IntisariBuku: Self Improvement – John C. Maxwell

Self Improvement

Kutipan dari buku “Self Improvement” karya John C. Maxwell

 

Self Improvement – John C. Maxwell

 

Keterangan buku:

Penulis            : John C. Maxwell

Judul               : Self Improvement 101: What Every Leader Needs to Know

Penerbit         : MIC Publishing

Tebal               : 142 halaman

 

“Pengembangan diri harus disertai dengan niat yang sungguh-sungguh. Tidak ada seorangpun yang bisa begitu saja mengembangkan diri.”

 

Hampir semua orang setuju bahwa pengembangan diri adalah hal yang baik, namun hanya ada sedikit orang yang mendedikasikan dirinya pada proses ini. Mengapa? Karena pengembangan diri memerlukan perubahan dan kebanyakan orang enggan berubah. Sesungguhnya kita tidak mungkin mengembangkan diri jika tidak mau berubah. Penulis Gail Sheehy menyatakan,

 

“Jika tidak berubah, kita tidak akan pernah bertumbuh. Jika tidak bertumbuh, kita tidak akan hidup. Pengembangan diri meminta kita meninggalkan zona nyaman untuk sementara waktu. Itu bisa berarti melupakan pola-pola yang membatasi namun seringkali kita lakukan, pekerjaan yang terjamin namun tidak memberikan hasil yang sesuai, nilai yang tidak lagi dijunjung tinggi, atau hubungan yang telah kehilangan arti sesungguhnya. Mengambil langkah baru dan mengungkapkan perkataan baru adalah hal yang paling ditakuti oleh kebanyakan orang. Ketakutan seharusnya muncul dalam bentuk yang sama sekali berbeda.”

 

Kebanyakan orang berjuang melawan perubahan, khususnya ketika hal itu mempengaruhi mereka secara pribadi. Semua orang ingin mengubah dunia, namun tidak ada yang berpikir untuk mengubah dirinya. Ironisnya, perubahan tidak dapat dihindari. Semua orang harus menghadapinya. Di sisi lain, pengembangan diri adalah sebuah pilihan. Seseorang dapat memilih untuk mengembangkan diri atau bersikeras menentangnya. Namun ketahuilah, orang yang tidak bersedia mengembangkan diri tidak akan pernah mencapai potensi mereka.

 

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa sesungguhnya orang yang berhasil dan gagal memiliki kemampuan yang sama. Perbedaannya hanyalah keinginan untuk mencapai potensi mereka dan tidak ada hal yang lebih efektif untuk mencapai potensi selain komitmen untuk mengembangkan diri. Fred Smith, penulis dan ahli kepemimpinan menyimpulkan apa sesungguhnya komtimen pada pengembangan diri,

 

“Kondisi alamiah manusia membujuk kita agar tetap tinggal di tempat kita merasa nyaman. Kita selalu berusahan menemukan tempat yang datar, tempat untuk beristirahat, di mana tekanannya menyenangkan dan keuangan kita lama memadai. Di sana, hubungan kita dengan orang lain nyaman, tidak ada rasa takut untuk bertemu orang baru atau terjebak dalam situasi yang asing.”

 

Tentu saja kita membutuhkan daerah yang datar untuk sementara waktu. Kita memanjat dan tiba di dataran untuk menyesuaikan diri. Namun ketika telah menyesuaikan diri dengan apa yang telah kita pelajari, kita mendaki lagi. Jangan sampai kita telah cukup berumur ketika terakhir kalinya mendaki.

 

Apapun yang kita lakukan, jangan biarkan diri kita tetap tinggal di daerah yang datar. Berkomitmenlah untuk mendaki gunung dari potensi pribadi, sedikit demi sedikit, sepanjang hidup. Kita tidak akan pernah menyesali perjalanan ini. Dan tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi seseorang seperti siapa yang kita inginkan.

One Comment Add yours

  1. Rima says:

    Hebat !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s