LPJjinglePemilu

Laporan Pertanggung Jawaban

Seksi Acara Re-Launching Jingle Pilpres

Refleksi Pemilu

 

Pendahuluan

 

Bismillahirrahmanirrahim

 

Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur kami panjatkan seutuhnya kepada Allah swt, Tuhan Semesta Alam. Atas izin-Nya lah hari ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk menulis LPJ ini sebagai tindak lanjut dari acara “Refleksi Pilpres 2009” yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Prambanan pada hari Kamis  30 Juli 2009 yang lalu.

Kami dari seksi acara re-launching jingle pilpres, melalui LPJ ini mencoba untuk memberikan sebuah pertanggung jawaban atas apa yang telah kami lakukan di dalam menjalankan kepanitiaan. Sekalipun dengan jumlah panitia yang tidak diketahui jumlahnya, namun dengan menjunjung tinggi semangat kebangsaan dan persatuan nasional serta rasa cinta tanah air yang tinggi, maka kami berusaha untuk melakukan apa yang terbaik yang kami bisa.

Semua yang terbaik yang bisa kami lakukan, telah kami tuliskan dalam lembar LPJ ini. Silahkan dinikmati. Lebih nikmat lagi jika ditemani dengan secangkir teh manis hangat plus gorengan.

 

Menindaklanjuti pemilu presiden yang dilaksanakan pada hari Rabu Pahing 8 Juli 2009 yang lalu, sekali lagi 2 unit tim KKN yang beroperasi di kecamatan Prambanan diberikan amanah untuk melaksanakan seminar dengan tema “Refleksi Pilpres 2009 dan Makna Kemerdekaan”. Sama seperti sebelumnya, 2 unit ini kembali berkolaborasi untuk mempersiapkan acara tersebut, mengingat acara seminar ini dilaksanakan pada tingkat kecamatan.

Secara keseluruhan, konsep acara dari seminar ini tidak jauh berbeda dengan acara sosialisasi pemilu yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Inti acara ini adalah talkshow yang menghadirkan 3 orang pembicara: perwakilan KPU, perwakilan panwas dan akademisi dari UGM. Lalu disertai dengan hiburan-hiburan, seperti pemutaran video tentang sosialisasi dan refleksi pemilu, penampilan dari kaum difabel dan musisi lokal, serta re-launching jingle pilpres yang diciptakan oleh salah satu mahasiswa KKN UGM di kecamatan Prambanan ini.

Namun tidak seperti acara sebelumnya yang hanya melibatkan beberapa orang perwakilan dari setiap unit untuk terlibat dalam kepanitiaan, acara talkshow kali ini mengikutsertakan seluruh individu yang tergabung dalam 2 unit tim KKN menjadi 1 kepanitiaan besar. Karena itu kepanitiaan ini terbagi menjadi banyak seksi untuk mengakomodir jumlah panitia yang terdiri dari +- 51 orang. Dan salah satu seksi itu bernama “seksi acara re-launching jingle pilpres”, yang LPJ-nya telah tersedia di hadapan kita semua.

 

Idealita

 

Dari konsep acara, khususnya sesi re-launching jingle pilpres, panitia menginginkan kehadiran para musisi lokal sebagai pengisi acara untuk membawakan jingle tersebut. Musisi lokal ini diutamakan adalah musisi dari kecamatan Prambanan. Lebih diutamakan lagi adalah kaum difabel yang memiliki kemampuan dalam bermusik. Hal ini didasari pada tema Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang diharapkan muncul pada setiap kegiatan Kuliah Kerja Nyata.

Selain itu juga, pada acara sosialisasi pemilu tanggal 4 Juli yang lalu, seluruh pengisi acara hiburan adalah kami sendiri, dari rekan-rekan tim KKN UGM. Untuk acara hiburan pada talkshow kali ini, panitia mengharapkan supaya bukan kami lagi yang menjadi pengisi acaranya, melainan mereka-mereka kaum difabel ataupun musisi lokal. Selain sebagai pemberdayaan masyarakat, juga sebagai ajang pemberian kesempatan kepada mereka untuk menampilkan kemampuan yang mereka punya kepada khalayak umum.

Jadi, disini perlu ditekankan bahwa re-launching jingle pilpres ini akan dibawakan oleh musisi lokal atau kaum difabel yang memiliki kemampuan di bidang musik. Hal ini juga diharapkan dapat menjadi nilai lebih bagi acara talkshow ini secara keseluruhan. Tapi, bagaimana realita yang terjadi? Mari kita lanjutkan setelah pesan-pesan berikut ini.

 

Realita

 

Niat awal kami semua adalah ingin mengikutsertakan para musisi lokal untuk terlibat secara langsung dalam sesi re-launching jingle pilpres ini. Kembali kepada tema KKN PPM yang menitikberatkan pada Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, disini kami ingin menampilkan para musisi lokal untuk membawakan jingle pilpres di hadapan para tamu undangan talkshow.

Untuk menindaklanjutinya, kemudian kami mulai berkelana dari Timur ke Barat dan Selatan ke Utara untuk mencari dimanakah kiranya gerangan musisi lokal itu berada. Timur ke Barat, Selatan ke Utara, tak juga aku temukan, tak juga aku dapatkan, oh Tuhan inikah cobaan..

Dimulai dari salah satu SLB di daerah Klaten. Disana kami berhasil menemukan difabel dengan keahlian di bidang pantomim, yang selanjutnya menjadi salah satu pengisi acara. Selain itu kami juga menemukan difabel yang memiliki kemampuan di bidang musik, khususnya band. Bahkan mereka juga telah mengantongi rekor MURI.

Namun keinginan kami untuk mengajak mereka menjadi pengisi acara talkshow tidak dapat terlaksana. Pertama, karena mereka hanya bisa tampil dengan alat musik full band dan tidak bisa secara akustik. Karena mereka tidak memiliki alat sendiri, jadi otomatis kami harus menyediakan anggaran dana lebih untuk menyewa alat musik yang akan mereka gunakan nantinya. Kedua adalah karena pada tanggal dan jam yang sama, mereka harus mengisi acara di tempat lain. Jadilah kami batalkan niat mulia kami untuk menampilkan mereka.

Pencarian tetap dilanjutkan untuk mencari musisi lokal kecamatan Prambanan. Sepanjang jalan Solo di wilayah kecamatan Prambanan telah kami telusuri, tapi ternyata sangat jarang bahkan tidak ada musisi lokal yang dapat kami temukan. Demikian juga dengan kawasan candi Prambanan, hampir tidak ada musisi lokal yang beroperasi.

Kami hanya bisa menemukan seorang ketua asosiasi pedagang asongan di kawasan parkiran candi Prambanan yang bernama Pak Sunarwan. Dari obrolan kami dengan beliau, ternyata musisi lokal di wilayah kecamatan Prambanan memang dapat dikatakan tidak ada. Yang mungkin ada hanyalah kesenian jatilan. Tapi kami memutuskan untuk tidak menampilkan jatilan mengingat ukuran indoor pendopo kantor kecamatan Prambanan yang tidak memungkinkan.

Sampai pada akhirnya, kami berhasil mendapatkan koneksi dengan musisi lokal dari kota Klaten. Di pertigaan menuju ringroad Klaten, persis di seberang rumah makan Bakso Nuklir, berkumpullah sekumpulan pemuda yang menamakan diri mereka L.A Country. Dikomandani oleh Mas Bowo, kami ber-say hello untuk mengutarakan maksud dan tujuan kami menemui mereka. Bla bla bla bla bla… dan mereka pun memahami apa yang kami rasakan. Kami pun sepakat untuk menampilkan mereka pada acara talkshow ini. Keinginan kami ternyata tidak bertepuk sebelah kaki, karena mereka juga bersedia menjadi pengisi acara.

Akhirnya 1 hari sebelum hari-H, kami melakukan latihan perdana untuk mencoba jingle pilpres yang diciptakan oleh mahasiswa paling imut di tim KKN UGM kecamatan Prambanan, C-Kink. Bertempat di pendopo kantor kecamatan Prambanan, kami mulai mencoba memperkenalkan jingle tersebut. Jreng jreng jreng… “Tahun ini bangsa kita berpesta… Setelah lima tahun kita tidak bersua…”

Niat awal kami adalah mempersilahkan mereka dari L.A Country untuk membawakan jingle ini sendiri. Tapi mereka merasa sebaiknya jingle ini dibawakan secara kolaborasi antara mahasiswa dan mereka, karena jingle ini sebenarnya sudah jadi dan hanya tinggal dibawakan saja. Setelah berdiskusi singkat, kami pun menyepakatinya. Jadilah, jingle ini akan dinyanyikan oleh mahasiswa KKN dengan iringan musik dari L.A Country.

Latihan perdana ini berjalan cukup normal. Mengingat jingle tersebut tidak terlalu sulit dan kemampuan musikalitas para personel L.A Country yang tidak bisa disepelekan, dalam waktu singkat jingle pilpres ini telah dapat dipahami dan dipelajari. Sisanya tinggal melihat improvisasi masing-masing di keesokan hari ketika tampil nanti.

Kini tibalah kita pada hari-H. Pagi harinya, kami telah menyiapkan lirik jingle pilpres tersebut untuk dibagi-bagikan kepada peserta sebagai salah satu konten seminar kit. Tidak lupa kami juga merekam mentahan jingle tersebut dalam 5 keping CD. Dari 5 keping ini, 1 akan diberikan kepada musisi L.A Country dan 4 sisanya akan diberikan kepada perwakilan KPU, panwas atau kecamatan.

L.A Country datang beberapa saat sebelum memasuki sesi acara jingle. Sembari menunggu, kami semua berlatih kembali menyanyikan jingle tersebut secara bersama-sama. 3-4 kali latihan dirasa sudah cukup untuk memberikan pemahaman kepada masing-masing individu. Latihan pun dicukupkan sekian dan kini tinggal menunggu waktu untuk tampil.

Akhirnya setelah sesi talkshow selesai, kami mendapatkan giliran untuk menaik ke atas panggung. Setelah mendapatkan arahan dan pendahuluan dari pembawa acara, kami mulai memainkan jingle tersebut di hadapan peserta, dengan berkolaborasi antara mahasiswa dan L.A Country. Komposisinya adalah ke-5 orang personel L.A Country memainkan alat musik: gitar, gitar bass, benjo, cuk dan bonggo, ditambah C-Kink yang memegang gitar, sementara sisanya yaitu Arya, Nura, Lies, Poy, Catur dan Eka menjadi vokalis. Plus kehadiran Wisnu di atas panggung yang mengenakan kostum badut Mr. Contreng.

1 lagu yaitu jingle tersebut telah selesai dibawakan dan kami pun turun dari panggung, menyisakan L.A Country yang masih tetap pada posisinya untuk mengisi sesi hiburan setelah ini. Semoga para peserta terpuaskan atas apa yang telah kami coba berikan.

Di akhir acara, setelah panitia mulai berkemas dan L.A Country beranjak pulang, tak lupa kami memberikan CD berisi jingle pemilu tersebut, lengkap dengan liriknya. Serta, kami dari seksi acara hiburan menuliskan dalam selembar kertas, testimoni dan segala pesan-kesan kami kepada rekan-rekan L.A Country, sebagai kenang-kenangan untuk mereka. Semoga silaturrahim diantara kita semua bisa tetap terjaga.

 

Evaluasi

 

Dari seksi acara re-launching jingle pemilu, secara umum tidak ada evaluasi secara mendalam dan mendetail yang perlu dilakukan. Keseluruhan anggota seksi telah bekerja dengan penuh semangat dan sebaik-baiknya. Ketika ada satu hambatan yang merintangi, hal itu tidak menyurutkan langkah kami. Justru kami mencoba melintasinya dengan sekuat tenaga dan kebersamaan yang kami miliki. Bahkan kebersamaan ini juga secara tidak langsung tertularkan kepada rekan-rekan dari L.A Country selaku pengisi acara sekaligus teman berkolaborasi.

 

Kritik dan Saran

 

Kepanitiaan acara refleksi pemilu ini telah memberikan banyak pelajaran dan pengalaman bagi kita semua. Meskipun begitu tetap ada beberapa hal yang kiranya perlu dikritisi terkait pelaksanaan acara ini. Plus beberapa saran yang harapannya bisa menjadi masukan bagi kita bersama dalam menjalani hari-hari dalam setiap detik kehidupan ini nantinya.

  1. Telah ditegaskan berulang kali bahwa komunikasi dan koordinasi antara setiap panitia adalah hal yang sangat penting. Segala informasi dan gagasan yang ada di pikiran kita tidak akan pernah diketahui oleh orang lain jika kita tidak pernah mengkomunikasikannya. Begitupun dengan kesepakatan yang membutuhkan persetujuan beberapa pihak, perlu ada koordinasi mendalam disana.
  2. Kemampuan dan skill setiap orang tidaklah sama. Dalam artian, ada orang yang telah banyak mengerti akan satu hal, dan ada orang yang kurang paham terhadap hal tersebut. Sehingga perlu ada bimbingan dan arahan antara satu sama lain, serta untuk saling melengkapi kealpaan yang mungkin terjadi.
  3. Rencana yang kita inginkan seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu kita perlu menyiapkan rencana-rencana cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Semangat dan optimisme setiap panitia harus selalu dijaga. Kendala apapun yang terjadi, harapannya tidak akan menyurutkan gerak langkah kita ke depannya. Sesuai prinsip “the power of kepepet”, kadangkala justru dalam situasi mendesak, kita akan mengeluarkan kemampuan besar yang tersembunyi yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya.
  5. Kepanitiaan besar seperti ini tidak dapat dipungkiri akan mengakibatkan adanya beberapa individu yang tidak bekerja secara penuh, khususnya dalam beberapa hal. Ada beberapa individu yang bekerja lebih berat sementara ada individu lainnya yang mungkin kurang terberdayakan. Solusinya adalah dengan mengatur pembagian jumlah anggota, khususnya untuk seksi yang memang memerlukan banyak tenaga.
  6. Kepanitiaan besar juga memberikan pemandangan yang kurang enak dilihat pada saat pelaksanaan acara, terutama bagi panitia yang tidak terbedayakan ketika acara berlangsung. Hal ini dapat disiasai dengan memberikan ruangan khusus panitia dan mengumpulkan panitia yang tidak terberdayakan di dalam ruangan tersebut.

 

Kiranya demikianlah kritik dan saran yang dapat kami berikan. Semoga kritik dan saran ini dapat membuat kita berkembang menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya. 

 

Ucapan Terima Kasih

 

Penulis atas nama C-Kink dengan ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

–          Allah swt Al-Malik Al-Mu’min Al-Aziz Al-Khaliq. Segala puji sebesar-besarnya hanya untuk-Mu Ya Allah karena telah mempertemukan kami kembali di bumi Prambanan-Mu dalam satu kepanitiaan bersama. Semoga kebersamaan kami tidak hanya berlangsung di KKN ini, tapi juga bertahan sampai di surga-Mu nanti.

–          Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah terlahir di muka bumi. Semoga suatu saat nanti Insya Allah kami semua dapat berjumpa denganmu ya Rasul.

–          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang dengan ikhlas dan penuh kasih sayang telah mendidik dan merawat serta memelihara anak laki-lakinya yang imut idan six pack ini.

–          Ainur Rokhim, siluman kambing cap Mbantul yang makin hari makin ajaib aja. Sepertinya orang tuamu telah salah memberi nama untuk anak perempuannya… Hihihihihi.

–          Catur, Eka, Wisnu, Arya, Fentra, Ilham, Poy dan Lies selaku keluarga seksi acara hiburan atas kerjasamanya mencari jejak musisi jalanan dan menemani mereka sepanjang acara.

–          Mas Bowo, Mas Bayu, Pak Supri dan seluruh rekan-rekan L.A Country yang bersedia untuk berkolaborasi dan telah memberikan pelatihan singkat cara memainkan benjo dan cuk. Semoga silaturahim kita tetap terjaga.

–          Pak Sunarwan selaku ketua asosiasi pedagan asongan parkiran candi Prambanan yang telah banyak memberikan informasi berharga. Semoga dimudahkan rezekinya dan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menjalani hidup ini.

–          Nurfina Amini yang akrab dipanggil Bambang atas pinjaman laptop, printer dan nero nya.

–          Nanda dan Kiki selaku MC yang hobi bercuap-cuap olala.

–          Reza dan Yudis yang masih betah membimbing para anak asuhnya masing-masing.

–          Rekan-rekan sekretaris atas kesediaannya menuliskan apa-apa yang perlu dtulis.

–          Rekan-rekan bendahara atas keikhlasannya dipusingkan dengan nota-nota dan sebagainya.

–          Rekan-rekan seksi acara seminar yang baik-baik saja.

–          Rekan-rekan seksi pembuatan film dokumentasi yang ada apa-apanya.

–          Rekan-rekan seksi dekorasi atas pembuatan backdrop dan spanduknya.

–          Rekan-rekan seksi perlengkapan yang jumlah anggotanya paling sedikit.

–          Rekan-rekan seksi humas yang rajin berkelana melintasi kecamatan Prambanan hanya untuk mengantarkan undangan.

–          Rekan-rekan seksi konsumsi atas kesediaannya membagi makanan kepada kami semua.

–          Rekan-rekan seksi publikasi yang telah mempublikasikan acara ini sekuat tenaga.

–          Rekan-rekan seksi dokumentasi atas hasil jepretan-jepretn narsisnya.

–          Rekan-rekan seksi penerima tamu yang setia duduk manis di meja registrasi.

–          Seluruh rekan KKN kecamatan Prambanan unit Utara dan unit Selatan yang namanya tidak mungkin disebut satu persatu disini, atas dorongan dan semangatnya untuk membuat acara ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya dan luar biasa. Super sekali!

–          Pak Heru dan Bu Martini yang dengan ikhlas telah hadir di acara ini  mewakili warga Desa Cucukan lainnya.

–          Seluruh undangan dan masyarakat setempat atas perhatiannya kepada acara ini.

–          Seluruh perangkat kecamatan dan perangkat desa yang dengan ramah telah menerima eksistensi kami di bumi Prambanan.

–          Serta seluruh pihak lainnya yang tidak mungkin dapat kami sebutkan namanya satu persatu. Sekecil apapun jasa kalian, itu sangat berarti bagi kami semua.

 

Demikianlah LPJ ini dibuat dengan sebaik-baiknya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dengan harapan supaya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk kehidupan hari ini, esok hari dan di masa yang akan datang nanti. Semoga persaudaraan kita semua tidak hanya berakhir sampai disini. Sekalipun hari ini kita semua pernah berkumpul bersama di tempat ini, namun berjanjilah bahwa suatu hari nanti kita semua akan berkumpul seperti ini lagi di surga-Nya yang abadi. Insya Allah.

 

 

Cucukan, 1 Agustus 2009

 

Lampiran

Maret 2009

Pemilihan Umum

Versi Pilpres

C-Kink

Tahun ini bangsa kita berpesta

Setelah lima tahun kita tidak bersua

Untuk memilih calon pemimpin bangsa

Marilah kita merayakannya

 

Pemilihan Umum itulah namanya

Pelaksanaannya sudah di depan mata

Ayolah gunakan hak pilih kita

Karena masa depan milik kita semua

 

Marilah kawan ke tempat pemilihan

Di surat suara ada wajah yang terpampang

Dan jangan lupa lakukan pencontrengan

Nyontrengnya jangan asal-asalan

 

Sudahkah kita mengenal mereka

Yang wajahnya bisa ditemui dimana-mana

Dari tiang listrik sampai angkutan kota

Bermodal senyum manis mencoba menyapa kita

 

Sudahkah kita kenal visi misinya

Beraneka program menjadi jualannya

Juga bermacam jargon yang menjadi slogannya

Bermodal janji-janji mencoba menyapa kita

 

Marilah kawan jangan mau ditipu

Jangan mudah dibuai dengan janji palsu

Dan jangan lupa gunakan akalmu

Masa depan bangsa di tanganmu

 

Marilah kawan ke tempat pemilihan

Di surat suara ada wajah yang terpampang

Dan jangan lupa lakukan pencontrengan

Nyontrengnya jangan asal-asalan

 

Marilah kawan jangan mau ditipu

Jangan mudah dibuai dengan janji palsu

Dan jangan lupa gunakan akalmu

Masa depan bangsa di tanganmu

 

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s