MyFirstRomanNovel

Pendahuluan untuk Mendahulukan yang Perlu Didahulukan oleh Si Pendahulu

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Inilah dia, novel yang pertama kali aku bikin, yang penuh dengan ke-jayus-an. Novel ini bercerita tentang Rizky, seorang pemuda yang masih polos dan lugu, dan Nirina, seorang gadis yang orangnya begini dan begitu. Sebenernya, novel ini aku buat di akhir bulan April tahun 2004 di bindernya Dicky “Baba” Firmansyah bin Bambang Vespa. Namun karena membludaknya permintaan pembaca, novel ini aku cetak ulang di bulan Agustus 2004, tentunya dengan beberapa perubahan. Dan hari ini di bulan September 2009 pun aku mencetak ulang kembali novel ini untuk dimuat dalam blog. Kalo udah penasaran, silahkan baca aja nih novel. Kalo pengen liat versi aslinya, baca aja yang di bindernya Dicky.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rizky dan Nirina

“Ada cerita tentang aku dan dia

Saat kita bersama saat dulu kala”

Itulah tadi sebait potongan lagu “Semua Tentang Kita” yang diciptakan oleh Peter Pan. Ya, saat ini Rizky sedang gundah gulana gegap gempita, karena dia merasa begitu jauh dengan Nirina, meskipun mereka berua tinggal di satu kota.

Lalu Rizky mengenang masa lalunya yang dihabiskan bersama Nirina di SMP 2 dulu. Terkadang ia tertawa, merenung, bersedih, menangis dan berteriak-teriak bagaikan orang gila saat mengenang masa lalunya. Dia mengenang saat-saat mereka berdua bermesraan di bawah pohon toge di depan kelas. Saat SMP dulu, Rizky dan Nirina memang selalu berdua bersama, tidak pernah bertiga, karena memang hanya ada mereka berdua. Di saat-saat berdua seperti itu, Rizky merasa sangat bahagia, seakan-akan dunia ini hanya milik mereka berdua, orang lain hanya numpang ngontrak, udah gitu bayarannya suka nunggak.

Rizky mengenang kembali saat-saat indah itu. Layaknya orang pacaran, mereka berdua lirik-lirikan, cubit-cubitan, tonjok-tonjokan, tampol-tampolan dan tendang-tendangan (pacaran apa berantem?). Di kejauhan, orang-orang hanya mampu memandang dengan iri kedua sejoli yang sedang dimabuk alkohol, eh maksudnya dimabuk cinta ini.

Tapi itu dulu. Sekarang, Nirina sudah tidak dapat berada di sisi Rizky lagi. Ya, apa boleh buat. Itu semua terjadi karena otak Rizky tidak sebanding dengan otak Nirina, sehingga Rizky sekolah di SMAN 1 Depok, sedangkan Nirina sekolah di sekolahnya di sana entah dimana.

Bosan dengan lagu “Semua Tentang Kita”, Rizky lalu mengganti kasetnya. Kini dia mendengarkan lagu “Tak Bisa Memiliki” ciptaan Dygta.

“Aku tak bisa memiliki menjaga cintamu

Walau sesungguhnya hatiku mencintaimu memilikimu”

Rizky menghayati lagu itu sepenuh hati. Uh, betapa menyedihkan kisah cintanya. Kemudian HP Rizky berdering. Di situ tertulis nama “Lovely Nirina”. Wah, panjang umur nih orang. Baru diomongin kok langsung nelpon. Tanpa menunggu dering HP lebih lama lagi, Rizky segera mengangkatnya, dan suara di ujung sana adalah suara Nirina.

Nirina : “Richard!”

Rizky : “Buset dah keren amat! Nama gue Rizky, bukan Richard”

Nirina : “Eh, Rizky!”

Rizky : “Weits, salam dulu dong! Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nirina : “Oh iya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Rizky : “Ada apa, Nirina?”

Nirina : “Huhuhu….. Huhuhu…. Huhuhu….. (nangis)”

Rizky : “Loh Nirina, jangan nangis!”

Nirina : “Hahaha….. Hahaha….. Hahaha….. (ketawa)”

Rizky : “Eh, kok malah ketawa?”

Nirina : “Huhu….. Huek….. Huek….. Cuih….. (muntah)”

Rizky : “Oi, yang bener dong!”

Nirina : “Rizky, kita ketemuan sekarang! Penting!”

Rizky : “Dimana? Di hotel?”

Nirina : “Kurang ajar! Di tempat mangkal, Cafe Mawar!”

Rizky : “ Sip! Kapan?”

Nirina : “Sekarang. Udah ya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Rizky : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”

Suara di sana terputus. Walaupun mereka berdua cukup dekat, tapi mereka sangat hemat dalam bertelepon. Mereka hanya bicara seperlunya saja, sedangkan yang tidak perlu ya tidak mereka bicarakan.

Kini hati Rizky menjadi berbunga-bunga sampai tumbuh jadi buah. Akhirnya, ia dapat melampiaskan rasa rindunya. Segera saja ia berganti baju. Ia mengenakan celana setan (temennya celana jin) ukuran triple XL dan atasannya adalah baju sepakbola klub Juventus dengan nama punggungnya “Rizky”.

Lalu ia menuju cermin, menyisir rambutnya dan menyemprotnya dengan hair spray. Tapi dia salah ambil. Dia malah menyemprotkan Baygon ke rambutnya. Untung Baygon itu rasa strawberry, jadi rambutnya malah menjadi wangi dan kutu-kutu di rambutnya jadi mati semua.

Setelah semuanya siap, tanpa basa-basi lagi karena emang udah basi, dia segera pergi menuju Cafe Mawar naik angkot D04. Di perjalanan, dia melihat C-Kink yang sedang dikerubuti fansnya. Ya, C-Kink adalah seorang pria tampan temannya Rizky di SMAN 1 Depok.

Setelah perjalanan di dalam angkot yang terasa sangat lama, akhirnya Rizky sampai di Cafe Mawar. Di cafe itu, Nirina belum datang. Sambil menunggu kedatangan Nirina, Rizky memesan sebotol Teh Botol Sosro untuk melepas dahaga. Rizky memang punya pendapat, yaitu: “Siapapun ceweknya, minumnya tetap Teh Botol Sosro!”. Tak lupa, dia juga meminta struk pembeliannya. Siapa tau bisa dapet hadiah (promosi banget deh!).

20 menit telah berlalu, tapi Nirina masih belum memperlihatkan batang hidungnya yang nggak mancung. Rizky menjadi gelisah geli-geli basah. Berkali-kali ia melirik jam tangannya yang harganya selangit. Keringatnya bercururan deras, sampai-sampai membanjiri kota Jakarta. Tapi Rizky tetap sabar dan setia menunggu kedatangan Nirina. Karena Rizky tau, Nirina tidak berbohong.

Tiba-tiba, sepasang kaki melangkah ke meja Rizky. Rizky menjadi tersentak. Namun setelah melihat bahwa sepasasang kaki itu sangat dekil dan tidak ada mulus-mulusnya, Rizky menjadi santai lagi. Dia menyapa orang itu, “Hai. Iwan!”

Iwan, yang memiliki sepasang kaki butut itu, membalas sapaan Rizky dengan senyumannya yang cool abis. Lalu dia duduk di sebelah Rizky sambil mengangkat kakinya ke atas meja layaknya seorang bos.

Rizky tidak keberatan Iwan duduk di sebelahnya. Sambil menunggu kedatangan Nirina, Rizky berbincang-bincang dengan Iwan. Banyak hal yang mereka perbincangkan, seperti:

– Peluang kesebelasan AC Parma meraih scudetto,

– Giancarlo Fisichella si juara dunia F1, dan

– Cinta segitiga antara C-Kink, Asmirandah dan Nia Ramadhani.

Mereka berdua terlibat perbincangan yang cukup alot. Sudah 20 menitan mereka berbincang-bincang, tapi Nirina masih belum nongol juga. Dan mereka melanjutkan perbincangan itu.

Tak lama kemudian, Iwan hendak pamitan. Dia masih harus pergi ke tempat lain karena dia adalah tipe orang yang sangat sibuk yang punya banyak kerjaan. Sebelum pergi, Iwan minta mau minjem duit ke Rizky.

“Rizky, gue minjem duit dong. Nggak usah banyak-banyak, goceng aja buat ongkos!”

“Kagak ah, gue juga lagi bangkrut nih!”

“Yah, pelit lu! Cuma goceng doang!”

“Ogah amat! Minta aja sama Bapak lu!”

Rizky dengan tegas menolaknya. Tapi Iwan tetap saja meminta dan merayu-rayu Rizky dengan bermacam-macam fitnahan, seperti: Rizky ganteng, Rizky langsing, Rizky pinter dan lain-lainnya. Tapi Rizky tetap menolak permintaan Iwan.

Lalu Iwan mulai meluncurkan jurus tangan. Tangannya meraba-raba, memeluk-meluk dan memegang-megang tubuh Rizky sambi merayunya. Pokoknya, udah mirip banget sama orang lagi homoan. Namun Rizky tetap pada pendiriannya. Dia menolak permintaan Iwan dengan tegas.

Tiba-tiba Nirina datang. Dia langsung menuju ke mejanya Rizky. DIa sangat terkejut melihat Rizky sedang berdua-duaan dengan seorang lelaki, udah gitu pake peluk-pelukan segala. Dia kira Rizky itu… … … … … . Nirina berteriak, “Rizky! Ternyata selama ini aku telah salah menilaimu!”. Lalu Nirina berlari keluar meninggalkan Cafe Mawar.

Rizky yang melihat Nirina, langsung salah tingkah. Rizky beranjak dari kursinya, meninggalkan Iwan. Dia keluar cafe mengejar Nirina untuk memberikan penjelasan. Setelah mencari kesana-kemari, akhirnya dia menemukan Nirina sedang menangis tersedu-sedu di sebelah tong sampah. Rizky menghampirinya.

“Nirina… Dengar dulu penjelasanku”

“Uhuhuhu… Tak usah, aku benci padamu!”

“Itu salah paham Nirina. Dengar dulu… “

Tiba-tiba Iwan datang. Rupanya Iwan juga mengejar Rizky. Dia berkata, “Rizky, lu jadi minjemin gue duit nggak?”

Mendengar perkataan Iwan barusan, Nirina mulai mengerti. Otak Nirina memang nggak kalah sama otaknya Om Einstein. Baru denger satu kalimat aja, dia langsung mengerti bahwa Iwan sedang berusaha untuk meminjam duit Rizky. Tangis Nirina mulai mereda. Dia tersenyum dan segera memeluk tubuh Rizky. Pluk… Aaaaaah…

Rizky yang tidak menyangka akan dipeluk Nirina, langsung bersemangat. Jakunnya naik turun. Tegangannya naik mencapai 200 kilovolt. Celananya menjadi sempit (?????). Lalu dibelai dan diusap-usapnya rambut Nirina yang kalo keramas pake Clear anti ketombe.

“Nirina, kamu mengerti kan?”

“Ya, maafkan aku…”

Mereka berdua bermesra-mesraan kembali seperti saat SMP dulu. Iwan yang merasa dicuekin, langsung berjalan gontai meninggalkan kedua sejoli itu. Kemudian mereka berjalan-jalan di jalan Mawar, jalan kenangan mereka saat SMP dulu. Mereka bernyanyi-nyanyi:

“Sepanjang jalan kenangan kita s’lalu bergandeng tangan

Sepanjang jalan kenangan kau peluk diriku mesra”

Mereka berdua berpelukan, persis kaya di film-film India. Gerimis mulai turun namun mereka telah larut dalam kebahagiaannya.

“Hujan yang rintik-rintik di awal bulan itu

Menambah nikmatnya malam syahdu”

Kedua sejoli ini semakin bertambah mesra. Dinginnya hujan tidak terasa, telah tertutupi oleh kehangatan yang mereka rasakan, yang hangatnya lebih hangat daripada kompor gas maupun knalpot mobil. Bahkan, David Beckham dan Victoria Adams juga masih kalah mesranya (tapi RIzky masih kalah gantengnya).

Tiba-tiba agak jauh di depan mereka, berdiri seorang lelaki yang gagah dan tampan yang bermana Baja. Baja adalah teman SMP-nya Rizky dan Nirina. Dia sudah lama tidak bertemu dengan Rizky, sehinga dia merasa kangen. Kal ini mereka bertemu lagi dan Baja berlari menghampiri Rizky sambil berteriak, “SEEETAAAAAAAAANN…!!!”

Eh salah, maksudnya berteriak, “RIZKYYYYYYYYYY…!!!”

Rizky yang juga sudah lama tidak bertemu Baja, membalas perbuatannya. Dia merentangkan tangannya dan berteriak, “BAJAAAAAAAAAAAA…!!!”

Baja berlari menghampiri Rizky. Dan mereka berpelukan layaknya dua orang pejuang yang bertemu kembali setelah bertempur di medan perang. Mereka bertiga berbincang-bincang tentang masa SMP dulu. Banyak hal yang mereka perbincangkan, seperti:

– Kesebelasan Chelsea yang tak terkalahkan di Eropa,

– Band J-Rock yang meraih MTV Music Award, dan

– C-Kink yang pernah menolak Nikita Willy, Revalina dan Gita Gutawa dalam satu waktu (bukan menolak cintanya, tapi menolak untuk dijadikan pembantu oleh mereka).

Lama kemudian, akhirnya Baja melanjutkan kembali perjalanannya. DIa meninggalkan Rizky dan Nirina. Dan, Rizky dan Nirina melanjutkan kembali perjalanan cinta mereka.

(hampir) TAMAT

Catatan:

Sebenernya novel ini masih ada lanjutannya. Tapi karena naskah aslinya ada di bindernya Dicky dan aku nggak tau dimana sekarang beliau (baca: naskahnya, bukan Dicky) berada, jadi hanya sejauh ini-lah arsip yang aku punya. Mohon maaf atas segala ketidaknyamanannya. Ayo rame-rame kita cari dimana beliau (baca: Dicky, bukan naskahnya) berada untuk kita palakin naskah aslinya!

Ucapan Terima Kasih

Atas (hampir) selesainya novel roman pertama ini, C-Kink bersedia untuk mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

– Allah swt, tiada Tuhan selain Engkau ya Allah.

– Muhammad Rasulullah saw, manusia yang tiada tandingannya.

– Pudji Indrawati dan Astoto Slamet, pasangan paling berbahagia di muka bumi.

– Rizky Haryadi dan Konita Sabrina selaku sumber inspirasi dalam membuat cerita yang nggak jelas ini.

– Iwan Argosusilo dan Raja Tomala yang menjadi figuran di cerita ini.

– Dicky FIrmansyah yang bindernya rela dicoret-coret tulisan aneh kaya gini.

– Seluruh anak-anak Dinasty SMAN 1 Depok angkatan 2003/2004 atas jasanya mendukung dan menyukseskan serta mempopulerkan cerita ini.

– Dan kamu-kamu semua yang udah rela membuang-buang waktu cuma untuk baca coretan ajaib ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s