IndividualUniqueness


 

Uniqueness. Istilah itu seakan sudah tidak asing lagi di telinga kita. Jajaran Top Management tanpa kenal lelah berulang kali menekankan kepada perusahaan untuk memiliki uniqueness supaya perusahaan dapat tetap kompetitif di dunia industri, serta dapat tumbuh dan terus berkembang dengan menjadi dominan di lahannya masing-masing.

 

Sejatinya, uniqueness atau keunikan tidak hanya menjadi miliki suatu perusahaan atau organisasi saja. Sebagai individu, seseorang juga hendaknya mampu memiliki uniqueness di dalam dirinya sendiri yang membuatnya memiliki nilai lebih sehingga dapat tumbuh dan berkembang di tengah lingkungan kerja dan lingkungan sosialnya.

 

Memang, pada dasarnya setiap orang terlahir unik: setiap orang memiliki ke-khas-an masing-masing dan tidak akan sama antara satu orang dengan yang lainnya, bahkan terhadap anak kembar sekalipun. Pertanyaannya kemudian adalah, apakah kita sudah merasa cukup dengan keunikan yang “sudah dari sananya”, ataukah kita terus berusaha untuk menggali dan mencari keunikan-keunikan yang masih bisa kita kembangkan?

 

Keunikan pada seorang manusia dapat diwujudkan dalam banyak hal, yang secara umum definisi keunikan tersebut dapat diartikan sebagai “hal yang paling berkesan dimata orang lain ketika mengingat orang tersebut.” Ada orang yang selalu menyapa semua orang dan memberi keceriaan dimanapun dia berada; itulah keunikan orang tersebut. Ada orang yang selalu tersenyum dan dengan ramah bersedia mengajarkan segala hal satu persatu; itulah keunikan orang tersebut. Ada orang yang selalu bisa menjadi pemberi solusi saat ada masalah; itulah keunikan orang tersebut. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Setiap manusia diberikan kesempatan untuk menjalani hidup, dan rasanya sungguh sangat sia-sia jika hari-hari dilalui dengan datar-datar saja. Untuk dapat tumbuh dan berkembang, seseorang hendaknya memiliki uniqueness pada dirinya sendiri. Memang pada akhirnya bukan orang tersebut-lah yang dapat menlai dan mendefinisikan keunikan apa yang ada pada dirinya, melainkan dari bagaimana kesan dan pesan orang-orang di sekitarnya terhadap dirinya. Untuk itu ada baiknya ketika kita telah mencoba untuk membentuk uniqueness di dalam diri kita, sejenak kita tanyakan kepada rekan kita, “Apa keunikan yang ada pada diri saya?”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s