KekonyolanAkhirPeriode

Kekonyolan Akhir Periode: Cincin Emas DPR!

Konyol! Lagi-lagi konyol! 100% konyol! Sumpah konyol! Astagfirullah, konyol!

Seperti biasa, salah satu lembaga paling konyol di negara kita, sebut saja Dewan Perwakilan Rakyat alias DPR (memang nama sebenarnya), semakin hari bertindak semakin konyol dan lebih konyol lagi.

Menjelang akhir masa kepengurusan 5 tahunan mereka sejak tahun 2004 lalu, para anggota dewan yang terhormat mengusulkan untuk memberikan diri mereka sebuah cenderamata atas jerih payah mereka duduk di kursi DPR selama 5 tahun ini. Mereka menginginkan sebuah kenang-kenangan untuk itu. Dan, cenderamata yang mereka usulkan pun tidak tanggung-tanggung, yaitu cincin emas 24 karat sebesar 10 gram untuk setiap orang!

Diperkirakan, total anggaran yang akan dikeluarkan untuk cincin tersebut berjumlah Rp 1,9 miliar untuk ke-550 anggota DPR! Lalu dari mana anggaran tersebut berasal? Tentunya dari anggaran negara. Wuaouw, benar-benar pemborosan yang luar biasa!

Entah apa lagi yang ada di benak para anggota DPR saat ini, apakah mereka tidak pernah cukup dengan semua yang telah mereka terima selama 5 tahun menjabat sebagai wakil rakyat di DPR?  Dengan perkiraan alokasi dana sebesar itu, diperkirakan setiap orang akan mendapat cincin seharga Rp 3,45 juta rupiah.

Mungkin, bagi mereka yang sehari-hari berpergian dengan Mercedes-Benz, angka sebesar itu tidaklah begitu berarti. Tapi taukah mereka bahwa dengan dana sebesar itu bisa untuk membiayai kuliah 1 semester untuk +- 2 orang mahasiswa UGM? Dan dengan keseluruhan dana sebesar Rp 1,9 miliar, maka angka sebesar itu dapat digunakan untuk membiayai perkuliahan 1 semester +- 1100 orang mahasiswa UGM! Bayangkan, 1100 mahasiswa, 1100 calon pemimpin bangsa!

Tapi sekali lagi, entah angin apa yang merasuki pikiran para anggota DPR sehingga mereka tidak peduli dan tidak mau peduli tentang nasib sebagian besar rakyat yang kelaparan. Tentang nasib rakyat yang sekedar membeli kebutuhan sehari-hari pun kesulitan. Lalu, masihkah mereka pantas disebut sebagai wakil rakyat?

Alhamdulillah, di tengah kontroversi seputar pemberian cincin emas tersebut, masih ada berita positif yang kita dapatkan dari beberapa anggota DPR yang insya Allah masih terbuka mata hatinya. Ketua DPR, Agung Laksono menilai kebiasaan pemberian cenderamata di di setiap akhir jabatan masa anggota dewan sudah tidak tepat lagi (Republika, 10 Juni 2009). Begitupun dengan salah satu anggota DPR, Mahfudz Shiddiq, dengan tegas menolak rencana pemberian cincin emas tersebut dan akan mengusulkan kepada Badan Usaha Rumah Tangga (BURT) untuk mengganti cincin tersebut dengan sesuatu yang lebih sederhana dan jauh lebih murah, misalnya plakat atau piagam penghargaan (Republika, 10 Juni 2009).

Ya Allah, kami bingung… Usaha apa lagi yang harus kami lakukan untuk menyadari para pemimpin negeri ini bahwa mereka tidak hidup sendirian. Bahwa di sekitar mereka masih banyak manusia yang membutuhkan. Bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini, akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s