TurunnyaHargaBBM

Faktor-faktor yang mempengaruhi turunnya harga BBM di Indonesia:

1. Harga minyak dunia

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan harga minyak dunia merupakan faktor utama yang cukup berperan dalam naik-turunnya harga BBM di dalam negeri. Harga minyak dunia yang disandarkan dalam satuan Dollar Amerika per Barrel, mengalami lonjakan yang cukup signifikan selama 1 tahun belakangan ini.

Awalnya, harga minyak dunia relatif stabil bergerak di kisaran 45 sampai 60 Dollar Amerika per Barrel. Namun di penghujung tahun 2007, harga minyak melonjak tinggi, bergerak naik sampai menembus angka 100 Dollar Amerika per Barrel. Dan puncaknya adalah pada pertengahan tahun 2008, sekitar bulan Juni-Juli dimana harga minyak ketika itu telah mencapai angka 147 Dollar Amerika per Barrel.

Hal inilah yang membuat pemerintah Indonesia, dalam hal ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono (selanjutnya disebut SBY) selaku presiden Indonesia dan Jusuf Kalla (selanjutnya disebut JK) selaku wakil presiden memutuskan untuk menetapkan kebijakan yang tidak populis, yaitu menaikkan harga BBM dalam negeri. Penaikan harga BBM ini terjadi pada bulan Mei 2008 ketika harga minyak dunia telah melebihi angka 110 Dollar Amerika per Barrel.

Namun, perkembangan harga minyak dunia akhir2 ini mulai mengalami penurunan yang cukup drastis. Sekalipun di pertengahan tahun harga minyak dunia menembus angka 140 Dollar Amerika per Barrel, ternyata setelah itu tren harga minyak mengalami penurunan. Harga minyak kembali turun di bawah 100 Dollar Amerika per Barrel dan terus turun, bahkan di akhir tahun sempat menyentuh angka 35 Dollar Amerika per Barrel yang merupakan harga terendah selama 5 tahun terakhir!

Turunnya harga minyak dunia itu bukannya tidak disadari oleh masyarakat. Sejak tren harga minyak mulai menurun, masyarakat menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM, sebagaimana dulu pemerintah menaikkan harga BBM karena kenaikan harga minyak dunia. Dan akhirnya pemerintah pun menurunkan harga BBM secara bertahap.

Sampai hari ini, pemerintah telah 3 kali mengkoreksi harga BBM di dalam negeri. Yang pertama adalah tanggal 1 Desember, yang kedua tanggal 15 Desember, dan yang terakhir tanggal 15 Januari. Untuk kedepannya, pemerintah berencana untuk mengkoreksi harga BBM dalam negeri setiap bulannya, untuk disesuaikan dengan harga minyak internasional.

2. Krisis ekonomi global

Di penghujung tahun 2008, dunia mendapat hadiah besar berupa kolapsnya perusahaan-perusahaan finansial besar di Amerika Serikat, yang pada akhirnya merambat menjadi krisis ekonomi global yang tidak hanya terjadi di Amerika Serikat saja tetapi juga melintasi batas benua dan batas negara.

Krisis ekonomi yang disebabkan oleh kredit macet dan maraknya peredaran uang sektor non-ril ini mengakibatkan kepanikan diantara perusahaan-perusahaan multinasional. Kebangkrutan juga menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Harga-harga saham mulai melemah, bahkan sampai anjlok. Bursa Efek Indonesia sempat menghentikan peredaran sahamnya selama 1 hari akibat harga saham yang turun sangat drastis ketika itu.

Hal ini juga berimbas pada harga minyak dunia. Perusahaan sementara waktu menghentikan atau mengurangi kegiatan operasionalnya, dan masyarakat memilih untuk hidup hemat dan membatasi pengeluarannya. Akibatnya permintaan akan kebutuhan minyak dalam kaitannya sebagai sumber energi menjadi berkurang, sehingga berimbas pada turunnya harga minyak dunia.

3. Keadaan ekonomi nasional

Sampai hari ini, BBM merupakan salah satu sektor yang masih mendapatkan subsidi dari pemerintah. Subsidi ini bertujuan supaya masyarakat mampu untuk membeli BBM dengan harga terjangkau, sementara harga lebihnya ditanggung pemerintah.

Besar kecilnya subsidi ini bergantung pada perekonomian negara. Ketika harga minyak dunia melonjak hingga mencapai 147 Dollar Amerika per Barrel pada pertengahan tahun 2008 lalu, pemerintah merasa tidak sanggup untuk mensubsidi lebih banyak lagi, karena itulah harga BBM dalam negeri dinaikkan. Dan kini setelah harga minyak dunia turun, pemerintah mampu untuk memberikan subsidi dan harga BBM pun turun kembali.

Berdasarkan RAPBN 2009, anggaran untuk subsidi BBM ditentukan dengan asumsi bahwa harga minyak dunia di tahun 2009 adalah sebesar 80 Dollar Amerika per Barrel. Namun kenyataannya kini harga minyak dunia tidak sampai menembus angka 50 Dollar Amerika per Barrel. Sehingga dengan hal tersebut, pemerintah memiliki lebih banyak dana untuk dialokasikan sebagai subsidi BBM ini. Karena itulah akhirnya harga BBM diturunkan.

4. Kemampuan ekonomi nasional

Masih ada kaitannya dengan poin nomor 3 di atas, adalah bahwa kini perekonomian pemerintah bisa dikatakan berada dalam neraca yang positif. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan, dan ini merupakan suatu prestasi tersendiri bagi negara ini.

2 hal penting yang perlu digaris bawahi disini adalah bahwa Indonesia mampu bertahan dari badai krisis ekonomi global yang berpusat di Amerika Serikat yang telah mengakibatkan kolapsnya perusahaan-perusahaan multi nasional di dunia. Indonesia yang hari ini memiliki tim ekonomi yang tangguh, yang tidak serta merta tergoyahkan dengan krisis tersebut, bahkan mampu bertahan dan beroperasi kembali sebagaimana biasanya.

Serta satu lagi, adalah keberhasilan sekotr pertanian Indonesia dalam memproduksi beras. Tahun ini, produksi beras Indonesia meningkat drastis dan hasil produksinya telah mampu untuk mencukupi kebutuhan beras dalam negeri, atau dengan kata lain, Indonesia telah berhasil melakukan swasembada beras. Sudah 25 tahun berlalu sejak terakhir kali Indonesia mampu berswasembada beras.

2 hal diatas adalah pencapaian positif yang akan berdampak kepada kondisi perekonomian nasional, yang pada akhirnya mampu memberikan pemerintah sejumlah pemasukan untuk dialokasikan menjadi subsidi BBM.

5. Motif politik

Tahun 2009 ini dapat dikatakan sebagai tahun politik, karena di tahun ini akan dilangsungkan pemilu tingkat nasional untuk memilih calon anggota legislatif dan presiden beserta wakil presidennya. Dan akan banyak kejadian-kejadian yang bermuatan politis yang bertujuan untuk menarik simpati masyarakat pada pemilu nantinya.

Tidak bisa tidak, apapun kebijakan yang dikeluarkan oleh SBY dan JK akhir-akhir ini, akan selalu dituduh dengan adanya motif politik yang bermain di dalamnya. Dalam kapasitasnya sebagai presiden dan wakil presiden, SBY dan JK memang punya wewenang untuk menentukan arah dan kebijakan yang akan diambil oleh negeri ini. Namun keduanya juga masih punya peluang untuk dicalonkan kembali dalam pemilu presiden mendatang, sehingga seperti dituduhkan akan banyak unsur-unsur politis yang bermain disini.

Keputusan SBY dan JK untuk menurunkan harga BBM ditengarai ada kaitannya dengan pencalonan mereka di dalam pemilu mendatang. Ketika dulu mereka mengeluarkan kebijakan yang tidak populis, yaitu dengan menaikkan harga BBM, masyarakat akan kecewa terhadap mereka, yang akan mengakibatkan masyarakat tidak lagi percaya bahwa mereka akan berpihak kepada rakyat dan masyarakat akan enggan untuk memilih mereka kembali jika dicalonkan lagi dalam pemilu presiden.

Namun dengan kebijakan untuk menurunkan harga BBM ini, SBY dan JK berharap untuk dapat menarik simpati rakyat, sebagai bukti perwujudan keberpihakan mereka kepada rakyat. Harapannya tingkat popularitas mereka di mata masyarakat akan tumbuh kembali sehingga akan memberikan dampak positif pada pemilu nantinya.

Yang diuntungkan dengan turunnya harga BBM:

1. Masyarakat

Turunnya harga BBM merupakan suatu hal yang tentunya sangat dikehendaki oleh masyarakat. Harga BBM merupakan salah satu elemen penting yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat selalu bersinggungan dengan BBM, entah itu dalam bentuk bensin kendaraan bermotor ataupun minyak tanah untuk mengepulkan asap di dapur.

Harga BBM juga berimbas kepada harga-harga kebutuhan ekonomi lainnya, seperti harga bahan pokok makanan, tarif transportasi, ataupun barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Jadi diharapkan dengan turunnya harga BBM ini, maka akan berpengaruh dengan turunnya harga kebutuhan pokok lainnya.

Namun realitanya, seringkali turunnya harga BBM ini tidak diikuti oleh turunnya harga kebutuhan pokok lainnya. Tapi apapun itu, jelas masyarakat adalah pihak yang seharusnya paling diuntungkan dengan turunnya harga BBM ini, sekalipun harga BBM yang ada saat ini seharusnya masih bisa turun lebih rendah lagi.

2. Elemen-elemen politik terkait

Sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya bahwa kebijakan ini sedikit banyak memiliki nuansa politis didalamnya. Penurunan harga BBM ditengarai memiliki tujuan sampingan, yaitu untuk menarik simpati rakyat. Dan elemen yang diuntungkan dalam hal ini adalah SBY dan JK selaku tokoh yang santer diberitakan akan dicalonkan pada pemilu presiden nanti, serta Partai Demokrat dan Partai Golkar selaku partai tempat berafiliasinya kedua tokoh tersebut.

Yang dirugikan dengan turunnya harga BBM:

1. Pengusaha distributor (agen) BBM

Sebagaimana telah disebutkan dalam motif ekonomi, untuk mendapatkan keuntungan maka harga jual harus lah lebih tinggi dari harga produksi. Begitupun dengan kasus pengusaha-pengusaha yang bergerak sebagai penyalur BBM di dalam negeri.

Ketika awal tahun 2008 tren harga minyak dunia merangkak naik, pengusaha penyalur minyak telah bermimpi akan mendapatkan laba yang sangat besar. Mengapa? Karena kecenderungan harga minyak yang terus naik akan membuat mereka mampu untuk menjual minyak dengan harga yang lebih tinggi di masa mendatang.

Sebagai contoh, katakanlah begini. Bulan Januari, pengusaha membeli minyak dengan harga 80 Dollar Amerika per Barrel, mengikuti harga minyak dunia pada saat itu. Lalu di bulan Maret harga minyak melonjak menjadi 100 Dollar Amerika per Barrel. Hal ini memungkinkan pengusaha untuk menjual minyaknya di bulan Maret itu dengan harga 100 Dollar Amerika per Barrel, mengacu pada harga minyak dunia. Sehingga dari sini pengusaha akan memperoleh margin keuntungan sebesar 20 Dollar Amerika per Barrel.

Namun begitu, ada unsur spekulatif di sini. Pengusaha tidak bisa memastikan tentang harga minyak dunia di saat-saat yang akan datang. Yang ada hanyalah tren dan kecenderungan harga minyak dunia saat itu. Sekalipun tadi telah dijelaskan tentang keuntungannya, namun hal yang sebaliknya akan terjadi jika ternyata harga minyak dunia mengalami penurunan.

Dan itulah yang terjadi saat ini. Banyak pengusaha yang membeli saat harga minyak dunia sedang berada di atas kisaran 100 Dollar Amerika per Barrel. Namun kini harga minyak dunia merosot hingga di bawah 50 Dollar Amerika per Barrel. Mau tak mau, pengusaha itu harus menjual minyaknya lebih rendah dari harga yang dulu dia beli, dan hal ini akan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit baginya.

Solusi dalam mengatasi naik-turunnya harga BBM:

1. Berhenti menetapkan harga minyak dengan sandaran Dollar Amerika

Hari ini harag minyak dunia disandarkan pada Dollar Amerika. Setiap barelnya dihargai dengan sekian Dollar Amerika. Apakah ini salah? Jawabannya adalah: Ya! Jelas ini salah!

Penetapan standar mata uang dunia ke dalam Dollar Amerika adalah suatu bukti kelicikan Amerika Serikat terhadap dunia. Nilai mata uang dunia dan harga minyak berubah-ubah terhadap Dollar Amerika, sementara Dollar Amerika itu sendiri nilainya adalah tetap. Jadi dengan menetapkan standar mata uang dunia dengan Dollar Amerika hanya akan menguntungkan negara Amerika Serikat itu sendiri.

Plus, mata uang Dollar Amerika dalam percetakannya tidak ditetapkan kepada standar ketersediaan emas dan bebas dicetak dalam jumlah sebanyak-banyaknya. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya inflasi di berbagai negara.

Sejatinya, uang haruslah disandarkan pada ketersediaan emas. Uang adalah perwakilan dari emas yang nilainya haruslah sesuai dengan emas yang ada, bukan uang seperti sekarang ini yang sama sekali tidak ada nilainya akibat tidak disesuaikan dengan ketersediaan emas. Jumlah uang yang beredar harus sama dengan simpanan emas yang dimiliki. Selama ketersediaan emas belum bertambah, maka uang tidak boleh dicetak lebih banyak dari itu.

Pertanyaannya, adakah hari ini mata uang yang nilainya disandarkan pada emas? Tentu ada, yaitu uang Dinar dan Dirham. 1 Dinar disandarkan pada 4.25 gram emas 22 karat, sementara 1 Dirham disandarkan pada 3 gram perak murni.

Jadi solusinya, segeralah mengganti penetapan standar harga minyak dunia dari Dollar Amerika menadi Dinar atau Dirham. Karena terbukti, disaat tahun-tahun belakangan ini harga minyak dunia dengan standar Dollar Amerika adalah naik-turun dan bervariasi, maka harga minyak dunia dengan standar Dinar adalah relatif stabil dari tahun ke tahun, tidak pernah mengalami lonjakan secara drastis sebagaimana bila disandarkan pada Dollar Amerika. (sumber: majalah EraMuslim Diggest edisi koleksi 7)

2. Usir para penjajah minyak dari bumi pertiwi

Kita semua telah mengetahui bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber minyaknya. Pemasukan terbesar Indonesia setiap tahunnya adalah dari sektor migas. Namun kenapa hari ini Indonesia masih mengimpor minyak dari negara lain?

Karena, minyak-minyak di Indonesia telah dikuasai oleh pihak asing! Dengan metode penjajahan model baru, pihak asing telah berhasil membodohi pemerintah Indonesia untuk menguras sumber-sumber minyak di Indonesia untuk dibawa lari ke negaranya sendiri. Chevron dan Exxon, adalah contoh perusahaan pencuri minyak di Indonesia ini.

Jadi sangat disarankan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang masih punya harga diri, khususnya mereka yang berada dalam birokrasi pemerintahan untuk segera MENGUSIR para pencuri minyak itu dan MENENDANG mereka jauh-jauh dari negeri ini. Menteri Pertanian telah berhasil melakukan swasembada beras untuk negara ini. Kini kita tunggu pemerintah, khususnya Presiden, Wakil Presiden dan Menteri ESDM untuk melakukan SWASEMBADA MINYAK di negeri ini.

4 Comments Add yours

  1. Ria says:

    klo buat agen BBM emg lebih bagusnya punya ilmu forcasting. ya ga? ya ga?
    hhe.

    Yakin ga mas dgn solusi anda? Saya juga ga tau si. tapi apakah semudah itu mengganti standar jadi dirham dan tidak dolar?
    Terdengar mudah, tapi kok saya mbayanginya ga semudah itu ya? Itu dari 1 sumber (majalah eramuslim),gimana klo pndapat dri sumber pakar ekonomi?

  2. ckinknoazoro says:

    apa tuh forecasting? weather forecast = ramalan cuaca, jadi forecast artinya tuh cuaca ya? huehehe…
    iya ngerti, kayanya Mama Lauren ada bakat buat jadi agen BBM tuh. hoho…

    itu emang bakalan sulit, tapi pasti bisa, tinggal tergantung niatnya aja. kalo kata Bang Fauzi Ingah-Ingih, “jika jiwa itu kuat, maka fisik tidak akan mampu mengalahkanna”. jadi mari kita dukung Fauzi jadi bupati bantul!

    tolong berikan kita pakar ekonomi, tapi jangan pakar ekonomi yang 2 budak kapitalisme, soalnya jawaban2 kapitalis mereka dikhawatirkan malah justru akan semakin menjerumuskan.

    insya Allah demikian

  3. Mas Fauzi Nan Keren says:

    Gel2 ki nggaya tenan kok, nganggo forecasting2 segala.. emang wis ngerti pelajarane? Ha3 semester 3 lagi diajari nduk..
    C-Kink : Hoey.. jangan sembarangan pake namaku..
    Semua butuh proses, gak bisa langsung.. harus secara bertahap..

  4. ckinknoazoro says:

    eh kita kedatengan si Mr. Ingah-Ingih. ya begitulah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s