KepribadianSepakbola

Oke, selamat datang dunia. Kita berjumpa lagi di tulisan-tulisan gue yang makin hari makin nggak jelas aja.

Catenaccio. Total Football. Kick and Rush. Jogo Bonito. Itu semua istilah-istilah di dunia persepakbolaan yang menggambarkan tentang strategi yang digunakan oleh suatu tim. Gue mendadak kepikiran tentang hal-hal tersebut waktu baca koran Indo Pos bagian Sport, yang beberapa hari terakhir mengulas tentang pertandingan persahabatan, misalnya Italia yang kalah 1-2 dari Pantai Gading atau Spanyol yang ditahan Meksiko 1-1 lewat gol si Chicarito.

Di satu sisi, pada saat yang hampir bersamaan gue sedang mengalami pergulatan melawan sebuah konspirasi. Penuh debat. Penuh diskusi. Penuh diplomasi. Penuh intrik. Penuh pembelaan. Penuh permainan.

Nah nggak tau dapet bisikan setan darimana, tiba-tiba gue kepikiran untuk mengkaitkan antara kepribadian seseorang dalam berdebat dengan strategi sepakbola. Dalam perdebatan, khususnya saat diserang (dicerca, dikritik, ditanya, dll), setiap orang memiliki berbagai karakter dalam menyikapi serangan tersebut. Sementara dalam dunia sepakbola, setiap tim memiliki strateginya masing-masing.

Jadi disini gue mau mengkaitkan antara kepribadian seseorang saat diserang dalam perdebatan, dengan strategi sepakbola. Makanya judul tulisan ini adalah “KepribadianSepakbola”, sebuah frase yang (semoga) menyalahi susunan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar serta sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Tanpa banyak omong lagi, silahkan nikmati jenis-jenis kepribadian seseorang berdasarkan strategi sepakbola berikut ini.

  1. Kepribadian Catenaccio.

Orang yang memiliki kepribadian Catenaccio, biasanya setiap kali diserang dia akan memilih untuk bertahan habis-habisan. Ya, dia akan tutup mulut dan diam seribu bahasa. Atau sekadar memberi jawaban yang sangat singkat dan seperlunya aja. Setiap serangan yang ditujukan padanya, nggak membuatnya goyah, dia tetap memilih untuk bersikap defensif. Ini persis dengan strategi Catenaccio yang diperkenalkan kesebelasan Italia, yaitu strategi pertahanan grendel.

  1. Kepribadian Total Football.

Berkebalikan dengan kepribadian Catenaccio, orang yang memiliki kepribadian Total Football akan selalu menyerang balik setiap kali diserang. Serangannya pun nggak tanggung-tanggung, habis-habisan. Kalo dia didesak, dia justru balik mendesak si penanya. Jadi dia akan selalu berbalik menanya setiap kali ditanya. Pertahanan terbaik adalah menyerang, begitu prinsipnya. Mirip dengan gaya Total Football yang dipopulerkan timnas Belanda di tahun 1970-an.

  1. Kepribadian Kick and Rush.

Kepribadian Kick dan Rush diadaptasi dari gaya bermain kesebelasan Inggris, yaitu pemain belakang menendang bola sejauh-jauhnya ke kotak  penalti lawan. Selanjutnya akan terjadi kemelut di kotak penalti antara pemain penyerang dengan pertahanan tim lawan, dan berharap gol akan terjadi di tengah-tengah kemelut ini.

Orang dengan kepribadian Kick and Rush merupakan tipe orang yang suka lempar tangan dan melepas tanggung jawab. Sama seperti pemain belakang, yaitu setiap kali diserang, mereka akan mengelak dan menyalahkan orang lain atas permasalahan tersebut. Dia lepas tangan dan menuduh orang lain, sehingga akan timbul konflik dan kemelut baru pada orang yang dituduhnya itu. Sementara dia yang telah melemparkan masalah, duduk manis di daerahnya sendiri sembari berharap kemelut tersebut menghasilkan gol. Kalau ternyata bola direbut lawan dan kembali ke daerahnya sendiri, ya gampang, tinggal tendang lagi bola ke kotak penalti lawan dan biarkan kemelut terjadi lagi.

  1. Kepribadian Jogo Bonito

Orang dengan kepribadian Jogo Bonito umumnya terlahir dengan lidah yang memiliki kemampuan untuk berkata-kata indah. Dia mampu merangkai kata-kata. Sehingga ketika dia diserang, dia nggak menjawab tapi juga nggak menyerang balik, melainkan menggunakan permainan kata-kata untuk memberikan jawaban yang ambigu dan berputar-putar. Ini persis dengan Jogo Bonito, yaitu sepakbola indah yang identik dengan timnas Brazil.

  1. Kepribadian PSSI

Wow, luar biasa. Kenapa nama PSSI bisa bersanding dengan nama-nama kesebelasan top dunia diatas? Santai dulu. Orang dengan kepribadian PSSI memiliki karakter yang khas. Ketika diserang, mereka nggak langsung menjawab. Tapi mereka juga nggak menyerang balik, atau mengelak. Yang mereka lakukan hanyalah mengangkat tangan dan melayangkan bogem mentah kepada si penanya. Ya dengan kata lain, orang dengan kepribadian PSSI lebih suka untuk menyelesaikan masalah secara fisik, dengan cara baku hantam. Sama persis dengan kondisi persepakbolaan Indonesia yang dipenuhi dengan tawuran, baik itu dari pemainnya, ofisial, maupun suporternya.

Fiiiuuuuhhh… Itu tadi secuil opini gue mengenai korelasi antara kepribadian seseorang dengan sepakbola. Tulisan ini dibuat tanpa referensi dan daftar pustaka yang ilmiah, jadi tolong jangan langsung 100% percaya dengan teori-teori yang gue paparkan diatas. Terlebih lagi gue basicnya Teknik Nuklir, nggak ada hubungan apa-apa sama Psikologi (selain temen nuklir gue si Fariz yang nikah sama anak psikologi, si Dhani).

Mungkin ini aja yang bisa gue sampaikan dari tulisan gue yang makin hari makin nggak jelas ini. Nggak menutup kemungkinan kalo lu punya kepribadian-kepribadian lainnya yang belom gue paparkan disini, semisal kepribadian ginseng yang mengacu kepada semangat timnas Korea Selatan, atau kepribadian pansernya Jerman, dan lain-lain.

Akhir kata, jaya terus sepakbola Indonesia!

Hidup PSSI!

Nggak hidup Nurdin Halid!

C-Kink

Depok, 11 Agustus 2010

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s