IntisariBuku: The Model – Nopriadi Hermani

The Model – Nopriadi Hermani

The Model

 

Keterangan buku:

 

Penulis                 : Nopriadi Hermani

Judul                     : The Model

Penerbit              : IKKJ Publisher

Tahun terbit       : 2014

Tebal                     : 376 halaman

 

“Hidup tanpa prinsip adalah hidup yang tidak otentik”

 

Model diri adalah istilah baru pada dunia pengembangan diri, self-help, how to, juga psikologi. Melengkapi istilah self yang sudah dikenal sebelumnya seperti konsep diri (self-concept), citra diri (self-image), atau harga diri (self-esteem), model diri ini semacam chips yang tertanam dan terprogram dalam diri manusia yang merepresentasikan “siapa dan bagaimana saya ini”. Konsep model diri juga untuk menjelaskan secara mudah faktor penentu bagaimana pola pikiran, perasaan, tindakan bahkan fisik kita: chips ini telah ter-tuning (atau terprogram) secara dinamis sejak manusia berada dalam kandungan, tumbuh berkembang hingga saat ini.

 

Konsep model diri ini menjadi penting karena Allah swt. telah memberi amanah pada siapa saja untuk menjadi nakhoda atas diri dan kehidupannya. Sebagai seorang nakhoda, seseorang harus memahami apa yang sedang dia jalankan dan tahu arah yang dituju. Konsep model diri menjadi kunci bagaimana kita memahami diri kita dan memahami bagaimana kehidupan kita berjalan sehinggakita mampu mengambil alih kendali diri dan kehidupan kita. Bahkan, lebih jauh kita bisa men-tuning ulang model diri yang telah tertanam lama agar bisa mewujudkan pribadi dan kehidupan baru yang lebih baik.

Konsep ini sangat relevan dengan keadaan dunia kita hari ini, yang berada pada era kegagalan (The Failure Era): sebuah zaman dimana banyak orang gagal menata kehidupan pribadi dan gagal secara kolektif menata peradaban sehingga penuh dengan krisis multidimensi. Banyak orang sukses yang hidupnya menderita, atau biasa disebut dengan toxic success atau kesuksesan beracun. Kegagalan manusia dalam menata peradaban dunia terlihat dari tidak berkutiknya ilmu pengetahuan yang dikreasi manusia. Kita mengenal krisis ekonomi, krisis moneter, krisis politik, krisis sosial, krisis moral, krisis lingkungan dan banyak lagi krisis di tengah -tengah zaman yang disebut sebagai The Age of Abundance Knowledge, zaman keberlimpahan ilmu pengetahuan. Kegagalan ini menunjukkan zaman kita sedang sakit dan terus mencari skenario penyelamatan.

 

The model menggunakan sintesis tiga disiplin keilmuan, yaitu: paradigma mesin cerdas (machine learning), kajian pengembangan diri (self-help) dan konsep islam. Konsep model diri ini berakar pada falsafah hidup yang kuat (aqidah), menjadikan Islam dan sunatullah sebagai prinsip, menjanjikan visi akhirat dan dunia sekalgius, menawarkan karakter yang holistik untuk meraih kedua visi tersebut, dan mengemban dua tanggung jawab yang harus ditunaikan, yaitu tanggung jawab pribadi (personal responsibility) dan tanggung jawab membangun peradaban (mabda’i responsibility). Dan satu-satunya teladan terbaik dalam menjalankan seluruh peran tersebut adalah Muhammad Rasulullah saw, sebagai seorang role model dalam konsep the model.

 

“Kualitas Anda sangat tergantung dari model diri yang tertanam di dalam diri. Dia telah ter-‘tuning’ sejak kecil dan terus berubah sampai saat ini. Menyadarinya menjadi pintu masuk mengenali diri. Menguasainya sangat berguna untuk menata pribadi yang berkualitas dan kehidupan terbaik”

 

Depok, 17 Mei 2016, 07:29

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s