UmurManusiaSiapaYangTahu

Malam itu sekitar jam 10 gue bergegas menuju ke sebuah rumah sakit, sebut saja Rumah Sakit FP a.k.a Family Partner (hampir nama sebenarnya) untuk menjaga bini gue yang lagi rawat inap di sana. Setelah memarkirkan mobil kemudian gue turun dan masuk ke RS melalui pintu UGD. Ada yang ga biasa di pintu UGD malam ini yaitu banyaknya orang yang berkumpul di depan sana. Mengabaikan itu semua selanjutnya gue segera bergegas menuju ke arah lift untuk naik ke lantas tempat bini gue dirawat.

Belom sempat menekan tombol lift tiba-tiba gue mendengar sesosok suara perempuan memanggil nama gue.

“NICO…!!! NICHOLAS SAPUTRA…!!!

……

……

Oke fine, nama gue bukan Nicholas Saputra, biarpun gue tau muka gue mirip. Balik lagi ke cerita, gue mendengar sesosok suara perempuan memanggil nama gue.

“C-KINK…!!!”

Merasa bahwa gue adalah satu-satunya pemilik nama itu di seantero penjuru RS FP ini, gue langsung menoleh mencari sumber suara. Ternyata tersebutlah 2 ekor perempuan yang sudah ga asing lagi: sebut saja yang pertama namanya Citra dan yang kedua namanya Santi (hampir nama sebenarnya). Mereka berdua adalah temen gue semasa kecil, yang meskipun sekarang badan gue sudah bertumbuh besar sementara mereka masih tetep kecil segitu-gitu aja. Wah parah lo maennya fisik…

Gue pun menghampiri mereka,ber-say hello dan ber-cipika cipiki cijidat cibibir. Berbasa-basi sebentar, kemudian gue mengetahui bahwa ternyata mereka disini karena bapaknya Citra sedang masuk ke UGD karena tiba-tiba terkena gangguan jantung. Gue lihat si Citra ini matanya agak sembab, kaya abis dibogem sama Agung Herkules gitu. Sementara si Santi (yang kulitnya lebih putih dari Sinta) ini sekedar menemani si Citra. Di tengah pembicaraan datang seorang bapak-bapak menghampiri si Citra, dan segera gue pamitan untuk masuk ke lift menuju lantai tempat dimana bini gue dirawat.

Keesokan paginya, si Citra yang setau gue jarang banget update status BBM-nya tiba-tiba mengganti profile picture-nya dengan foto bapaknya, disertai dengan update status “Selamat jalan ayahanda tercinta.”

***

Pagi itu gue mendarat di kota Jambi beserta rombongan kolega. Menggunakan mobil keluarga yang paling hits di Indonesia saat ini, kita ber-enam melanjutkan perjalanan ke daerah Musi Rawas, Sumatera Selatan untuk menuju ke lokasi pabrik, sekitar 4 sampai 5 jam perjalanan dari kota Jambi. Perjalanan dilalui dengan lancar sampai sekitar 15 menit dari lokasi pabrik jalanan agak tersendat. Banyak orang berkerumun disana seakan-akan mengerubungi sesuatu. Akhirnya mobil gue pun melintas dan terlihat seperti baru aja ada kecelakaan disana: ada mobil Isuzu Panther yang kap depannya penyok parah dan ada motor jatoh tergeletak di pinggir jalan. Mobil gue melaju meninggalkan TKP untuk menuju lokasi pabrik.

Sore harinya ketika lagi asik meeting di pabrik, tersiar kabar bahwa ada seorang karyawan pabrik yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Si karyawan ini naik motor dibonceng sama temennya. Jadi ketika jam isitrahat mereka berdua pulang ke rumah masing-masing, kemudian ketika mau balik lagi ke pabrik, di pertigaan motor mereka dihantam sama mobil Isuzu Panther. Langsung lah mereka terpental dan belakangan diketahui bahwa si pengemudi motor kritis sementara si pemboncengnya meninggal.

***

Ya, umur manusia memang siapa yang tahu? Seseorang yang ketika siangnya terlihat masih baik-baik saja, ternyata malamnya sudah harus kembali ke pangkuan-Nya. Atau seseorang yang di pagi hari pamit izin kepada keluarganya untuk bekerja, ternyata ketika pulang di sore harinya sudah tinggal nama. Siapa yang tahu?

Mungkin gue ga perlu banyak omong lagi, karena lu semua juga udah pada tahu bahwa umur manusia memang siapa yang tahu. Pada akhirnya, pastikan bahwa setiap detik kita, setiap nafas kita adalah bermanfaat dan bernilai ibadah. Mungkin pernah sesekali kita terjerumus untuk melakukan hal-hal yang tidak seharusnya, tapi semoga jangan sampai kita khilaf dan terus-terusan melakukannya. Pernahkah terbayangkan, (misal) suatu waktu bagian bawah perut kita merasa “kelaparan” kemudian kita iseng-iseng main ke Dolly atau ke Saritem atau ke Pasar Kembang. Kalau kejauhan ya yang di Jabodetabek aja deh: Cipinang, Parung atau sejelek-jeleknya: Taman Lawang (egilaloh gue apal semua tempat-tempat kaya gini! Subhanallah…). Kemudian ternyata nyawa kita dicabut ketika sedang berada disana? Hiiii… Apa kata dunia? “Seorang pemuda tewas akibat serangan jantung mendadak saat sedang ‘bertempur’ di Taman Lawang”.

Jadi, once again, hargai setiap detik yang kita miliki. Semoga kita semua diwafatkan syahid di jalan-Nya, dalam keadaan khusnul khotimah, dan jauh dari keadaan yang susah dan menyusahkan. Aamiinn…

Pontianak, 7 Juli 2014, 20:46

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s