UangkuAdalahUangmu,UangmuYaUangmu

Beberapa waktu lalu bini gue minta izin ke gue untuk menggunakan uangnya yang dia peroleh dari hasil nari di suatu acara untuk dia gunakan atas suatu keperluan. Biarpun ga kerja, bini gue emang punya usaha sendiri yaitu ngajar nari tradisional ataupun perform nari di acara-acara semacem seminar atau event-event budaya gitu. Tanpa perlu panjang lebar, gue langsung mengizinkan bini gue menggunakan uangnya untuk keperluan tersebut. Bini gue terheran-heran dengan kemudahan gue untuk memberikan izin, yang gue balas dengan sebuah senyum beserta sebuah riwayat yang pernah gue denger atau baca tapi lupa kapan dan dimana.

Tapi pas nulis tulisan ini, gue sempetin untuk googling dulu mengenai riwayat yang gue maksud itu. Dan kalo lu mau baca, silahkan bisa dibuka link-link berikut ini. Kalo males bukanya ya nanti aja abis selesai baca tulisan gue.

http://www.konsultasisyariah.com/bolehkah-suami-mengambil-harta-istri/

Apakah Harta Istri Menjadi Milik Suami Juga?

http://www.ummi-online.com/bolehkah-suami-memakan-gaji-istri.html

http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/masalah-keuangan-dalam-rumah-tangga-jika-suami-istri-bekerja.htm#.Vc3JtjCqqko

Di dalam sebuah keluarga yang masih lengkap dimana ada suami dan istri, dan anak kalo ada, adalah kewajiban bagi seorang suami untuk memberi nafkah bagi keluarganya. Seorang suami diwajibkan untuk bekerja, kemudian dari bekerja dia akan memperoleh imbalan berupa uang, dan uang inilah yang selanjutnya digunakan untuk membiayai hidupnya beserta istri dan anaknya. Adalah kewajiban sang suami untuk dapat menafkahi keluarganya. Di jalan yang halal, tentunya. Artinya, pada uang yang diperoleh oleh suami dari hasil kerjanya, disitu ada hak anak dan istrinya juga.

Namun bagi istri, ga demikian. Ketika seorang istri bekerja dan memperoleh uang dari hasil kerjanya, maka uang itu sepenuhnya adalah hak si istri. Si istri ga berkewajiban sama sekali untuk memberi nafkah bagi keluarganya. Ketika si istri memutuskan menggunakan uang hasil kerjanya untuk menafkahi keluarganya, maka uang tersebut termasuk sedekah dan si istri mendapatkan pahala sedekah. Ketika si istri memutuskan menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadinya, misal beli lipstick yang harganya 500 ribu instead of 50 ribu, maka itu memang haknya dia. Suami dan anaknya sama sekali ga punya hak atas uang yang diperoleh si istri dari hasil kerjanya. Beda sama suami: uang yang diperoleh suami dari hasil kerjanya adalah wajib digunakan untuk menafkahi keluarganya, dan ga ada nilai sedekah disana karena udah merupakan suatu kewajiban.

Jadi selaku suami, adalah sah-sah aja mengizinkan si istri untuk menggunakan uang hasil jerih payahnya sendiri. Namun yang perlu diperhatikan adalah peruntukannya. Ketika uang itu digunakan untuk hal yang ga benar, misal dipinjemin ke temennya untuk dipake judi, si suami emang ga punya hak untuk memprotes uang yang dipake judi itu, tapi suami punya kewajiban untuk menegur istrinya karena membantu temennya buat berjudi. Jadi dalam kasus ini suami perlu ngasih izin atas apa yang akan dilakukan istrinya dengan uang tersebut, bukan izin atas uangnya itu sendiri.

Kalo kamu para istri yang bekerja karena tuntutan ekonomi yaitu untuk membantu menafkahi keluarga kamu, percayalah bahwa setiap rupiah yang kamu gunakan untuk kebutuhan keluargamu adalah sedekah. Namun jika kamu beruntung memiliki seorang suami yang rezeki dari hasil kerjanya udah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan primer keluarga kamu, maka sebaiknya kamu silahkan berhenti bekerja dan jadilah ibu rumah tangga yang baik. Kalo kamu bekerja, kamu mengabdikan waktu dan tenaga kamu untuk atasan kamu dan tempat kerja kamu, yang mungkin suatu waktu bisa saja meninggalkan kamu dengan imbalan pesangon dan sejenisnya. Tapi kalo kamu jadi ibu rumah tangga, kamu mengabdikan waktu dan tenaga kamu untuk suami dan anak-anakmu, yang ketika anak-anakmu besar dan kelak menjadi anak yang soleh dan solehah, insya Allah doa mereka akan selalu mengalir untuk kamu dan tentu saja, surga adalah imbalan yang pas buat kamu.

Depok, 14 Agustus 2015, 18:05

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s