CukupSudah

Alkisah pada suatu hari tersebutlah seekor anak yang gendut, badannya besar, tamak, rakus, tajir, serakah, licik, culas, jahat, keji, kejam dan macem2 sifat bengis lainnya. Pokoknya antagonis banget dah ini anak. Artis2 sinetron juga masih kalah antagonisnya sama anak ini. Kita sebut aja anak ini dengan nama “Kampret”, bukan nama sebenarnya.

Selain itu, ada juga anak yang nggak gendut, biasa2 aja, bahkan cenderung kurus kering dan kelaparan. Kurus kaya gue gitu deh. Dia juga nggak kaya, dan sehari2nya menjalani hidup dengan bantuan sumbangan dari orang2 disekitarnya. Kita panggil aja anak ini dengan nama “Kurus” (bukan Ceking lho, itu mah gue), juga bukan nama sebenarnya.

Sebagaimana kaya di sinetron2 Indonesia yang nggak mutu, si Kampret yang gendut tajir dan kejam itu sering berbuat dzhalim kepada si Kurus. Si Kampret dengan seenak udelnya sendiri hobi banget ngerampas barang2 punya si Kurus. Sejatinya barang itu punya si Kurus, tapi dasar si Kampret yang emang bener2 kampret, si Kampret suka ngaku2 barang itu punya dia dan dia suka main paksa kalo si Kurus nggak mau ngasih.

Si Kurus jelas nolak barangnya diambil si Kampret, tapi si Kampret pun nggak mau kalah. Kalo udah gini, biasa si Kampret manfaatin posturnya yang gede dan hartanya yang banyak itu buat mendzhalimi si Kurus secara fisik sampe si Kurus mau ngasih barangnya. Dipukul, ditendang, ditampol, digebukin dan segala siksaan fisik lainnya udah pernah diberikan oleh si Kampret kepada si Kurus. Mentang2 Kampret badannya gede dan tajir, makanya dia bisa seenaknya sendiri mendzhalimi si Kurus.

Bukan berarti si Kurus diem aja digituin. Ia juga berkali2 berusaha membela diri dari segala perlakuan si Kampret. Tapi namanya juga kurus, balesan yang ia berikan nggak sebanding dengan perlakuan dzhalim si Kampret kepada dirinya.

Kadang2 ada orang yang coba melerai masalah ini. Mereka nggak pengen ngeliat si Kampret yang sering main kasar sama si Kurus.

Sebenernya jelas2 si Kampret adalah pihak yang mendzhalimi dan si Kurus adalah yang terdzhalimi. Tapi dengan kegendutan dan ketajirannya, si Kampret dengan entengnya mengatakan bahwa si Kurus lah yang memulai pertikaian ini duluan. Si Kampret membela diri bahwa apa yang dia lakukan hanyalah sekedar membalas perlakuan si Kurus.

Padahal si Kurus nggak pernah cari masalah sama si Kampret. Selama ini si Kurus fine2 aja dengan kehidupannya. Lalu tiba2 si Kampret dengan seenak bodongnya sendiri merampas barang2 kepunyaan si Kurus. Anak mana yang seneng kalo kepunyaanya di ambil orang lain? Bahkan kadang2 si Kampret juga suka main fisik demi memenuhi keinginannya merampas barang si Kurus itu. Si Kurus pun membela diri, meskipun pembelaan dirinya itu sangat nggak sebanding dengan perlakuan si Kampret kepadanya.

Dasar si Kampret emang bener2 kampret, meskipun banyak orang lain udah minta dia supaya berhenti mendzhalimi si Kurus, dia masih aja ngeyel dan keras kepala. Dengan segala alasan dia berdalih bahwa si Kurus lah sumber permasalahan. Padahal udah jelas, namanya juga kurus, apa daya si Kurus untuk menghadapi makhluk gendut tamak nan serakah macem si Kampret ini.

Jadilah, sampai detik ini si Kampret masih tetep aja berbuat serakah dan dzhalim dengan ngegebukin si Kurus tanpa ampun dan tanpa belas kasihan sedikit pun. Si Kurus yang emang udah kurus pun kini menjadi semakin kurus. Dan si Kampret yang udah bener2 kampret juga nggak ngizinin orang lain untuk nolongin si Kurus yang nggak berdaya ini. Dasar kampret!

***

Cukup sudah. Itu tadi sebuah cerita tentang si Kampret dan si Kurus. Kaya di sinetron banget yah…

Tapi tunggu dulu, jangan sangka bahwa cerita di atas merupakan cuplikan salah satu sinetron dari sekian banyak sinetron di Indonesia yang semuanya nggak punya mutu. Cerita tersebut merupakan cerita yang gue ambil dari kisah nyata, atau kalo bahasa kerennya: “based on true stories”. Loh kok bisa? Ya bisa lah, masa ya bisa donk… Emang ada? Ya ada lah, masa ya ada donk…

Sekarang mari kita ganti nama kedua tokoh dalam cerita tersebut. Tokoh “Kampret” kita ganti dengan nama “Israel Laknatullah”, sedangkan tokoh “Kurus” kita ganti dengan nama “Palestina”. Nah kalo gini udah mulai nyambung kan. Yah meskipun analogi dari cerita di atas nggak mirip2 banget sama kejadian yang sebenernya, tapi harapannya cerita itu bisa ngasih gambaran kepada lu2 semua yang belom begitu ngerti tentang masalah konflik Israel-Palestina ini.

Di awal taun 2009 Masehi sekaligus di awal taun 1430 Hijriah, bangsa Palestina khususnya yang tinggal di Jalur Gaza mendapatkan hadiah yang nggak menyenangkan dari si Kampret alias Israel Laknatullah, berupa hujan bom dan roket yang ditembakin secara ngasal dan nggak make otak. Sekaligus juga mengakhiri gencatan senjata mereka selama 6 bulan.

Lagi2, entah udah berapa kali Israel Laknatullah mengadakan serangan2 dzhalim kaya gini. Yang jadi target adalah Hamas (Harakah al-Muqawwammatu al-Islamiyah = Gerakan Perlawanan Islam), partai pemenang pemilu demokratis di Palestina taun 2006 lalu yang kemenanganya itu nggak mau diakui sama Israel Laknatullah dan Amerika Serikat Laknatullah.

Nggak tau apalagi motif di balik serangan Israel Laknatullah kali ini. Motif awalnya sih jelas, karena Israel Laknatullah emang makhluk dzhalim yang mau menguasai tanah bangsa Paletina dengan dalih untuk mencari haikal Sulaiman. Namun karena bangsa Palestina juga punya hak atas tanah itu (dan memang sudah seharusnya tanah itu adalah hak bangsa Palestina), mereka nggak mau ngasih dan ngalah gitu aja. Akhirnya terpaksa deh Israel Laknatullah mewujudkan jalan kekerasan untuk mewujudkan impiannya itu.

Ini bukannya yang pertama kali. Sejak Israel Laknatullah pada taun 1948 mendeklarasikan ke-autis-an-nya (bukan kemerdekaannya lho, karena sejatinya negara Israel itu nggak ada dan nggak pernah merdeka), mereka udah berkali2 menyerang bangsa Palestina dengan cara2 dzhalim kaya gini. Gempuran roket dan peluru kendali serta blokade udah jadi santapan sehari2 bangsa Palestina, gara2 si Kampret Israel Laknatullah ini. Bahkan sebenernya apa yang dilakukan Israel Laknatullah udah bisa dikatakan mengarah kepada genosida (genocide), yaitu pemusnahan atas suatu etnis tertentu, dalam hal ini bangsa Palestina.

Dan lagi2, meskipun ini bukan yang pertama kali, seluruh dunia hanya bisa duduk diam termangu menyaksikan keserakahan Israel Laknatullah ini tanpa mampu berbuat banyak. Usaha2 yang dilakukan hanyalah sebatas memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Palestina yang terluka. Itupun masih sangat terbatas karena blokade Israel nggak mengizinkan bantuan kemanusiaan untuk masuk menolong warga Palestina.

Selain itu negara2 dunia juga cuma sebatas mendesak PBB untuk membuat resolusi perdamaian antara Israel-Palestina ini. Suatu hal yang bisa dikatakan nggak mungkin, karena PBB dengan Dewan Keamanannya adalah sebuah organisasi SAMPAH tingkat internasional yang hanya dijadikan semacam legalitas bagi Amerika Serikat (dan Israel) untuk mewujudkan keinginannya. Hal ini terlihat jelas dari kedhzaliman Amerika Serikat yang selalu memveto segala resolusi yang dirasa merugikan mereka atau Israel.

Dimana negara2 dunia dalam menyikapi masalah ini? Indonesia pun hanya sebatas mendesak PBB untuk membuat resolusi, yang udah dikatakan di paragraf seblumnya bahwa hal itu nggak akan efektif. Terima kasih buat relawan2 Indonesia yang udah menerjunkan diri untuk menolong warga sipil Palestina yang terluka, meskipun mungkin langkah mereka disana bakalan dipersulit oleh blokade Israel. Dan terima kasih juga buat ormas2 yang udah meniatkan dan menyiapkan diri untuk membentuk semacam laskar prajurit yang siap untuk diterjunkan ke medan perang melawan Israel Laknatullah.

Sejatinya nggak cuma Indonesia aja yang punya peran disini. Dimanakah negara2 Timur Tengah lainnya, yang notabene merupakan tetangga sekaligus kerabat bangsa Palestina? Dimanakah Obama yang dulu selalu bangga dengan janji2nya melakukan perubahan? Dimanakah Amerika Serikat yang katanya ngaku2 sebagai polisi dunia? Dimana?

Sebuah langkah menarik muncul jauh di ujung sana, di belahan Selatan dunia ini. Yang pertama dateng kabar dari Venezuela, bahwa Hugo Chavez selaku presiden Venezuela memutuskan untuk “mengusir“ duta besar Israel di Venezuela sebagai bentuk kegeraman Hugo Chavez atas agresi Israel ini. Israel mengaku tidak terima dengan perlakuan tersebut dan berjanji akan membalas dengan cara yang serupa. (Republika, Kamis, 8 Januari 2009)

Kedua dari Selandia Baru. Disana sedang diadakan turnamen tenis internasional. Salah satu kelompok di sana bernama Peace and Justice Auckland yang memprotes agresi Israel, mendesak dan melarang petenis Israel yang bernama Shahar Peer untuk tampil di turnamen tersebut, sebagai bentuk boikot pada Israel. Tapi si Shahar Peer ini nggak peduli dan dia tetep lanjut bertanding di turnamen tenis ASB Classic itu.

Saya tak ada hubungannya dengan itu (agresi militer). Saya, Shahar Peer, ke sini untuk bermain tennis. Saya bangga menjadi orang Israel.” (IndoPos, Kamis, 8 Januari 2009)

Cerita ketiga dateng dari Turki, negeri sekuler yang sekarang Insya Allah sedang melangkah kembali menuju fitrahnya. Di Ataturk Sports Arena, berlangsung pertandingan basket Eurocup yang mempertadingkan antara tim Turk Telekom (Turki) melawan tim dari Israel, Bnei Hasharon. Pertandingan dihentikan karena tim tamu dari Israel itu nggak muncul lagi ke lapangan gara2 para penonton Turki meneriakkan protes2 anti agresi Israel.

Sebagian besar penonton yang warga Turki itu membawa bendera Palestina dan mengenakan kafiyeh. Mereka meneriakkan, “Israel pembunuh, enyahlah dari Palestina” (IndoPos, Kamis, 8 Januari 2009). Akibatnya, tim Bnei Hasharon nggak balik2 lagi ke lapangan dan pertandingan dihentikan.

Itu tadi sebagian kecil usaha2 yang telah dilakukan di seluruh penjuru dunia sebagai bentuk protes terhadap agresi Israel, selain demo besar2an yang terjadi di sejumlah negara2 di dunia, termasuk di Prancis dan Indonesia.

Usaha2 kaya gitu juga dateng dari dalem negeri, sekalipun kecil tapi semoga ini bermanfaat. Yaitu dari sms2 berantai yang terus menerus dijarkom dan diputer2. Gue termasuk orang yang kebagian dapet sms2 kaya gitu, dan langsung gue forward ke temen gue yang lain. Nggak lama, gue juga dapet sms yang sama tapi dari orang yang beda. Ini mah udah biasa terjadi di sms2 berantai kaya gini.

Isi sms nya pun macem2. Ada yang nyuruh kita tahajjud, doain warga Palestina, baca surat Al-Fath, sampe sms yang isinya tentang donasi sumbangan ke Palestina. Mungkin ada beberapa di antara lu2 semua yang juga dapet sms2 sebagaimana gue makud diatas.

Tapi ada 1 sms yang agak janggal, yaitu ketika isinya adalah bahwa Masjidil Aqsa diserang oleh pasukan Israel. Mungkin sepintas ini keliatan normal, mengingat Masjidil Aqsa emang udah jadi inceran Israel dari jaman dulu. Tapi kalo ditelisik lebih jauh lagi, ini agak janggal, diliat secara geografis. Soalnya agresi yang sekarang kan berlangsungnya di Jalur Gaza, sementara Masjidil Aqsa itu letaknya di Tepi Barat (West Bank) yang posisinya beda jauh sama Jalur Gaza. Jadi konteksnya agak2 beda gitu loh. Tapi nggak masalah, intinya tetep sama yaitu supaya kita bisa mendoakan bangsa Palestina.

Dan sampe tulisan ini gue tulis di bagian ini, agresi itu masih terus berlangsung dengan jumlah korban di pihak Palestina adalah 600-an orang tewas, sebagian besar diantaranya adalah warga sipil termasuk anak2 dan perempuan, serta 3000-an orang luka2. Sedangkan dari pihak Israel, belasan orang tewas serta 80-an orang luka2. Khusus untuk pihak Israel, angka2 ini pasti direkayasa untuk menutupi rasa malu mereka kepada dunia internasional. Angka2 di lapangan pastinya jauh lebih banyak dari yang mereka publikasikan ke khalayak.

Cukup sudah. Cukup sudah semua agresi Israel Laknatullah atas Palestina. Cukup sudah anak2, perempuan dan warga sipil Palestina menjadi korban agresi Israel. Cukup sudah bangunan sekolah, rumah sakit dan bangunan sosial lainnya hancur diterjang peluru2 Israel. Dan cukup sudah kita hanya berdiam diri menyaksikan itu semua. Waktunya bagi kita untuk bergerak secara nyata, membantu menolong saudara2 kita di Palestina.

Israel Laknatullah nggak akan ngerti dengan bahasa perdamaian. Yang mereka ngerti adalah bahasa senjata. Jadi kalo mau ngomong sama mereka, gunakanlah bahasa senjata supaya mereka ngerti. Mari kita siapkan diri untuk menyongsong peluru2 Israel itu. Dengan ucapan Bismillah dan dengan Izin Allah, kita akan mampu untuk mengembalikan bangsa Palestina kepada kedaulatannya. Dan marilah bersama2 kita wujudkan suatu visi bersama, “HAPUS ISRAEL DARI PETA DUNIA!”

One Comment Add yours

  1. Si Kurus says:

    HAPUS !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s