30HariBercerita – Hari 4 – Supir

30HBC4

Supir. Mungkin kamu melihat mereka sebagai suatu hal yang biasa. Tapi tidak bagiku: tanggung jawab yang begitu besar teremban di bahunya.

Sebagai penumpang, kamu mungkin menganggap tidak ada yang istimewa ketika kamu masuk ke dalam kendaraan kemudian kamu tiba dengan selamat di tempat tujuan. Dan akan menjadi “istimewa” justru ketika terjadi hal sebaliknya.

Mungkin kamu tidak menyadari bahwa selama kamu menjadi penumpang di dalam kendaraan, Tuhan sedang “menitipkan” nyawamu di tangan sang supir. Jika Tuhan berkehendak, bisa saja Dia membuat mata sang supir terpejam walau hanya 5 detik saja, dan kamu tahu seberapa fatal akibatnya.

Penumpang boleh tertidur, tapi tidak dengan supir. Ketika jalanan macet, seorang supir tidak boleh mengeluh, apalagi meninggalkan kendaraannya dan berjalan begitu saja. Ketika jalanan ditutup, ia harus memutar otak dan mengambil resiko untuk mencari jalan lain yang mungkin belum pernah dilalui sebelumnya. Dan dia harus cepat dan tegas mengambil keputusan: kapan harus membalap, kapan harus berputar balik dan sebagainya.

Jadi aku katakan sekali lagi: tanggung jawab besar teremban di pundaknya. Serta selama kamu berada di dalamnya, ingatlah bahwa nyawa kamu sedang dititipkan di tangannya. Ia bisa saja bertindak gila, tanpa kamu sadari akan seperti apa akibatnya.

Dan terakhir, mohon kamu tidak mengambil gambar ketika sedang menyetir, sobat.

#30haribercerita #30hbchari4

Jakarta, 4 Januari 2016, 10:20

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s