ChizzallengeAzzeccepted

 

Guys, jangan bingung dulu baca judul tulisan diatas yang seakan-akan tanpa arti.  Lupakan judul itu sejenak dan mari kita mulai menulis dengan tokoh “kamu” sebagai subjeknya.

 

***

 

Ya kita tau, kamu pasti punya keinginan. Ya akui saja, kamu memang punya keinginan. Ingin begini, ingin begitu, ingin ini itu banyak sekali. Semua semua semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib. Eits, kok malah nyanyi?

 

Keinginan. Wish. Desire. Kamu pasti punya. Tapi apa yang kamu inginkan itu, itu bukan urusan kita.

 

Namun bagaimana jika keinginan kamu itu terancam gagal? Atau lebih tepatnya digagalkan? Hmmmm frase “digagalkan” mungkin kurang tepat karena cenderung menunjuk sesuatu sebagai kambing hitam.  Padahal, terancam gagal karena kamu sendiri yang tidak memiliki kapabilitas untuk meraih apa yang kamu inginkan.

 

Dari sisi internal atau huruf S dan W dari teorema SWOT, kamu merasa kamu mampu untuk melakukannya. Tetapi dari sisi eksternal atau huruf O dan T, ternyata datang T dari arah yang tidak terduga. Sama seperti rezeki yang datangnya tidak disangka-sangka, T atau lengkapnya adalah Threat (ancaman) juga bisa datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

 

Kamu tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa Threat itu ternyata akan datang dari sekitarmu sendiri. Your own worst friends are your own closest enemies. Gitu kira-kira kata abang Billy Joe Armstrong di album Dookie (kalo nggak salah). Tidak perlu meilhat jauh, ternyata pintu gerbang itu telah terbuka dan sangat-sangat vulnerable.

 

Here comes the threat. Berat rasanya setelah mengetahuinya. Tapi girlband asal Irlandia tahun akhir 1990an, B-Witched, berkata dengan riang, “C’EST LA VIE!”. Yes, inilah hidup. Hal-hal seperti inilah yang membuat hidup kamu akan menjadi lebih berwarna.

 

Semua orang pasti pernah merasakan hal yang sama. Ancaman datang silih berganti. Yang terantisipasi maupun yang tersembunyi. Betul betul betul?

 

Namun cukup satu hal yang membedakannya. Apa yang mereka lakukan ketika mengetahui datangnya ancaman dari arah yang tidak disangka-sangka? Mundur teratur atau maju menerjang?

 

Kamu, ya kamu. Kita ulang sekali lagi: kamu. Kita menunjuk dirimu, mengarah tegas ke batang hidungmu. Kamu, apa yang akan kamu lakukan pada saat kamu berada dalam posisi itu?

 

Kita tau bahwa kamu pasti tau apa jawabannya. Kamu adalah seorang pecundang. Ya, seorang pecundang di masa lalu. Itu kamu, hai pecundang. Kamu yang pernah menjadi pecundang.

 

But life goes on, Bro! Sebagaimana kata The Beatles, “Obladi oblada life goes on Bro!” Apakah kamu akan duduk di tepi menunggu mati, atau berlari kemudian terbang meraih mimpi?

 

Tidak perlu banyak bicara. Kepalkan kedua tanganmu ke udara. Angkat yang tinggi, setinggi-tingginya. Eits sebelumnya jangan lupa pake Rexona supaya tidak ada hidung yang terluka. Kemudian, tengadahkan kepalamu ke atas. Lihat langit yang luas seakan tanpa batas. Buka mulutmu. Ambil napas panjang dan berteriaklah,

 

“CHALLENGE ACCEPTED!!!”

 

Super sekali! Teriakkan sekali lagi:

 

“CHALLENGE ACCEPTED!!!”

 

Dan lagi:

 

“CHALLENGE ACCEPTED!!!”

 

Dan lagi:

 

“CHALLENGE ACCEPTED!!!”

 

Kamu tau apa yang harus kamu lakukan: Tantangan diterima! Ingat sobat, ini bukan waktunya kamu lari dari kenyataan. Ini adalah kehidupan yang harus kamu jalani! Kamu bukan lagi seekor anak kucing. Hari ini kamu adalah seekor singa, penguasa hutan belantara! Hauuuuummmm…

 

*kok backsoundnya jadi kaya iklan Biskuat Laskar Fabregas ya?

 

Untuk itu, tegaskan sekali lagi bahwa kamu telah memilih untuk menerima tantangan itu. Dan kamu tau apa konsekuensinya? Ya, apapun yang terjadi nanti, kamu harus tetap tegar, tetap sabar dan tetap berkobar untuk menghadapinya. Bisa? Katakan, “YES WE CAN!!!”

 

You are not a joke. Kamu bukan bahan lelucon. Kamu adalah kamu hari ini, bukan lagi kamu yang dulu. Jalan ini masih teramat panjang. Namun kita tau, kamu pasti bisa melaluinya. Karena kamu, luar biasa…

 

***

 

 

Loser is my old name. Today, it is AWESOME.

Awesomeness is “when I get sad, I can stop being sad and can be awesome instead”.

It is a true story, you know…

 

 

 

Depok, 23 Januari 2011, 00:56

 

 

 

3 Comments Add yours

  1. Rei says:

    Refleksi diri yang awesome

  2. finaalamanda says:

    waw.. salam super!

  3. ckinknoazoro says:

    @fina & @rei : ahahaha makasih, super sekali! #truestory

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s