NuFoNoNE:NuclearRain

“BBC FLASHNEWS:

Japan government confirms radiation leak at Fukushima nuclear plants. Asian countries should take necessary precautions. If rain comes, remain indoors first 24 hours. Close doors & windows. Swab neck skin with betadine where thyroid area is, radiation hits thyroid first. Take extra precautions. Radiation may hit Philippines at starting 4pm today. Please send to your loved ones.”

 

Entah siapa makhluk yang memulai menyebarkan berita sebagaimana tercantum di atas. Tapi terima kasih atas pesan berantainya, dengan ini kita dapat mengambil bahan untuk dijadikan sebuah pembelajaran.

 

Hujan nuklir? Hujan yang mengandung radiasi? Entah darimana istilah tersebut berasal, tetapi rasanya janggal. Kalau di luar angkasa, istilah tersebut memang ada dan bisa terjadi, tapi di bumi? Mari kita coba bahas satu persatu. Namun sebelumnya disarankan untuk membaca tulisan yang “NuFoNoNE:Radiasi” sebagai referensi awal.

 

  1. Radiasi terbawa oleh udara.

 

Mari kita luruskan pikiran dulu. Wujud radiasi adalah berupa peluruhan yang memancarkan partikel alfa, beta atau gamma. Partikel ini jika berada di udara akan berinteraksi. Alfa yang daya ionisasinya paling besar akan banyak berinteraksi, konsekuensinya jangkauannya paling kecil. Sementara gamma yang daya ionisasinya paling kecil akan sedikit berinteraksi, sehingga jangkauannya paling jauh. Tapi kalau sampai terbawa di udara, sepertinya tidak sampai segitunya.

 

Radiasi partikel bukanlah seperti bubuk atau debu yang ketika dilempar ke udara akan terbawa kemana angin bergerak. Di udara, radiasi akan berinteraksi dengan materi-materi yang ada di udara dan interaksi ini akan mengurangi jangkauannya. Jadi kalau radiasi di Jepang akan mencapai Asia, itu dapat dikatakan tidak mungkin.

 

Yang mungkin terjadi adalah jika SUMBER RADIASI terbawa di udara. Ini lebih mungkin. Seperti kita tahu, radiasi muncul karena adanya sumber radiasi, yaitu unsur-unsur yang radioaktif. Radiasi ini akan menyertai sumber radiasi yang sedang meluruh tersebut. Kalau sumber radiasi ini terbawa di udara, itu mungkin. Namun dengan syarat: sumber radiasi ini memang bisa terbawa di udara.

 

  1. Sumber radiasi terbawa oleh udara.

 

Ya, ini mungkin terjadi tapi dengan syarat dan ketentuan berlaku. Untuk kasus reaktor Fukushima di Jepang, diberitakan bahwa bagian yang mengalami kebocoran mengakibatkan lepasnya gas hidrogen ke udara. Gas hidrogen (H2) ini berasal dari reaksi antara uap air (H2O) dengan zirkonium (Zr) pada suhu tinggi (Zirkonium adalah paduan logam penyusun selongsong, sementara selongsong adalah material yang membungkus bahan bakar). Hidrogen disini berwujud gas, sehingga memungkinkan untuk terbawa di udara.

 

  1. Radiasi dari hidrogen

 

Disini kita asumsikan bahwa sumber radiasi yang terbawa di udara adalah gas hidrogen.  Meskipun sejatinya sumber radiasi utama dari reaktor nuklir adalah bahan bakar nuklir itu sendiri, tapi bahan bakar nuklir tersebut berbentuk padatan dan kita asumsikan tidak sampai terbawa keluar akibat ledakan.

 

Apakah hidrogen merupakan unsur radioaktif? Jawabannya adalah: IYA. Loh, padahal hidrogen merupakan komponen penyusun air (H2O) yang sangat dekat dengan kehidupan manusia?

 

Dalam dunia atom, ada namanya “isotop”, yaitu atom yang memiliki nomor atom sama tetapi nomor massa beda. Untuk hidrogen, di alam memiliki 3 isotop yaitu H1 (isotop mayor dari hidrogen), H2 (deuterium) dan H3 (tritium). Setiap unsur hidrogen terdiri dari 3 isotop tersebut, kecuali hidrogen yang sudah direkayasa, dengan komposisi H1 99.985%, H2 0.015% dan H3 0.0001%.

 

Dari ketiga isotop tersebut, hanya H3 atau tritium yang radioaktif, memancarkan radiasi beta.  Apakah ini berarti air merupakan senyawa radioaktif? Sekali lagi, jawabannya adalah IYA. Tapi jangan takut dulu, karena aktivitas tritium disini adalah sangat-sangat kecil. Selain sangat kecil, komposisinya sebagai isotop penyusun hidrogen juga sangat kecil, sehingga aktivitasnya pun dapat dikatakan sama sekali tidak membahayakan bagi tubuh manusia.

 

Namun secara keseluruhan, bahaya dari sumber radiasi skala besar yang terbawa di udara tidak akan sampai sebegitunya, umumnya hanya bersifat lokal dan tidak mengkontaminasi dalam skala global. Kalaupun misalkan memang terbawa di udara, perlu diperhatikan arah angin dunia, lama perjalanan dan waktu paruh dari sumber radioaktif itu sendiri.

 

 

Depok, 15 Maret 2011, 18:24

 

*Penulis juga masih belajar tentang ilmu nuklir. CMIIW: Correct Me If I Wrong.

 

Sumber:

–          Berbagai referensi yang penulis dapat selama masa kuliah, artikel-artikel dan buku-buku seputar nuklir.

 

One Comment Add yours

  1. Karen says:

    keren artikelnya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s