KajianValentine

Kajian Valentine, 11 Februari 2009

Pembicara: Demi kemaslahatan umat, nama kita rahasiakan

Tempat: Sekretariat BEM KM FT UGM

Waktu: Pukul 16.00 – 17.00

Asal mula valentine muncul adalah terlampau sederhana. Ada semacam keresahan sosial di kalangan Katolik Roma dalam perayaan hari Natal. Ketika perayaan hari besar setiap tahunnya hanyalah berupa hari raya Natal, Katolik Roma merasakan kekurangan ruh jika hari raya itu hanya 1 kali dalam 1 tahun. Karena itu mereka berusaha membuat tradisi baru bernama valentine. Valentine bermula dari sebuah tulisan Santo Valentine, seorang Uskup Agung di 3 daerah di sekitar Roma.

Dalam rangka mencapai misi gold gospel dan glory, maka Valentine ini menjadi momentum bagi umat Katolik untuk menambah pundi2 kekayaan. Mereka meng-create sedemikian rupa supaya seolah2 niai historis dari perayaan valentine ini menjadi bagian dari agama mereka.

Paa abad ke-15 an awal, dalam tarikh Yunani kuno pada bulan Januari hingga Februari terjadi pernikahan antara Dewa Zeus dengan Dewa Her. Lalu dikaitkan supaya terkesan historis dengan agama mereka, sehingga timbul istilah Leparcus (kesuburan). Januari-Februari adalah masa2 dimana dewi kesuburan mampu bereproduksi. Leparcus atau Dewi Kesuburan menjadi bagian momentum adanya valentine.

Tradisi yang kemudian dilakukan oleh umat Katolik Roma waktu itu adalah dengan mempersembahkan sebuah sesaji berupa kambing bagi Dewi Kesuburan. Dan setelah itu, mereka melakukan upaya yang sifatnya hura2 seperti minum anggur, dan keluar dari rumah2 mereka menuju jalanan untuk menyentuh siapapun yang mereka temui. Sebagai bentuk ekspresi menginginkan kesuburan, para wanita muda melakukan perzinaan pada momentum tersebut. Itu terjadi pada tanggal 15 Februari pada awal abad ke-15.

Ini berkesesuaian dengan misi2 Katolik, gold glory dan gospel. Momentum valentine ini dikembangkan sedemikian rupa sampai abad ke-19. Mereka ramai2 mengirimkan ucapan valentine. Diawali dari Inggris yang mencetak beribu2 kartu ucapan (greeting card). Pada batas tertentu telah mencapai 1.5 milyar cetakan di seluruh dunia.

Sejak itu valentine selalu di show up ke publik, karena adanya keuntungan material yang diperoleh disitu, tanpa peduli apakah itu sesuai dengan agama mereka atau tidak. Terlihat adanya upaya sebuah materialisasi terhadap momentum ini.

Ternyata budaya valentine seperti itu sudah mulai merasuk ke dalam jati diri bangsa Indonesia. Survey yang dilakukan LSM di kota2 besar di Indonesia, pada momen itu tingkat hunian di hotel2 kelas marjinal meningkat drastis. Namun ternyata waktu check-in dan check-out nya tidaklah 1 hari sebagaimana lazimnya, tapi hanya beberapa jam saja, antara 2 sampai 5 jam. Dan berdasarkan hasil survey di apotek2, banyak alat kontrasepsi yang dijual di apotek2 terjual habis.

Fatwa untuk tidak merayakan valentine datang dari Timur Tengah. Pada 1420 Hijriah, ulama besar Saudi Arabia berfatwa, “Ketika valentine itu dikatakan sebagai hari raya, Islam tidak mengakui hari raya selain Idul Fitri dan Idul Adha. Ketika valentine itu dikatakan sebagai hari kasih sayang, Islam tidak mengartikan kasih sayang hanya pada momentum tertentu saja, melainkan pada setiap saat dan kepada siapapun”.

Dalih apapun yang digunakan untuk merayakan valentine, itu tidak diperbolehkan. Barangsiapa yang mengikuti suatu kaum, ia termasuk kaum tersebut. Hendaklah manusia saling tolong-menolong dalam kebaikan dan jangan ah tolong-menolong dalam hal yang buruk. Jadi, tidak semsetinya kita mengikuti perayaan valentine, dan tidak boleh sekalipun mendukung perayaan valentine tersebut.

(Insya Allah demikian. Mohon maap kalo tulisannya berantakan, tulisan ini dibuat secara real time ketika si pembicara sedang menyampaikan materi, dengan sedikit merapikan disana-sini)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s