RenunganPojokKPTU

Hari ini aku duduk seorang diri di Plaza KPTU. Meninggalkan kuliah Penerapan Radiasi di Industri yang hari ini dibatalkan karena hanya dihadiri oleh 3 dari 15 mahasiswa, dimana 12 orang sisanya masih menjalani KKN di lokasinya masing-masing. Berteman laptop dihadapanku yang dari tadi nggak selesai-selesai donwload update-an AVG. Dan handphone nokia 6681 yang sengaja kugeletakkan di sebelahnya, berharap ia akan berdering dengan memunculkan tulisan “1 new message” di layarnya.

Aku melihat sekeliling. Di hari terakhir bulan Agustus ini, mahasiswa baru sedang menjalani minggu-minggu pertama perkuliahannya. Eksistensi mereka di kampus teknik ini dapat terlihat dengan sangat jelas. Bukan karena rambutnya yang sebagian besar masih cepak sisa Ospek kemarin, tapi lebih karena mereka yang selalu bergerak secara BERGEROMBOL dalam rombongan-rombongan tertentu. Grombol… Grombol… Grombol…

Adalah hal yang wajar bagi para mahasiswa baru untuk bergerak dalam rombongan, khususnya rombongan teman-teman dari 1 jurusan. Kenapa? Karena dengan umur mereka yang baru seumur jagung di kampus Teknik ini, jumlah teman yang mereka miliki baru segelintir aja. Kalo bukan temen Jurusan, temen Ospek, ya temen kosan atau temen SMA yang sama-sama kuliah disini. Demikian juga dengan kampus Teknik ini yang merupakan lingkungan baru bagi mereka. Jadi kemanapun mereka melangkah, sangat jarang mereka bergerak sendiri-sendiri. Kecuali kalo mau ke toilet.

Dulu, aku pun demikian. Bersama anak-anak nuklir 2006, kita selalu bergerak secara bersama-sama. Mau ke bagian pengajaran, bergerak bareng-bareng. Mau daftar praktikum di MIPA, jalan kesana bareng-bareng. Mau daftar kuliah umum di Fakultas, naik ke atas bareng-bareng. Mau makan di burjo juga bareng-bareng. Cuma sayang aja kita nggak diizinin untuk nemenin Ayu Hayu dan Mega ke kamar mandi bareng-bareng…

Betapa di masa-masa awal perkuliahan dulu, kebersamaan dan kekeluargaan antar temen-temen seangkatan masih terasa sedemikian besarnya. Tak pernah kaki kita melangkah sendiri, pasti ada saudara kita yang menemani. So sweet banget dah ah…

Kini aku telah memasuki tahun ke-4 perkuliahanku. Sudah 3 kali aku melihat mahasiswa-mahasiswa baru datang ke kampus ini. Aku sudah tidak muda lagi. Umurku telah menua, dan kini aku telah memasuki tahun-tahun terakhir perkuliahanku. Bagaimana anak-anak angkatan 2009 melihatku saat ini, adalah sama dengan bagaimana aku melihat kakak-kakak angkatan 2003 di waktu dulu.

Dan apa yang terjadi dengan anak-anak nuklir 2006? Sebagaimana manusia pada umumnya, setelah menjalani tahun-tahun yang penuh pengalaman, kini kita telah menemukan dunia kita masing-masing dan telah bergerak dengan caranya masing-masing. Sudah jarang lagi kita bergerombol bersama-sama, kecuali beberapa perkuliahan di kampus atau untuk momen-momen tertentu yang memang kita rencanakan sebelumnya.

C-Kink yang di semester 1 dulu meraih IP paling tinggi seangkatan (woooooo pamer!), kini telah disibukkan dengan BEM dan dunia tulis-menulisnya.

Hasan yang dulu kosannya dijadikan basecamp, kini telah disibukkan dengan usaha bisnisnya dan niatnya memperdalam ilmu agama.

Herlambang si ketua angkatan, kini telah menikah dan berkeluarga dengan 1 orang anak perempuan yang baru brojol bulan Agustus lalu.

Aji Kurniadi yang hanya menjalani 1 tahun di Teknik Nuklir, kini telah berbahagia menjalan kuliah di Fisipol yang dipenuhi dengan pemandangan-pemandangan penyejukk mata.

Nanda yang dulu hobi keramas (sampe sekarang pun masih hobi), kini disibukkan dengan bisnis konveksi dan permainan sahamnya.

Ayu Hayu dan Mega yang dari dulu sibuk ngecengin C-Kink, sampe sekarang masih tetap sibuk dan nggak kenal menyerah untuk selalu ngecengin C-Kink…

Ichsan yang dulu paling eksis sendiri di kampus, kini kita semua nggak ada yang tau dia lagi sibuk ngapain.

Fariz yang dulu giat menjadi seorang ahli nuklir, kini telah menjalani kehidupannya yang baru sebagai seorang Disc Jockey dengan penghasilan jutaan rupiah per manggung.

Prima yang dari dulu sibuk belajar, sampe sekarang juga masih tetep sibuk belajar (sekali-kali main wuoy, jangan belajar melulu).

Begitupun juga dengan anak-anak nuklir 2006 sisanya, Rully, Aji, Hanung, Leo, Mariano, Taufik, Sekar (loh?), Widi, Ari, Sazar, Saga dll. Yang namanya nggak kesebut jangan marah ya…

Kini, telah lebih dari 3 tahun aku menjalani perkuliahan di Teknik Nuklir ini. Apa kabar mereka semua? Masihkah kita memiliki semangat untuk menyukseskan nuklir di Indonesia, sebagaimana semangat kita sewaktu kita masuk Teknik Nuklir dulu? Masihkah kita berikrar untuk menegakkan kedaulatan PLTN di bumi Ibu Pertiwi?

Dan sebelom semua itu terjadi, mari kita selesaikan perkuliahan kita di Teknik Nuklir ini untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik, bersama-sama!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s