MysteriousXgirl

“Aq cinta sama C-Kink, banget, X bakal tinggal di Jerman. Malam ini X berangkat. Makasih buat semuanya. I’m gonna miss u. Bye.”

 

 

“Tar lagi take off, kamu jaga diri ya. X tetep simpen hati X buat kamu. I love u. Bye.”

Oke, gue tau lu pasti bakalan ketawa atau mengernyitkan dahi membaca 2 sms diatas, karena lu berpikir bahwa sms tersebut hanyalah fiktif belaka, sekedar khayalan dari seorang jomblo-nggak laku-kesepian macem gue. Tapi gue berkata jujur sebenar-benarnya bahwa sms tersebut adalah nyata dan benar adanya, real, 100% asli dan dikirim oleh seorang perempuan (bukan laki-laki apalagi maho).

Masih nggak percaya? Kita flashback dulu supaya lu pada percaya.

***

Alkisah pada zaman dahulu kala, gue lupa kapan pastinya: apakah itu di penghujung masa SMA atau ketika baru awal-awal kuliah, yang jelas waktu itu gue lagi di Depok. Hape Nokia 6230 gue (yang sekarang udah diambil oleh maling laknatullah) menerima telepon masuk dari nomor asing. Gue angkat telepon itu dan diujung sana terdengar suara perempuan lagi marah-marah. Marah karena telah lama nungguin “gue” tapi gue nggak dateng-dateng, padahal udah janjian.

Gue kaget donk, di umur gue yang masih muda dan polos itu, mana pernah gue janjian ketemuan sama perempuan?  Ya, di masa-masa itu, gue emang masih lugu banget dan belom mengerti tentang dunia kewanitaan. Bahkan kencing  gue pun masih belom lurus! Jadi rasanya aneh aja mendengar ada perempuan marah-marah ke gue karena gue ngaret ketemuan.

Setelah mendengar ocehannya, gue menjelaskan kepadanya siapa gue sebenarnya. Bukan, bukan Spiderman atau Iron Man, apalagi Saras 008. Gue bilang bahwa gue ini C-Kink, gue nggak pernah janjian ketemuan dengan dia dan gue pun juga nggak kenal dia. Lalu dia menyadari bahwa ternyata dia salah sambung serta meminta maaf bahwa itu benar-benar kekeliruan, bukan kesengajaan apalagi bagian dari skenario Ups Salah!-nya Vincent. Gue pun memaklumi, karena emang kadang-kadang banyak orang keliru membedakan gue dan Nicholas Saputra yang kemiripannya bagai pinang dibelah samurai.

Pasca kejadian ups-salah itu, gue masih nyimpen nomor hapenya. Dan karena gue tergolong tipe laki-laki berkualitas yang nggak laku-laku, akhirnya di kemudian hari gue mulai memberanikan diri untuk sms-an sama dia. Kita anggap aja sebagai silaturahim, menyambung tali persaudaraan.

Sms gue sama dia emang nggak pernah panjang-panjang, Singkat-singkat dan pendek-pendek, kaya orang lagi mencret. Rasanya nggak pernah kita sms-an lebih dari 2 halaman. Selalu 1-2 kalimat, bahkan sering hanya beberapa kata.  Dan sms-annya juga nggak sering, mungkin hanya seminggu 1 kali atau bahkan 1 bulan sekali.

Dari sms-sms tersebut, hanya 2 hal yang bisa gue tau dari dia: pertama, nama perempuan itu, kita sebut saja X. Kedua, dimana dia bersekolah, sebut saja Al-Izhar Pondok Labu. Sempet kaget juga awalnya, secara Al-Izhar kan sekolah yang tergolong bonafid, beda sama sekolah gue yang statusnya “negeri”.

Detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam, hari berganti hari, minggu berganti minggu. Sampai beberapa bulan selanjutnya, gue kadang-kadang masih sms-an sama dia. Dengan isi sms yang nggak jauh berubah, singkat dan pendek. Satu hal yang gue coba sadari, setiap dia sms itu auranya selalu murung, muram dan sedih. Gue nggak tau gimana dia yang sebenarnya, tapi aura itulah yang selalu ditunjukin setiap dia sms gue.

Semakin hari gue mencoba memberanikan diri untuk mengetahui siapa dirinya. Gue minta friendsternya (waktu itu masih jaman friendster, belom facebook) tapi dia nggak ngasih. Dia mengaku nggak punya. Ya udah gue tanya aja dimana rumahnya. Dia menjawab di Villa Cinere Mas, tapi setiap gue tanya alamat konkritnya, dia nggak pernah mau ngasih tau.

Suatu hari gue pernah iseng-iseng jalan-jalan survey lokasi ke Villa Cinere Mas menggunakan MyLovelySolBro. Kalo yang nggak tau itu dimana, jadi dari Mal Cinere lurus aja ke arah Jakarta, arah Utara. Nanti setelah Obonk ada belokan ke kiri (Barat) yang ada pohonnya besar. Ikutin jalan itu, menyebrangi Kali Pesanggrahan dan sampailah kita di Villa Cinere Mas.

Gue berani berkata bahwa Vila Cinere Mas merupakan salah satu perumahan elit.  Untuk ukuran Cinere yang emang kawasan elit, mungkin biasa aja. Tapi buat gue yang tinggal di perumnas murah meriah, Villa Cinere Mas tergolong level tinggi. Selanjutnya gue berjalan-jalan mengitari perumahan tersebut, meskipun nggak sampe masuk ke dalem-dalem karena banyak jalannya yang diportal dan dijaga satpam.

Ada 1 hal yang gue inget banget ketika gue jalan-jalan disana. Yaitu  ketika MyLovelySolBro melintas di jalan utama di sana, gue mendengar bunyi “Brrrmmm…. Brrrmmm…” yang menderu-deru persis dibelakang gue. Gue kira bunyi knalpot motornya ababil, abege labil. Tapi begitu gue melihat kaca spion, gue menganga lebar dan hampir nggak mempercayai apa yang gue lihat: mobil Mazda RX-8 dua pintu!

Apa yang aneh? Secara pribadi gue tergolong makhluk yang fanatik dengan mobil 2 pintu. Fanatik? Please deh, masa fanatik sama mobil pick-up atau truk pengangkut sayuran? Bukan mobil 2 pintu yang kaya gitu, tapi mobil sedan sport 2 pintu, ya semacam Mazda RX, Toyota Celica, Hyundai Coupe dan sejenisnya.

Gue pun terhenyak terkesima menyaksikan Mazda RX-8 itu berjalan persis di belakang MyLovelySolBro. Bagai langit dan bumi. Dengan penuh kesadaran, secara tau diri gue berjalan melambat dan mengalah kepada Mazda tersebut. Lalu Mazda itu pun menyalip gue dari sebelah kanan, dan sekali lagi gue terkenyut-kenyut ketika melihat makhluk di dalam Mazda RX-8 itu: 2 perempuan cantik-kinclong-maknyus yang bisa bikin laki-laki kesepian macem gue meleleh…

Kita kembali lagi ke laptop. Pada akhirnya gue nggak pernah bertemu dengan perempuan tersebut. Bukan, bukan dengan perempuan di balik Mazda RX-8, tapi perempuan yang rumahnya di Villa Cinere Mas yang jadi bahasan kita dari awal tulisan ini.

Hari terus berganti, gue sama dia kadang-kadang masih sms-an. Tapi sms kita umumnya selalu dimulai secara sepihak: selalu dia duluan yang sms gue. Soalnya tiap gue yang sms duluan, dia jarang banget bales. Dan misalnya hari ini dia sms, besoknya dia menghilang. Lalu beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian dia tiba-tiba sms lagi. Nggak banyak info yang gue dapet kecuali dia keterima kuliah di Sastra Inggris UI.

Sampe akhirnya gue tau alasan kenapa dia selalu murung dan nggak melulu bisa sms-an setiap saat. Akhirnya dia bilang, bahwa dia adalah seorang penderita leukemia. Wiiii…. Agak kaget juga gue waktu pertama kali denger. Jadi murungnya dia adalah karena leukemianya itu, dan hilangnya dia secara mendadak dari dunia sms-an adalah karena dia harus berobat ke luar negeri.

Mungkin ada di antara lu semua yang belom tau leukemia? Oke, gue akan menjelaskannya dari sudut pandang anak Teknik, karena gue bukan anak Kedokteran. Jadi begini anak-anak, leukemia atau kanker darah adalah penyakit kelebihan sel darah putih, dimana sel darah putih itu menjadi bersifat ganas dan memakan sel-sel darah merah. Umumnya penderita leukemia nggak berumur panjang dan yang paling menyedihkan: sisa umur penderita leukemia dapat diprediksi!

Mengetahui realita itu, gue nggak bisa berbuat apa-apa selain menemani dia setiap kali dia sms. Sementara keinginan gue untuk bertemu dengannya atau mengetahui friendster dan facebooknya, nggak pernah mendapat tanggapan memuaskan.

Suatu hari di salah satu smsnya, dia pernah berkata jujur bahwa dia sayang sama gue. Ya, dia sayang sama gue. Gue meleleh dan nggak mampu berkata apa-apa. Apalagi ketika itu gue masih lugu untuk mengenal dunia percintaan, jadi yang bisa gue ucapkan hanyalah ucapan terima kasih karena telah bersedia menyisihkan hatinya untuk menyayangi makhluk kurus-kering-kerempeng-begeng-cacingan macem gue ini.

Hari terus berganti. Di penghujung studi gue dimana gue udah nggak ngambil kuliah dan hanya berkutat dengan skripsi, gue lebih banyak menghabiskan hari di Depok. Sering gue sms dia untuk ngajak ketemuan, tapi dia menolak. Dan di suatu malam di bulan Juni, tiba-tiba dia sms gue untuk terakhir kalinya, sebagaimana sms pada pembuka tulisan ini. Nih gue tampilin lagi:

“Aq cinta sama C-Kink, banget, X bakal tinggal di Jerman. Malam ini X berangkat. Makasih buat semuanya. I’m gonna miss u. Bye.”

 

“Tar lagi take off, kamu jaga diri ya. X tetep simpen hati X buat kamu. I love u. Bye.”

Nggak ada lagi yang bisa gue lakuin selain mengucapkan terima kasih dan memyemangatinya, semoga diberi kekuatan dan ketabahan serta semangat. Itu tadi 2 sms terakhir dia dari gue yang sampe detik ini masih tersimpan rapi di inbox folder hape gue. Semoga nggak ada lagi maling laknatullah yang ngambil hape gue yang Nokia 6681 ini!

***

September 2010, di suatu hari yang nggak ada kerjaan di kosan, gue iseng miss-call nomor hape si X. Perlu menunggu keesokan harinya untuk mengetahui respon dari si X tersebut. Namun kali ini ternyata hape dia lagi dipegang kakaknya. Begini percakapannya:

Kakaknya X      : “?”

Gue                    : “Met pagee. Ini X?”

Kakaknya X      : “Bukan, ini siapa? Kok tau adek gue?”

Gue                    : “Gue C-Kink. Dulu X pernah sms gue pake nomor ini. Sekarang dia gimana, masih di Jerman?”

Nggak begitu kaget sih waktu tau kalo hape dia dipegang kakaknya. Kan yang bersangkutan lagi di Jerman. Yang bikin gue kaget adalah sms setelahnya.

Kakaknya X      : “Adek gue udah nggak ada, sakit.”

Gue                    : “Nggak ada? Maksud lu?”

Kakaknya X      : “Udah meninggal tanggal 9 Agustus kemaren.”

Innalillahi wa inna illaihi rajiuun…

Gue                    : “Inna lillahi… Dia sempet bilang kalo dia leukemia. Terakhir dia sms Juni kemaren, pamitan katanya mau berobat di Jerman. Itu bener nggak? Terakhir dia di Jerman atau disini?”

Kakaknya X      : “Disini, kan dia dari Jerman ke Jogja, ketemu temennya kata dia, nggak taunya dia malah kumat, bokap gue mau bawa dia ke Singapura, dia nggak mau, Akhirnya dia meninggal di Jakarta.”

Oke, cukup sampe disini tulisan gue. Pada akhirnya dia pergi duluan tanpa gue sempet tau siapa dia, dimana rumahnya, bahkan orangnya yang mana pun gue belom tau. Dan apa yang terjadi, terjadilah.  Semoga almarhumah dilapangkan kuburnya, diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan ditingkatkan derajatnya atas penyakit yang dideritanya.

Sekian tulisan kita kali ini. Dan sesungguhnya gue nggak mengerti apa-apa, kecuali bahwa “di akhirat nanti, seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya”.

Jogjakarta, 23 September 2010

C-Kink

Untuk saudariku,

X

9 Comments Add yours

  1. fyeasakura says:

    ………
    aku gak mampu berkata2, mas c-kink.. *lebay

  2. 1001010010 says:

    ….

    setuju…. hiks… hiks… [ni beneran kata hati lho…]

  3. Sennheizer says:

    menyedihkan cerita nya,ending nya sedih..

  4. aries says:

    weh semangat maju jalan aja men, let’s rock!

  5. ckinknoazoro says:

    @fyeasakura: gag perlu berkaya2, cukup bernulis2 aja

    @gilang: hiks hiks hiks juga ah

    @sennheizer & aries: wow makasih yah udah pada mau mampir

  6. finarukawa says:

    😥
    😥
    😥

    jadiin cerpen mas.. 😥

  7. ckinknoazoro says:

    oh boleh, ide bagus tuh

  8. rakhmazaky says:

    jadi… sepulangnya mb X dari Jerman ke Jogja mw nyari mas Cking… oh God… kisahnya bener2 menyedihkan T.T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s