DiTengahHeningMalam

Sedikit intermezzo. Tulisan ini mulai diketik pada hari Jumat 17 Juli 2009 di sebuah rumah di Dusun Butuh, Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada pukul 01:30 dini hari. Tanpa maksud dan tanpa tujuan, hanya sekedar intermezzo menikmati dinamika KKN yang terjadi. Ditemani oleh bunyi jangkrik yang saling bersahut-sahutan dan bunyi ngorok orang-orang. Groooook… Zzzzzz… Groooook…

Inbox di handphone ku malam tadi kemasukan sms yang bunyinya kaya gini:

“Pak, kami makan tempat lain aja. Habis itu langsung pulang Cucukan. Kalian tadi nentuin tempat makan lama. Belom lagi waktu kami di basement kalian juga lama. Tolong dimengerti 2 hal. Satu, aku lagi sakit batuk, parah lagi. Tapi untuk pergi-pergi 1 unit aku selalu usahain, seperti kemarin malam dan malam ini. Dua, besok pagi aku nyetir motor 4 jam, aku juga harus jaga badanku sendiri.”

Dan aku balas dengan seperti ini:

“Iya aku atas nama pribadi mohon maap sebesar-besarnya. Terima kasih banget atas segala pengertiannya. Maap kalo hari ini udah bikin nggak enak. Hati-hati di jalan.”

Betapa bahagianya menjadi orang yang emosional. Kapanpun kita merasakan sesuatu, maka dengan mudahnya kita bisa menyampaikan apa yang kita rasakan kepada orang lain pada saat itu juga. Apapun yang kita rasakan, dengan mudahnya bisa kita tunjukkan ke orang lain

Sejatinya aku pun ingin seperti itu. Dengan gamblang mampu menunjukkan kepada orang lain, apa yang kita rasakan pada saat ini. Tapi aku menyadari bahwa kepalaku di desain dengan 2 telinga dan hanya 1 mulut. Telingaku di desain untuk pasrah mendengar keluhan-keluhan orang lain. Mulutku di desain untuk menyembunyikan apa-apa yang sedang aku rasakan. Hanya jariku yang didesain untuk lebih banyak bergerak di atas tuts keyboard.

Semua orang punya hak untuk berbicara. Semua orang punya hak untuk menyampaikan pendapatnya. Semua orang punya hak untuk mengutarakan perasaannya. Semua orang juga punya hak untuk mengeluh, meskipun sebaiknya hal ini dihindari. Karena manusia itu diciptakan dengan desain banyak berkeluh kesah dan juga kikir.

Dan karena aku melarang lisanku untuk mengeluh, maka biarlah jari-jemari ini yang mewakilinya.

  1. Satu unit tim KKN tidak hanya terdiri dari 1 atau 2 orang, atau 3 orang. Tapi jauh lebih banyak dari itu. Dalam kelompok besar seperti ini, maka kesendirian adalah hal yang sebaiknya dihindari, jika tidak ada urgensi di dalamnya. Dan janganlah kita bercerai-berai, berpeganglah!
  2. Berdasarkan perhitungan kalender, aku mulai batuk-batuk pada tanggal 16 Juni 2009, yaitu ketika menghadapi UAS. Sampai detik ini, 17 Juli 2009, batuk ini belum juga ilang. Padahal udah 3 kali gonta-ganti obat, mulai dari Nelco Spesial, Vicks 44 sampai Activet (ups nyebut merk!).

Lalu, pernahkah ada yang mendengar aku mengeluh akan batukku ini? Apakah batuk ini menghambat gerak-gerik kehidupan ku? Dan aku mencoba untuk tetap tersenyum, meskipun batuk ini secara perlahan mulai menggerogoti tubuhku dari dalam. Plus ditambah dengan radang tenggorokan, demam, pilek dan bersin-bersin sejak 2 hari terakhir yang Alhamdulillah bisa dilalui dengan F.G Troches dan Enervon-C, serta kadang-kadang Neozep atau Decolgen (wah nyebut merk lagi!).

Tapi itu nggak penting. Ketika orang lain sakit, adalah tugas kita untuk merawatnya dan menjaganya. Namun ketika aku sendiri yang sakit, maka sebisa mungkin jangan sampe orang lain tau bahwa aku lagi sakit. Cukuplah Allah dan diri ini menjadi saksi atas kesakitan yang aku alami. Karena aku nggak mau menjadi sampah hanya karena sakit seperti ini.

Apakah definisi dari sakit? Silahkan menjawab sesuai persepsi masing-masing.

Namun bagiku, sakit adalah salah satu media ujian yang digunakan Allah untuk mengangkat derajat keimanan seorang hamba-Nya. Apakah kita mengaku bahwa kita telah beriman, namun kita tidak diuji?

Serta sakit adalah salah satu media yang digunakan Allah untuk membersihkan dosa-dosa hamba-Nya. Tidakkah Allah menurunkan suatu penyakit pada seseorang, melainkan hal tersebut akan menghapus dosa-dosa kecil pada dirinya. Sekalipun penyakit tersebut hanyalah berupa demam.

  1. Manajemen diri, manajemen pribadi, manajemen waktu, manajemen fisik. Janganlah memaksakan melakukan sesuatu yang emang itu nggak memungkinkan dan justru akan membahayakan. Dan, 1 hari ada 24 jam. Coba kita review kembali, apa aja yang telah kita lakukan selama 24 jam itu? Dapatkah kita membagi porsi dan prioritas, kapan kita harus bekerja, kapan kita harus refreshing, kapan kita harus beristirahat dan kapan kita harus bertindak?
  2. Sekumpulan mahasiswa mengeluh dan mendemo Rektorat, dengan satu tuntutan yaitu “turunkan harga BBM”. Apakah nyambung, antara wewenang Rektorat dengan naik-turunnya harga BBM? Padahal mungkin Rektorat juga sedang dipusingkan oleh harga BBM yang melambung tinggi. Tapi anak didiknya nggak mau mengerti, malah ikut-ikutan menuntut dirinya yang sebenernya juga pengen ikutan nuntut.
  3. Sekali lagi, betapa bahagianya menjadi orang yang emosional. Yang dengan gampangnya bisa menyampaikan kepada orang lain tentang apa yang ia rasakan. Dan betapa sedihnya menjadi orang yang pendiam. Yang hanya bisa diam melihat sesuatu berjalan tidak sesuai keinginannya. Serta hanya bisa diam dan minta maaf mendengar segala keluhan yang dialamatkan kepadanya.

Karena pendiam selalu berada pada posisi lemah. Karena pendiam selalu berada pada posisi kalah.

Udah selesai? Eits jangan salah. Nih masih ada sms lagi.

“Pak, plan b. Kami pulang nunggu kalian. Ngatiyem (bukan nama sebenarnya) nggak mau pulang tanpa kalian. Sebelomnya maaf, Ngatiyem selalu sms ke Watijo (juga bukan nama sebenarnya) karena nggak mau sms kamu sendiri karena alasan pribadi.”

Ah, sedihnya aku. Pendiem, blo’on, lemah, kalah dan cacingan. Betapa hinanya aku ini, bahkan orang lain sekedar mengirim sms ke aku yang hina ini pun enggan.

Setelah itu, tak ada dialog. Tak ada tatapan mata. Dan tak ada suara. Yang ada hanyalah hati yang menangis. Mata yang merintih. Lisan yang membisu. Tenggorokan yang batuk-batuk dan bengek-bengek. Serta hidung yang meler dan penuh ingus. Srooott… Sroott… Dan, laptop ini menjadi saksi atas itu semua.

Di tengah hening malam, Cucukan, 17 Juli 2009, 02:23.

3 Comments Add yours

  1. Ta says:

    I was here…

    1. @eksekutivemuda says:

      ndeso ku juga broo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s