KCB

Ya, sobat, gue baru saja menyaksikan sebuah film berdurasi 1 jam yang meskipun singkat tapi mampu menerjemahkan ribuan bahkan jutaan jam yang mungkin tak akan pernah gue lupakan. Sebuah film berjudul “KCB”. Bukan, bukan Ketika Cinta Bertasbih. Juga bukan Ketika C-Kink Bertobat, apalagi Kutukan C-Kink Beranak. KCB disini adalah kependekan dari Kisah Cupu BEM, sebuah film yang dibuat oleh Fauzi Ingah-Ingih di penghujung tahun 2009 yang merekam segala kegiatan rekan-rekan BEM KMFT UGM di tahun itu.

Di tengah-tengah menonton film tersebut, spontan jari jemari gue yang cute ini segera mengambil Blackberry Gemini yang dibeli secara kredit, membuka aplikasi UberSocial serta Facebook from Blackberry dan langsung menuliskan kalimat seperti ini:

“Menyaksikan kembali video KCB (Kisah Cupu BEM) dan oh my God I do miss BEM KMFT UGM so much! #nangis”

Ya mungkin tulisan itu terlalu lebay. Tapi jiwa ini tidak bisa berbohong: menonton video itu membuat gue merindukan sejuta kenangan yang telah gue lalui bersama BEM KMFT UGM.

Kembali gue merefleksi diri yang kurus kering cacingan namun cute ini. Jika hari ini gue bisa berdiri dan menjadi seperti ini, sebagian besar karena tentulah jasa BEM KMFT di dalamnya. Segala pengalaman dan proses yang terjadi di sana mampu membuat gue menjadi seperti hari ini. Siapa yang pernah menyangka, seorang pemuda cupu yang semasa sekolah hobi duduk manis melamun di pinggit jendela, kini mampu berbicara di depan umum?

Gue mengawali karir di BEM benar-benar dari seorang mahasiswa yang dateng dan pulang teng-go (teng langsung go) menjadi mahasiswa yang lupa kalau punya kosan. Dari 5 orang pemuda Kastrat di awal berdirinya sampai menjadi seorang Menko Eksternal. Dari gugup untuk berbicara sampai menjadi ingin selalu berbagi cerita.

Kastrat: Kajian Strategis. Di tempat inilah gue dididik dan ditempa. Berbagi ilmu dan cerita mengenai permasalahan yang ada. Di sini juga gue mendapatkan amanah menjadi seorang Ketua Departemen hingga berlanjut sebagai seorang Menteri Koordinator.

Hari ini, tepat detik ini, ternyata satu setengah tahun telah berlalu sejak gue terakhir kali bertugas di BEM KMFT UGM. Dan video ini, video Kisah Cupu BEM, menjadi saksi bisu atas segala hal yang pernah gue dan rekan-rekan BEM KMFT UGM lakukan di sepanjang tahun 2009.

Kembali, gue merindukan kebersamaan bersama mereka. Bagaimana kita semua tidur bersama di bawah satu atap, bagaimana kita makan rame-rame di wadah yang sama, bagaimana kita bersusah-payah menjalani kepanitiaan serta bagaimana kita saling berbagi dalam setiap games, acara dan permainan.

Satu persatu wajah mereka terpampang di video ini. Semuanya membuka kembali kisah lama. Dua setengah tahun di BEM KMFT UGM bukanlah waktu yang sebentar, sobat. Tentunya kita semua punya sejuta kisah yang tak akan pernah lekang sepanjang masa.

Ingin rasanya datang kembali ke rumah mungil itu, sebuah bangunan di pojokan yang berfungsi sebagai sekretariar BEM KMFT UGM, tempat dimana kita selalu menghabiskan masa muda kita. Ingin rasanya mendatangi mereka dan memeluk mereka satu-persatu, menanyakan bagaimana kabar mereka hari ini. Bahagia rasanya jika ada dari mereka yang berhasil meraih impiannya.

Video itu segera berakhir, menampilkan foto-foto keceriaan rekan-rekan BEM KMFT UGM yang selalu tertawa dalam suka maupun duka. Lagu “Laskar Pelangi” mengalun lembut. Dan sepenggal lirik lagu itu menjadi penutup tulisan ini.

“Bersyukurlah pada Yang Kuasa. Cinta kita di dunia, selamanya…”

 

 

Depok, 19 Mei 2011, 18:56

BEM KMFT UGM: semangatmu selalu membara di jiwaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s