AkibatLedakanItu

Tulisan ini masih ada kaitannya dengan ledakan yang terjadi pada hari Jumat pagi 17 Juli 2009 di Mega Kuningan, Jakarta, tepatnya di hotel JW Marriot dan hotel Ritz-Charlton. Tapi sebelom membaca tulisan ini, mari kita bersama-sama mengutuk para pelaku dan phak-pihak yang berada di balik bom tersebut.
Akibat ledakan itu, belasan bahkan puluhan orang terluka, dan beberapa diantaranya meninggal. Kematian memang pasti akan datang, kapanpun dimanapun dan pada siapapun. Namun harus disadari bahwa nyawa seseorang berada di tangan Allah, bukan di tangan sesama manusia. Lalu mengapa para pelaku peledakan itu membunuh sesama manusia? Pernahkah terbayangkan jika yang menjadi korban tersebut adalah keluarga mereka sendiri? Semoga akhirat akan mengungkapkan cerita yang sebenarnya dan menjadi saksi atas segala yang terjadi.
Akibat ledakan itu, bangunan fisik hancur. Tidak hanya fisik, tapi mungkin juga mental dan psikologis. Bayangkan bagaimana rasanya ketika kita sedang melakukan kegiatan sehari-hari, tiba-tiba ada ledakan terjadi di dekat kita. Bayangkan bagaimana rasanya ketika di pagi hari keluarga kita pamit untuk bekerja, namun ketika pulang yang kita dapati hanyalah tubuh yang telah dipenuhi darah. Bayangkan cacat-cacat lainnya yang mungkin terjadi akibat ledakan ini. Tidakkah para pelaku menyadarinya?
Akibat ledakan itu, citra Indonesia kembali tercoreng. Sudah kesekian kalinya terjadi ledakan bom di Indonesia. Dan entah apa maksud dan tujuan mereka untuk melakukan ini semua. Bukankah kita ingin melihat bangsa ini maju? Bukankah kita ingin melihat bendera merah putih berkibar tinggi mengangkasa? Bukankah kita ingin melihat sang Garuda terbang mewarnai langit dunia? Bangsa ini sudah terpuruk, tolong jangan dibuat semakin terpuruk! Lakukan sesuatu yang positif, jangan hanya menjadi sampah bagi negara ini!
Akibat ledakan itu, kesebelasan Manchester United tidak jadi tampil bertanding di Indonesia. Citra Indonesia sekali lagi telah tercoreng, dan tentunya MU tak akan mengorbankan keselamatan para pemainnya hanya demi mengejar bayaran semata. Dalam hal ini, Malaysia boleh bergembira karena kedatangan MU ke Malaysia sama sekali tidak terganggu dan mereka boleh berbangga menjadi sorotan dunia karena kedatangan tim sekelas MU. Sementara Indonesia hanya mampu menangis dan meratap akibat ulah bodoh para pelaku peledakan.
Akibat ledakan itu, ribuan bahkan mungkin jutaan penggemar MU kecewa. Sudah sejak jauh-jauh hari mereka membeli tiket. Sudah sejak jauh-jauh hari mereka mempersiapkan segalanya untuk pertandingan ini. Namun sekali lagi, kebodohan para pelaku menghancurkan segalanya. Tidak hanya menghancurkan jiwa dan raga para korban serta fisik hotel tersebut, tapi juga menghancurkan mimpi dan harapan para penggemar MU untuk bertatap muka langsung dengan tim kesayangannya. Dan sedihnya, tidak ada yang dapat mereka lakukan selain mengutuk sekeras-kerasnya para pelaku peledakan ini.
Akibat ledakan itu, salah satu provider telepon seluler mengalami kerugian besar. Kita patut berterima kasih karena akhir-akhir ini media massa dan televisi telah diwarnai dengan wajah-wajah pemain MU yang menjadi bintang iklan provider tersebut. Setelah ledakan ini terjadi dan pertandingan itu dibatalkan, adalah hal yang wajar jika provider ini mengutuk mereka yang berada di balik ledakan tersebut.
Akibat ledakan itu, jajaran pemerintah Indonesia dibuat repot. Presiden, menteri, gubernur, TNI, kepolisian, badan intelijen, PSSI dan semuanya kini memiliki 1 beban tambahan lagi, melengkapi beban mereka yang sejatinya tidak sedikit. Perlu berapa kali kita katakan bahwa bangsa ini sudah memiliki sangat banyak permasalahan yang harus dihadapi. Lalu mengapa kita masih harus menambah 1 permasalahan lagi? Pelaku peledakan tidak pernah memikirkan bahwa yang mereka lakukan adalah sangat tidak solutif, dan hanya menambah beban baru bagi bangsa ini.
Akibat ledakan itu, semoga Allah Yang Maha Mengetahui memberikan petunjuk kepada kita semua yang akan menuntun kita kepada kebenaran. Kebenaran akan datang dan kejahatan akan musnah. Sungguh, kejahatan pasti akan musnah. Dan semoga Allah Yang Maha Adil memberikan keadilan bagi kehidupan di dunia ini dan di akhirat nanti.
Akibat ledakan itu, aku menjadi terpancing untuk menuliskan tulisan ini. Aku bermimpi, suatu hari nanti Indonesia akan menjadi negara yang aman, tentram, damai, adil dan sejahtera tanpa perlu ada rasa takut dan cemas di hati seluruh penduduknya. Lalu, kapankah mimpiku ini akan tercapai?

Cucukan 18 Juli 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s