CerpenRamadhan – Hari 15 – Di Ujung Trotoar

cr15

 

Nia melangkah gontai menyusuri jalan. Ia berjalan kaki di sepanjang trotoar untuk meninggalkan FX: mencoba meninggalkan bayangan tentang apa yang baru saja terjadi.

 

Malam ini, entah bagaimana ceritanya, Nia tidak ingat atau mungkin memang tidak mau mengingat apa yang baru saja terjadi. Ketika ia dan Mugi sedang berbincang santai, tiba-tiba Misan datang menghampiri dengan wajah penuh emosi. Mugi dan Misan beradu mulut dengan hebat di hadapannya, dan hampir saja mereka saling baku hantam jika Nia tidak mengehentikannya.

 

Nia segera belari meninggalkan mereka dan apa yang berikutnya terjadi, Nia tidak peduli.

 

Nia masih berjalan menyusuri trotoar. Misan memang baik dan penyayang, tapi entah mengapa peryataan darinya tak juga kunjung datang. Sementara Mugi memang lucu dan perhatian, tapi yang Nia butuhkan jelas lebih dari sekedar lelucon dan pujian.

 

Pikirannya melayang. Nia tidak menyadari bahwa ia telah menerobos persimpangan jalan. Namun ketika ia sadar, semuanya sudah terlambat. Hal terakhir yang Nia ingat hanyalah lampu mobil yang berada sangat dekat di hadapannya, beserta suara rem yang berdecit keras dan teriakan orang-orang di sekitarnya.

Depok, 20 Juni 2016, 21:54

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s