BirthdayParty

Spam mode: on

Sabtu, 10 April 2010

Pagi hari. Untuk memenuhi perut gue yang keroncongan, gue melangkahkan kaki menuju burjo. Sampe disana, nasi goreng adalah jawaban yang keluar dari mulut gue ketika si teteh nanya mau mesen apa. Dan si aa’ burjo pun segera menyiapkan nasi goreng tersebut setelah sebelomnya bertanya, “pedes nggak a’?”.

Gue pun menunggu datangnya sang nasi goreng pujaan perut, ditemenin dengan segelas air es yang selanjutnya gue isi dengan Redoxon. Sembari menunggu, iseng gue baca koran Merapi langganan si aa’. Selesai dengan koran Merapi, gue ngeliat kalender yang tertempel di sana. Hari demi hari. Bulan demi bulan. Dan mata minus gue ngeliat bulan dimana gue dulu dilahirkan.

Pandangan gue menerawang jauh menembus tempat fotokopian yang berada di seberang burjo. Semalem, gue baru aja ngeliat foto beberapa facebook orang. Beberapa diantara mereka memiliki sekumpulan foto yang diambil ketika mereka merayakan ulang tahun mereka masing-masing. Penuh tawa, riang dan canda.

Pesta ulang tahun. Birthday party. Itu bahasan topik kita kali ini, yang menjadi objek lamunan gue ketika lagi nungguin nasi goreng buatan aa’ siap untuk gue makan. Bahkan setelah nasi gorengnya jadi pun, lamunan gue masih nggak berubah, membuat nasi goreng dihadapan gue serasa nasi kuning.

Birthday party. Kapan terakhir kali gue ngerayainnya? Waduh nggak tau yah, gue udah lupa. Biarpun namanya pesta, tapi bukan pesta yang gimana-gimana. Cuma perayaan sederhana aja, dengan cara gue sendiri. Gue pun mulai mem-flashback hari-hari dimana gue berulang tahun selama beberapa tahun terakhir.

2005. Umur gue 17 tahun. Kalo kata orangorang, 17 tahun itu sweet seventeen. Tapi mungkin gue lebih suka menyebutnya cute seventeen, mengacu pada face gue yang cutenya Subhanallah.

Waktu itu gue masih SMA, masih tinggal di Depok dan masih hobi bangun sebelom Subuh untuk berkhalwat sama Zat Yang Maha Hidup. Ketika hgue masih setengah merem-setengah melek sambil terduduk di kasur, tiba0tiba pintu kamar gue diketok. Tok tok tok… Gitu bunyinya.

Nggak perlu nunggu gue bukain, pintu kamar gue udah kebuka sendiri. Muncullah emak gue dengan membawa kue tar black forest di kedua tangannya, disusul babe gue dibelakangnya yang memegang kamera. Dengan wajah yang tersenyum lebar, mereka berdua datang mendekat ke arah gue yang masih terduduk di kasur sambil mengucapkan selamat ulang tahun. Lalu gue tiup lilin di kue tar tersebut. Fiiiiuuuuuhhhh…

Setelah itu, emak gue menyorongkan kedua kepala gue, mencium kening gue sembari mengucapkan beberapa doa dan harapan. Dan babe gue nggak mau kalah, beliau gantian melakukan hal yang sama setelah emak gue. Lengkap dengan mengucapkan beberapa doa dan harapan. Surprise pun diakhiri setelah mereka meninggalkan kamar gue dan kembali ke kesibukan pagi hari masing-masing.

Itu secuil cerita birthday party gue di tahun 2005, dimana orang tua gue tercinta ngasih surprise buat gue. Dan sepertinya itulah terakhir kalinya gue bisa menikmati hari bahagia dengan kedua orang tua gue, karena di tahun-tahun sesudahnya, hari itu selalu gue lewatin seorang diri di Jogja. Hanya berteman telpon di pagi hari dari mereka berdua yang menyadarkan bahwa hari ini umur gue udah bertambah. Uhuhuhuhuhuhu…

(for your info, gue nangis waktu nulis tulisan barusan. Huauauauauauaua… Huiks huiks…)

Kita berlanjut ke 2006. Akhirnya gue udah bergerak ke Jogja, menikmati hari-hari sebagai mahasiswa semester pertama Teknik Nuklir UGM. Karena belom ada 1 bulan sejak gue sampe di Jogja, belom kenal akrab sama temen kampus dan temen kos, akhirnya nggak ada apa-apa di ulang tahun gue yang ke-18 itu, selain inbox gue yang selalu berdering menerima sms happy birthday dari temen-temen SMA.

(info tambahan lagi. HP gue yang waktu itu, Nokia 6230, gue pake dari akhir 2004 sampe akhir 2008, waktu dicomot maling bangsat. Di HP gue itu gue punya folder yang isinya ucapan-ucapan ulang tahun dari orang-orang, dari tahun 2005 sampe 2008. Nggak pernah gue apus. Dan karena HP gue itu telah berpindah tangan ke si maling ngehe, akhirnya sms-sms itu nggak bisa gue abadiin lagi deh. Huh, dasar MALING JANCUK!!!)

2007. 1 tahun udah gue hidup di Jogja, udah punya beberapa temen dan udah dibekali dengan MyLovelySolBro, Toyota Soluna keluaran 2001 dengan nomor B 1283 UW (tapi waktu itu masih B 8076 SP). Yang gue inget dari hari itu adalah, pagi-pagi jam 7 gue berangkat ke kampus buat kuliah. Semua berjalan seperi biasa. Selesai kuliah, gue langsung pulang dan bersemedi seorang diri di kamar kosan.

Tiba-tiba di depan pintu kamar gue muncul 5 ekor makhluk bau radiasi yang entah dateng dari mana. Mereka ber-say hello dan kemudian masuk ke kamar gue. Kamar kosan gue yang termasuk kamar-di-C-19-yang-paling-jarang-didatengin-tamu dan kosannya-anak-nuklir-yang-paling-jarang-dikunjungin mendadak rame dengan kehadiran mereka.

Gue pun nanya, ada apaan nih kok tumben-tumbenan main ke kosan. Dan salah satu dari mereka yang sepertinya juga merupakan penggagas kunjungan ini berujar bahwa mereka dateng kesini mau ngucapin selamat ulang tahun buat gue. Huuaaaa… So sweeett… Eh salah, maksudnya so cuteeeee…

Kenapa so cute? Soalnya ya 2 alasan yang gue sebut di atas tadi. Untuk alasan kedua adalah karena kosan gue termasuk jauh untuk ukuran anak Teknik, tepatnya Teknik Nuklir.  Kosan mereka rata-rata berada di Pogung, sementara gue di Karangwuni, +-3 km dari kampus. Dan you know what, mereka semua dateng ke kosan gue dengan berjalan kaki! Wow!

Keliatannya lebay yah, padahal sih emang… Maksudnya, kan kosan gue tergolong jauh. Dulu waktu gue belom ad mobil, gue tiap hari jalan kaki pulang-pergi ke kampus, menempuh jarak +-3 km. Temen-temen gue yang kos di Pogung pada bersimpati, kok gue kosannya jauh banget, kenapa nggak pindah Pogung aja? Udah gitu gue juga nggak ada kendaraan dan nggak hobi naik bus. Jadilah mereka menganggap kosan gue yang di Karnagwuni ini tergolong jauh untuk ukuran akan Pogung.

Tapi hari ini, mereka ber-5 bela-belain menempuh jarak yang menurut mereka jauh itu, hanya demi mengucapkan happy birthday buat gue. Sebuah pengorbanan yang sayang untuk disia-siakan. Akhirnya demi mengapresiasi ketulusan mereka, gue nraktir mereka makan siang bareng di Kindai, warung nasi kuning dan soto banjar, meskipun sebenernya traktiran gue ini masih belom cukup untuk menghormati keikhlasan mereka yang berpeluh keringat jalan kaki ke kosan gue demi sebuah ucapan selamat ulang tahun. Nyam nyam nyam…

Sementara di malam harinya, gue nraktir temen-temen kosan gue nonton bareng di 21 Amplaz, satu-satunya bioskop yang ada di Jogja pada saat itu.

Sekarang 2008, dimana di tahun ini gue udah punya amanah sebagai Ketua Departemen Kajian Strategis BEM KMFT UGM. Gue mengawali hari dengan kuliah jam 7 pagi dan semua berjalan apa adanya. Selesai kuliah, seharusnya gue ada kuliah lagi jam setengah 10. Tapi kuliah ini gue korbankan karena gue punya amanah buat ngewawancarain orang-orang yang daftar open recruitment BEM. Jadilah mulai jam 9, gue standby di BEM, meninggalkan kuliah gue yang waktu itu emang agak terbengkalai.

Jam 11, sohib-sobih gue yang tergabung dalam DLG (Diskusi Lintas Gender) ngajakin gue jalan-jalan ke panti asuhan yang gue lupa namanya apa. Disana kita ber-say hello sama adek-adek yang masih kecil tapi harus ditaro di panti asuhan ini, bukan di pangkuan ibu kandungnya. Setelah puas menikmati kelucuan dan kepolosan mereka, gue pun balik lagi ke kampus.

Sampe di kampus, harusnya gue ada kuliah lagi jam 1. Tapi sekali lagi, kuliah gue ini harus gue lupakan sementara waktu gara-gara gue punya amanah di BEM untuk jadi pewawancara.  Jadilah dari siang sampe sore menjelang Maghrib, jam demi jam gue lewatin di BEM bersama adek-adek yang siap jadi penerus BEM selanjutnya.

Dan malemnya gue baru inget lagi, kalo ternyata hari itu gue ulang tahun! Di kemudian hari, ada salah seorang temen Teknik Nuklir gue ngirim sms dengan nada kecewa. Dia bilang, “Kink kamu kemana aja, kok nggak kuliah? Padahal kita niatnya mau ada surprise buat kamu loh…”

Tibalah kita di 2009, ulang tahun terakhir gue sebelom memasuki 2010 (kalo gue masih punya umur). Intinya sama aja, seperti tahun-tahun sebelomnya. Gue menjalani hari-hari seperti biasa, seperti hari sebelomnya atau sesudahnya. Keculai bagaimana gue menghabiskan malam gue di waktu itu.

Sepulang les Prancis, gue ngeliat angkringan di depan kosan lagi kosong. Cuma ada si mas-mas penjaga angkringan, kita sebut saja Mr X, dengan tampang madesu duduk termenung menunggu pelanggan. Karena perut gue emang keroncongan, setelah memarkir mobil dan naro bawaan, gue pun melangkahkan kaki menuju angkringan Mr X.

Disana gue mesen menu favorit gue, indomi rebus telor 2 bungkus. Lalu gue menikmati dialog ringan dengan Mr X. Beberapa temen kosan gue sempet dateng dan pergi ikut nongkrong di angkringan, tapi gue masih betah berkhalwat di sana. Jam demi jam berlalu, dialog dengan Mr X dan temen-temen kosan masih tetep berlanjut. Sampe akhirnya ternyata jam udah menunjukkan pukul 00.10. Gue pun melangkah ke kosan, setelah puas merayakan birthday party gue dengan nongkrong di angkringan selama 3 jam lebih.

Itu tadi secuil birthday party gue selama beberapa tahun terakhir. Kalo gue boleh mikir pake otak gue yang IQ-nya 128 ini, mungkin sejujurnya gue terlalu naif, untuk memperhalus istilah sombong. Secar umum, ulang tahun adalah sebuah rezeki bahwa kita masih diberikan kesempatan untuk hidup sampai hari ini. Beberapa orang di sekitar kita selalu merayakan ulang tahun dengan berbagi rezeki dengan teman-temannya. Sebagian besar rezeki tersebut berupa uang yang kemudian ditransformasikan dalam bentuk makanan, tiket nonton, karaoke room, atau lainnya.

Tapi apa yang gue lakukan? Bersyukur secara pribadi mungkin udah. Tapi, mana porsi untuk bersyukur secara sosial? Sejatinya orang yang berulang tahun punya inisiatif untuk mengorganisir sendiri perayaan seperti apa yang dia inginkan, siapa aja yang mau dia ajak, dll. Apakah gue melakukan itu semua? Iya, untuk diri gue sendiri. Tap, nggak untuk orang lain.

Padahal betapa naifnya gue, ketika orang lain berulang tahun, selalu berharap ada traktiran disana. Sementara gue sendiri nggak pernah sekalipun nraktir mereka, kecuali kalo mereka yang dateng ke gue. Manja!

Jadi di sisa ulang tahun gue yang mungkin akan gue jalani, sudah seharusnya gue berbagi rezeki dengan mereka yang selama ini ada di sekeliling gue. Gue nggak akan bisa apa-apa tanpa mereka, tapi mereka masih punya banyak yang lainnya walau tanpa gue. Jadi, nggak ada salahnya, dan emang udah seharusnya untuk menikmati bersama rezeki yang telah diberikan kepada gue ini. Bukan untuk gue nikmatin sendiri, tapi untuk dinikmatin bersama mereka semua.

Nasi goreng dan Redoxon di hadapan gue kini telah habis. Gue segera beranjak dan berujar kepada si aa, “udah a’”. Si aa’ menanyakan apa aja yang gue pesen dan setelah gue jawab, uang sebesar rp 5500 berpindah dari kantong gue ke kantong si aa’. Dan gue pun beranjak meninggalkan burjo itu. Bukan karena nasi goreng dan Redoxon nya udah abis, tapi karena di situ baru aja dateng seorang lelaki dan seorang perempuan yang menikmati indahnya sarapan bersama. Bisa mupeng gue kalo tetep stay disitu…

3 Comments Add yours

  1. 1001010010 says:

    Hm… Hm… Bagus juga sekali sekali nulis kaya gini….

    Ya gpp mas… skali skali kepikiran. Ya… mumpung sebelum “kita” nyampe ultah kita lagi… kita ngingetin aja orang lain, supaya gak kaya gini… supaya sikap2 yang kamu bilang terlalu “naif”, egois atau semacamnya bisa perlahan lahan hilang dari orang orang di sekitar kita.

    Gak ada salahnya kita “minta traktiran” waktu orang lain ultah, itu malah mungkin yang jadi bisa ngehilangin sifat kaya gitu… (tapi juga jangan minta traktir yang aneh2… dan mahal2… ntar bisa KERE dia… hohohohohoho)

    Hm… ya itu aja sih… ^^

  2. ckinknoazoro says:

    dan yang ulang tahun nya paling deket adalah andhka 21 april serta rindi 24 april. jadi ayo kita todong mereka. uhehehehe

  3. 1001010010 says:

    woo… ada yang lebih deket lagi mas…

    Hari ini si taufik DTM…

    Trus Selasa besok YUANA… ahahhahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s