu kan tahu, Allah itu Maha Mendengar. Allah juga Zat Yang Maha Berkehendak. Hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha, begitu juga doa. Di akhir April 2013, akhirnya Allah mempertemukan Arya dengan perempuan idamannya. Dan tidak seperti lelaki pengecut lainnya yang hanya berani berpacaran tanpa berani mengajak ke pelaminan, 3 bulan setelahnya Arya segera mendatangi orangtua si perempuan dan menyatakan kesediaan untuk meminangnya. Itu terjadi di bulan Agustus 2013.

Akhirnya tibalah bulan September 2013. Arya memang tidak jadi menikah di bulan itu, tapi ia telah melamar gadis pujaannya sebulan sebelumnya, dan ia sedang mempersiapkan pernikahannya yang akan dilaksanakan di bulan Maret 2014. Arya memang gagal memenuhi mimpinya, tapi setidaknya ia hanya meleset 6 bulan. Bagaimana jika Arya tidak berani bermimpi? Mungkin sampai detik ini ia masih saja jomblo dan ditolak lagi dan lagi.

Sesungguhnya, ucapan adalah doa. Dengan kamu berani menjawab pertanyaan “Kapan nikah?” secara spesifik, Allah tidak akan tinggal diam mendengar ucapanmu. Ia akan menuntunmu menuju jalan yang akan semakin mendekatkanmu dengan mimpimu itu, tinggal bagaimana kamu berikhtiar untuk meniti jalan itu.

Dan sebaliknya, jika kamu tidak berani menjawabnya, satu-satunya orang yang pantas kamu salahkan adalah dirimu sendiri. Bermimpi untuk menikah saja kamu tidak berani, lalu bagaimana mungkin kamu berharap semua itu akan segera terjadi?

Depok, 30 Juni 2016, 22:27

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s