DiaMasihBerlari

Jogjakarta, Minggu 30 Agustus 2009

Malem-malem, pulang dari ngurusin Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK) KKN Sub Unit Cuk-Cuk-an yang bener-bener juuuaancuk, serta setelah mampir di Sate Padang Chaniago buat ngebungkus 2 porsi sate padang, akhirnya aku tiba di kos-kosan paling kueeerrrreeeen sak dunyo-akhirat, Karangwuni C-19, dengan selamat sehat wal-afiat. Plus dipenuhi aura-aura bahagia karena LPK itu akhirnya selesai juga.

Aku lihat jam dinding, waktu menunjukkan pukul 19.30 lebih sekian menit. Tanganku yang kekar dan berotot ini dengan tangkas langung menyalakan televisi di kosan dan memindahkan channelnya ke Global TV yang sedang menyiarkan olahraga paling makjrot abad ini: Balap mobil Grand Prix Formula 1!

Brrruuuummm… Brrrruuuummm… Ngueeeeengggg… Deru mesin F1 berpacu membahana dan menggema di kamar kosku. Di layar, mobil-mobil F1 yang terlihat seperti mainan tampak saling berlomba beradu cepat. Sayang aja Global TV ku warnanya item putih, jadi mobil-mobil di layar warnanya kelihatan sama semua, nggak ketauan mana yang Ferrari, mana yang Mclaren, Brawn GP, Renault, dll. Sementara aku segera membuka porsi pertama sate padangku untuk aku nikmati dengan sebungkus keripik pedes. Sruuupuut… Nyam nyam…

Selang beberapa saat, layar televisi menampikan urutan posisi sementara pada balapan yang berlangsung di Spa-Franchorchamps, Belgia ini. Posisi pertama dipegang si iceman dari Finlandia, Kimi Raikkonen. Ah itu mah udah biasa, secara gitu dia naik Ferrari, walaupun tahun ini sinarnya agak-agak redup gara-gara ketutupan sama cahaya dari Brawn GP dan Red-Bull.

Pas baca siapa yang di posisi kedua, aku sedikit terkejut. Kenapa? Karena ada nama Giancarlo Fisichella disana! Wuaouw, surprise!

Kenapa bisa kaget? Ya wajar aja lah, sejak pindah ke tim debutan Force-India dari tahun 2008 kemaren, Fisichella dan Force-India nya kan langganan papan bawah. Tahun lalu di tahun pertamanya mengikuti F1, Force-India mengakhiri musim dengan 0 poin. Begitupun dengan tahun ini, telor itu masih belom pecah. Jadi ketika melihat ada nama Fisichella di belakang Raikkonen, benar-benar suatu karunia yang luar biasa! Meskipun aku nggak ngerti tadinya Fisichella start dari posisi berapa dan gimana ceritanya kok dia bisa nyasar di posisi 2. Harusnya kan di posisi 1 ya! Huohohohoho…

(catatan: 1 hari setelah tulisan ini selesai ditulis, akhirnya aku baru tau kalo ternyata Fisichella dapet pole position di balapan ini! Luar biasa!)

Balapan masih menyisakan 22 lap lagi dari total 44 lap. Jarak antara Fisichella dan Raikkonen pun sangat deket, nggak sampe 1.1 detik. Dan jarak antara Fisichella dengan Fernando Alonso di posisi ke-3 ada sekitar 2.7 detik. Artinya masih ada peluang buat Fisichella naik podium di balapan kali ini. Aku sendiri pun sudah berharap besar supaya itu terjadi, mengingat terakhir kali Fisichella naik podium adalah di tahun 2006 kemaren waktu masih di Renault.

Bapalan terus berlangsung. Lap demi lap telah terlampaui dan Fisichella serta Raikkonen masih saling kuntit-menguntit dengan jarak nggak pernah lebih dari 1.4 detik. Sementara di belakangnya Alonso udah mesti out gara-gara bannya bermasalah, dan kini ada Sebastian Vettel di posisi ke-3 dengan terpisah jarak sekitar 5 detik.

Sampai pada akhirnya balapan tinggal menyisakan beberapa lap lagi. Fisichella masih terus menguntit Raikkonen. 4 lap lagi. Posisi masih sama. 3 lap lagi. Posisi masih tetep sama. Sementara jauh di belakang, mesin mobil Rubens Barichello terlihat mengeluarkan asap, pertanda mesin akan jebol dan terjadi kebocoran oli. Tapi Barichello masih bisa melanjutkan balapan dengan kecepatan yang agak dikurangi. Aku pun khawatir dengan keadaan Fisichella, jangan sampe terjadi sesuatu yang bisa menggagalkan podium pertamanya bersama Force-India ini.

2 lap lagi. Posisi masih juga sama. Final lap. Nggak ada perubahan posisi. Mobil Fisichella pun baik-baik saja. Dan akhirnya, bendera finis dikibarkan, dengan Raikkonen yang pertama kali melintasinya. Di belakangnya, Fisichella mengikuti dengan penuh percaya diri. Yes…!!! Finish…!!! Fisichella juara 2! Alhamdulillah… Allahu akbar…

Dengan penuh kebahagiaan, aku teriak-teriak sendirian di kamar. Nggak lupa juga ditambah dengan loncat-loncatan di kasur sembari mengepalkan tangan ke udara. Dan diakhiri dengan bersujud syukur di lantai kamarku yang hari ini belom disapu. Alhamdulillah, malam ini Fisichella dapet juara 2…

Sekalipun hanya juara ke-2, tapi itu sudah sangat membahagiakan. Ini adalah suatu penantian yang panjang, bukan hanya bagi aku sendiri, tapi juga bagi Fisichella dan bagi Force-India. Mengingat sejak pertama terjun ke balapan F1, Force-India belom pernah sekalipun memperoleh poin. Dan hari ini, akhirnya telor itu terpecahkan oleh tangan Fisichella di balapannya yang ke-224. Bukan hanya memperoleh poin, tapi juga podium pertama. Sekaligus juga ini menjadi podium pertama bagi Fisichella sejak tahun 2006 lalu ketika dia masih berjaya bersama Renault dan Alonso.

Ini adalah sebuah bukti, bahwa meskipun Fisichella berada di tim kecil, namun semangatnya untuk tetap berlari masih tetap ada. Bahwa meskipun Fisichella sudah termasuk pembalap senior, namun kemampuannya untuk terus berlari masih tetap mumpuni. Dan Fisichella, dengan segala pengalaman yang dimilikinya, tetaplah salah satu pembalap hebat yang pernah ada di muka bumi ini. Wooooo narsis!

Aku jadi teringat bahwa dulu aku pernah menciptakan sebuah lagu untuk Fisichella. Ketika itu di awal musim balap 2005, ketika Fisichella baru pindah dari Jordan menjalani balapan perdananya bersama Renault. Di seri pembuka musim 2005 di GP Australia, Fisichella berhasil meraih kemenangan kedua dalam karirnya dengan sangat meyakinkan. Hal ini membuatku terinspirasi untuk membuat sebuah lagu untuk Fisichella. Sebuah lagu berjudul: “Ketika Dia Mulai Berlari”

Maret 2005

Ketika Dia Mulai Berlari

C-Kink

Reff:

Teruslah kau berlari raih semua mimpimu

Tak usah peduli apa yang kan terjadi

Tetaplah kau berlari lanjutkan langkahmu

Bahaga telah menantimu disana

Kulihat dirimu meraih inginmu

Kulihat dirimu mengejar mimpimu

Kulihat dirimu menggapai cintamu

Tak perlu kau ragu-ragu

Ku kan s’lalu mendukungmu

Balik ke reff

Kulihat dirimu mulai berdiri

Kulihat dirimu mencoba berlari

Kulihat dirimu menyatukan hati

Kau tak kan pernah sendiri

Ku kan s’lalu menemani

Mereka tak mengerti

Dan tak mau mengerti

Semua tentang dirimu

Andai mereka tahu

Yang ada di hatimu

Semua tak kan menyangka

Balik ke reff

Aku disini kan s’lali menanti

Suatu saat nanti kau akan menjadi

Yang terbaik bagiku terbaik baginya

Yang terbaik bagi mereka

Terbaik bagi kita semua

***

Teruslah berlari, Fisichella. Berlari untuk hari ini. Berlari untuk esok hari. Berlari untuk lusa nanti. Berlari untuk 1000 tahun lagi…

GO FISICHELLA GO!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s