BingungNgasihJudul

“Kuesioner.

Menurut kamu, apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu nggak suka?

Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya. Thank q.”

Mungkin ada beberapa diantara lu semua yang ngerasa familiar dengan susunan kalimat diatas. Familiar karena kalimat tersebut pernah nangkring selama beberapa waktu di inbox lu. Bukan begitu? Bukaaaaan… Meskipun mungkin nggak semuanya yang me-reply kalimat tersebut. Uhehehe..

Mirip dengan kasus pemilu 9 April kemaren, baru2 ini gue buka kuesioner terbuka kepada temen2 gue. Kali ini temanya bukan tentang pemilu lagi, tapi tentang sifat/kepribadian C-Kink yang nggak disukai oleh makhluk2 di sekitarnya.

Kuesioner ini disebar melalui handphone dengan menggunakan operator yang memberikan 100 sms gratisan di pagi hari. Jadilah sms2 itu gue sebar selalu sebelom jam 12 siang. Plus, karena cuma bisa maksimal 100 sms per hari, jadi waktu penyebarannya pun gue bagi jadi 3 hari, yaitu selama Selasa sampe Kamis 28 – 30 April 2009.

Yang menjadi responden, sekali lagi adalah orang2 yang namanya terdaftar di phone book gue. Selama 3 hari itu ada kira2 159 sms yang disebar. Dan sampe tulisan ini ditulis, cuma ada sekitar 58 orang yang ngasih balesan. Jauh lebih sedikit dibanding kuesioner pemilu kemaren yang jumlah responden yang nge-reply nya mendekati angka 100 ekor.

Tapi karena jawaban yang diberikan disini sifatnya abstrak, dalam arti nggak ada pilihan2 yang gue tawarkan untuk dipilih, jadi gue nggak bisa buat diagram/tabel tentang sifat/kepribadian apa yang ada di diri gue yang dominan nggak disukai oleh sebagian besar makhluk. Jawabannya pun bervariasi, mulai dari yang kritis, yang galak, yang malu2, yang cari aman, yang jawabnya ngaco, dan yang nggak mau jawab.

“Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya.”

Kenapa harus sejahat2nya dan sekejam2nya? Karena sadarlah wahai manusia, betapa manusia itu diciptakan dengan sifat kikir lagi berkeluh kesah. Dan kecenderungan manusia adalah menuruti hawa nafsunya. Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan terhadap harta, jabatan, wanita dan pujian. PUJIAN! Itu kata kuncinya. Bukan Pudji Indrawati lho, itu mah nama nyokap gue…

Manusia adalah makhluk yang haus akan pujian. Seringkali manusia tidak bisa lepas dari kehidupan tanpa mengharapkan pujian. Seringkali muncul riya2 kecil akibat terlalu berorientasi pada pujian.

Namun tak selamanya pujian itu menyenangkan. Sesungguhnya, ketika kita menerima pujian, maka diibaratkan kita sedang menusukkan sebilah pisau ke leher kita, karena pujian itu ada kalanya bisa lebih tajam dari mata pisau itu sendiri. Mampu menusuk dan membunuh dari dalam tanpa kita sadari.

Pujian seringkali membuat kita lupa diri.Pujian membuat kita terlena dan terbuai karenanya. Pujian membuat kita terbang ke langit2. Semakin banyak pujian, semakin tinggi kita terbang. Tapi karena kita terbangnya di dalem rumah, jadilah kita kepentok atap loteng. PLETOK…!!! Aduh sakit…

Intinya, pujian adalah salah satu sarana untuk mendekatkan diri kita kepada sesuatu yang bernama KESOMBONGAN!

(Kalo nggak sepakat ya nggak apa2, nggak maksa kok yeeeee… Intinya adalah bahwa timbangan itu harus selalu berada dalam posisi yang setimbang, jangan terlalu berat dan juga jangan terlalu ringan)

Jadilah, perlu ada semacam evaluasi untuk menghindari terjadinya hal2 sebagaimana tersebut dalam paragaf di atas. Dalam hidup ini kita berinteraksi dengan banyak makhluk, dan mungkin ada kalanya beberapa mahkluk tersebut merasa nggak nyaman dengan segala polah dan tingkah laku kita selama ini. Tapi sekali lagi, karena sebelomnya kita telah terlalu terbuai dengan segala puja-puji, jadilah kita terlena dan lupa bahwa sejatinya masih banyak makhluk2 yang tidak nyaman dengan sifat/kepribadian kita.

Atas dasar itulah gue membuat kuesioner kaya gini, kuesioner terbuka yang mempersilahkan seluruh responden untuk mengkritisi eksistensi dari seekor C-Kink selama hidup di dunia ini. Ini bukan masalah krisis identitias sebagaimana pertanyaan salah satu responden, tapi ini adalah masalah bagaimana menganalisis segala SWOT yang ada di diri kita untuk kehidupan bermasyarakat yang lebih baik lagi nantinya. Karena, harapan itu masih ada, Insya Allah. Mari kita dukung terus. LANJUTKAAAAAN!!!

Oh iya, melalui tulisan ini, gue juga mau ngucapin terima kasih banyak buat lu semua yang udah ikhlas untuk me-reply sms gue (kalo lu emang pada ikhlas). Segala masukan dari kalian amatlah berharga dan akan selalu gue simpan di tempat sampah. Ups… Maksudnya tersimpan selalu di dalam hati. Hatinya siapa, gue nggak tau deh… Hohohoho…

Mohon maaf juga kalo mungkin kuesionernya cuma 1 arah. Maksudnya, gue ngasi pertanyaan ke elu, lu jawab sms gue, tapi gue terus nggak ngasih feedback atas jawaban lu. Ya harap dimaklumi, karena persediaan pulsa adalah terbatas, jadi nggak semua jawaban bisa dikasih feedback balik. Huh, lagi2 terkendala di masalah dana. Dasar pemerintah kapitalis, nggak mau mengalokasikan dana lebih untuk kegiatan riset2 ilmiah! Jangan kita dukung terus. JANGAN LANJUTKAAAAAN!!!

Jadi sekalian aja deh disini mungkin bisa gue kasi feedback dikit2. Sebenernya sih bukan feedback, tapi komentar gue atas kritik-saran yang masuk. Itu pun dikemas dengan bahasa yang jauh dari kata serius. Huehe…

Mau tau beberapa jawaban mereka atas pertanyaan gue? Nih, silahkan dibaca. Sekali lagi, nama2 responden gue rahasiain. Dan komentar dari gue ditulis dalam kurung serta ditulis miring. Kalo tulisannya nggak miring, kepala lu sendiri aja yang dimiringin…

Monggo…

Pertanyaan:

“Kuesioner.

Menurut kamu, apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu nggak suka?

Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya. Thank q.”

Jawaban:

Mahasiswi, 22, Depok

“Sok keren, kalo bercanda suka bablas, jadi nyakitin.”

(Maklum lah hobi nonton F1 yang pembalapnya keren2 dan suka bablas sana-bablas sini. Kalo sakit periksa ke dokter aja)

Mahasiswi, 19, Depok

Jahat… Gue di katain terus! Pelit!! Semena2 kalo sama gue.”

(Wuaaah… Maapkan aku wahai saudariku…Ayo sini gue traktir di burjo. Air putih sama cabe rawit ya)

Mahasiswi, 21, Parung

“Songong.”

(Kenapa mesti nyolot2an… Nyenyenyenyenye… Biasa aja kaleee… Nggak usah pake otot…)

Mahasiswi, 20, Solo

Nggilani.”

(Buajigur…)

Mahasiswi, 21, Jogja

“Pelit, pukil, pethakil. Hahaha.”

(Bahasa mana nih?)

Mahasiswa, 22, Depok

“Suka ngupil sembarangan.”

(Nggak sembarangan kalee. Gue mah kalo ngupil selalu di idung gue sendiri, nggak pernah di idung orang lain)

Mahasiswi, 21, Depok

  1. “Nggak mikir kalo ngomong sampe pernah bikin orang nangis. Huahaha.
  2. Gombal ah.
  3. Kaku
  4. Ceking.
  5. Sok imut.”

(Kalo nangis air matanya di lap donk pake gombal, tuh gombalnya ada kan? Laki2 kalo nggak kaku, ntar istrinya bakalan nggak bahagia donk… Ups ini ngomongin apaan sih?)

Karyawati, 24, Bekasi

“Cuek, nggak peka, nyebelin, nggak pernah kasih kabar sama temen2nya. Kadang2 dudul.”

(Dudul Depok apa dudul Garut? Eh itu mah dodol ya. Dasar dodol! Eh salah, dasar dudul! Dudul dasar…)

Mahasiswi, 21, Bogor

“Kenape lo? Sableng lo kambuh lagi? Aneh… Ada orang minta dihina-dina. Berhubung gue baik, gue nggak mau ikutan menghina lo. Hoho…”

(Ini sebenernya yang sableng siapa ya?)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Matre.”

(€… £… ¥… $… Rp… Cring… Cring…)

Mahsiswa, 20, Jogja

“Sombong dan baik hati, tidak suka menabung, tidak punya peri… … Minta maaf atas kelancangan saya. :-D”

(Seseorang bisa tolong panggil penerjemah?)

Mahasiswa, 21, Depok

“Sifat yang nggak disukai (mohon maaf kalo nggak sesuai dan ada kata2 yang nggak berkenan).

Suka terlalu cuek sama keadaan sekitar…

Kadang2 suka let everything flow naturally… Gitu aja kayaknya.”

(Sepakat!!! Jangankan keadaan sekitar, sama berat badan sendiri juga cuek kok…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Hahaha… Nyolot dah… Sama cupu.”

(Cupu? Cupu dida cupu didada… Cubida cubida cupu didada… Loh kok malah jadi Nikita Willy?)

Mahasiwi, 21, Jogja

C-Kink itu:

  1. Aneh (nggak jelas).
  2. Kadang pergi+dateng sesuka kentut (hahaha :-P)
  3. Keliatan sombong (nggak tau bener apa nggak)

(Sekalian aja dateng nggak dijemput pulang nggak dianter. Terus gue muncul dari sumur, jalan mendekat, dan bisa nongol keluar dari tivi. Hiiii…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Lo tanya sama gue apa yang paling nyebelin dari diri lo?

Lo tu sekarang nyebelin, sombong banget…

Lupa ya sama temen sendiri?

Oiya jadi orang jangan terlalu pendiem, ntar disangka bisu lho… Hahaha.”

(… … … … … … … … … … … … … … … (ceritanya bisu. Huehe))

Mahasiswi, 21, Jogja

“Aslm, aku nggak tau sifat jeleknya Mas C-Kink, yang aku tau Mas C-Kink baik2 aja^^, aku kan belom terlalu kenal pribadi Mas C-Kink gimana^^.Hehe…”

(Ya makanya ayo kita saling mengenal pribadi kita lebih deket lagi. Istilahnya ta’aruf gitu… Hohohoho…)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Mas C-Kink itu keras kepala. Kalo punya pendapat pasti kekeuh mempertahankan pendapat tapi kurang menerima pendapat orang… Itu kalo kata ku lho… Jangan marah ya Mas… Ampun. He…”

(Hei hei hei nanti kamu pulang lewat mana? Ntar aku cegat loh! Bakalan aku ajak traktir makan di Iga Bakar! Hehe…)

Mahasiswa, 21, Bogor

“Pendiem… Tapi cool kok… :)”

(Kriiik… Kriiiik…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Sifat apa ya Kink? Suka nakut2in. Hehe… Kalo nggak, lebay dan sok lucu.”

(Please deh… Jangan lebay… Jangan paksa aku ‘tuk begitu-begini… Kyaaaaa Tika-Tiwi!!!)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Kadang2 meremehkan diri sendiri tapi bisa disaat yang lain, membunuh orang lain. Yang paling aku nggak suka, Mas unpredictable.”

(Hah masa? Udah berapa orang yang aku bunuh? Waaaa… Berapa banyak darah lagi yang harus tertumpah?)

Mahasiswi, 21, Depok

“Suka aneh… Hehe…”

(Biarin aja aneh, yang penting nggak jelas yeee…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Eh gila, buat apaan sih nanya2 begituan… Penting?”

(Nggak kok, buat lu mah nggak penting)

“Ya jangan nangis donk… Yang gue nggak suka, lu tuh belom jadi pejuang sejati seperti apa yang lu gembar-gemborkan selama ini. Lu pikir aja sendiri…”

(Pejuang, adalah PErempuan berbaJU panjANG… Wah gue mesti beli jilbab nih…)

Mahasiswi, 21, Depok

“C-Kink itu pendiem… That’s it… Kadang gue suka gemes aja sama lo. Kayaknya susah banget dah buat ngomong. Hahaha…”

(Kalo gemes dicubit aja sini… *cubit* Auw sakit! Masa gue dicubit pake tang?)

Karyawan, 21, Jakarta

“Kepribadian jeleknya C-Kink:

Jadi orang dibalik layar melulu alias ngumpet a.k.a jarang tampil…

Cuek banget, tapi Alhamdulillah nggak sampe apatis.

Kalo bisa lebih optimis dan agresif lagi…

Udah ah gitu aja… Mudah2an bermanfaat dan bisa jadi lebih baik… Piss bro… ;-).

Btw gantian ah giliran lu sekarang.”

(Kalo kata pepatah,”Dibalik layar masih ada layar…” Hohoho…)

Mahasiswi, 21, Bogor

“Kemisteriusan lo. Autis. Aneh aja lo mah. Dari luar tampak dingin dan pendiem sangaaaat. Taunya aslinya jauh dari kata pendiem… Hahaha.

Tapi nggak apa2. Jadikan kemisteriusan lo itu sebagai keunggulan komparatif lo yak.”

(Misterius? Aduh, gue harus tetep bertahan menyembunyikan jati diri gue sebagai sosok seorang vampir di film Twilight!)

Karyawati, 21, Depok

“Semuanya yang ada di C-Kink aku ngga suka… Hihi… 😛 :-P”

(Ah masa sih… Belom liat kan senjata rahasia gue… Huehehe…)

Mahasiswa, 19, Jogja

“Kalo menurutku sifatnya nggak ada yang ku suka, baik kok orangnya…”

(Sekali lagi, tolong panggil penerjemah!)

Mahasiswi, 21, Bandung

C-Kink itu sok cool.”

(Sepakat, cool & calm! Gue malah nggak bisa ngebayangin kalo gue berubah jadi pribadi yang hot & sexy!)

Mahasiswa, 20, Jogja

“Nggak mau ngajarin aku klentingan gitar sampe bisa :-P”

(Sini aku ajarin. Setengah jamnya 20ribu rupiah. Mau mau mau?)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Aneh…

Kayak anak kecil…

Nggak nyambungan…

Ke-PD-an…

Hahaha, nah lho… PUAS?? Pisss ^^v”

(Kaya anak kecil? Asiiik berarti gue imut donk!!! (Nggak nyambung))

Mahasiswi, 20, Jogja

“Terlalu kalem, kurang tegas, kurang supel, kurang berkarakter, bercandaannya kadang garing. Mmmm… Apalagi ya? Terlalu kurus po ya? Haha, pizz… ;-)”

(Segini terlalu kurus ya? Oke deh ntar aku coba minum WRP Slim Shape biar jadi lebih langsing… Hihihi)

Siswi SMA, 17, Depok

“Menurut saya PRIA itu dewasa, beda dengan COWOK yang masih mencari jati diri.”

(Lah terus gue yang mana? Pasti jawabannya nggak ada diatas, kan akika betina bo…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Sifat C-Kink yang nggak pernah bales sms gue… Itu bisa dikategorikan sebagai sifat sombong tau… Padahal isi smsnya baik2… Itu aja… Sekian dan terima kasih.”

(Mungkin para operator seluler juga berkata yang sama… “Raih 88 Suzuki Swit setiap harinya selama 85 hari! Ketik KEJAR kirim ke bla bla bla bla bla…”)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Terlalu kritis, sampe kalo liat inget RS… Hehehehe… -kidding-“

(Berikanlah daging mu padaku… Uwoooo…)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Mas C-Kink sukanya bawa2 kembaran… Padahal aku kan ngak kembar… T.T”

(Huiks… Ini gara2 si Nicholas Saputra sering dibilang kembaran sama aku…)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Karena aku merasa belom tau kepribadian Mas C-Kink yang sesungguhnya, rasanya aneh kalo berkomentar tentang sifat jelek Mas C-Kink… Jadi aku bilang aja yang aku tau, menurut persepiku Mas C-Kink itu seperti apa…

Seseorang dengan gaya bicara teratur, bisa menahan emosi, banyak ide = kreatif, lebih banyak diem, bicara hanya bila diperlukan, lebih suka mengeluarkan aspirasi lewat tulisan… Tapi di sisi lain, ada kegilaan2 yang nggak terduga, yang bertolak belakang dari sikap lebih suka diemnya itu… Oh ya, ada lagi… Narsis… He…

Itu aja sepertinya…”

(Hmmm… Teruskan perjuangan mu, anak muda! Narsis is the music of my country!)

Mahasiswi, 21, Depok

“Aslm. Maaf sebelumnya… ^,^. Agak feminim dalam bertutur kata, cukup nyeleneh, nggak jelas. Makasih atas kesempatannya… Semoga bermanfaat ;)”

(Aiiih masa sih bo, emangnya akika terlalu feminim ya? Aduwh gimandang dong bow…)

Mahasiwi, 20, Jogja

“Kacrut, kupret, ketek.”

(Lagi2, tolong panggilin penerjemah khusus bahasa kucing ya!)

Mahasiswa, 19, Jogja

“Aku belom menemukan kepribadian Mas yang aku nggak suka.”

(Ah, kamu terlalu jujur anak muda… Setelah baca tulisan ini, pasti langsung nemu banyak kan?)

Mahasiswa, 20, Jogja

“Cuek, naif sama kurus. Lagi identity crisis ya?”

(Bukan kok, cuma lagi penelitian buat tugas akhir)

“Tai, emangnya lu anak psikologi! Udah ngambil TA lu ya? Lulusnya jangan buru2, bareng2 aja…”

(Iya, psikologi kenukliran insya Allah. Mau lulus lama kok ngajak2… Hohoho)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Bermuka judes. Eh itu sifat bukan ya… Piss…”

(Judes kaya lagunya The Beatles: Hey Judes… Don’t make it bad… Take a sad song… And make it better…)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Dingin, tak berperasaan, non ekspresi, keliatannya introvert dan tertutup. Hehe.”

(C-Kink: Dingin dingin… Empuk!)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Bingung, males mikir, hehe.”

(Kalo gitu pertanyaannya diganti deh: Parameter konstanta Taylor pada material air untuk energi neutron 1 MeV diketahui A=19.601, -α1=0.09037, – α2=-0.02522 dan μ=0.07066. Tentukan besarnya Faktor Build Up! Ayo dipikir!)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Mas C-Kink tidak pernah mentraktirku… Hahahaha. Piss.”

(Aduh, ini secara tersirat ngajakin supaya kita dinner berdua ya? Huehehe)

Mahasiswi, 21, Bandung

“Sifat dan kepribadian C-Kink yang nggak disuka: suka makan rumput, berjenggot dan bertanduk.”

(Tambahin: kalo digodain suka nyeruduk. Dan kalo diajak ngomong cuma bisa jawab “Mbeeeeek…!!!”. Kurang ajar emang gue gajah! Eh salah ya?)

Mahasiswi, 22, Jogja

“Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan, itu yang menjadikan seseorang itu unik… Jadi, buat kuesioner ini jawabannya nggak ada (pasti seneng dijawab kaya gini).”

(Terus besok2 aku nanya ke kamu: apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu suka? Jawabannya juga sama “Nggak ada (pasti seneng dijawab kaya gini)”)

“Suka maksa”

(Lagi donk, yang banyak)

“Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Iseng.

Udah cukup?”

(Cape dueh…)

Mahasiswa, 21, Jogja

“Suka ngupil.”

(Terus habis itu upilnya disentil ke sembarang arah. Tuuiiiing…)

Mahasiswa, 23, Jogja

“Apa ya, waduh kalo itu sulit. Ana akan merasa salut sama antum jika antum bisa mencari sendiri kejelekan antum. Kalo udah bisa kasih tau ana ya! :-)”

(Kalo nyari dari sudut pandang sendiri sih udah. Sekarang waktunya nyari dari sudut pandang orang lain)

“Biasanya mencari kejelekan sendiri itu lebih sulit daripada mencari kesalahan orang lain. Belum tentu pendapat orang lain itu bener, akan lebih akurat jika itu berasal dari diri sendiri.

Kalo dari ana sendiri, ana kurang begitu tau kepribadian antum yang tersembunyi, afwan ya ana nggak bisa bantu.”

(Kalo kata pepatah: “Bagaikan gajah di pelupuk mata, bagai membeli semut dalam karung di seberang lautan”)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Yang nggak aku suka? Nggak tau, Mas kepinteran kali yaa… Wkwkwkwkwk…”

(Ho oh. Pinter cari alasan…)

Mahasiswa, 21, Jogja

“Nggak tau bos, kamu jarang keliatan di jurusan… Mungkin itu sifat jelekmu…”

(Terus sifat baiknya apa? “Kamu sering banget keliatan di BEM”. Gubrak…!!!)

Mahasiswa, 19, Jogja

“Kalo si xxxxx kan hobinya berburu bidadari, Mas kebalikannya: Mas yang diburu bidadari!”

(Sumpe loh! Dan semoga bidadari itu bernama Asmirandah…)

Mahasiswa, 21, Jogja

“Mungkin ya Kink, terlalu frontal langsung nanya… Tanpa kamu ngebuka diri dulu. Basa-basi kadang emang dibutuhin…”

(Misi Mas… Ayo mari masuk dulu! Ini tehnya silahkan diminum… Gimana kabar nenek, sehat? Masih suka salto di tengah jalan? (Basa-basi…))

Mahasiswa, 21, Jogja

“Afwan baru bales. Menyendiri, tapi di sisi lain juga bisa team work kok. Maap bila salah.”

(Ini pake majas apa ya namanya? Sendiri tapi bisa teamwork?)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Mukanya sok innocent dan terlalu baik hati dan nggak sombong, tapi itu juga yang bikin Mas C-Kink menarik. Hehehe. So potensi plus masalah.”

(Gyaaa… Kamu terlalu jujur, anak muda! Ayo abis ini aku traktir di Hartz Chicken! Huehehe)

Yah begitulah kira2 gambaran dari jawaban yang masuk ke dalem inbox gue. Sekali lagi, gue ucapin terima kasih sebesar2nya atas segala bentuk perhatian yang telah diberikan, karena sejatinya perhatian itu nggak melulu dalam bentuk pujian tapi juga bisa dalam bentuk kritikan sebagaimana yang gue tulis di atas.

Dan yang mesti diinget, Insya Allah semua kritik dan saran tersebut nggak akan sia2, akan selalu terkenang di dalam hati. Meskipun keliatannya di atas tadi gue ngasih komennya terkesan asal2an, tapi aslinya nggak gitu kok. Aslinya jauh lebih ngasal lagi daripada yang gue tulis di sini. Hohoho…

Salah seorang responden ada yang ngirim tulisan kaya gini ke gue:

“Mas, jangan tanya tentang kepribadian pada orang yang belom begitu dekat dengan mu. Aku tadi asal jawab… First sight… Di dunia maya maksudnya. Akan sangat subjektif… Aku nggak tau kamu seperti apa… Kita aja baru kenal.

Maap yo jika tadi kata2nya aneh…

Pagi ini aku belom makan orang, jadi maklum aja… Hehe.”

Dan komentar gue adalah, ya nggak masalah! Kalo ternyata kritikan itu dateng dari orang2 yang emang udah lumayan deket sama gue, itu kan wajar, secara gitu mereka tau keseharian gue. Tapi kalo kritikan itu dateng dari orang2 yang ngak begitu deket atau yang baru kenal sekalipun, itu artinya adalah bahwa mereka mengomentari gue berdasarkan kesan2 awal yang mereka liat.

Jadi intinya, itu adalah kesan pertama yang diliat oleh orang lain ketika mereka ketemu sama kita. Emang sih mungkin nggak bakal lebih objektif daripada yang udah deket dan udah lama kenal, tapi seenggaknya itu bisa jadi feedback buat kita sendiri bahwa ternyata seperti itulah first impression kita di mata mereka. Gitu lho jeng…

Dan tanpa banyak basa-basi lagi, marilah kita akhiri tulisan ini segera, karena gue juga udah capek nulisnya. Yuk yah! Yuuuuuuuk…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s