IntisariBuku: How to Win Friends and Influence People in The Digital Age – Dale Carnegie & Associates

How to Win Friends and Influence People in The Digital Age

How to Win Friends

Keterangan buku:

 

Penulis                 : Dale Carnegie & Associates

Judul                     : How to Win Friends and Influence Pople in The Digital Age

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit       : 2015

Tebal                     : 281 halaman

 

Pada zaman sekarang yang serba digital dan teknologi yang semakin berkembang, pesan sampai dengan instan. Komunikasi media sudah berlipat ganda. Jaringan sudah meluas melewati batas, industri dan ideologi. Namun pernyataan Dale Carnegie puluhan tahun lalu yang berbunyi:

 

“Kemungkinan besar, masalah terbesar yang Anda hadapi adalah berurusan dengan orang lain.”

 

masih berlaku sampai saat ini. Pernyataan ini juga yang menjadi fondasi dari buku How to Win Friends and Influence Pople, namun sesuai dengan perkembangan zaman sehingga muncul istilah “in The Digital Age” di belakangnya. Buku ini sendiri bukanlah mengenai mengumpulkan pertemanan dan mengeksploitasi pengaruh, melainkan mengenai panduan hubungan manusia yang berasal dari lubuk hati yang paling dalam.

Ketepatan komunikasi menjadi lebih penting dari sebelumnya, karena saat ini kita hidup pada era yang rentan, ketika kata-kata yang salah atau salah dimengerti bisa menimbulkan bencana, sama seperti yang

ditimbulkan oleh tindakan mendadak yang tak dipikirkan terlebih dahulu. Namun demikian, perubahan drasts itu membuat prinsip-prinsip yang ada di dalam buku ini menjadi lebih relevan. Ada 4 hal utama yang dijelaskan dalam buku ini, yaitu

 

  1. Yang Perlu Dilakukan Dalam Keterlibatan: yaitu bagaimana memulai untuk berinteraksi dan terlibat dengan orang lain. 3 hal utama yang perlu diperhatikan adalah untuk mengubur bumerang (hal yang bisa berbalik menyerang diri), menegaskan hal-hal yang baik dan menyentuh keinginan inti.

 

  1. Memberikan Kesan yang Bertahan Lama: yaitu dengan cara menunjukkan minat terhadap orang lain, tersenyum, berkuasa dengan nama (mengedepankan nama mereka), menyimak lebih lama, membahas apa yang penting bagi mereka dan membuat mereka merasa lebih baik.

 

  1. Mendapatkan dan Menjaga Kepercayaan Orang Lain: yaitu dengan cara menghindari argumen, jangan pernah berkata “kau salah”, mengakui kesalahan dengan cepat dan sungguh-sungguh, mengawali dengan sikap ramah, mengakses afinitas (ketertarikan untuk saling terikat), membiarkan orang lain mendapat pengakuan, terlibat secara empatik, menggugah sifat mulia, membagi perjalanan dan memberikan tantangan.

 

  1. Menuntun Perubahan Tanpa Penolakan atau Kebencian: yaitu dengan cara mengawali dengan positif, mengakui kekurangan sendiri, menyampaikan kesalahan tanpa menarik perhatian, mengajukan pertanyaan daripada memberi perintah secara langsung, memperingan kesalahan, fokus pada kemajuan, menyematkan reputasi baik pada orang lain dan terus terhubung pada pijakan yang sama.

 

Walaupun terkadang individu dapat menjaga sebuah hubungan yang produktif dan progresif tanpa kehadiran secara fisik dalam frekuensi yang sewajarnya, tidak ada orang di dunia ini yang bisa menjaga pengaruh progresif tanpa kedekatan dalam konteks hubungan. Upaya-upaya terhebat adalah upaya yang saling tergantung dan interaktif. Dan pada akhirnya, seni mendapatkan teman dan mempengaruhi orang lain dalam era digital ditentukan oleh aktivitas menjalin hubungan dan terus berhubungan dalam pijakan yang sama.

 

Jakarta, 1 April 2016, 15:40

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s