Kita

Tanggal 13 April 2010 yang lalu, akhirnya telor itu pecah juga. Hah, telor apaan? Bukan, bukan telornya Nanda yang gedenya cuma sebesar kuku kelingking gajah. Juga bukan telornya Reza yang udah banyak sidik jarinya. Apalagi telornya Hayu yang tiap sebulan sekali selalu mateng. Terus, telor apa donk?

Ya, 13 April kemaren akhirnya ada juga anak Nuklir 2006 yang memecahkan rekor dengan mengadakan seminar pra-pendadaran lebih dulu dibanding anak Nuklir lainnya. Nggak tanggung-tanggung, 2 orang sekaligus! Mereka yang beruntung dan buru-buru pengen lulus (baca: pengen kawin) itu adalah, siapa lagi kalau bukan You-Know-Who dan He-Who-Must-Not-Be-Named, yaitu Irwan Halomoan Tambunan dan Mega Duadji.

Perasaan baru kemaren, Agustus 2006, kita semua dikumpulkan dalam satu keluarga besar bernama Teknik Nuklir 2006. Namun kini, April 2010, mulai detik ini dan nggak lama lagi satu-persatu dari kita akan segera pergi meninggalkan jurusan yang telah kita jajah selama 4 tahun terakhir ini. Kecuali tentunya, mereka yang pengen lulus di injury time atau mereka yang pengen meneruskan bakti akademiknya di jurusan ini.

Bisa jadi, tahun 2010 adalah tahun terakhir kita berada di kampus tercinta ini, tahun terakhir kita merasakan nikmatnya  menjadi anak kos di Jogja. Perlahan tapi pasti, kita akan segera meneruskan perjalanan hidup kita ke jenjang yang lebih tinggi, entah itu studi, kerja, wirausaha, menikah, nyangkul sawah ataupun meninggal.

Banyak hal yang telah terjadi dalam 4 tahun terakhiri. 2006 dan 2010 adalah suatu hal yang berbeda. Begitupun dengan anak-anak Nuklir 2006, yang hari ini telah bertransformasi menuju suatu kualitas baru di dalam hidupnya. Coba kita renungkan sejenak apa saja yang terjadi pada mereka.

–                     Ada yang membuka warung bakso (baca: Hasan)

–                     Ada yang lagi seneng-senengnya menggendong bayi (baca: Herlambang)

–                     Ada yang lagi ngidam nungguin si jabang bayi (baca: Fariz)

–                     Ada yang cuma bisa mupeng ngeliatin bayinya orang (baca: Ayu)

–                     Ada yang segera menyematkan toga di kepalanya (baca: Irwan sama Mega)

–                     Ada yang menikmati kesegaran suasana Fakultas Isipol (baca: Aji K)

–                     Ada yang murtad dan berbakti kepada Fakultas Psikologi (baca: Insan)

–                     Ada yang mengambil jalan hidupnya sebagai seorang  ninja dari klan Uchiha (Ichsan)

–                     Ada yang stress karena nggak laku-laku dan beralih profesi untuk mencintai sesama jenis (baca: Adjeb)

–                     Ada yang udah punya gandengan tapi juga tertarik pada sesama jenis (baca: Nanda)

–                     Ada yang dari dulu emang udah tertarik dan ditarik sama sesama jenis (baca: Reza)

–                     Ada yang mengabdikan dirinya pada dunia alay-alay (baca: Leo)

–                     Ada yang pindah dari Barcelona dan sekarang main di AC Milan (baca: Cahyo Mbantul)

–                     Ada yang selalu deg-degan setiap berhadapan dengan motor Kharisma putih plat H (baca: Hayu)

–                     Ada yang semakin akarab berinteraksi dengan dunia ghaib (baca: Ari)

–                     Ada yang ctrl+a, ctrl+c dan ctrl+v sama Pak Alex (baca: Ebo)

–                     Ada yang sukses jadi asisten pribadi Bupati Karanganyar (baca: Asep)

–                     Ada yang protes karena namanya nggak disebut disini (baca: Prima, Hanung, Sazar, Taufik, Apri, Satria, Rully, Rio, dll)

–                     Dan semuanya yang terlalu banyak untuk ditulis di sini.

Itulah mereka. Mereka yang selama ini hadir bersama kita selama 4 tahun terakhir. Mereka yang mungkin kosannya pernah kita kentutin. Mereka yang mungkin kasurnya pernah kita ilerin. Mereka yang mungkin air matanya pernah kita jatohin. Merekalah mereka.

Dalam beberapa bulan ke depan, satu-persatu dari kita akan segera pergi. Pergi meninggalkan jurusan, pergi meninggalkan Jogja, pergi meninggalkan keluarga besar Nuklir 2006. Dan di tahun-tahun terakhir kita bersama di Jogja ini, adakah kiranya hal-hal yang ingin kita lakukan bersama, tapi belom pernah kita lakukan?

Adakah yang belom pernah main ke Tamansari?

Adakah yang belom pernah mencoba mitos Alun-Alun Kidul?

Adakah yang belom tau dimana letak Masjid Syuhada?

Adakah yang belom pernah jajan di Pasar Kembang? (Astagfirullahaladzim…)

Adakah yang belom tau dimana letak kosan ijo Babarsari?

Adakah yang belom pernah foto di Tugu atau di Boulevard?

Adakah yang belom pernah makan di House of Raminten?

Adakah yang belom pernah masuk ke Taman Pintar?

Mungkin, tahun ini adalah tahun terakhir kita berada di Jogja. Atau mungkin tahun depan, jika masih betah berkutat dengan skripsi. Nah, sebelom kita pergi meninggalkan Jogja dan kebersamaan kita di keluarga besar Nuklir 2006 ini, semoga nggak ada salahnya kalau kita menikmati hari-hari terakhir kita ini, menikmati semua yang ingin kita lakukan bersama keluarga besar ini yang mungkin belom tentu bisa kita lihat lagi dalam beberapa bulan mendatang.

C-Kink

17-4-2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s