PerjalananDiAtasBus

Jalan raya. Kendaraan yang berlalu-lalang. Lampu-lampu jalanan. Pepohonan. Aku suka melihat pemandangan selama perjalanan. Aku suka duduk manis di dekat jendela bus dan memandangi segala hal yang bisa aku lihat dari balik tempat duduk ku. Aku bisa duduk diam selama berjam-jam dengan kepala menoleh ke luar jendela, hanya untuk melihat pemandangan apa saja yang bisa aku temui disana.

Melihat pemandangan ketika sedang dalam perjalanan, mungkin untuk kalian adalah hal yang biasa. Tapi hal itu tidak berlaku bagiku. Ya, itu tidak berlaku bagiku yang telah menghabiskan sebagian umurku untuk duduk diam di belakang setir, memegang kendali laju kendaraan.

Kamu tau seperti apa rasanya menjadi pengemudi: seluruh anggota tubuhmu difokuskan untuk membawa dirimu, kendaraanmu dan penumpangmu untuk sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Tidak ada waktu untuk melihat pemandangan, kecuali yang berhubungan dengan apa yang ada di hadapan kendaraanmu.

Karena itulah aku selalu menikmati saat-saat seperti ini, saat-saat dimana aku bisa duduk manis di dalam bus tanpa perlu tanganku memegang setir atau kakiku menginjak pedal gas. Aku bisa bebas menekuk atau meluruskan kakiku. Aku bisa bebas merenggangkan tanganku dan mataku tidak melulu harus menatap ke depan.

Aku suka naik bus

Masih kuarahkan pandanganku ke luar jendela. Mobil Innova hitam sedang berhenti di pinggir jalan. Camry silver membalap bus ku tanpa ragu. Di belakangnya ada Avanza biru dengan pria berkumis di balik kemudinya.

Kutengadahkan kepalaku agak keatas. Kutatap langit biru. Ia masih tetap biru seperti saat itu, saat pertama kali aku memulai hobiku memandangi langit ini. Aku selalu merasa kedamaian setiap melihat langit. Dengan latar biru dihiasi ornamen awan putih, ada kesejukan tersendiri yang tidak dapat kamu temukan dimanapun, yang membuatmu betah untuk terus-menerus memandangi langit itu.

Kupandangi langit dengan tatapan kosong. Tanganku menopang pipiku. Mataku terus menerawang menembus langit biru. Kemudian aku lusiskan wajah indahmu di sana, sedang tersenyum manis kepadaku. Aku tak tau apa yang sedang kamu lakukan saat ini, semoga kamupun sedang tersenyum sebagaimana wajah yang kulukiskan di langit itu.

Mungkin kamu tidak menyadari bahwa kamulah pemilik senyuman terindah di muka bumi. Bunga yang layu akan mekar melihat senyumanmu. Siapa Monalisa jika ia tau seperti apa senyumanmu. Bidadari surga pun mungkin akan iri kepadamu.

Sementara aku hanya bisa berharap. Berharap supaya aku dapat memiliki senyum itu. Bukan hanya memiliki senyum itu, tetapi juga memiliki pemilik senyuman itu. Memilikimu. Sehingga aku dapat memandangi senyumanmu kapanpun aku mau, tanpa khawatir senyuman itu akan terbagi ke orang lain, karena kamu tau tiada yang memuja senyumanmu sebagaimana diriku.

Tak ada hentinya aku memandangi langit. Tak ada hentinya aku lukiskan wajahmu disana. Aku tau, hari ini aku memiliki duniaku dan kamu memiliki duniamu. Tapi aku percaya bahwa suatu saat nanti kita berdua akan disatukan dalam dunia yang sama: duniaku dan duniamu: dunia kita. Dunia kita berdua.

Lamunanku buyar ketika tiba-tiba aku mendengar bunyi rem berdecit dengan sangat kerasnya. Penumpang bus berteriak ramai. Kemudian terdengar bunyi benturan keras. Hal terakhir yang aku lihat adalah kepala truk bertuliskan “Fuso” berada persis di depan mataku, dan setelah itu semuanya berubah menjadi gelap…

Depok, 16 April 2011, 00:47

6 Comments Add yours

  1. arik says:

    mengharukan sekali……kisah yang sangat tragis!!!!

    1. ckinknoazoro says:

      ahahaha makasih yah

  2. tiFa says:

    wahhh lamunannya buyarrrrr,,,mas itu bukan s*mb*r k*nc*n* kan bisnya? xD

    1. ckinknoazoro says:

      weits ga boleh sebut merk. itu bis TransBantul

  3. tiFa says:

    bus transbantul? ada gitu? *_____* ahh masnya ngelesh .. :p

  4. ckinknoazoro says:

    Ada donk TransBantul, jurusan Giwangan – akhirat. Mau coba naik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s