HidupIniKeras

Tersebutlah seorang lelaki, sebut saja namanya Dono, bukan nama sebenarnya. Beliau baru saja resign dari tempat kerja sebelumnya, sebuah pabrik yang bergerak di bidang manufacturing untuk beralih ke tempat kerja barunya, sebuah pabrik manufakturing juga yang memiliki lini bisnis tidak jauh beda dengan pabriknya sebelumnya. Beliau mendapatkan penempatan untuk menjadi manajer pabrik di daerah pedalaman Kalimantan, kira-kira 10 jam perjalanan darat dari ibukota provinsi.

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan berlalu. Pabrik dimana dia bekerja sekarang sejak awal memang sedang dalam kondisi sulit: biaya produksinya cukup tinggi. Ditambah lagi kondisi bahan baku yang cukup langka dan harga produk jadi nya yang sedang jatuh di pasaran, adalah sebuah tantangan besar bagi beliau untuk berada di pabrik seperti itu. Namun beliau tidak menyerah dan tetap menyanggupi tantangan tersebut.

Perlahan tapi pasti kinerja di pabrik tersebut mulai beranjak membaik ke arah yang positif. Produktivitas per jam nya sudah mulai meningkat, meskipun masih dibawah target yang ditetapkan oleh manajemen. Keadaan internal sudah mulai kondusif. Meskipun secara umum masih berada di bawah target, tapi pelan-pelan semuanya sudah jauh lebih baik dibanding sebelum beliau datang dan menjadi manajer disana.

Sampai tiba-tiba muncul berita mencengangkan. Pabrik itu, yang biaya produksinya masih sangat tinggi dan bertahun-tahun menggerogoti keuntungan perusahaan secara keseluruhan, oleh pihak manajemen disepakati untuk ditutup. Ya, ditutup. Artinya tidak akan ada lagi aktivitas produksi. Tidak ada lagi. Semua yang sudah dibangun oleh Dono menjadi sia-sia. Semua kerja kerasnya, semua usahanya, semua jerih payahnya, mendadak lenyap ditelan awan. Manajemen telah memutuskan bahwa pabrik itu akan ditutup demi menyelamatkan perusahaan secara keseluruhan.

Sebagian besar pekerja yang ada di pabrik akan dirumahkan. Pekerja yang sudah bekerja sejak lama akan diberikan golden shake hand. Pekerja yang masih kontrak tidak akan diperpanjang. Dan pekerja harian atau borongan akan diputus pelan-pelan. Yang menyedihkan, si Dono ini masih dalam masa kontrak percobaan 6 bulan sejak masa awal dia bergabung. Artinya belum ada kepastian apakah si Dono ini akan diangkat menjadi pegawai tetap dan di mutasi ke bagian lain, ataukah bernasib sama dengan pekerja kontrak lainnya yang tidak diperpanjang kontraknya.

Eksekusi untuk merumahkan para karyawan mulai diurus. Dono ikut serta mengatur pengurangan karyawan secara bertahap, pengaturan suasana agar tetap kondusif, penyerahan pesangon, dan lain sebagainya. Semua pekerja level bawah telah berhasil dirumahkan tanpa ada kendala berarti. Dan kini tiba giliran Dono untuk menentukan nasibnya.

Palu telah diketuk. Manajemen memutuskan bahwa Dono, sekalipun berstatus sebagai manajer pabrik, kontraknya tidak akan diperpanjang. Bukan saja tidak diperpanjang, melainkan juga akan diputus saat itu juga, dimana dia baru menjalani 5 bulan dari jatah 6 bulan masa kontrak percobaannya. Tidak ada yang dapat dilakukan Dono, selain pasrah menghadapi kenyataan yang dia terima. Beliau telah resign dari pabrik lamanya untuk menjemput harapan baru di pabriknya ini. Namun apa daya beliau ditempatkan di pabrik yang sejak awal kondisinya memang sudah susah dan ketiban sialnya ketika oleh manajemen pabrik itu diputuskan untuk ditutup dan saat itu beliau sedang berada di pabrik itu.

Dono mengemasi barang-barangnya. Koper telah terisi dan beliau bersiap untuk pergi. Pergi dari pabrik yang telah coba dibangunnya kembali. Pergi dari mess pabrik yang telah memberikan sejuta kenangan di hati.

Pada akhirnya, seperti inilah hidup. Seperti inilah dunia kerja. Seperti inilah. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di depan kita. Tidak ada yang tahu, tidak seorangpun.

Karena hidup ini memang keras, sobat…

Jakarta, 17 November 2014, 19:20

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s