DiajengSitiAisyah

Kemaren gue baru aja dari dokter kandungan di salah satu Rumah Sakit di Depok, sebut saja RS Family Partner. Usia kehamilan bini gue udah memasuki sekitar 20 minggu dan sudah tiba saatnya untuk mengetahui apa kiranya jenis kelamin si jabang bayi. Setelah diintip dengan USG, akhirnya tersebutlah jenis kelamin si bayi: PEREMPUAN…!!!

Jauh-jauh hari, waktu usia kandungannya masih sekitar 12 mingguan, gue sama bini gue udah iseng-iseng bikin nama anak. Kalo dari gue sendiri, kalo anak laki-laki pertama mau gue kasi nama Muhammad Syahid Saifullah dan anak laki-laki berikutnya mau gue kasi nama Muhammad Sulaiman Ibrahim. Syahid itu artinya “bersaksi”, atau bisa juga sebagai mati syahid, dan saifullah itu artinya “pedang Allah”. Sementara Sulaiman adalah nama salah satu rasul yang mempunyai kerajaan, dan Ibrahim adalah nama salah satu rasul yang keturunannya banyak yang menjadi nabi sehingga beliau disebut juga sebagai “bapak para nabi”. Intinya, dari si Muhammad Syahid Saifullah ini gue berharap kelak dia akan menjadi garda depan dalam menegakkan agama Allah dan berujung sebagai seorang syuhada, sedangkan dari si Muhammad Sulaiman Ibrahim gue berharap kelak dia akan menjadi seorang pemimpin hebat dan dikaruniai keturunan yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin hebat juga.

Untuk anak perempuan, kalo anak perempuan pertama mau gue kasi nama Siti Aisyah dan anak perempuan berikutnya mau gue kasi nama Siti Fatimah Khumaira. Siti Aisyah ini adalah salah satu istri Rasulullah yang namanya paling sering disebut dalam sejarah, sementara Siti Fatimah adalah nama anak perempuan Rasulullah dan khumaira artinya adalah “yang bersemu merah”. Untuk anak perempuan ini gue ga mengharapkan mereka menjadi orang besar. Mereka hanya perlu memantaskan dirinya sehingga layak untuk dipinang oleh para lelaki luar biasa, dan kelak akan membina anak-anaknya menjadi generasi yang luar biasa.

Sementara dari bini gue ga aneh-aneh. Untuk anak laki-laki dia cuma pengen ada nama Bramantya nya, yang artinya adalah pemberani. Dan untuk anak perempuan dia pengen ada nama Diajeng nya, yang artinya adalah cantik. Pesen bini gue cuma satu: jangan sampe anak gue nanti ada mengandung unsur nama “Dewi” atau “Wulan”, soalnya kedua nama tersebut adalah segolongan perempuan yang pernah menolak cinta gue huahahaha…

Dan karena anak pertama gue diriwayatkan oleh dokter kandungan bakal berjenis kelamin perempuan, maka dari utak-atik nama diatas akhirnya kita memperoleh satu nama yang insha Allah kelak akan menjadi nama si bayi ini: DIAJENG SITI AISYAH.

Mungkin lu pada berpikir, apa ga kecepetan mikirin nama anak dari sekarag? Kan masih ada +-16 minggu lagi sampe bayinya brojol? Ya, si bayi emang lahir ke dunia di sekitaran usia kandungan 9 bulan, tapi bukankah ruh dan nyawanya sudah ditiupkan sejak usia kandungannya 4 bulan? Di usia kandungan bini gue yang udah +-20 minggu alias sekitar 5 bulan, seharusnya si ruh ini udah disemayamkan di dalam tubuh mungil si calon bayi. Karena gue perlu untuk berkomunikasi dengan si bayi sedini mungkin, akhirnya kita beri nama ini untuk dia. Dan sekarang setiap kali gue berangkat kerja atau pulang kantor dan ber-say hello sama perut buncit bini gue, gue udah mulai memanggilnya dengan panggilan “Ajeng”.

“Ajeng, papah berangkat kantor dulu ya. Mamah nya dijaga baek-baek, jangan rewel.”

“Ajeng yuk bobo dulu, temenin mamahnya bobo juga ya.”

Dan lain sebagainya.

Apapun yang terjadi, gue tetep berkewajiban untuk menjaga kondisi si Ajeng tetap sehat, baik selama di kandungan maupun ketika sudah terlahir ke dunia dan tumbuh menjadi seorang gadis cantik yang senantiasa menjaga auratmya. Dan demi kesehatan kandungan, tentunya gue juga berkewajiban untuk senantiasa menjaga keceriaan emaknya si Ajeng a.k.a bini gue. Sekalipun mungkin ga semudah yang diucapkan, dimana gue seringkali bepergian keluar kota setiap bulannya (bahkan gue menulis tulisan ini ketika sedang dinas 5 hari di Jambi), namun kewajiban untuk memberikan yang terbaik bagi istri dan anak-anaknya ga akan pernah gugur dari diri seorang lelaki yang sudah berstatus suami. Dan pada akhirnya, darah ini akan mengalir kembali di dalam darah Diajeng Siti Aisyah: seorang perempuan sederhana yang senantiasa menutup auratnya namun akan mencetak generasi penerus bangsa yang luar biasa.

Jambi, 25 September 2014, 17:11

2 Comments Add yours

  1. asik.. ada Ais-nya 🙂 selamat menantikan Ajeng ya Mas, semoga sehat selalu ibu dan bayinya.. (dan bapaknya)

  2. ckinknoazoro says:

    Oh iya sama ya namanya ahahaha. Amiinn, semoga kamu bisa cepet nyusul juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s