30HariBercerita – Hari 25 – Tempat Tidur

30HBC25

Jika kamu mendefinisikan tempat tidur sebagai sebuah properti dari kayu atau semacamnya yang dilapisi dengan kasur dibagian atasnya untuk kamu merebahkan tubuhku, maka definisi kita jelas berbeda. Bagiku, tempat tidur adalah tempat dimana aku bisa tidur. Sesederhana itu.

Tak perlu kasur. Tak perlu selimut. Tak perlu bantal guling. Dimana saja aku bisa meluruskan kakiku dan memejamkan mataku, itulah tempat tidurku. Bahkan sesederhana kursi mobil depan yang disandarkan hingga sesajar dengan kursi di bagian tengahnya.

Tidur di mobil? Ah bagiku itu sudah biasa. Aku mulai berkenalan dengan kemampuan ini sejak aku merasakan sendiri bagaimana jahatnya kemacetan di ibukota. Demi menghindari macetnya ibukota, aku rela berangkat dari rumah sebelum jam 5 pagi untuk selanjutnya tidur di mobil setibanya di lokasi. Atau pulang ke rumah diatas jam 11 malam dimana sebelumnya aku tidur di mobil sampai macet itu reda.

Tempat tidur bukanlah bermakna tempat, melainkan sebuah falsafah bahwa dimana saja kamu tertidur, disitulah tempat tidurmu. Apakah di kolong jembatan ada kasur? Apakah di emperan toko kelontong ada kasur? Atau apakah di pinggiran rel kereta juga ada kasur?

Memikiran jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu saja membuatku mengantuk. Izinkan aku untuk kembali tertidur dimana saja aku bisa tertidur.

#30haribercerita #30hbchari25

Jakarta, 25 Januari 2016, 17:36

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s