KekayaanMereka

 

(Sebenernya niat untuk nulis tulisan ini tuh udah lama banget, di awal bulan Juni 2009. Tapi apa daya, waktu itu lagi sibuk dan moodnya baru muncul lagi hari ini, jadi baru sekarang deh sempet nulisnya, awal November 2009)

 

Di awal Juni 2009, ketika lagi hangat-hangatnya berita tentang Pemilu Presiden 2009, saat itu hal yang cukup menarik untuk diliput para kuli tinta adalah terkait kekayaan dari pasangan Capres-Cawapres. Tanpa banyak omong lagi, berikut ini aku tulis ulang data-data mengenai kekayaan masing-masing Capres dan Cawapres.

 

Kekayaan Capres dan Cawapres (update awal Juni 2009)

 

Jusuf Kalla                                        : Rp 314,53 miliar dan USD 25.668

Wiranto                                             : Rp 81.748 miliar dan USD 378.625

Megawati                                         : Rp 256,447 miliar

Prabowo                                           : Rp 1,579 triliun dan USD 7,57 juta

Susilo Bambang Yudhoyono`    : Rp 6,848 miliar dan USD 246.489

Boediono                                         :  Rp 22,067 miliar dan USD 15.000

 

Nah kira-kira begitu. Cukup jelas kan? Terlihat bahwa Prabowo adalah yang terkaya, sementara SBY adalah yang “termiskin”.

Lalu, apa yang akan jadi pembahasan kita hari ini?

Coba kita lihat, kekayaan seluruh orang diatas. Mereka semua memiliki kekayaan dengan orde miliaran rupiah. Bahkan sampai menyentuh angka triliun. Sementara yang paling “miskin”, masih memiliki kekayaan mendekati 10 miliyar. Yah wajar sih, kan mereka semua adalah petinggi-petinggi di negara ini, jadi wajar aja kalo kekayaan mereka mencapai angka sebagaimana tertera diatas.

Sekarang, buang jauh-jauh wajah-wajah mereka dari bayangan kita. Coba bersama-sama, kita pejamkan mata kita. Siap? Satu… Dua… Tiga… Semuanya merem!

Udah wuoy, meremnya jangan lama-lama. Kalo merem terus, ntar gimana caranya tulisan in bisa kebaca?

Setelah memejamkan mata barusan, sekarang mari kita lihat orang-orang disekeliling kita. Sekali lagi, ayo kita lihat. Tidakkah kita lihat, ada tukang becak disana? Ada pedagang cimol, ada tukang sapu jalanan, ada aa’ burjo, ada mas-mas angkringan, ada sopir kereta mini, ada kuli bangunan, ada pekerja kasar, ada tukang kredit, dan semua profesi lainnya yang bertebaran di sekitar kita.

Taukah kita, bahwa mas-mas angkringan di depan kosan ku, uang yang bisa dibawa pulang per-hari-nya berkisar antara 50ribu sampai 70ribu? Taukah kita, bahwa sopir kereta mini di Kecamatan Gantiwarno, Klaten, setiap harinya memperoleh uang sebesar 120ribu dimana 30ribunya harus disetor ke majikan? Taukah kita berapa penghasilan tukang sapu jalanan per bulannya? Taukah kita berapa upah kuli bangunan setiap harinya?

Di satu sisi, ada mereka yang kekayaannya berorde miliaran rupiah, dengan penghasilan per bulannya sekian puluh juta atau bahkan sekian ratus juta. Sementara di sisi lain, jauh lebih banyak mereka yang setiap detiknya bekerja membanting tulang hanya demi memperoleh beberapa ribu rupiah, untuk menyambung hidupnya, mengisi perutnya dan menafkahi anak-istrinya.

Mungkin, tulisan ini cukup aku akhiri disini aja. Silahkan simpulkan sendiri apa inti dari tulisan ini, dan biarkan akal dan hati nurani kita yang menjawabnya. Semoga secuil tulisan diatas mampu membuka kesadaran dan menggugah pola pikir kita semua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s