AntartikaSebagaiTempatPenyimpananLestariLimbahNuklir

Antartika Sebagai Tempat Penyimpanan Lestari Limbah Nuklir
(C-Kink, Mahasiswa Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada)

Pendahuluan

Dalam pembangkitan energi menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), salah satu permasalahan yang masih terus dicari penyelesaiannya sampai saat ini adalah mengenai masalah limbah nuklir, yang umumnya merupakan bahan bakar bekas. Limbah nuklir memiliki karakteristik sendiri dibanding limbah-limbah pembangkit atau limbah industri lainnya, karena limbah nuklir bersifat radioaktif, dan memiliki waktu paruh yang tinggi.

Penelitian-penelitian yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut umumnya berkutat di antara 2 hal, yaitu usaha untuk meminimalisir jumlah limbah, atau manajemen dalam penempatan limbah nuklir pada penyimpanan lestari. Untuk meminimalisir jumlah limbah, digunakan prinsip 3R yaitu Reduce, Reuse dan Recycle. Sementara untuk tempat penyimpanan lestari, sejauh ini limbah nuklir pada akhirnya disimpan pada penyimpanan lestari yang terletak di Yucca Mountain, Amerika Serikat. Namun tidak menutup kemungkinan, suatu hari nanti akan ditemukan tempat baru yang lebih tepat sebagai tempat penyimpanan lestari limbah nuklir.

Antartika

Antartika atau kutub selatan adalah sebuah benua yang dilapisi es sepanjang tahun. Berada di ujung bumi paling selatan dengan luas +- 14 juta km2, suhu di antartika sangat dingin sepanjang tahun. Di pesisir antartika, suhu musim panas hanya mencapai 1oC. Hujan hampir tidak pernah turun dan lapisan salju hanya setebal 10-15 cm per tahun.

Secara umum, dengan kondisi seperti tersebut diatas, tidak banyak flora dan fauna yang hidup di antartika. Berbeda dengan arktik atau kutub utara yang dipenuhi dengan flora dan fauna kutub. Hanya ada sedikit kehidupan di antartika, seperti lumut, lumut kerak dan hewan kecil seperti tungau. Saat ini, diperkirakan ada sekitar 4000 manusia yang tinggal di sana, sebagian besar adalah peneliti.

Antartika Sebagai Tempat Penyimpanan Lestari Limbah Nuklir

Selama ini, tempat penyimpanan lestari limbah nuklir terletak di Yucca Mountain, Amerika Serikat. Metodenya adalah dengan membuat bunker besar yang berada puluhan meter di bawah permukaan tanah. Pemilihan tempat tersebut karena Yucca Mountain merupakan sebuah gurun yang tidak banyak kehidupan disana. Serta pembuatan bunker di bawah tanah bertujuan untuk meminimalisir radiasi yang keluar ke lingkungan.

Secara umum, antartika atau lebih dikenal dengan kutub selatan memiliki syarat tersebut, yaitu tidak banyak kehidupan yang ada disana, sehingga radiasi yang ke luar ke lingkungan tidak akan banyak mengenai makhluk biologis. Sehingga, antartika bisa menjadi salah satu usulan sebagai tempat penyimpanan lestari limbah nuklir.

Metode Penyimpanan

Seperti diketahui, antartika adalah sebuah benua yang dilapisi es sepanjang tahun. Daratan di sana hanyalah merupakan air yang membeku karena suhu udara yang sangat dingin. Suhu terendah yang pernah tercatat adalah -89oC dan suhu pada musim panas hanya sekitar 1oC.

Dengan daratan yang hanya berupa lapisan es, jelas tidak mungkin membangun bangunan permanen di atasnya. Sehingga opsi yang di usulkan adalah dengan membuat kontainer terapung dalam ukuran besar. Jadi dibuat sebuah kapal tanpa pengendali (seperti gerbong barang pada kereta api) dalam ukuran yang sangat besar. Kapal ini tidak memiliki motor penggerak, hanya dibiarkan terapung begitu saja. Di atasnya, diletakkan kontainer-kontainer yang telah didesain khusus untuk menghadapi cuaca di kutub utara. Di kontainer inilah terdapat kontainer-kontainer yang berukuran lebih kecil yang di dalamnya diletakkan limbah nuklir bekas.

Mengenai desain kapal kontainer, shielding hanya digunakan di bagian bawah kapal saja, yaitu untuk mencegah radioaktif keluar menuju ke bawah dan menembus ke laut, mengenai makhluk-makhluk biologis yang hidup di laut. Sementara untuk safety secara keseluruhan, lebih ditekankan kepada desain kontainernya. Sistem ini menggunakan kontainer berlapis, yaitu kontainer besar dan kontainer yang lebih kecil yang berada di dalam kontainer besar. Kedua kontainer inilah yang memiliki fungsi utama dalam hal safety, yaitu meminimalisir radiasi yang keluar ke lingkungan.

Karena kapal kontainer tidak memiliki penggerak seperti gerbong barang pada rangkaian kereta api, maka kapal tersebut dalam mobilitasnya akan ditarik oleh kapal-kapal pemandu. Kapal pemandu ini memiliki dua fungsi, yang pertama adalah sebagai lokomotif bagi kapal kontainer, dan yang kedua adalah sebagai kapal pemecah es, yang berfungsi untuk membelah daratan antartika yang membeku. Jadi, mobilitas kapal kontainer ini digerakkan oleh kapal pemandu.

Selanjutnya, kapal pemandu akan membawa kapal kontainer menuju tengah daratan antartika. Tengah disini bukan berarti tepat di ujung titik kutub bumi, melainkan masuk ke wilayah antartika yang lebih dalam lagi, menjauhi daerah pesisir. Kapal pemandu akan memecah es dan membuka jalan. Selanjtunya setelah sampai di posisi yang disepakati sebagai tempat penyimpanan lestari, maka kapal pemandu akan melepaskan sambungannya dengan kapal kontainer, sehingga kapal kontainer akan terapung begitu saja di tengah daratan es. Kemudian kapal pemandu dapat meninggalkan kapal kontainer tersebut dan kembali ke pelabuhannya semula.

Sekalipun kapal kontainer dibiarkan terapung di tengah daratan es antartika, tetapi kapal kontainer tidak dapat bergerak kemana-mana. Hal ini terjadi karena kapal kontainer akan segera dikelilingi oleh air yang membeku kembali, akibat suhu antartika yang sangat dingin. Sehingga kapal kontainer akan terapung dan terjepit di tengah daratan es antartika. Es tersebut tidak akan pecah, karena kapal kontainer tidak dilengkapi dengan pemecah es sebagaimana pada kapal pemandu.

Akhirnya, kapal kontainer akan terapung di tengah-tengah daratan es antartika tanpa dapat bergerak kemana-mana. Karena tidak banyak kehidupan yang ada di antartika, maka radiasi yang keluar ke lingkungan pun tidak akan mengenai makhluk hidup. Satu-satunya kemungkinan adanya kehidupan adalah di bawah laut. Tetapi hal ini pun telah disiasati yaitu selain dengan kontainer berlapis, juga dengan mendesain bagian bawah kapal kontainer sebagai shielding untuk mencegah radiasi keluar ke arah bawah.

Metode Pengangkutan

Meskipun pada akhirnya kapal kontainer akan diletakkan terapung di tengah daratan es antartika, namun ada satu hal yang patut diperhatikan juga yaitu mengenai masalah mobilitas kapal kontainer tersebut. Sebelum mencapai tengah daratan, kapal kontainer harus dibawa dulu dari pesisir pantai terdekat.

Salah satu hal yang harus diingat adaah bahwa kutub selatan (dan kutub utara) memiliki peran penting dalam kehidupan global di bumi. Sehingga sekalipun tidak ada kehidupan di antartika, bukan berarti manusia bisa bebas untuk mengeksploitasi luas wilayahnya dengan semena-mena. Karena itulah, wilayah untuk tempat penyimpanan limbah lestari dipusatkan pada satu titik tertentu. Begitupun dengan jalur pengangkutannya, hanya disepakati menggunakan 1 rute saja.

Melihat dari geografis antartika, negara yang memiliki jarak terdekat dengan antartika adalah negara Chili di Amerika Selatan, yaitu berjarak +- 1000 km (Afrika Selatan memiliki jarak +-4000 km, sementara Australia berjarak +- 2500 km). Sehingga, pengangkutan kapal kontainer akan dimulai dari Chili, atau dari Argentina yang berbatasan langsung dengan Chili.

Jadi, di salah satu negara tesebut akan dibangun pos penyimpanan sementara limbah nuklir, yang sudah disimpan dalam kontainer-kontainer kecil. Serta dibangun juga pelabuhan sebagai tempat berlabuhnya kapal kontainer dan kapal pemandu yang akan membawa kontainer-kontainer limbah tersebut menuju daratan es antartika. Kapal pemandu yang telah selesai membawa kapal kontainer ke antartika, selanjutnya akan kembali lagi ke sini untuk membawa kapal kontainer berikutnya.

Untuk mencegah kerusakan pada daratan es antartika secara menyeluruh, maka disepakati bahwa hanya ada 1 rute saja yang mengubungkan antara pelabuhan tersebut dengan wilayah penyimpanan akhir di daratan antartika. Sehingga hanya rute itu saja yang akan terkena radiasi akibat mobilitas dari kapal kontainer. Sedangkan daratan antartika lainnya tidak akan terkena radiasi dan tidak akan dilintasi oleh kapal kontainer dan kapal pemandu.

Kesimpulan

Melihat pentingnya penentuan tempat penyimpanan lestari limbah nuklir, maka antartika bisa menjadi salah satu alternatif. Hal ini dikarenakan tidak banyak kehidupan yang ada di antartika, sehingga radiasi yang keluar ke lingkungan tidak akan mengenai makhluk biologis. Meskipun begitu, desain dari kontainer dan kapal kontainer itu sendiri juga perlu diperhatikan, untuk alasan keamanan. Serta mengingat pentingnya fungsi antartika dalam kehidupan di bumi, maka disepati bahwa hanya bagian tertentu dari antartika saja yang akan dilintasi kapal-kapal kontainer pengangkut limbah nuklir, dan tempat penyimpanan lestari nya juga hanya akan dipusatkan di satu wilayah saja.

Referensi

– Ensiklopedia Populer Anak, PT Ichtiar Baru Van Hoeve
– Microsoft Encarta Office Student 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s