CerpenRamadhan – Hari 1 – Yusuf

cr1

 

Sebut saja dia bernama Yusuf, seorang lelaki paruh baya. Meskipun berprofesi sebagai seorang engineer, Yusuf tidak dapat mengingkari suara hatinya yang gemar menulis. Sedari kecil, ribuan tulisan telah dia hasilkan: entah itu sekedar coretan di dinding, kebetan untuk mencontek di kelas, kegalauan di buku harian, maupun lantunan puisi untuk sang pujaan hati.

 

Kalau ingin tahu, Yusuf baru saja patah hati. Gadis pujaannya yang telah diincar sejak jauh hari, ternyata telah menambatkan hatinya kepada pemuda lain. Tidak setampan Yusuf, memang. Namun Yusuf tau, ketampanan saja tidak akan cukup untuk menaklukan Sari, nama gadis itu.

Bagaikan porselein yang jatuh dari lemari: hancur berkeping-keping. Namun bukan Yusuf namanya jika ia membiarkan dirinya tenggelam berlama-lama. Segera Yusuf beranjak bangkit dan berdiri. “Aku harus menulis!” hanya itu yang terbayang di dalam pikiran Yusuf saat itu.

 

Dan akhirnya Yusuf pun mulai menulis. Yusuf menulis, terus menulis, dan tetap menulis. Setiap hembusan nafas dihabiskannya untuk menulis. Dan ketika tulisan ini ditulis, Yusuf masih saja menulis. Dan terus menulis.

 

#cerpenramadhan #crhari1

Jakarta, 6 Juni 2016, 13:34

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s