SecuilWawancara

Seberapa siap Anda menghadapi karir dan masa depan?

Mau nggak mau, kita harus selalu bergerak dari suatu keadaan ke keadaan lainnya. Dan ini nggak bisa dihindari karena itu adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Dulu kita pernah bergerak dari SD ke SMP, SMP ke SMA, hingga hari ini kita berada di bangku kuliah. Apakah bangku kuliah merupakan puncaknya? Jelas bukan, karena setelah itu kita masih harus terus bergerak lagi.

Seberapa besar kesiapannya? Tanpa sadar, ketika kita menjalani masa-masa perkuliahan, perlahan-lahan kita telah dilepaskan dari kebiasaan kita semasa sekolah, dan dilatih untuk menjadi lulusan yang berkompeten. Jadi sesungguhnya kita ini telah dipersiapkan menuju kesana. Hanya saja karena kita merasa nyaman dan menikmati hari-hari kita sebagai mahasiswa, seringkali kita enggan melepaskan status tersebut dan memandang ngeri terhadap kelulusan dan dunia kerja.

Semua itu berjalan dengan sendirinya, dan bergerak ini adalah suatu kepastian. Kita nggak mungkin selamanya jadi anak SD, kita harus melangkah melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Kita nggak mungkin selamanya berusia 17 tahun, kita akan segera berkepala 2, menikah, berkeluarga dll.

Jadi, siap atau nggak siap, jawabannya hanya satu kata: siap! Karena pertanyaan ini ditujukan ke mahasiswa semester 8, jadi jawabannya jelas, harus siap. Kalo masih belum siap, berarti selama kuliahnya ngapain aja?

Hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan?

  1. Perencanaan

Semuanya harus direncanakan terlebih dahulu. Ketika kita SMA tentunya kita sudah mengincar perguruan tinggi mana yang akan kita tuju. Lebih bagus lagi kalo kita telah menyusun life planning kita sendiri. Jadi kita tau langkah-langkahnya, setelah ini kita mau kemana, selanjutnya kemana, dan kita tau goal settingnya seperti apa.

Dan yang terpenting dari sebuah perencanaan adalah pengeksekusiannya. Percuma merencanakan kalo nggak berani melaksanakan.

  1. Kompetensi

Semakin hari kita semakin melangkah maju dan bertemu dengan lingkungan yang lebih luas dari yang kita lihat sebelumnya. Di dunia yang seperti ini, hanya yang berkompeten yang sanggup bertahan.

Kompetensi silahkan disesuaikan dengan ranah dan bidang yang ingin dituju masing-masing. Seorang public relation tentu wajib memiliki skill berbicara di depan publik, kemampuan negoisasi, dll. Sementara seorang akuntan lebih dituntut memiliki ketekunan dan ketelitian untuk duduk manis berhadapan dengan komputer selama berjam-jam. Dan seorang geologis harus memiliki ilmu mengenai struktur tanah, pemetaan geologis dan fisik yang prima untuk menunjang kerja lapangan.

Demikian dengan wirausaha, mereka minimal memiliki kompetensi untuk menjadi seorang wirausaha, kemampuan manajemen, jeli menangkap peluang, dll.

  1. Ikhtiar dan tawakal

Jangan lupa bahwa di dunia ini ada Zat Yang Maha Besar, Maha Berkehendak. Apapun rencana kita, Dia lah yang menentukan hasil akhirnya. Dia lah Zat Yang Maha Memberi Rezeki, Maha Pengasih, Maha Peyayang. Nggak ada satu pun makhluk yang luput dari rezeki-Nya.

Apa saja rintangan dan solusi dalam menggapai hal-hal tersebut?

  1. Faktor internal

Faktor internal terkait kemampuan diri kita sendiri.

Apakah kita sebagai lulusan, telah memiliki kompetensi yang memadai sesuai status kita?

Apakah kita telah merencanakan langkah-langkah yang akan kita ambil kedepannya?

Apakah ternyata karakteristik kepribadian kita nggak sesuai dengan posisi yang kita lamar?

  1. Faktor eksternal

Meskipun ternyata kita telah memiliki kompetensi dan telah merencanakannya, tapi masih ada beberapa hal eksternal yang mungkin bisa jadi penghambat.

Setiap tahun, lulusan universitas ribuan orang jumlahnya. Namun lowongan kerja yang tersedia adalah sangat terbatas. Jadi mereka-mereka inilah yang mungkin menjadi kompetitor kita dalam usaha memasuki dunia kerja. Namun intinya, jika kita memiliki ilmu dan kompetensi, maka gunung setinggi apapun dapat kita daki.

Serta faktor-faktor lain seperti situasi politik dan ekonomi, perbedaan idealisme, dll.

Sehingga nggak ada salahnya kalo kita tertarik untuk menggeluti apa yang namanya WIRAUSAHA.

“Kenali dirimu, kenali musuhmu, maka pertarungan akan kamu menangkan”

“Jika kita takut terhadap persaingan, maka sesungguhnya kita takut terhadap inkompetensi diri kita sendiri”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s