CeritaSuatuHari

Memperkenalkan:

C-Kink Sahid Syaifullah (C-Kink) selaku korban

Septiyadhi Wirawan (Yadhi) selaku korban

Dede Miftahul Anwar (MIftah) selaku temennya korban

Pencuri selaku dirinya sendiri

Fajri Adhi Nugraha (Farji’ eh Fajri) selaku figuran

Karimma Annas (Annas) selaku temennya figuran

Sigit Nugroho (Sigit) selaku temennya temen figuran

Anak-anak Satu Bumi selaku figurannya figuran

Bapak-bapak SKK selaku tempat curhat

(Tulisan ini dilihat dari sudut pandang seekor C-Kink)

Pendahuluan

14 Desember 2008 M/17 Dzulhijjah 1429 H. Waktu menunjukkan pukul 23.00 alias jam 11 malem. Terlihat 3 ekor makhluk sedang bersemayam di ruang BEM KMFT UGM. Yang pertama adalah si imut C-Kink alias gue sendiri. Yang kedua adalah Miftah yang lagi nonton film Armageddon di laptopnya Yadhi. Dan yang ketiga adalah Yadhi selaku pemilik laptop yang lagi dipake Miftah nonton.

Gue lagi tidur2an sambil baca sebuah buku berjudul “Teori Politik Islam” karangan M.Dhiauddin Rais. Tas gue yang berisi laptop gue jadiin buat bantal. Agak alot juga sih, tapi lumayan lah daripada nggak ada bantal sama sekali. Persis di sebelah kiri kepala gue ada 1 rim kertas A4s merek PaperOne yang gue beli seharga rp 25.000,00 di Toko Merah (penting ya?). Di atasnya ada +-98 halaman Laporan Kerja Praktek gue yang baru gue print di printernya Farji’ eh Fajri.

Kebiasaan gue kalo tidur adalah naro semua properti yang biasa gue pake. Properti itu berupa kacamata, handphone Nokia 6230 yang berumur +- 4 taun 3 bulan dengan nomor 085691013852, handphone Nokia 6670 yang berumur +- 1 bulan (baru beli second seharga rp 900.000,00) dengan nomor 081317135161, sama sebuah jam tangan oleh2 dari nenek waktu naik haji beberapa taun lalu. Katanya sih jam itu belinya di Arab sana. Tapi waktu gue liat kotaknya, eh ada tulisan “Made in Thailand”. Ya nggak apa2 lah, daripada tulisannya “Made in Cibaduyut”.

Kesemua properti itu gue taro di atas tumpukan kertas A4s 1 rim itu tadi, yang juga ada laporan Kerja Praktek di atasnya. Jadi di atasnya itu ada kacamata, jam tangan, handphone Nokia 6230 sama handphone Nokia 6670.

Gue masih ngelanjutin baca buku “Teori Politik Islam”. Setelah beberapa saat gue mulai ngerasa ngantuk. Akhirnya gue taro buku itu di sebelah kiri kepala gue, di deket kertas A4s 1 rim itu tadi dan gue pun mulai tertidur. Hoooaaaahhmmm… Zzzzz… Groook… Zzzzz… Zzzz… Meninggalkan Miftah dan Yadhi yang lagi asik nungging2 bareng. Astagfirullah…

Sementara itu di plaza KPTU (Kantor Pusat Tata Usaha) Fakultas Teknik UGM ada beberapa ekor anak Infotek (Departemen di BEM yang ngurusin media) dan anak KMAP (Keluarga Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan) yang lagi pada beres2 buat acara pameran besok, termasuk si Fajri dan Annas yang bakalan jadi figuran di cerita ini.

Setelah Pendahuluan

Keesokan harinya, yaitu tanggal 15 Desember 2008 M/17 Dzulhijjah 1429 H gue terbangun jam 04.23 pagi, akibat dicolek2 sama Miftah (ih emang akika cowo apaan bow, seenaknya aja yey nyolek2 eike…). Lalu gue pun segera bangkit dari posisi tidur gue. Nyawa gue yang tadinya baru kekumpul beberapa persen langsung terakumulasi 100% gara2 Miftah nanya gini ke Yadhi,

“Yad, laptop kamu mana?”

Karena setelah Miftah nonton di laptop Yadhi semalem, dia naro laptop itu di deketnya dan dia pun tertidur. Bangun2, dia ngeliat kalo laptop itu dah nggak ada di tempatnya, makanya dia nanya gitu ke Yadhi. Dan Yadhi pun menjawab,

“Nggak tau Mas”

Kita pun ngeliat ke sekeliling ruangan BEM. Dan ternyata hasilnya tetep nihil: LAPTOP YADHI NGGAK ADA. Atau dengan kata lain, LAPTOP YADHI DICURI ORANG.

Iya, asumsi kita semalem ada pencuri laknatullah dateng dan masuk ke ruang BEM ini lalu menggasak laptop Yadhi. Lalu nyawa gue yang udah kekumpul 100% pun langsung bergerak cepet dan nengok ke arah tumpukan 1 rim kertasA4s yang ada +- 98 halaman Laporan Kerja Praktek gue di atasnya.

Di atas kertas2 itu, cuma ada kacamata dan jam tangan gue.

Perasaan ada yang kurang deh. Apa ya?

Dan yang kurang adalah…

HANDPHONE GUE!

Sekali lagi, HANDPHONE GUE!

HANDPHONE GUE NGGAK ADA!

DUA2NYA NGGAK ADA!

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi-Mu ya Allah. Insya Allah handphone gue juga bernasib sama kaya laptopnya Yadhi.

DASAR MALING LAKNATULLAH!

Lalu kami bertiga segera mencari sekeliling, dan hasil akhirnya tetep nihil. Terus kita ngeliat ke arah pintu, dan salah satu dari 2 pintu itu telah terbuka lebar…

Jadilah kita bertiga berkesimpulan, dini hari tadi waktu kita lagi pada ngorok, ada seekor pencuri laknatullah masuk ke sini dan mencomot laptop Yadhi serta 2 biji handphone gue.

Padalah nggak jauh dari posisi gue, tergeletak sebuah kunci motor Vario punya si Fajri. Alhamdulillah kunci motor itu nggak digasak sama si maling ngehe’. Begitupun dengan dompetnya Fajri dan dompetnya Yadhi yang juga sama2 geletakan.

Akhirnya gue pun mengeluarkan jurus andalan gue, yaitu sebuah kalimat yang berbunyi,

“Tawakkal aja…”

Lalu kita pun segera bergegas ke MusTek alias Musholla Teknik untuk melaksanakan Sholat Subuh berjamaah.

Setelahnya Setelah Pendahuluan

Selesai Sholat Subuh, kita langsung beritikad untuk nyari si pelaku, yaitu si maling ngehe’ alias pencuri laknatullah itu. Mungkin aja masih ketemu. Gue coba nyari ke kebon di belakang BEM, kali aja ada orang lagi ngumpet. Yadhi nyari di dalem BEM, mungkin tersembunyi entah di mana. Miftah turun ke sekretariatnya Satu Bumi (pepalanya anak2 Teknik) buat nyari2 informasinya.

Dari obrolan dengan anak Satub, diperoleh hasil demikian:

Anak2 Satub tiap malem emang hobinya begadang. Dan baru pada tidur menjelang Subuh. Dari omongan anak2 Satub selaku saksi mata, kata mereka semaleman itu nggak ada orang yang lewat depan Satub. Plus, semaleman itu juga nggak ada anak Satub yang ke toilet. Soallnya posisi toilet persis di sebelah samping-belakang sekretariat BEM. Kalopun ada yang ke toilet pasti bisa langsung di geledah saat itu juga. Bahkan, beberapa minggu lalu mereka juga sempet kecurian laptop sama sepeda.

DASAR MALING LAKNATULLAH!

Lalu anak2 Satub beritikad baik untuk bantu nyariin. Akhirnya gue, Miftah, Yadhi dan beberapa anak Satub gerilya ngelilingin Fakultas Teknik, siapa tau pencurinya masih ada dan masih berkeliaran di sekitar sini. Sementara gue nongkrong di pos satpam depan, di depan gerbang Fakultas Teknik yang masih ketutup.

Lagi nongkrong di pos satpam, tiba2 dateng satpam yang asli yang disini disebutnya SKK (Satuan Keamanan Kampus) buat ngebukain gerbang. Setelah ber-say hello dengan beliau, gue langsung curhat bahwa gue dan temen gue baru aja kecurian. SKK itu mendengarkan curhatan gue dengan seksama dan penuh perhatian, meskipun gue nyadar bahwa dia nggak bisa ngebantu banyak dalam kasus ini.

Setelah nongkrong di depan dan disamperin Yadhi, Miftah sama anak Satub, kita semua balik lagi ke BEM. Disana juga udah ada anak2 Infotek sama seorang SKK lainnya. Akhirnya disitu kita semua curhat2an tentang apa yang baru aja terjadi dini hari tadi. Ada gue, Miftah, Yadhi, Fajri, Annas, Sigit dan seorang bapak SKK.

Disitu kita saling curhat tentang semuanya. Dari gue yang tidur paling awal, Miftah yang terakhir tidur, Yadhi yang perutnya gendut (apa hubungannya?), Annas dan Sigit yang tidur di KPTU, Fajri yang belom mandi dan nggak pernah mandi, serta bapak SKK yang berbagi informasi. Lalu dari omongan2 seluruh saksi yang ada, didapatlah kronologis kejadian dini hari itu sebagai berikut.

1. Jam 23.00 lewat dikit, C-Kink yang imut tertidur setelah baca buku “Teori Politik Islam”, dengan posisi kacamata, jam tangan dan 2 buah handphone berada di sebelah kiri kepalanya.

2. Jam 23.30–an si Yadhi tidur dengan posisi memunggungi C-Kink. Ih Yadhi kenapa yey malah munggungin akika, kenapa nggak ngadep ke akika aja? Yey kaya mau cerai aja deh bo… Ih apa sih jijik dueh…

3. Jam 24.00 alias jam 00.00, Miftah selesai nonton Armageddon di laptopnya Yadhi. Terus dia naro laptop itu dalam posisi ketutup di deketnya. Nggak lupa sebelomnya dia juga udah nutup pintu BEM dan digerendel (diselot) dari dalem, sisi atas dan sisi bawahnya. Lalu Miftah ikut2an ngorok bareng gue dan Yadhi. Grooook… Zzzzz…. Grooook…

4. Sekitar jam 01.00, Annas yang lagi sibuk di KPTU buat nyapin pamerannya Infotek, dateng ke BEM buat ngambil sapu. Niatnya dia pengen sekalian masuk ke dalem BEM. Tapi niatnya itu nggak terlaksana, soalnya pintu BEM udah digerendel dari dalem sama Miftah. Dan si Annas udah ngedobrak berkali2, tapi tetep aja usahanya untuk ngebuka pintu BEM sia2. Akhirnya beliau kembali ke KPTU tanpa sempet masuk ke dalem ruang BEM.

5. Jam 02.00-an, Fajri yang juga lagi sibuk bareng Annas di KPTU mampir ke MusTek alias Musholla Teknik yang letaknya berseberangan dengan ruang BEM buat numpang buang air kecil. Loh buang air kecil kok di Musholla? Ya maksudnya di toiletnya gitu loh… Terus apa hubungannya sama kasus pencurian? Nggak tau deh…

6. Sekitar jam 03.00, ada seekor anak KMAP yang belom sholat Isya mau minjem sarung sama Fajri. Fajri yang jelek bulukan dekil dan belom mandi itu inget kalo di BEM ada sarung. Lalu dia dateng ke BEM buat ngambil sarung. Sesampainya di ruang BEM, ternyata pintunya udah nggak kekunci dan agak kebuka sedikit. Jadi tinggal didorong aja, udah kebuka deh. Sangat bertolak belakang dengan apa yang dialami Annas 2 jam yang lalu. Dan kata Fajri juga, waktu itu dia nggak ngeliat ada laptopnya Yadhi di deketnya Miftah. Tapi Fajri nggak merhatiin handphone gue.

7. Jam 04.23 pagi, gue, Miftah sama Yadhi terbangun. Dan cerita selanjutnya silahkan baca paragraf2 di awal tulisan ini.

Jadi menurut asumsi dan perkiraan kami semua yang imut2 ini, si pencuri laknatullah itu masuk ke dalem ruang BEM antara jam 01.00 sampai jam 03.00. Lalu dia menggasak laptopnya Yadhi dan 2 buah handphone gue itu. Dasar maling laknatullah… Sekali lagi, dasar maling laknatullah… Lagi, dasar maling laknatullah…

Sebelumnya Sebelum Penutup

Kira2 seperti itulah kejadiannya. Kini laptop dan handphone telah melayang. Masa lalu dan masa muda gue telah melayang. Loh, apa hubungannya handphone dan masa muda? Semoga aja nggak ada…

Sebelum Penutup

Sambil curhat2an di ruang BEM pagi itu, terkuaklah semua cerita tentang segala kasus pencurian yang pernah terjadi disini. Emang sih, di BEM pada khususnya dan di Fakultas Teknik pada umumnya udah sering banget terjadi kasus pencurian. Gue sendiri dulu juga pernah kehilangan sepasang sepatu Ellesse putih di BEM dan sepasang sendal Bata Power biru di MusTek. Nasikun pernah kehilangan sepeda. Andhika pernah kehilangan laptop. Doni pernah kehilangan handphone. Dan Reza pernah kehilangan keperawanan. Astaghfirullah…

Dulu, entah kapan, pernah ada kejadian kaya gini. Anak2 Satub lagi pada ngorok di base campnya. Terus tiba2 ada seekor maling ngehe’ yang masuk ke dalem ruangan tersebut. Beliau berniat, eh tunggu dulu. Kayanya penyebutan “beliau” terlalu bagus untuk seekor pencuri. Kita ganti aja ya. Si pencuri ngehe’ itu berniat untuk menggasak barang2 yang ada di ruang tersebut.

Tapi Alhamdulillah, Allah berkehendak lain. Tiba2 ada salah seorang anak Satub yang terbangun, dan dia mergokin si maling ngehe’ itu dengan telak. Anak Satub selaku anak pecinta alam yang emang terkenal dengan bodynya yang aduhai, eh maksudnya bodinya yang sangar2 itu langsung ngejambak si maling ngehe’ yang ketangkep basah dan nggak berkutik itu. Hampir aja si maling ngehe’ itu digebukin sama anak2 Satub yang lain. Tapi karena mereka baik hati, akhirnya si maling ngehe’ dibawa ke SKK dan diproses lebih lanjut oleh para SKK.

Plus kata si bapak SKK, dari dulu juga udah sering ada pencuri ketangkep. Dan orangnya emang selalu beda2. Yang ketangkep sama anak Satub itu adalah bapak2 warga sekitar berumuran 35-an. Terus dulu juga pernah ada mahasiswa Diploma yang ketangkep. Gara2 itu, dia langsung di DO alias di Drop Out. Dan banyak juga pencuri2 lain yang pernah ketangkep.

Kalo saran si bapak SKK, udah semestinya di Fakultas Teknik ini dipasangin CCTV. Apa tuh CCTV? Ya semacem kamera pengintai gitu lah. Di Teknik yang luas dan bervariasi ini emang nggak ada CCTV nya. Padahal wilayahnya paling luas diantara fakultas lain di UGM dan banyak spot2 yang bisa dikatakan “tersembunyi”. Di Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang isinya orang2 borjuis hedonis kapitalis dan kalangan menengah ke atas aja udah dipasangin CCTV. Terus Teknik kapan mau masang CCTV juga?

Penutup

Tapi apapun yang terjadi, nasi kuning itu telah menjadi bubur ayam. Dan nggak masalah, mau itu nasi kuning atau bubur ayam, dua2nya sama enaknya kok…

Intinya kedua handphone gue telah raib. Laptop Yadhi juga telah raib. Bukan kecurian, bukan juga ilang. Melainkan telah kembali kepada pemiliknya. Ya udah lah, tawakkal ajah…

2 Comments Add yours

  1. halah… Autis….autis gak jelas

  2. ckinknoazoro says:

    autis lambe mu kui… hohoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s