IntisariBuku: Cracking Zone – Rhenald Kasali

Cracking Zone

 

Cracking Zone – Rhenald Kasali

Keterangan buku:

Penulis            : Rhenald Kasali

Judul               : Cracking Zone

Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal               : 356 halaman

“Bagaimana memetakan perubahan di abad 21 dan keluar dari perangkap comfort zone”

Kalimat tersebut menjadi tagline pada buku Cracking Zone karangan Rhenald Kasali ini. Ya, siapa yang tidak kenal dengan Rhenald Kasali, seorang guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia  yang aktif mendalami konsep daya saing dari Prof. Michael Porter – Havard University, sekaligus seorang pendiri Rumah Perubahan, sebuah wadah kewirausahaan sosial dan menjadi rumah bagi mereka yang mengalami kesulitan melakukan perubahan.

Buku Cracking Zone ini membahas tentang perubahan, yaitu apa yang telah terjadi  dalam landscape bisnis Indonesia beberapa tahun terakhir. Para pembuat perubahan tersebut dalam buku ini adalah definisi dari istilah crackers. Crackers adalah para pemecah kode-kode perubahan, mereka tidak menganut asas wait and see yang bisa dianut para profesional-konvensional, melainkan segera bertindak dan menerobos ke dalam cracking zone.

Di masa lalu Indonesia pernah mengenal para crackers seperti  alm. Sosrodjojo (Teh Botol) dan Tirto Utomo (Aqua) yang telah mengubah wajah industri minuman. Dulu mungkin orang akan merasa aneh ketika melihat teh dan air mineral dijual dalam kemasan, namun hari ini hal tersebut sudah menjadi salah satu kebutuhan wajib kita khususnya ketika sedang bepergian. Begitupun dengan para crakckers dari seluruh dunia seperti kakak-beradik Dick dan Maurice yang membangun kedai burger siap saji (McDonald’s), ataupun Bill Gates yang memperkenalkan sistem operasi windows untuk komputer (Microsoft).

Crackers bukan hanya terdiri dari barisan para penemu, melainkan juga pengubah industri yang menimbulkan kehancuran atau retakan pada kebun-kebun milik tetangga-tetangga mereka. Buku ini membahas bagaimana perkembangan dan kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, telah membuat suatu perubahan dalam gaya dan pola hidup masyarakat Indonesia. Kemudian fenomena ini ditangkap oleh seorang crackers bernama Hasnul Suhaimi, CEO XL, yang telah memperbaharui industri telekomunikasi Indonesia. Bagaimana tarif telepon seluler di Indonesia yang dulu berkisar antara Rp 5.000 – Rp 6.000 per menit, kini dengan tarif Rp 1 per detik hanya dibutuhkan beberapa puluh rupiah saja.  Serta bagaimana perumusan formulasi strategi XL untuk merebut posisi Indosat dalam industri telekomunikasi nasional, yang bernama Formula 123, yaitu XL harus ber-SATU untuk menjadi nomor DUA dalam jangka waktu TIGA tahun.

Bagi orang-orang yang gemar perubahan dan ingin memperbaharui diri, buku ini mampu menambah wawasan dan semakin membuka mata untuk segera bertindak. Karena untuk mengubah wajah industri tidak cukup hanya dengan para leaders, tetapi dibutuhkan ilmu yang lebih untuk menjadi crackers.

“Saatnya merubah cara-cara lama. Berikan perasaan it’s me, dan tempatkan diri Anda pda krisis. Kemenangan akan datang kemudian.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s