CerpenRamadhan – Hari 16 – Lemah

cr16

 

Sudah lebih dari 30 menit aku memandangi layar handphone. Mataku terpaku lama melihat nama Harining Mardjuki, dengan pikiranku yang jauh melayang. Haruskah wanita ini yang aku bawa ke acara pernikahan Sari?

 

10 menit berikutnya berlalu begitu saja. Dan akhirnya aku telah memutuskan: tidak. Aku tidak akan pergi dengannya.

 

Aku melempar handphoneku ke kasur. Ku sandarkan punggungku merapat ke dinding. Sembari menghela nafas panjang, aku bergumam dalam hati: haruskah aku selemah ini?

 

Kuarahkan pandanganku menyapu seluruh penjuru kamar. Aku lihat seonggok sarung dan sajadah terlipat rapi di atas meja. Hmmm… Aku masih punya sisa wudhu dari Sholat Isya tadi. Kuhamparkan sajadah itu di atas lantai. Mungkin ini waktunya bagiku untuk berkontemplasi merenungi diri. Mungkin dengan semua yang terjadi ini, Tuhan punya rahasia yang perlu aku ketahui.

 

Aku baru mau mengangkat kedua tanganku sembari bertakbir, ketika sudut mataku melihat layar handphoneku menyala. Ada nama “Nur Puspita Sari Siregar” muncul, memanggilku disana.

 

Jakarta, 21 Juni 2016, 22:13

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s