NaskahDramaPemilu

PEMENTASAN DRAMA KKN PPM UGM

BABAK I
LOKASI : WARGA YANG SEDANG BERKUMPUL
PAPAN DPT DI KELURAHAN
BAPAK-BAPAK MAIN CATUR SAMA SIMBAH KAKUNG. SIMBAH PUTRI DULANG SIMBAH KAKUNG. PEMUDA MAIN GITAR. IBU-IBU BERDUA DAN PEMUDI NGOBROL TENTANG MANOHARA..

Pada suatu ketika, di sebuah pedesaan yang nyaman dan asri di negeri antah berantah, berkumpul ibu-ibu, para remaja dan bapak-bapak yang sedang asyik berbincang. Bapak-bapak berbincang masalah pertanian, masalah keuangan yang morat-marit, sambil bersenda gurau bermain catur. Sayup-sayup terdengar ibu-ibu dan para pemudi berbincang membahas berita infotainment terpanas tentang Manohara.
Tampak samar dari kejauhan seorang gadis Jawa melenggang sambil membawa tas dan belanjaan yang bejibun. Yah, maklum saja gadis itu adalah anak dari seorang pengusaha jamu yang sukses.

Pemuda : “Jamune yu!! Hahahaha.” (dengan genit menggoda si gadis, warga yang berkumpul turut menoleh dan tersenyum sembari menyapa gadis itu. Gadis itu menoleh, kemudian menghampiri warga yang sedang berkumpul tersebut).
Gadis : “ Duh Gustiiii… Ono opo to iki??? Ada apa, whats going on je? Kok kumpul-kumpul gini?”
Ibu-ibu: “Ngegosip donk jenk… Biar mung masak ke suami, tapi berita Manohara tetep kenceng dong!”
Gadis: “ Ealah budhe…budhe… Eh,mbakyu-mbakyu, budhe, pakhe… Hari gini mboten jaman ngegosip. Tahu nggak, berita paling sip sekarang ini tentang pemilu presiden!”
Bapak-bapak: “ Lha nek iku aku juga ngerti! Besok tanggal 8 Juli kita nyoblos presiden to?!”
Pemuda: “ Aduh pakne..Pakne,..nyoblos wae. Nyontreng pak! Nyentang gambar yo! Gambarnya yang dicentang, bukan presidennya dicoblos!”( spontan semua tertawa)
Simbah: “Lha nek kaya aku iki iso milih ora ngger??”
Pemudi: “Saget mbah,..asal sudah lebih dari tujuh belas tahun, dan terdaftar di DPT”
Simbah: “Ealah ngger.. DPT ki pabrik opo to???” (seloroh simbah membuat semua warga yang berkumpul tertawa.
Gadis: ”Gini lho mbah.. DPT iku daftar pemilih tetap. Semua warga yang berhak memilih pada pemilu presiden besok, nama-namanipun sampun terdaftar wonten DPT . Lha,..simbah iki sampun ningali DPT dereng? (menoleh ke warga yang lainnya) Aduh, aduuh…. Jangan-jangan mbakyu kangmas pakdhe budhe juga belum ngecek DPT ya?”

(Riuh rendah terdengar warga berbicara menandakan belum mengecek nama mereka pada DPT…)

Pemuda: “ Lha sampeyan udah po jenk?” (tanyanya kepada si gadis)
(Si gadis malu-malu seraya menjawab perlahan-lahan..)
Gadis: “Heheheeee…belum..” (spontan warga berteriak, wuuuu)
(Dengan kelabakan si gadis berusaha menahan malu sambil menenangkan warga)
Gadis: “ Lho..lho ..lho.. Lha gimana kalo kita rame-rame ke kelurahan saja, secara..kulo niki kan apikan.. Jadinya ngajakin sederek-sederek… hehehhee. “
Riuh rendah : “Yok..
Mari..
Monggo..

(Warga mengiyakan, dan bersama-sama mereka beranjak ke kelurahan untuk mengecek nama mereka di DPT. Sesampai di DPT, terlihat beberapa warga yang juga sedang mengecek nama-nama mereka. Seketika, warga yang datang menambah keramaian di DPT. Mereka menelusuri satu persatu nama-nama yang tertera pada papan DPT.)

Gadis : (gusar) “Duh Gustiiiii….masa nama ku nggak ada.. Padahal kan aku terkenal kembang desa…huhuhu.. Piye iki ????”
Simbah : “Walah..iyo to ngger?? Lha jenengku ono ki, jarene pak Karyo.”
Fernando : “Aku sik wong cilik, buruh tani we yo ono ne kene.lho..dibaca : Fernando Ngadimin! Whahahha”
Bapak: “Jenengku yo ono, tapi tanggal lahire kok salah yo..” (terdiam sebentar…) “ Mbah-mbah!!! Lha asmanipun jenengan malah ketulis dobel…niki loh mangpersani”
Pemuda: “Wah..ra jelas iki!! Harus digenahke iki!!! Piye iki lek?!!”
Pemudi: “Kita nemuin Pak Kades aja kalau gitu..mumpung masih di kelurahan. Setuju?”..(bareng2: setuju…ho’o!!)

Tanpa dinyana-nyana pak Lurah keluar menemui warga karena mendengar rebut-ribut warga di luar kantor desa. Sebagian warga yang melihat kedatangan Pak Lurah berbisik kepada warga lainnya “Pak Lurah, pak lurah rawuh!”

Pak Lurah: “Wonten nopo njih, sederek-sederek?”
(Si gadis langsung nyelonong maju dan memberondong)
Gadis : “Duh pak..masa namaku nggak ada di DPT. Aku kan jadi gimana gitu Pak.. Padahal itu namane Mbah Soma malah ditulis dobel.. Aku kan juga warga sini yang punya hak.. Aku pengin ikut serta pemilu dong Pak…”
Pemuda: “Iya Pak,..malah ada yang namanya salah,..ada yang tanggal lahirnya salah.. lha nek ngenteniku cobi pak??!!”

(Warga bertambah ribut..”Injih,,…injih..Pripun niku??bla..bla..bla..)

Pak Lurah: “Tenang..tenang sedoyo. Dados ngenten.. Kesalahan dalam DPT masih bisa diperbaiki. Mboten sah khawatir.” (warga terdiam, pelan-pelan tenang)
Pemuda: “Caranipun pripun pak?”
Kemudian dijelaskan tentang cara-cara untuk melakukan pembenaran dan daftar bagi yang namanya belum tercantum pada DPT.
Pak Lurah : “Caranya dalah… “

SEMUA MEMATUNG.MODERATOR KELUAR DAN MENJELASKAN CARANYA.

BABAK II :

BAPAK-BAPAK SEDANG MENGOBROL DITEMANI GORENGAN DAN GELAS KOPI. SIMBAH YANG SATU SEDANG MENYAPU DAN SIMBAH YANG LAIN SEDANG MEMBERI MAKAN AYAM. PEMUDANYA SEDANG MENGOTAK-ATIK HP…

Moderator:
Keseharian di desa. Di salah satu sudut desa, terlihat beberapa warga sedang berkumpul mengisi hari-hari mereka. Ada:
1. Bapak-bapak sedang main catur
2. Manula/mbah-mbah sedang ngobrol-ngobrol
3. Pemuda/murid SMA sedang berkumpul
Lalu ada seorang ibu-ibu datang memperingatkan tentang sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa
(Si ibu lewat depan kerumunan dan disapa oleh bapak-bapak)

Bapak 1: “Bade tindak pundi?”
Ibu: “Niki pak, bade dateng sosialisasi”
Bapak 2: “Sosialisasi napa jeng?”
Ibu: “Sosialisasi pemilu,itu loh yang diadain sama mahasiswa2 KKN”
Pemuda 1: “Oh iya aku inget, kemarin aku liat pengumumannya”
Bapak 1: “Emang acaranya kapan jeng?”
Ibu: “Ya sekarang ini Pak, di pendopo desa”
Bapak 2: “Saiki?lah..nek ngono aku melu”
Bapak 1: “Sik,sik…sedilut……aku melu…!”
Ibu: “Yo hayoo…”

(Si ibu meninggalkan panggung. Bapak-bapak segera bergegegas mengemasi caturnya dan beranjak mengikuti si ibu meninggalkan panggung)

Pemuda 1: (nanya ke temennya) “Eh elu arep melu ora bro?”
Pemuda 2: “Melu sosialisasi kae?”
Pemuda 1: “Yoh..meluk yoh..sapa ngerti akeh panganane..”
Pemuda 2: “Ho’oo..ho’oo sapa ngerti mahasiswane sing ayu nyantol karo aku..hehehe…. ”
Pemuda 1: “Sing liyane di sms yo!Oke broow!!”
Pemuda 2: “Haio siap!!” (sambil mengutak-atik handphonenya)
Pemuda 1: (berbicara kepada mbah-mbah) “Mbah, nggak ikutan Mbah?”
Mbah 1: “Melu nendi le!?”
Pemuda 1: “Itu Mbah, sosialisasi pemilu! Di pendopo desa Mbah, sekarang!”
Mbah 2: “Ooo..sing nyontreng-nyontreng kae?Piye to kuwi, aku yo bingung! ”
Pemuda 1: “Ya makane teko wae mbah..Mengkeh diterangke cah mahasiswa kok. Nom-noman mbah.. ”
Mbah 2: “Iyo to?!? Mangkat saiki wae nek ngono!”
Mbah 1: “Aku yo melu!” (wos wes wos wos wes wos0
Pemuda 1: “Ayo Mbah, berangkat!”
Mbah 2: “Ayo ayo ayo!”

(kedua pemuda dan kedua manula beranjak pergi meninggalkan panggung. Lalu setting segera berganti menjadi setting rapat kecil-kecilan)

Moderator:
Akhirnya seluruh warga desa berkumpul di pendopo desa untuk menghadiri acara sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa KKN. Ada bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda dan manula. Lalu mahasiswa mulai menjelaskan tentang sosialisasi pemilu.

Semua: “Was wes wos was wes wos… …”
Mahasiswa: “Assalamualaikum wr wb. Terima kasih kepada Bapak-Bapak Ibu-Ibu … … … …”

(selanjutnya pemeran mahasiswa silahkan berimprovisasi dan berkreasi menjelaskan segala sesuatu tentang pemilu kepada forum (yang singkat-singkat aja). Terakhir, dibuka kesempatan untuk tanya jawab kepada peserta forum. Untuk peserta forum silahkan berimprovisasi juga, khususnya pada saat kesempatan tanya jawab.
Jadi pada forum sosialisasi ini, lakukanlah apa yang biasa kita lakukan di event-event sosialisasi yang telah kita jalani)

Babak III
Setting: Lokasi TPS. Ada KPPS dan mahasiswa sebagai petugas dan seluruh warga di tempat tunggu.
Pagi hari di tempat pemungutan suara, warga berkumpul untuk melaksanakan pemilu presiden Negara antah berantah. Tepat jam delapan, Ketua KPPS membuka rapat pemungutan suara. Setelah dilakukan sumpah KPPS, dilakukan pengecekan kotak suara.

KPPS : “Ini masih di segel loh..ibu-ibu…bapak-bapak…sah…sah….
Mari kita buka segelnya…

KPPS MEMBUKA SEGEL (di lucu-lucuin adegannya). SATU PERSATU MEMBUKA ISI KOTAK SUARA. TERDAPAT SURAT SUARA YANG MASIH DI SEGEL, FORMULIR YANG MASIH DISEGEL….Kemudian KPPS memperlihatkan kepada para warga.

KPPS : “ Pemungutan suara dimulai”
Warga : “Horeee”
KPPS : “Nomor satu! Fernando Ngadimin!”

(Pemuda itu berdiri dan menerima surat suara,maju ke bilik suara, nyontreng,keluar dari bilik surat suaranya disakuin dan hendak meninggalkan TPS. Warga dan panitia pemilu spontan menegur)
(Fernando balik dan memasukkan surat suara ke kotak suara)

KPPS : “Soma Pawiro Dimejo.”
(Kakek-kakek berjalan tertatih dan dipapah oleh cucunya. Sampai dibilik suara, dihentikan oleh panitia)
Panitia : “Maaf mbah.. Mboten angsal dikancani..”
Cucu : “Aku cucunya kok. Saya sudah membuat surat kuasa di kelurahan. Ini Pak..”
(surat suara diambil oleh panitia PPS)
Panitia : “Monggo-monggo mbah..) mempersilahkan kakek dan cucunya untuk masuk ke bilik.dst. (ga perlu nunggu orang selesai, langsung dipanggil)
KPPS : “Cinta Flora..”
Gadis : “Saya Pak…” (adegan dst..sampai di bilik gadis tersebut menjerit tertahan, dan keluar melapor kepada panitia PPS karena surat suaranya salah)
Panitia : “Ada apa mbak..ada apa?”
Gadis : ”Aduh aduh aduhh,….surat suaranya nggak beres niki Pak…” “ Kok, nggak ada foto saya ya Pak…ehh..eh..maksud saya ini rusak..fotonya sobek.. Gitu lho Pak…”
Panitia : ”Ini..ini saya tuker..” (sambil menerima kertas yang rusak, mendata, dan mengganti dengan surat suara yang baru.
Gadis: “Ini ada foto saya ya Pak?! Apa nanti saya pasang sendiri, terus..terus..nanti kulo tulis nama saya ya Pak…”
Warga : “Wuu…” (Panitia menenangkan. Dan langsung menegur .
Panitia : “Jangan.. Jangan dek..Nanti tidak sah..”
Gadis : “iya deh Pakkkk..” sambil melenggang. Dst.
Tiba-tiba datang seorang pejabat yang menyelonong minta untuk didahulukan. Dengan grusa-grusu dan memegang hp banyak, seolah sedang sibuk, dia menuju meja KPPS.

Pejabat : “Pak..saya duluan ya pak..ada meeting nih! Anda kan tahu saya orang sibuk..”
Warga : “Wos wes wos..wos wes wos..”
Panitia : “Nggak bisa Pak..sesuai prosedur. Harus antri. Jika bapak berkenan, nanti kami tunggu bapak kembali lagi kesini sampai jam satu. Atau bapak sudi antri sesuai urutan.”
(Pejabat berpikir sebentar..)

Pejabat : “ Demi masa depan bangsa, dan menghormati pejuang yang telah tiada.. Saya rela untuk meninggalkan kepentingan pribadi saya. Saya putuskan untuk antri saja.”

(mengumpulkan undangan ke panitia, dan duduk. Lalu KPPS melanjutkan proses pemilihan suara).

KPPS: “Luna Maya!”
Ibu-Ibu : “Saya”

(dst, berjalan seperti biasa)

KPPS: “Antonio Sugiono..”
Pemuda: “Inggih Pak, kulo!”

(pemuda itu berjalan dst dst dst. Tapi jalannya pelan2, dan berhenti agak lama di bilik suara)

KPPS: “Sugimin bin Sugiwati”
Pejabat: “Iya iya, saya!” (dengan langkah tergesa-tergesa)
(pejabat berjalan seperti biasa. Sampai di bilik suara…)

Pemuda: (berbicara kepada si pejabat) “Ssttt sttt Pak, Pak!”
Pejabat: “Opo le?”
Pemuda: “Contreng yang ini ya Pak, yang ini bagus Pak! Orangnya gini gini gini (memprovokasi)”
KPPS: “Priiiiiiiit…!!! Mas Mas nggak boleh provokasi Mas! Melanggar undang-undang pasal sekian ayat sekian!”
Pemuda: “Oh iya, iya, maaf Pak”
Panitia: “Jangan diulangi lagi ya!”

(Semua peserta sudah selesai. Tiba-tiba ada yang datang maju dan mengacungkan jari. Pemuda itu adalah pencoblos pertama)

Fernando : “Pak! Saya belum mencontreng pak!” (sambil maju ke depan. Warga yang lain melihat sebentar kemudian ada yang berteriak…
Warga: “Pak..pak..dia sudah pak..”
Fernando: “Belum..belum..”
Warga: “Lihat tangannya aja Pak…”

(Panitia menghampiri Fernando dan mengecek tangannya. Fernando ngeles “ga ada kan..gag ada..”. warga menghampiri.ternyata diplester jarinya. Dibuka, dan terlihat tanda tinta di kelingking.)

Panitia : “Ini apa ini…?!!”
Fernando: “Ini luka kena pisau pak.. Darahnya mongering..’
Panitia: “Darah kok biru…!”
Fernando: “Saya kan keturunan bangsawan. Jadi darahnya biru pak..”
Warga : ”Woo..lha iki… Mau curang ya..wos wes wos wos wes wos..”
Warga : ”Gebuki wae yo…“ (Serentak warga terlihat menghampiri ingin mengeroyok sang Fernando.)
(Warga (minus KPPS) berputar2 mengelilingi panggung mengejar2 Fernando dengan adegan slow motion. Setelah lama berputar2, lalu ada Rhoma Irama datang menghentikan adegan yang sedang berlangsung)

Rhoma: “Stop!”
(Semua berhenti dan menoleh ke sumber suara)

Rhoma: “Saudara2, jangan anarkis! Kita bangsa Indonesia harus bersatu! Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, tapi istri boleh dua!”
Kaum lelaki: “Sepakat!!!!!”
Kaum perempuan: “Wuoooooooooooo!!!!”
Rhoma: “Jadi, warga sekalian, kesatuan dan persatuan bangsa ini harus dijaga. Bla bla bla bla bla bla “ (Rhoma menjelaskan tentang persatuan, pemilu damai, dll kepada warga)

(setelah Rhoma menyelesaikan kalimatnya, lalu KPPS maju ke depan dan mengambil peran)

KPPS: “Iya, demikianlah pemilu pilpres kita hari ini. Mari kita sukseskan pemilu bla bla bla bla bla” (KPPS menghimbau dan mengajak untuk menyukseskan pemilu kali ini)

(seluruh peserta pemilu naik ke atas panggung, berbaris berjejer sambil menunjukkan jarinya yang telah tercelup tinta. Berbaris rapi, mengucapkan salam dan rame2 berteriak:

“Sukseskan pemilu 2009. Satu suara kita menentukan masa depan bangsa. Jadi, nyontreng yooook….!!!!!” (sambil bergaya sesuka hati)

(lalu tiba2 ada setan2an naik ke atas panggung)

Setan: “Wuoooooy… saya juga boleh ikutan nyontreng nggak..???”
Semua: (menjerit) “Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…” (lalu semua lari meninggalkan panggung)
Setan: “Loh kok pada kabur, saya kan juga pengen nyontreng…”

(moderator masuk dan menutup drama. Selesai. Horeeeeeeeeeee!!!!!!)

Created by:
C-Kink, Poy, Nura, Nike and all creative team from KKN-PPM UGM Prambanan

One Comment Add yours

  1. pak budi says:

    INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH 7X TERBUKTI TRIM’S ROO,MX SOBAT

    INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH 7X TERBUKTI TRIM’S ROO,MX SOBAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s