Sehat

“Ketika muda, orang bekerja tanpa peduli kesehatannya, untuk mencapai kemakmuran.

Ketika tua, orang menjual kemakmuran yang diperolehnya dimasa muda, untuk mencapai kesehatannya”

Kalimat di atas aku dapet waktu ikut seminar (baca: promosi) tentang kesehatan yang diadakan oleh salah satu perusahaan produsen nutrisi untuk kesehatan. Dan disini, aku ingin sedikit berbagi cerita tentang secuil ilmu yang aku peroeh disana. Ilmu tentang kesehatan lho, bukan ilmu tentang promosi produk-produk nutrisi!

Sebagian besar isi seminar tersebut berkaitan tentang promosi produk. Sebagian lagi tentang pola makan yang sehat, karena sebagian besar penduduk di negara maju mengalami apa yang namaya kegemukan alias obesitas. Miris, melihat di satu sisi ada banyak juga orang-orang yang kekurangan gizi dan busung lapar!

Tapi ada satu hal yang aku ingat dan bela-belain aku catet di catetan ku ini. Apa itu? Yaitu tentang sebuah hormon, yang kita sebut saja:

Hormon Testosteron! Bukan, ini mah untuk pertumbuhan kelamin sekunder!

Hormon Feromon! Bukan juga, ini kan bau-bauan yang dikeluarin binatang untuk menarik lawan jenisnya!

Hormon Ghrelin! Nah ini baru bener!

Iya, hormon yang bernama hormon Ghrelin. Kalo kata si pembicara, hormon ini adalah hormon yang fungsinya mempengaruhi nafsu makan. Jadi kalo kadar hormon Ghrelin kita banyak, berarti kita laperan dan kalo kadar hormon Ghrelinnya kurang, ya kita jadi jarang laper.

Begitulah kata si pembicara. Aku sempet ngecek di ensiklopedia encarta, tapi nggak ada entri tentang hormon Ghrelin. Nggak tau deh apakah Mbah Google atau Pakdhe Wikipedia punya info yang sama.

Tapi intinya, hormon Ghrelin inilah yang mempengaruhi nafsu makan kita (kita? Lu aja kaleeee, gue mah nggak!). Dan ada beberapa tipe makanan yang juga tururt mempengaruhi kadar hormon Ghrelin di dalam tubuh kita. Tipe makanan itu secara umum bisa kita klasifikasikan menjadi 3, yaitu lemak, karbohidrat dan protein. Nggak tau deh istilah “tipe makanan” disini bener apa nggak, secara gitu ini anak Teknik Nuklir sok-sokan bikin tulisan tentang kesehatan.

Oke, kita lanjut lagi.

  1. Lemak

Lemak, membuat kadar hormon Ghrelin tetap tinggi. Itulah sebabnya kenapa orang yang makan-makanan berlemak bawaannya lapeeeeer melulu. Sebagai contoh, kalo kita makan kacang, pasti sekali ngemil nggak bisa berhenti. Sekali aja berhenti rasanya mulut ada yang kurang gimanaa gitu.

  1. Karbohidrat

Karbohidrat untuk masa-masa awal memang mampu menurunkan kadar hormon Ghrelin, sehingga kita merasa kenyang. Tapi beberapa saat kemudian, hormon Ghrelin akan meningkat lagi bahkan melebihi kandungan awalnya. Sehingga ujung-ujungnya laper lagi. Inilah alasan kenapa kita seringkali setiap abis makan merasa kenyang, terus nggak lama kemudian mendadak jadi laper lagi.

  1. Protein

Protein, menjaga kadar hormon Ghrelin tetap rendah. Jadi kalo kita banyak mengkomsumsi protein, kita bakalan jarang merasa laper karena hormon Ghrelin kita dijaga kadarnya untuk selalu rendah. Jadi buat yang pengen langsing, banyak-banyak makan protein yah!

Nah itu tadi kata si pembicara terkait tentang hormon Ghrelin. Jadi buat kamu-kamu yang pengen kurus langsing seksi dan six pack seperti diriku, sekarang udah tau kapan makanan kaya gimana aja yang mesti kita makan?

Ada satu hal lagi, yaitu terkait apa yang biasa kita sebut dengan sarapan (breakfast, petit-dejeuner, desayuno, fruhstuck, colazione, asa gohan). Orang-orang yang diet, seringkali mengabaikan apa yang namanya sarapan. Mereka sengaja nggak makan hanya untuk (katanya) mencoba menurunkan berat badan.

Apakah itu salah?

Kalo kata si pembicara sih, jawabannya jelas: SALAH!

Sarapan, harus disadari, adalah salah satu hal yang penting dan nggak boleh ditinggalkan. Kita bisa meninggalkan makan siang kita kalo mau, silahkan. Tapi kalo sarapan, jangan pernah berpikir untuk meninggalkannya, apalagi hanya karena urusan diet!

Sarapan memiliki banyak fungsi. Ada beberapa, tapi aku lupa apa aja. Beberapa diantaranya adalah sebagai bahan bakar dan energi untuk kita beraktivitas selama 1 hari. Serta untuk menjaga metabolisme tubuh. Itu fungsi utama sarapan yang sebaiknya jangan ditinggalkan. Karena kalo kita nggak sarapan, justru efeknya malah lebih buruk lagi. Diantaranya adalah:

–          Sering pusing-pusing

–          Lemas, untuk tahap tertentu menjadi pingsan

–          Siang dan malamnya malah jadi lebih banyak ngemil dan makan

–          Dan lain-lainnya yang lupa aku catet.

Jadi bapak-bapak ibu-ibu semua yang ada disini, sebaiknya jangan pernah lupa dengan apa yang namanya sarapan. Oke oke oke?

Terus, sarapan yang baik itu yang kaya gimana? Sarapan yang baik itu yang di meja makan, sambil duduk, makannya pake tangan kanan dan dikelilingi oleh bapak, ibu, kakak, adik, satu keluarga ngumpul semua. Aaaaahhhh so sweet… Kapankah terakhir kali aku bisa menikmati sarapan yang indah ini bersama keluargaku?

Eits stop, kok malah curhat colongan? Jadi intinya, sarapan yang baik adalah sarapan yang dilakukan di pagi hari. Karena kalo sarapan di siang hari namanya jadi makan siang dan kalo sarapan di malam hari namanya jadi makan malam. Iiiiiih lucu banget sich kamyuuuuu…!!!

Whatever whenever whoever, sarapan itu emang beneran harus dilakukan karena memiliki fungsi seperti tersebut di bawah ini:

–          Sebagai sumber nutrisi

–          Sebagai penghasilkan energi untuk kita beraktivitas seharian

–          Untuk menjaga kadar air dalam tubuh

–          Untuk menjaga kadar gula di dalam tubuh

Nah, nutrisi. Siapa yang mau kekurangan nutrisi dan jadi cacingan kaya gue?

Penghasil energi, jelas donk! Kalo kekurangan energi nanti jadinya byar-pet byar-pet kaya PLN akhir-akhir ini. Makanya, ayo dukung pembangunan PLTN di Indonesia! (idih malah promosi!)

Kadar air dalam tubuh. Syukuri baik-baik ginjal yang kita punya, dan kalo hari in ikita sering cuci laundry, semoga besok-besok kita nggak akan pernah cuci darah!

Kadar gula dalam tubuh, hati-hati lho ntar kalo kena asam urat, nggak enak deh rasanya…

Itu semua kira-kira secuil ilmu yang bisa aku berikan untuk kamu semua. Kalo kata si pembicara sih, solusi dari semua permasalahan tersebut (nutrisi, hormon Ghrelin, penurunan berat badan, sarapan dan pola makan sehat) ada pada produk mereka. Ya iyalah, secara gitu!

Tapi aku punya jawaban lain. Iya, kita memang perlu menerapkan pola hidup sehat, supaya kalimat bijak yang aku tulis di awal tulisan ini nggak terjadi pada salah satu dari kita. Jadi, apakah solusi dari ku untuk mengatasi permasalahan tersebut!

Jawaban ku hanya satu:

“GUNAKAN PRODUK MEREKA!”

Gyahahahahaha… Sama aja donk, promosi juga! Hueeeeeekkkk…

C-Kink

14 Februari 2009

One Comment Add yours

  1. Gravekeeper says:

    Baca diawal sih… hmm… ok…

    tapi begitu nyampe bawah…

    GUBRAK….!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s