PeribahasaJayus

Otreh, di tulisan kali ini kita akan sedikit bermain kata untuk sedikit mengutak-atik sedikit peribahasa yang telah sedikit kita kenal di dalam kehidupan kita yang sedikit waktunya ini.

Ada 2 peribahasa yang akan kita utak-atik. Tanpa banyak omong lagi, silahkan langsung masuk ke materinya aja yaaaa…

  1. Sambil Menyelam Minum Air

Udah pada tau kan peribahasa ini? Secara tersirat menggambarkan tentang kegiatan yang dilakukan sekaligus, atau melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Kalo ada yang punya definisi sendiri ya silahkan terjemahkan peribahasa tersebut menurut bahasa kalian masing2.

Tapi sekarang coba kita utak-atik sedikit kalimat tersebut. Kalo kita sadari, menyelam biasa dilakukan di laut, soalnya kalo di kolam renang mah jadinya bukan menyelam tapi tenggelam. Di lautan itu, isinya bermacem2. Nggak cuma ada air doang, tapi juga ada banyak ikan, ada terumbu karang, ada tanaman laut, ada mutiara, dan kalo beruntung mungkin bisa ketemu putri duyung. Mengingat banyaknya potensi yang ada di sektor kelautan tersebut, maka mungkin nggak ada salahnya kalo peribahasa di atas sedikit kita ubah konteksnya menjadi,

“Sambil menyelam sekalian nangkep ikan, ngambil mutirara, mungutin rumput laut dan alga serta kenalan sama putri duyung”.

Apa arti dari peribahasa tersebut? Silahkan kembangkan otak kanan kalian untuk mencari tau jawabannya sesuai persepsi kalian sendiri!

  1. Sekali Mendayung, Dua-Tiga Pulau Terlampaui

Yang ini juga udah pada kenal kan? Maknanya secara tersirat nggak jauh beda dengan peribahasa yang sebelomnya, yaitu melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu.

Konteksnya masih sama. Mendayung yang melampaui pulau itu biasa dilakukan di lautan, soalnya kalo cuma mendayung di sungai, yang dilampaui bukanlah pulau melainkan tinja alias kotoran manusia yang mengapung mengikuti aliran air. Nah karena mendayungnya di lautan, mari kita ingat bahwa setiap harinya banyak kapal2 yang berlayar di lautan. Entah itu kapal tanker, kapal pesiar, kapal induk, kapal ferry maupun kapal-an kudisan panuan, bahkan kapal api sekalipun (kok kayak merek kopi ya?).

Nah, sekarang mari kita edit peribahasa tersebut menjadi,

“Sekali mendayung, dua-tiga kapal kita rampok”

Untuk gambaran, mungkin perlu dijelasin sedikit definisi tentang peribahasa barusan yang agak berbau2 One Piece dengan bajak lautnya. Kalo 2-3 pulau terlampaui, itu kan lebih berorientasi kepada kecepatan kerja. Sedangkan kalo 2-3 kapal kita rampok, ini nggak cuma sebatas kecepatan kerja tapi juga kualitas dan kekuatan serta hasil pekerjaan. Kok bisa? Ya bisa doooonk…

Kualitas dan kekuatan: hanya dengan bermodalkan kapal dayung, kita bisa merampok kapal2 lainnya. Mungkin bisa kapal tanker yang membawa minyak sekian kilo liter senilai milyaran rupiah atau kapal pesiar yang mewah yang dihuni oleh penumpang2 tajir, berduit dan borjuis. Lebih hebat lagi kalo kita bisa merampok kapal induk yang lengkap dengan sistem radar teknologi tinggi serta persenjataan mutakhir. Dan sangat lebih hebat lagi kalo kita bisa merampok kapal selam!

Hasil pekerjaan: dengan keberhasilan merampok kapal tanker dan kapal pesiar, coba bayangkan berapa total nilai keuntungan yang bakalan kita peroleh? Wuuaaaah… Cring cring…

Ya, begitulah kiranya pembahasan kita kali ini. Sebagaimana judulnya, tulisan ini hanyalah sebuah kejayusan belaka yang kiranya mampu membuat otak kanan kita terlatih untuk berkreasi dan berkembang lebih jauh lagi. Semoga dinas pendidikan dan kebudayaan atau dinas tata bahasa atau dinas apalah namanya yang mengurusi masalah kebahasaan tidak memperkarakan tulisan ini ke pengadilan. Hohohoho…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s