FaktorMotivasi

Dalam suatu kesempatan seseorang pernah bertanya begini kepada gue dan teman-teman, “Hal-hal apa saja yang dapat memotivasi diri kamu?”. Gue yang pemalu imut lucu unyu dan rendah hati ini segera memutar dan memeras otak gue yang selama ini hanya dipenuhi oleh pikiran-pikiran kotor doank (baca: piring kotor, baju kotor, lantai kotor, ya semua yang kotor-kotor lah. Namanya juga mental pembantu).

 

Ting ting ting ting ting. Layaknya memori komputer yang sedang memproses data, dalam waktu sepersekian menit plus detik akhirnya menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut. Dan karena sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang diamalkan dan diwariskan kepada orang banyak, maka berikut ini dengan senang hati gue berikan kepada kalian semua, 6 hal yang mampu menjadi motivasi di dalam kehidupan gue yang singkat ini.

 

6 Faktor Pemicu Motivasi Diri (C-Kink, 2011):

 

1. Agama

 

Sebelomnya mohon maaf kepada yang atheis, gue jelaskan dulu bahwa gue adalah orang yang ber-Tuhan dan beragama, dan gue bangga dengan agama yang gue anut saat ini. Mengenai detail lebih lanjut, tentunya semua orang juga mengerti kenapa agama merupakan salah satu hal yang bisa memotivasi hidup kita. Jadi untuk mempersingkat tulisan, gue anggap aja kalian semua udah pada ngerti. Kalaupun ada yang belom ngerti, semoga dibuka pintu hatinya supaya bisa ngerti. #maksa

 

2. Orang tua

 

Hampir semua diantara kita pasti punya orang tua atau minimal “pernah” punya orang tua, kecuali lu-lu yang dulu asalnya dari hadiah Chiki atau di-bundling sama produk shampo. Sama seperti sebelomnya, asumsi gue lu semua udah pada ngerti jadi nggak usah gue bahas aja yaaaaa…

 

3. Anak dan istri

 

What, anak dan istri? Wow, jadi ternyata C-Kink udah nikah? Eits tenang bro, jangan pada patah hati dulu donk. Hari ini emang gue belom punya istri apalagi anak (kalo anak kucing sih iya), tapi visi jangka panjang gue telah mengatakan bahwa mereka adalah salah satu motivasi gue. Kenapa bisa begitu? Begini ceritanya…

 

Suatu hari nanti insya Allah gue akan menjadi seorang suami dan seorang bapak, kecuali kalo mendadak tiba-tiba gue operasi ganti kelamin (jangan sampe Ya Allah. naudzubillahimindzalik!). Nah layaknya seorang kepala keluarga gue punya kewajiban memenuhi kebutuhan hidup anak dan istri gue nantinya, meskipun lebih cenderung ke arah materi.

 

Kalo anak laki-laki gue si Muhammad Syahid Syaifullah atau anak perempuan gue si Siti Aisyah Asmirandah butuh uang buat beli seragam atau buku pelajaran di sekolah, gue selaku bapaknya bertanggung jawab menyediakannya. Kalo istri gue nanti (belom tau siapa namanya, mungkin ada yang bisa bantu?) yang biasanya makan tahu tempe tiba-tiba pengen makan rendang, gue harus mampu menyediakannya. Pun demikian jika keluarga gue butuh waktu untuk rekreasi bersama bapaknya ini, gue harus punya waktu (dan uang) untuk menyediakannya.

 

Jadi gue mencoba memulai semuanya dari hari ini. Emak gue tersayang pernah menganjurkan, “Anak laki-laki ku yang gantengnya Subhanallah, nanti sebelom mapan jangan nikah dulu ya.” Okelah kalo begitu, jadi sebelom nikah gue harus beli papan dulu. #eh?

 

4. Teman

 

Apa hubungannya teman dan motivasi? Hmmmm begini bro, mungkin beberapa diantara kalian juga pernah mengalaminya hanya saja kalian nggak terlalu menyadarinya. Kalo dari gue sendiri, gue punya cerita yang entah ini serius apa nggak, tapi punya cukup makna di dalam kehidupan gue setelahnya.

 

Alkisah pada waktu kelas 3 SMA di sebuah sekolah paling top di muka bumi yang bernama SMA Negeri 1 Depok, gue bersama salah seorang sohib gue yang bernama, sebut saja Karnanim (memang nama sebenarnya), iseng ngeliat Tabel Periodik Unsur yang ada di buku kimia. Ketika itu gue dan dia termasuk pecinta pelajaran kimia, sampe-sampe muka kita berdua jadi mirip labu erlenmeyer sama pipet tetes.

 

 

Ini lho yang namanya Tabel Periodik Unsur

 

 

Gue anggap aja lu semua udah ngerti dengan yang namanya Tabel Periodik Unsur jadi gue nggak perlu menjelaskannya disini. Tabel Periodik Unsur ini totalnya ada 118 kotak yang setiap kotak diisi oleh nama unsur yang disusun dengan nomor atom dan susunan elektron tertentu. Waktu itu kalo nggak salah di akhir 2005-awal 2006, dari 118 kotak yang ada baru 112 kotak yang terisi, alias masih tersisa 6 kotak lagi yang kosong. Dengan kata lain, ada kemungkinan 6 unsur di muka bumi ini yang belom ditemukan eksistensinya.

 

Sebagaimana layaknya anak muda yang penuh semangat dan impian tinggi, melihat 6 kotak kosong tersebut gue dan Karnanim langsung berujar penuh tawa, “Hei bro liat 6 kotak kosong di Tabel Periodik Unsur ini? Suatu hari, kitalah yang akan mengisi dua diantara 6 kotak kosong ini!” *backsound: cling cling cling…

 

Oke mungkin redaksional dialognya nggak kaya gitu, tapi ya begitulah intinya. Disadari ataupun nggak disadari, hal tersebut telah memotivasi kita berdua di dalam kehidupan kita setelah itu. Terbukti setelah lulus SMA gue melanjutkan studi di Teknik Nuklir UGM dan Karnanim di Teknik Gas dan Petrokimia UI. Alhamdulillah… Apa yang terjadi selanjutnya, kita belom tau. Tapi mungkin telah mengarah kepada hal tersebut.

 

*Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini bisa diliat di tulisan gue yang berjudul “IdoHaveApromise”

 

Selain itu, bergaul dengan teman-teman yang positif juga tanpa sadar bisa memotivasi kita untuk menjadi positif juga. Temen ngebanyol ngejayus dan ngegembel gue semasa kuliah di UGM Jogja beberapa diantaranya punya cita-cita tinggi: menjadi Bupati Bantul, menjadi Presiden RI, menjadi arsitek peradaban, menjadi Bupati Karanganyar, menjadi istrinya C-Kink (eh?) dan lain-lainnya. Nah mereka yang mudanya aja sama gilanya kaya gue, di masa depan udah punya target yang besar. Masa iya gue bakalan diem aja? Jadilah tanpa sadar mereka juga memotivasi gue supaya punya cita-cita besar seperti mereka.

 

5. Perasaan sakit hati

 

Ahahahaha mungkin yang satu ini terdengar agak konyol, tapi buat gue pribadi, sesuatu yang gue sebut “perasaan sakit hati “ bisa memotivasi gue untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ya namanya sakit hati emang meresahkan, tapi kalo kita bisa keluar dari itu semua, kita bisa memanfaatkan perasaan sakit hati menjadi sebuah energi yang luar biasa besarnya, sebesar punyanya Ariel: 19 cm. #Astaghfirullahaladzim

 

Ada yang tau serial “How I Met Your Mother?” Di serial itu, tokoh Barney Stinson yang diperankan Neil Patrick Haris memnganut nilai “Awesomeness” yang dipajang dalam lukisan di ruang kerjanya. Definisi dari awesomeness itu sendiri adalah, “When I get sad, I can stop being sad and be awesome insetad”. Terjemahannya kira-kira gini, “Ketika saya bersedih, saya bisa berhenti bersedih dan sebaliknya menjadi pribadi yang mengagumkan”. Nilai awesomeness ini yang juga gue terapkan di dalam kehidupan gue.

 

 

Awesomeness!

 

 

Kalo masih bingung, ini gue kasih sebuah contoh. Karena lagi nggak ada ide jadi mohon maf jika contohnya agak konyol. Anggaplah kita lagi falling in love sama seseorang. Kita begitu memujanya, memikirkannya setiap hari, mengharapkan sesuatu yang lebih sampe2 kita galau dan labil di malam hari (curcol). Tapi ternyata eh ternyata, seseorang itu pada akhirnya menolak kita atau lebih memilih orang lain daripada kita. Terbayang seperti apa hancurnya hati kita ini… Sedih oh, sedih… *backsound: kretek kretek kretek… Praaanggg…!!!

 

Stop! Sedih dan galau karena hal seperti tersebut diatas adalah boleh, tapi please, jangan lama-lama. Cukup 1 hari atau mungkin beberapa belas jam aja. Setelah itu, sebagaimana nilai awesomeness tadi, berhentilah bersedih dan jadilah pribadi yang mengagumkan! Gimana caranya? Baca paragraf setelah ini.

 

Ya mungkin hari ini si seseorang yang kita kagumi itu telah sukses membuat kita galau. Hari ini kita menangis gara-gara dia. Tapi cukup. Berjanjilah bahwa suatu hari nanti, dialah yang akan menangis karena kita. Dia akan merasakan apa yang hari ini kita rasakan. Katakan, “Oke hari ini lu boleh bikin gue nangis. Tapi liat aja besok, gue lah yang bakal bikin lu nangis!” Nggak cuma sekedar di ucapan aja. Untuk mewujudkan hal tersebut, otomatis kita sendiri harus menjadi seseorang yang luar biasa, seseorang yang mengesankan, seseorang yang asewome. Dan ke-galau-an tersebut adalah pemicunya.

 

Inilah yang disebut dengan motivasi dari “perasaan sakit hati”. Semoga ngerti ya.

 

6. <span> </span>Cita-cita

 

Poin yang terakhir alias yang ke-6 adalah cita-cita. Tentunya insya Allah kita semua punya cita-cita kan ya. Tapi mungkin perlu sedikit gue jelasin cita-cita gue disini yang harapannya semoga bisa menjadi inspirasi bagi lu semua.

 

Jika ditanya apa cita-cita atau apa visi dari seorang C-Kink, maka dengan ucapan basmalah gue akan menjawab, “Menjadi profesor di bidang nuklir yang mencerdaskan masyarakat.” Kabulkanlah Ya Allah…

 

Sejatinya hal tersebut adalah satu langkah doang., karena ada lagi langkah selanjutnya yang lebih besar. Mungkin hal ini terdengar konyol, naif, narsis bahkan cenderung sombong. Gue katakan bahwa selain menjadi profesor di bidang nuklir, selanjutnya adalah, “Membuat nama gue tercantum di dalam buku sejarah.” Yeah! *backsound: diobok-obok airnya diobok-obok… #nggaknyambung

 

 

Akankah nantinya nama gue berada di dalam daftar ini?

 

 

*Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini bisa diliat di tulisan gue yang berjudul “LifePlanning”

 

Nah karena gue punya cita-cita kaya gitu, otomatis itu pula yang menjadi motivasi gue di dalam menjalani kehidupan ini. Untuk mewujudkannya, nggak mungkin gue cuma berdiam duduk diri di atas kasur dan menghabiskan waktu dengan ngobrol sama tembok. Gue harus melakukan sesuatu yang positif dan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Itulah yang menjadi motivasi gue dan menjadi pengingat ketika semangat gue lagi turun.

 

***

 

Sampailah kita di penghujung acara. Itu tadi adalah 6 Faktor Pemicu Motivasi Diri yang kalo kita reviem lagi terdiri dari: agama, orang tua, anak dan istri, teman, perasaan sakit hati dan cita-cita. Harapannya semoga tulisan yang singkat ini bisa menjadi pemantik teman-teman semua untuk setidaknya melakukan hal yang hampir sama.

 

Keenam faktor disini adalah pendapat pribadi gue sendiri. Nggak menutup kemungkinan jumlah itu akan berubah. Juga sangat nggak menutup kemungkinan jika teman-teman memiliki faktor-faktor pemicu motivasi versi teman-teman sendiri. Segeralah temukan faktor apa saja yang dapat memotivasi diri kita di dalam setiap detik napas yang kita habiskan di dunia ini.

 

Selamat mencari!!!

 

 

 

Mall Depok, 5 Februari 2011, 21:51

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s