LPJacaraPemilu

Laporan Pertanggung Jawaban

Seksi Acara

Sosialisasi Pemilu

 

Pendahuluan

 

Bismillahirrahmanirrahim

 

Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur kami panjatkan seutuhnya kepada Allah, Tuhan Semesta Alam. Atas izin-Nya lah hari ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk menulis LPJ ini sebagai tindak lanjut dari acara “Sosialisasi Pemilu” yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Prambanan pada hari Sabtu 4 Juli 2009 yang lalu.

Kami dari seksi acara, melalui LPJ ini mencoba untuk memberikan sebuah pertanggung jawaban atas apa yang telah kami lakukan di dalam menjalankan kepanitiaan. Sekalipun dengan jumlah panitia yang tidak diketahui jumlahnya, namun dengan menjunjung tinggi semangat kebangsaan dan persatuan nasional maka kami berusaha untuk melakukan apa yang terbaik yang kami bisa.

Dan semua yang terbaik yang bisa kami lakukan, telah kami tuliskan dalam lembar LPJ ini. Monggo dikecake!

 

Awalnya pada hari Minggu, 28 Juni 2009, 2 unit tim KKN UGM yang ditugaskan di kecamatan Prambanan berkonsolidasi untuk mengadakan sebuah acara bersama dengan level kecamatan. Akhirnya setelah melalui berbagai negoisasi dan koordinasi yang tidak panjang dan tidak alot, diperolehlah kesepakatan untuk mengadakan acara “sosialisasi pemilu” di tingkat kecamatan, dengan kepanitiaan bersama dipegang oleh kedua unit.

Acara sosialisasi pemilu ini direncanakan akan diselenggarakan pada hari Minggu 5 Juli 2009, bertempat di kantor kecamatan prambanan. Isinya berkisar tentang segala sesuatu mengenai pemilu dan sosialisasinya. Dalam jangka waktu yang hanya 1 minggu, maka seluruh panitia dituntut untuk bekerja ekstra keras demi kesuksesan jalannya acara ini.

Event sosialisasi pemilu tersebut menitikberatkan pada acara drama parodi pemilu, sebagai salah satu metode yang dirasa menarik untuk melakukan sosialisasi dengan cara yang berbeda. Karena itulah kemudian dibentuk “tim skenario” untuk membahas segala sesuatu mengenai konsep drama tersebut.

Lalu berkumpullah tim skenario untuk menyusun naskah drama. Dengan berjuang sekuat tenaga dan dengan disertai gontok sana gontok sini, akhirnya naskah drama dapat terselesaikan dengan sehat wal afiat pada hari Selasa 30 Juni 2009. Plotting dan lobi-lobi pemeran drama dilakukan pada keesokan harinya, Rabu 1 Juli 2009. Dan naskah drama diterima oleh para pemeran pada hari Kamis 2 Juli 2009, sekaligus juga latihan perdana.

Masih di hari Selasa. Setelah naskah drama itu selesai, kami dari tim skenario mencoba untuk berpikir lebih ke depan terkait kepanitiaan ini. Pada saat itu, seksi-seksi yang ada dalam kepanitiaan adalah seksi skenario, seksi perlengkapan, seksi konsumsi dan seksi humas. Dari sini ditemukan sebuah kejanggalan yang tidak biasa. Kejanggalan apa itu? Yaitu tidak adanya satu seksi yang bernama “seksi acara!”. Padahal fungsi seksi acara adalah sangat penting dalam sebuah kepanitiaan, seperti untuk merumuskan rundown acara, memanggil pembicara, menunjuk pembawa acara, menyiapkan jalannya keseluruhan acara, dan sebagainya. Akhirnya dengan penuh inisiatif tinggi, tim skenario mencoba untuk mengusulkan sebuah rundown acara kepada keseluruhan panitia.

Semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya. Karena tim skenario berinisiatif mengusulkan rundown acara tersebut, akhirnya tim skenario diberikan amanah baru yang sudah diduga sebelumnya. Panitia sepakat mengetuk palu dan mengubah nama “tim skenario” menjadi “seksi acara”, yang artinya kini kami tidak lagi hanya membahas masalah drama, tapi juga keseluruhan acara dan hal-hal teknis dibelakangnya. Huiks huiks…

 

Idealita

 

Yang paling mendasar, sebagaimana telah tersebut dalam paragraf sebelum ini, idealita kami hanyalah sebagai sebuah tim skenario biasa. Tapi ternyata kondisi lingkungan memaksa kami untuk berubah fungsi menjadi seksi acara. Ya tidak apa-apa lah, kami percayakan semuanya kepada takdir. Tawakkal aja…

Kesepakatan awal panitia, acara akan dilaksanakan pada hari Minggu 5 Juli 2009. Tapi setelah bernegoisasi dengan para perangkat kecamatan, mereka memberi saran bahwa jika acara ini dilaksanakan pada hari Minggu, dikhawatirkan pengunjungnya tidak sebanyak yang diharapkan. Hal ini terjadi karena pada hari Minggu umumnya masyarakat disibukkan dengan acara-acara pernikahan atau agenda masyarakat lainnya. Perangkat kecamatan mengusulkan supaya acara ini diadakan keesokan harinya, Senin 6 Juli 2009, dan seluruh panitia pun menyepakati.

Lalu dari konsep acara secara keseluruhan, idealitanya acara akan dibuka oleh ketua panitia beserta wakil ketua untuk mewakili tim KKN unit Prambanan Utara dan Selatan, dan sambutan oleh Camat Prambanan. Lalu dilanjutkan oleh sosialisasi pemilu dari KPU, drama dan hiburan. Diluar itu semua, sepanjang acara akan ada seekor badut berkostum Mr. Contreng yang akan beroperasi di sekitar kecamatan, di pinggir jalan, dengan tujuan untuk menarik minat masyarakat dan untuk membagi-bagikan brosur tentang sosialisasi pemilu.

Materi mengenai sosialisasi pemilu akan diisi oleh KPU sendiri. Kemudian drama yang menjadi inti acara, akan dimainkan oleh rekan-rekan KKN, dengan tema parodi mengenai pemilu. Terakhir, acara hiburan direncanakan akan diisi oleh rekan-rekan musisi jalanan.

Kira-kira begitulah idealita yang kami punya terkait acara sosialisasi pemilu ini. Kini saatnya kita bersama-sama memasuki bagian realita.

 

Realita

 

Sebelumnya, mari kita siapkan fisik dan mental kita sebelum kita membaca bagian ini. Tarik nafas dalam-dalam, lalu buang. Hmmmmphhh… Fiiiiuuuuuh…

Pertama, dari tanggal pelaksanaan acara. Niat awal kami adalah hari Minggu 5 Juli 2009. Tapi berdasarkan wejangan dari perangkat kecamatan, lalu diundur menjadi hari Senin 6 Juli 2009. Apakah pelaksanaannya seperti itu? Kita baca paragraf berikut ini!

Hari Kamis 2 Juli 2009, seluruh pemeran drama sedang berkumpul di Kastil Sengonisme untuk bersiap-siap melaksanakan latihan drama pertama kalinya. Semua pemeran telah memegang naskah. Dan beberapa detik sebelum latihan dilaksanakan, datanglah sebuah berita yang membuat kami semua terkejut dan terpana.

Fathi (bacanya bukan Fat-hi atau Fa-ti atau Ef-Ati, tapi Fath-‘i) selaku koordinator humas yang bertanggung jawab menghubungi semua pihak di luar panitia, memberi kabar terbaru hasil pertemuannya dengan KPU Klaten. Diriwayatkan dari Fathi bahwa KPU Klaten berkata bahwa: “Masa kampanye berlangsung hingga tanggal 4 Juli 2009. Kemudian selama tanggal 5 Juli hingga 7 Juli adalah masa tenang. Dan KPU tidak mau bertanggung jawab atas segala kegiatan terkait sosialisasi pemilu yang dilaksanakan pada masa tenang”.

Apa artinya? Secara tersirat, KPU mengatakan bahwa mereka enggan mengisi acara kita jika diadakan pada hari Senin 6 Juli. Batas terakhir pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan semacam itu adalah pada tanggal 4 Juli, dan jika diadakan pada tanggal tersebut, KPU bersedia untuk turut serta di dalamnya.

Melihat kenyataan tersebut, maka panitia mencoba untuk berembug menentukan nasib dan masa depan acara sosialisasi pemilu ini. Akhirnya, dengan diwarnai lisan yang beradu argumen dan otot plus urat yang tidak ditampakkan, panitia sepakat untuk menuruti keinginan KPU, yaitu memajukan acara menjadi hari Sabtu 4 Juli 2009. Tok tok tok… Palu telah diketuk, dan 4 Juli adalah 2 hari lagi!

Dua hari lagi acara dilaksanakan. Kurang dari 48 jam. Para pelakon drama baru memegang naskahnya pada saat itu, dan belum sekalipun latihan. Musisi jalanan belum dilobi untuk mengisi acara. Kostum Mr. Contreng juga belum dibuat. Lalu, apakah semua kendala tersebut akan menyurutkan langkah kita dalam menjalankan kepanitiaan ini?

Jangan sebut kami mahasiswa Universitas Gadjah Mada jika kami langsung berputus asa hanya karena hal-hal seperti ini. Apakah kami menyerah? Jawabannya jelas: TIDAK! Justru hal tersebut semakin memicu semangat kami dan membuat kami lebih terpacu untuk menjalankan acara ini.

Para pemain drama yang baru mendapatkan naskahnya pada hari Kamis siang, dengan semangat segera berlatih dan memanfaatkan setiap detik yang ada. Untuk masalah kostum, dengan penuh percaya diri kostum mulai dibuat pada hari Jumat pukul 1 siang, dan akhirnya bisa diselesaikan dengan sukses pada hari Sabtu 4 Juli 2009 pukul 08.00, atau 1 jam sebelum acara dimulai! Sementara untuk acara hiburan, rasanya tidak mungkin kami memanggil dan melobi musisi jalanan dalam waktu 1 hari. Akhirnya dengan inisiatif tinggi, kami dari tim acara sepakat untuk menghandle sendiri acara tersebut.

Kini sampailah kita pada hari yang ditunggu-tunggu, Sabtu 4 Juli 2009. Bertempat di halaman kantor kecamatan Prambanan, acara dimulai tidak terlalu jauh dari waktu yang diagendakan. Namun Camat Prambanan tidak bisa menghadiri acara ini karena pada waktu bersamaan juga ada agenda di tempat lain, sehingga sambutan diberikan oleh salah seorang staf kecamatan.

Acara dilanjutkan oleh materi tentang sosialisasi pemilu yang diisi oleh KPU Kabupaten Klaten. Terima kasih kami ucapkan kepada tim humas atas usahanya untuk melobi KPU sehingga mereka bersedia untuk mengisi materi pada acara ini.

Pada waktu yang bersamaan, badut Mr. Contreng juga melaksanakan tugasnya. Badut ini ditempatkan di pinggir jalan di depan kantor kecamatan, untuk membagi-bagikan brosur dan publikasi tentang sosialisasi pemilu. Tidak hanya di depan kantor kecamatan, untuk lebih menarik minat masyarakat maka badut juga bergerak menuju kantor pos, sembari membagi-bagkan brosur di sepanjang perjalanan menuju kantor pos.

Setelah materi dari KPU, acara masuk kepada intinya, yaitu drama parodi pemilu. Alhamdulillah, hanya dalam waktu kurang dari 48 jam dan latihan kurang dari 6 kali, acungan jempol patut diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam drama ini, khususnya para pemainnya yang telah dengan senang hati membawakan perannya masing-masing.

Drama ini terbagi menjadi 3 babak. Babak pertama berkisar tentang DPT, kisruh yang terjadi seputar DPT, dan penjelasan singkat megenai DPT. Babak kedua menceritakan tentang sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa KKN kepada masyarakat setempat, termasuk pembahasan mengenai teknis dan tata cara penyontrengan. Babak ketiga yang juga sebagai babak terakhir, menggambarkan tentang simulasi pemilu pada hari H. Disini diceritakan tentang hal-hal yang mungkin terjadi pada pelaksanaan pemilu, seperti masalah manula, pemilih yang curang, surat suara yang rusak, dan lain sebagainya.

Secara umum dapat dikatakan bahwa drama ini adalah bagian paling menarik dari keseluruhan acara. Mengingat singkatnya waktu yang ada untuk persiapan, namun ternyata hasil yang ditampilkan adalah sangat-sangat luar biasa. Demikian juga dengan masyarakat yang tampaknya juga cukup tertarik tehadap drama ini, terlihat dari antusiasme dan ekpresi mereka ketika menyaksikan adegan demi adegan dalam drama ini. Sekali lagi, angkat topi setinggi-tingginya untuk seluruh pihak yang telah terlibat disini!

Drama ditutup dengan ajakan kepada masyarakat supaya jangan lupa menyontreng sekali saja pada Pilpres 8 Juli 2009. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi hiburan. Sesi hiburan ini awalnya ingin diisi oleh rekan-rekan musisi jalanan. Namun karena adanya perubahan jadwal secara mendadak yang tidak memungkinkan untuk melobi musisi jalanan, tim acara berinisiatif untuk mengisinya sendiri.

Akhirnya tim acara pun menghandle sendiri sesi hiburan ini. Membawakan 2 buah lagu dengan tema terkait pemilu presiden. Yang pertama adalah lagu berjudul “Manusia Setengah Dewa” milik Iwan Fals, sementara lagu yang kedua bisa dikatakan cukup spesial. Kenapa? Karena lagu tersebut adalah lagu ciptaan sendiri!

Terkait dengan pemilu, salah seorang peserta KKN kecamatan Prambanan bernama C-Kink (Teknik Nuklir 2006) pernah menciptakan sebuah lagu bertema pemilu dengan judul “Pemilihan Umum”. Lagu inilah yang dibawakan sebagai lagu kedua pada acara tersebut. Isi lagu ini secara umum berisi tentang sosialisasi pemilu dan ajakan kepada seluruh pendengar untuk menggunakan hak pilihnya dan memilih pilihan yang terbaik untuk semua. Respon masyarakat, khususnya undangan dari KPU, tampaknya cukup tertarik kepada lagu ini. Tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti lagu ini akan diminta oleh KPU untuk menjadi jingle pada pemilu-pemilu selanjutnya.

Dua lagu telah selesai dibawakan dan kini tibalah kita di penghujung acara. MC pun segera masuk dan menutup acara ini. Tidak lupa ucapan terima kasih disampaikan oleh MC mewakili panitia kepada seluruh undangan dan masyarakat yang hadir, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyiapkan acara ini. Semangaaaaaaatttt!!!

 

Evaluasi

 

Secara keseluruhan, apa yang terjadi pada hari Sabtu di kantor kecamatan tersebut adalah luar biasa. Mengapa kami berani mengatakan luar biasa, adalah karena dalam persiapan yang sangat-sangat singkat, ternyata hasil yang diberikan dapat dikatakan istimewa, tidak dipengaruhi oleh singkatnya waktu yang ada. Kerja keras dan semangat seluruh panitia, khususnya seksi acara dan para pemeran drama patut diberikan apresiasi tinggi. Demikian juga dengan inisiatif, improvisasi dan spontanitas-spontanitas lainnya yang terjadi selama jalannya acara.

Jadi mungkin secara umum tidak ada evaluasi secara mendetail terkait seksi acara dan jalannya acara secara keseluruhan. Justru ucapan terima kasih sebanyak-banyaknya kami sampaikan khususnya kepada seluruh kepala yang terlibat di dalam acara ini. Ayo mari kita tepuk tangan untuk kita semua. Plok plok plok plok plok…

 

Kritik dan Saran

 

Sekalipun tidak ada evaluasi secara mendetail terkait seksi acara, namun kritik dan saran harus tetap diberikan, demi me-review apa yang telah kita lakukan selama ini adan supaya kesalahan dan kelalaian yang mungkin terjadi di hari kemarin tidak kita ulangi lagi di keesokan hari.

  1. Sekalipun sangat mendasar, namun komunikasi dan koordinasi antara setiap panitia adalah hal yang sangat penting. Segala informasi dan gagasan yang ada di pikiran kita tidak akan pernah diketahui oleh orang lain jika kita tidak pernah mengkomunikasikannya. Begitupun dengan kesepakatan yang membutuhkan persetujuan beberapa pihak, perlu ada koordinasi mendalam disana.
  2. Kemampuan dan skill setiap orang tidaklah sama. Dalam artian, ada orang yang telah banyak mengerti akan satu hal, dan ada orang yang kurang paham terhadap hal tersebut. Sehingga perlu ada bimbingan dan arahan antara satu sama lain, serta untuk saling melengkapi kealpaan yang mungkin terjadi.
  3. Rencana yang kita inginkan seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu kita perlu menyiapkan rencana-rencana cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Semangat dan optimisme setiap panitia harus selalu dijaga. Kendala apapun yang terjadi, harapannya tidak akan menyurutkan gerak langkah kita ke depannya. Sesuai prinsip “the power of kepepet”, kadangkala justru dalam situasi mendesak, kita akan mengeluarkan kemampuan besar yang tersembunyi yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Dan Alhamdulillah, hal itu terjadi pada kepatiaan ini.

 

Kiranya demikianlah kritik dan saran yang dapat kami berikan. Semoga kritik dan saran ini dapat membuat kita berkembang menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya. 

 

Ucapan Terima Kasih

 

Penulis atas nama C-Kink, mewakili Ainur Rokhim selaku koordinator seksi acara yang sesungguhnya, dengan ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

–          Allah swt Ar-Rahmaan Ar-Rahiim Ar-Razaaq As-Salaam. Segala puji sebesar-besarnya hanya untuk-Mu Ya Allah karena telah mempertemukan kami semua di bumi Prambanan-Mu dalam satu kepanitiaan bersama. Semoga kebersamaan kami tidak hanya berlangsung di KKN ini, tapi juga bertahan sampai di surga-Mu nanti.

–          Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah ada. Semoga suatu saat nanti Insya Allah kami semua dapat berjumpa denganmu ya Rasul.

–          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang dengan ikhlas dan penuh kasih sayang telah mendidik dan merawat anak laki-laki satu-satunya ini sehingga bisa menjadi seperti ini.

–          Ainur Rokhimin yang akrab dipanggi Imin, eh Nura alias Cinta Flora, selaku rekan kerja di tim acara selama 1 minggu full. Koordinator acara dan otak dibalik suksesnya drama yang kami tampilkan. Pertahankan semangatmu anak muda, dan tetaplah tersenyum menghadapi semua rintangan yang ada. Semangaaaaat!!!

–          Nike Octavianti Prasakti yang telah bergadang semalaman hanya untuk membuat kostum Mr. Contreng yang penulis kenakan pada saat acara berlangsung. Kostum itu menjadi saksi bisu kegigihanmu menjalankan hari-harimu.

–          Yudithstiro Narendrasmoro dan Reza Putra Perdana atas kesediaannya membimbing seluruh anggota unit masing-masing.

–          Lies yang dengan ikhlas bersedia untuk menjadi vokalis dalam sesi hiburan, dan bersedia untuk mempelajari lagu “Pemilihan Umum” dalam waktu kurang dari 1 hari.

–          Seluruh pihak yang terlibat dalam pementasan drama: Wisnu, Tika, Arya, Fentra, Nanda, Ilham, Poy, Ucup, Wahyu, Muhaimin, Ichsan, Nawang, Mega, Juita. Kalian semua adalah manusia luar biasa.

–          Kiki dan Catur yang cuap-cuap di memandu jalannya acara.

–          Wurya, Dian, Hanif dan seluruh rekan-rekan seksi perlengkapan yang mampu bergerak dengan cepat dan tepat.

–          Fathi atas usahanya bergerak kesana-kemari melobi instansi-instansi terkait.

–          Riris, Rani, Oki dan Arul yang setia menunggu di meja registrasi.

–          Fafa dan Dyah atas suguhan konsumsinya.

–          Didi yang dengan semangat menemani Mr Contreng bergerak menelusuri jalan Solo untuk membagi-bagikan brosur.

–          Danil, Banu, Nunu, Irfan dan seluruh tim dokumentasi yang telah mengabadikan momen-momen bahagia sepanjang jalannya acara.

–          Seluruh rekan KKN kecamatan Prambanan unit Utara dan unit Selatan yang namanya tidak mungkin disebut satu persatu disini, atas dorongan dan semangatnya untuk membuat acara ini tetap berjalan dengan sebaik-baiknya.

–          Seluruh undangan dan masyarakat setempat atas perhatiannya kepada acara ini.

–          Seluruh perangkat kecamatan dan perangkat desa yang dengan ramah telah menerima eksistensi kami di bumi Prambanan.

–          Serta seluruh pihak lainnya yang tidak mungkin dapat kami sebutkan namanya satu persatu. Sekecil apapun jasa kalian, itu sangat berarti bagi kami semua.

 

Demikianlah LPJ ini dibuat dengan sebaik-baiknya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dengan harapan supaya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk kehidupan hari ini, esok hari dan di masa yang akan datang nanti. Semoga persaudaraan kita semua tidak hanya berakhir sampai disini. Sekalipun hari ini kita semua pernah berkumpul bersama di tempat ini, namun berjanjilah bahwa suatu hari nanti kita semua akan berkumpul seperti ini lagi di surga-Nya yang abadi. Insya Allah.

 

 

Cucukan, 9 Juli 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s