SambutanNggakJadi

Tanggal 9 Mei 2009 yang lalu sedianya gue diminta Rindi buat ngasih sambutan di acara Sekolah Madya BEM KMFT UGM. Acara ini merupakan salah satu training buat anak2 BEM khususnya yang angkatan 2008 dalam rangka persiapan menghadapi adek2 angkatan 2009 yang bakalan segera brojol.

Aslinya sih sambutan2 kayak gini kan jatahnya si Miftah selaku Ketua BEM. Tapi karena beliau harus pergi ke Kota Jancuk, jadi harus diwakilin. Pun demikian dengan si Bejo Suro alias Fauzi Cabul selaku Menko Internal yang sedianya mengantikan Miftah, ternyata dia juga berhalangan akibat lagi datang bulan. Jadilah gue yang ditunjuk untuk ngasih sambutan.

Gue udah mantep pengen ngasih sambutan, soalnya udah lama banget gue nggak ngomong di depan podium kaya gini. Terakhir kali gue ngasih sambutan adalah ketika gue ditunjuk jadi ketua panitia acara BKST (Bedah Kasus Sosial Teknik) nya Kastrat di bulan November 2007, yang merupakan pertama kalinya gue ngasih sambutan, dan juga terakhir kalinya. The one and only.

Jadilah gue mempersiapkan diri nyari bahan apa yang mau diomongin nanti.

Tapi ternyata takdir berkata lain. Pada tanggal tersebut, gue ditakdirkan untuk berada di kota Depok untuk bertemu kembali dengan keluarga tercinta sekaligus ngeliat rumah yang baru selesai di renovasi. Jadinya kemaren gue nggak jadi ngasih sambutan deh.

Tapi, sejatinya gue udah ada gambaran kira2 hal2 apa aja yang bakal gue omongin. Dan daripada gambaran ini menguap gitu aja, mendingan gue abadikan dalam bentuk tulisan. Jadi inilah dia, gambaran dari materi sambutan yang sedianya bakal gue omongin di waktu itu. Silahkan dinikmati…

Sambutan dari C-Kink selaku Menko Eksternal BEM KMFT UGM pada acara Sekolah Kaderisasi, KPTU Fakultas Teknik UGM, 9 Mei 2009

Bismillahirrahmanirrahiim…

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam, hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dalam kehidupan yang indah ini. Shalawat dan salam semoga tercurah selalu kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad saw.

Sebelumnya saya minta maaf dulu, mungkin teman2 disini kecewa karena bukan sosok Miftah yang berdiri di podium ini, melainkan seekor makhluk yang katanya mirip dengan Nicholas Saputra. Hari ini Miftah berhalangan hadir karena beliau harus menjalani kegiatan asrama di Surabaya sana, jadi saya yang ketiban sial menggantikan perannya untuk memberi sambutan disini. Mohon teman2 disini untuk tidak kecewa dan tidak bersedih hati, karena kapan lagi bisa melihat Nicholas Saputra memberi sambutan di depan umum?

Plus, juga sudah lama sekali sejak terakhir kali saya berdiri seperti ini untuk memberi sambutan. Yaitu pada acara BKST nya Kastrat di bulan November 2007 dimana saya dizhalimi dengan ditunjuk sebagai ketua panitianya. Jadi disini teman2, jika nanti sudah setengah jam tapi saya masih belom berhenti bicara memberi sambutan, saya persilahkan kepada teman2 untuk memanggil satpam dan menyeret saya untuk turun dari podium ini.

Iya, tanpa terasa hari ini kita sudah memasuki bulan Mei, yang artinya beberapa bulan lagi kita akan segera kedatangan adek2 baru kita. Mungkin teman2 masih ingat kenangan 1 tahun lalu ketika bagaimana teman2 menjalani hari2 baru sebagai anak Teknik, bagaimana teman2 mendaftar ke BEM, bagaimana teman2 menjalani proses wawancara, sekolah ke-BEM-an, dan sebagainya. Tapi kali ini posisi teman2 sudah berubah, dan mereka yang angkatan 2009 nanti lah yang akan merasakannya.

Dalam rangka persiapan menyambut adek2 kita itulah, kita selaku kakak disini punya sebuah kewajiban untuk membimbing adek2 kita nantinya. Meskipun mungkin dari segi kualitas dan kapasitas, belum tentu kita lebih baik dari mereka. Namun dengan status kita sebagai kakak, ada satu nilai lebih yang kita miliki disini, yaitu sesuatu yang bernama pengalaman. Karena kita menjalani kehidupan di Teknik ini satu tahun lebih awal dari mereka, sehingga sedikit banyak kita telah memiliki pengalaman dalam menjalani hari2 selaku mahasiswa Fakultas Teknik UGM pada umumnya dan BEM KMFT UGM pada khususnya.

Demikian juga dengan keadaan di BEM itu sendiri. Kita akan segera kedatangan adek2 baru. Lalu budaya dan imej seperti apa yang akan kita bawa kepada mereka?

Budaya dan imej itu sendiri akan sangat dipengaruhi oleh keseharian kita selaku anak2 BEM. Tentunya kita tidak ingin memberikan kesan negatif kepada adek2 kita. Karena itulah, sudah sepantasnya bagi kita semua untuk mencoba membangun suatu budaya positif di BEM ini. Dan Sekolah Madya ini adalah salah satu langkah menuju kesana.

Akhir2 ini BEM telah kehilangan produktivitasnya. Kita dapat melihat bagaimana ruang BEM sehari2 yang meskipun selalu ramai, tapi diisi dengan kegiatan yang kurang produktif seperti nge-net, facebook-an, nge-game, dan lain sebagainya. Budaya2 positif seperti diskusi, membaca, menulis atau belajar, kini terasa sudah kehilangan gregetnya. Hal ini membuat BEM tidak ada bedanya dengan yang lainnya.

Begitupun juga mungkin dengan kepribadian kita sendiri. Ketika kita kedatangan adek baru nanti, apakah kita telah siap untuk menjadi seorang kakak? Apakah kita memang pantas untuk dipanggil dengan sebutan kakak?

Hal itulah yang coba kita bangun disini, yaitu bagaimana kita menciptakan suatu budaya yang positif di BEM itu sendiri. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa suatu hari nanti kita akan segera meninggalkan BEM, dan mereka lah yang akan meneruskannya. Saya, Miftah dan Fauzi tidak akan selamanya berada di BEM ini. Begitupun dengan para PH. Suatu hari nanti, kalian lah yang akan meneruskannya bersama adek2 kita nanti.

Jadi, sudah seharusnya bagi kita di masa bakti kita yang singkat ini, kita memberikan dan meninggalkan suatu budaya postif bagi BEM itu sendiri. Karena meskipun mungkin nanti kita telah tiada, BEM KMFT UGM akan tetap berdiri.

Sebagaimana bunyi hadist yang kita ketahui, bahwa ketika seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya melainkan 3 perkara, yaitu:  ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah dan anak yang soleh yang selalu mendoakan.

Anak yang soleh, jelas mungkin hari ini kita belum punya anak, kecuali teman2 yang memang udah menikah atau sudah menjanda. Tapi meskipun kita tidak punya anak, jangan lupa bahwa kita punya adek2. Adek2 kita itulah yang nantinya akan menjadi penerus kita, dan merekalah yang akan kita bimbing untuk menjadi adek2 yang soleh.

Sedekah jariyah, mungkin tidak selamanya harus dengan materi. Kalau teman2 punya rezeki lebih, silahkan bersedekah. Atau kalaupun tidak, ya bersedekahlah semampu kita, sekecil apapun, sekalipun sedekah yang bisa kita berikan hanyalah sebatas memberikan senyuman kepada teman kita atau memungut sampah dan membuang pada tempatnya.

Dan ilmu yang bermanfaat, tebarkanlah ilmu kebaikan dan budaya positif yang bisa kita berikan kepada teman2 di sekitar kita. Tunjukkanlah kebenaran dan ingatkanlah akan keburukan. Karena barangsiapa yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain, maka ia mendapat bagian pahala atas kebaikan yang dilakukannya.

Mungkin cukup sekian sambutan dari saya ini. Jangan pernah lupa bahwa suatu hari nanti kita pasti akan pergi. Tinggal bagaimana kita bisa memberikan suatu kebaikan pada apa yang akan kita tinggalkan itu.

Terima kasih banyak atas perhatian teman2 semua disini untuk menyimak secuil sambutan dari sesosok Nicholas Saputra yang berdiri di podium ini. Terima kasih juga buat rekan2 panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini. Serta terima kasih untuk teman2 atas kesediannya telah memutuskan untuk meluangkan waktu dalam mengikuti Sekolah Madya ini, karena kedepannya nanti disini teman2 akan mendapatkan hal2 baru yang mungkin nggak akan teman2 dapatkan selain disini, dimana hal itu nantinya tanpa disadari akan meningkatkan kompetensi diri dari teman2 sendiri.

Akhir kata, sekian saja sambutan saya kali ini. Terima kasih banyak atas perhatiannya, dan jangan pernah ragu untuk berbuat kebaikan, karena TEKNIK BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

5 Comments Add yours

  1. upay says:

    ajari aku menulis karna aku tak bisa menulis . . . eh tambahin blog gue dong didepok mania

  2. melyn says:

    terimakasi atas sambutannya, sebagai penghargaan ini saya kasih tepuk tangan.

    pl0k..plok..plokk..plokk!!

    Hwkwkwk..

  3. ckinknoazoro says:

    @upay: your wish is my command! bentaran yah…
    @melyn: gag mau tepuk tangan, mau mentahnya ajah. ihihihi

  4. noname says:

    Hoooho…sambutannya okay materinya okay.Cm….perbaiki kualitas suara ya..
    Tolong itu suaranya jangan distel kaya tikus kejepit pintuu..
    Heeehehhe pissssss

  5. ckinknoazoro says:

    tes tes… satu dua tiga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s