DCH #4

5 tahun sudah berlalu sejak terakhir kali gue menulis cerita dengan judul yang sama seperti judul tulisan ini. Dan hari ini entah mengapa gue kepikiran lagi untuk melanjutkannya. Tapi sebelomnya ada baiknya kalo lu baca dulu tulisan-tulisan sebelomnya melalui link di bawah ini:

  1. Untuk cerita pertama bisa dibaca disini: à

https://ckinknoazoro.wordpress.com/2009/05/18/dhaniachairunnisa-1/

  1. Untuk cerita kedua bisa dibaca disini: à

https://ckinknoazoro.wordpress.com/2009/05/18/dhaniachairunnisa-2/

  1. Untuk cerita ketiga bisa dibaca disini: à

https://ckinknoazoro.wordpress.com/2009/05/18/dhaniachairunnisa-3/

Dan sekarang tibalah kita di cerita selanjutnya, 5 tahun setelah cerita yang terakhir.

***

Tahun demi tahun telah berlalu. Kini C dan D udah bukan siapa-siapa lagi. Bukan “udah” sih, tapi dari dulu kan mereka berdua memang bukan siapa-siapa. Bahkan C hampir lupa kalau dia pernah menulis sebuah lagu dengan D sebagai sumber inspirasinya. Namun malam itu, semuanya berbeda.

C kini telah bekerja di salah satu perusahaan pabrik karet terbesar di negaranya, bahkan salah satu eksportir utama di dunia. Malam itu C yang sedang dalam perjalanan dinas ke daerah, sedang duduk manis seorang diri di mess pabrik yang lokasinya berada di dalam kompleks pabrik, dimana jarak pabrik ini sekitar 1 jam perjalanan dari kota terdekat atau sekitar 6 jam perjalanan dari ibukota propinsi. Selayaknya kehidupan orang-orang pabrik, apalagi yang jauh dari kota, kalau udah di luar jam kerja maka there is nothing to do di dalem mess unless you bring your own entertainment, karena kalo mau main sama mesin-mesin pabrik kan ga mungkin, dan kalo ke kota pun jaraknya lumayan jauh. Jadilah malam itu si C bergulat dengan smartphone nya untuk refreshing sejenak setelah seharian nguli di pabrik.

Entah angin apa yang ngebisikkin si C malem itu, yang jelas tiba-tiba dia kepikiran untuk meng-google-ing a.k.a googling nama si D, yang dulu sempat hadir menghiasi hari-harinya. C segera mengetikkan nama D di smartphone nya dan karena si C lupa ejaan nama si D sehingga ada salah ketik, search result yang muncul tidak sesuai dengan apa yang C cari. Untung si mbah google ini baik, dia punya program otomatis “did you mean” yang mereferensikan hasil-hasil berdasarkan keyword yang mirip dengan keyword sebelumnya. Dan… ZING…!!! Muncullah search result yang sesuai dengan apa yang C cari.

Tahun 2014 ini memang tahun yang canggih. Dibanding 5 tahun sebelomnya dimana stalking hanya bisa dilakukan via Facebook, saat ini media untuk stalking sudah bertambah jauh lebih banyak lagi. Salah satunya adalah Twitter, yang memunculkan nama account si D dalam hasil search resultnya. Tanpa banyak basa-basi, C segera meng-klik twitter si D dan benar, dia adalah D yang C maksud!!!

Dag..

Dig…

Dug…

Hati C berdebar ga karuan layaknya rujak cingur yang udah dicampur bumbu dan diaduk-aduk, terus diedel-edel sama kucing. Setelah 5 tahun bro, setelah 5 tahun akhirnya C bisa melihat sosok D lagi walaupun hanya via social media. C yang di kalangan rekan kerjanya memang dikenal jago stalking apalagi stalking pramugari-pramugari yang ditemui selama perjalanan dinas atau wanita-wanita cantik dari kantor sebelah, ga butuh waktu lama bagi C untuk men-stalking isi twitter D dan ada beberapa kesimpulan mengejutkan, yang membuatnya semakin mengagumi bahwa Allah Maha Besar dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.

  1. Ternyata kini D sudah menikah. Nikahnya sekitaran bulan Mei, kira-kira deketan sama ulang tahunnya yang jatuh di tanggal 15 Mei. Nikahnya si D ini cuma beda 2 bulan sama si C yang nikah di bulan Maret.
  2. Ternyata si D kini kondisinya lagi hamil. Ga tau sih hamil berapa bulan, tapi sama dengan kondisi istrinya C yang juga lagi hamil.
  3. Ternyata mantan pacar a.k.a suaminya si D yang bekerja sebagai polisi ini kepalanya agak-agak botak. Sama lah sama kepalanya si C. Kepala atas loh, bukan kepala yang lain.
  4. Dan, ternyata sebelum menikah si D ini bekerja sebagai pramugari! You know what, si C ini adalah salah satu makhluk yang nge-fans dengan profesi pramugari, terlihat dari update-an status di social media nya yang banyak ngomongin pramugari. Tapi karena si D berada di maskapai kelas premium sementara si C di tempat kerjanya cuma seorang cung-pret a.k.a kacung kampret yang tiap perjalanan dinas cuma boleh naik maskapai-maskapai murah di harga dan murah di nyawa, maka mereka sama sekali ga pernah ketemu selama di udara.

Selanjutnya, bukan hal yang sulit bagi C untuk mencari tau lebih lanjut info mengenai si D. Segera dia peroleh akun Instagram-nya (kemudian difollow), Facebook-nya (di liat-liat doang tapi ga di add-friend), Path-nya (coba di friend request tapi jangan pernah berharap bakal di approve), dan ID Line-nya (udah di add dan ada di contact nya si C, tapi di sisi D jangan harap mau di approve dan nongol di contactnya si D). Semakin lah terkuak bahwa kini si D sudah tumbuh menjadi wanita dewasa yang, ya kalo bidadari boleh iri, mungkin bidadari pun akan iri dengan pesona si D ini. Bidadari dari khayangan loh ya, bukan bidadari dari Bekasi apalagi bidadari dari Cilebut.

Tapi kini semuanya udah berubah. C dan D, mereka berdua udah bukan lagi remaja yang menikmati romansa masa muda dengan segala kegalauannya. C telah menjadi lelaki dewasa dan udah menikah dengan seorang istri yang insha Allah ga lama lagi akan segera dikaruniai seorang anak perempuan. Begitupun dengan D, dengan janin yang dikandungnya kini insha Allah dia telah bersiap menjadi seorang ibu yang akan membangun peradaban bersama suami dan anak-anaknya.

Apakah rasa itu masih ada? 13 tahun telah berlalu sejak pertama kali C mengenal D. Keadaan telah berubah dan ga sama seperti dulu lagi. Usia mereka berdua juga udah ga muda lagi. Lalu, apakah rasa itu masih ada? Tanyakanlah pada rumput yang bergoyang, dan biarkan semuanya terhapus ditiup angin lalu…

Jujuhan,15 Oktober 2014, 00:50

 

Dan di pagi harinya, si C bermimpi muncul notifikasi di smartphonenya. Dari layar notifikasi terlihat bahwa si D mengajaknya chat via Line untuk bertanya kabar dan keinginannya untuk berkenalan lebih jauh dengan si C, mengingat dulu mereka hanya berkenalan sebentar dan belum sempat saling melangkah lebih dalam. Namun ketika C bangun dari tidurnya, dia dapati tidak ada notifikasi apapun di smartphonenya, hanya jam digital yang menunjukkan angka 05.27. Mimpi hanya tinggal mimpi, dan kenangan hanya tinggal kenangan. Semuanya akan hilang ditelan zaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s