LPJkastrat

(BUKAN)

Laporan Pertanggung Jawaban

DEPARTEMEN KAJIAN STRATEGIS

BEM KMFT UGM

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaa ha illallaah wallahu akbar

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Loh kok nggak ada yang jawab?

Sekali lagi yaaa…

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Introduction alias Mukaddimah alias Pendahuluan

“You say aku… Seperti barbie…

You look so pretty… Menarik hati…

You say aku… Layaknya peri…

Tebarkan cinta… Di atas bumi…”

Itu tadi sebuah lagu berjudul You Say Aku” milik Cincyah Laurah yang SAMA SEKALI NGGAK ADA HUBUNGANNYA dengan LPJ ini… Tapi karena nanggung udah nulis bait awalnya, jadi nyanyinya kita lanjutin sampe abis dulu ya… GO LAURA BROTHERHOOD GO!

“Baby please… Please…

Don’t play on me…

Baby please… Please…

Love me… Love me…”

Udah ah, cukup. Sebelom kita muntah-muntah, mari kita kembali ke jalan yang benar.

Alhamdulillahirabbil’alamin. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Hari ini aku atas nama C-Kink Sahid Syaifullah (bukan Nicholas Saputra lho…) masih diberi kesempatan untuk menulis dan menyelesaikan LPJ ini. Shalawat dan salam semoga tercurah selalu kepada junjungan kita semua, nabi besar Muhammad Rasulullah saw selaku teladan bagi seluruh umat manusia di penjuru dunia sampai akhir zaman.

Tidak terasa sekarang kita telah memasuki bulan Desember 2008. Artinya apa? Artinya adalah bahwa bulan depan kita akan memasuki tahun 2009. Terus apa hubungannya dengan LPJ ini? Nggak tau yah… Coba tanyakan pada rumput yang bergoyang…

“Hai rumput, apa hubungannya antara tahun 2009 dengan LPJ Departemen Kastrat?” tanyaku.

“Waaah… Aku juga nggak tau tuh…” jawab si rumput. “Coba kamu tanya ke seekor makhluk yag bernama Farji’, eh Fajri Adhi Nugroho,” lanjut si rumput lagi.

“Hai Fajri, taukah kamu hubungan antara tahun 2009 dengan LPJ Departemen Kastrat?” tanyaku kepada makhluk yang dimaksud.

“Geeebleeek… Gue yang belom mandi gini mana sempet ngurusin pertanyaan kaya gitu,” jawab Fajri polos dan tanpa dosa.

Akhirnya daripada kita buang2 kertas cuma buat nulis dialog kaya gitu, mending langsung kita lanjut aja ya…

Intinya adalah bahwa periode kepengurusan Kabinet Teknik Bersatu pimpinan Ayi Wirawati di BEM KMFT UGM ini akan segera berakhir. Dan berarti setiap Ketua Departemen harus segera menuliskan LPJ sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap amanah yang diberikan selama menjabat sebagai Ketua Departemen.

Sejarah Singkat alias Short History

Pada zaman dahulu kala, dimana ketika itu seekor makhluk imut yang bernama, sebut saja C-Kink (anggap saja nama sebenarnya), yang tak lain dan tak bukan adalah aku sendiri, masih berambut gondrong-smoothing layaknya Hyde L’Arc~en~Ciel, dengan perutnya yang six pack dan face nya yang senantiasa imut, dihampiri oleh seekor makhluk asal Tasikmalaya yang bernama Miftah Vania Michianni. Miftah minta tolong aku untuk bantu-bantu dia membangun sebuah Departemen yang baru lahir di BEM. Bla bla bla bla… Dan akhirnya sejak bulan September 2007, selama periode kepengurusan Widya Adi Nugroho si tukang kawin, terdaftarlah aku sebagai anggota BEM KMFT UGM dengan status sebagai Ketua Divisi Pengembangan Organisasi di Departemen Kastrat, dimana Miftah menjabat sebagai Ketua Departemennya.

Begitu juga ketika tampuk kepemimpinan Ketua BEM berpindah ke kaki Ayi Wiraatmaja, beliau masih mempertahankan Miftah selaku KaDep Kastrat dan Miftah masih mempertahankan aku sebagai KaDiv PO.

Sampai suatu ketika di akhir bulan Juli 2008/awal bulan Agustus 2008 dimana aku baru aja pulang dari melaksanakan Kerja Praktek di PLTP Kamojang, Garut. Ketika sedang bersemedi di kamar di rumah ku tercinta di Depok sana, datanglah sebuah telepon plus sms dari Ketua BEM yang bernama Ayi Susanti. Sms plus telepon mengabarkan bahwa beliau mengadakan restrukturisasi dalam kabinetnya. Dari restrukturisasi itu, Miftah menempati pos baru selaku Koordinator Lini Eksternal. Sehingga posisi KaDep Kastrat menjadi lowong.

Lalu beliau melobi aku supaya bersedia menempati pos yang ditinggalkan oleh Miftah, supaya aku bersedia menjadi KaDep Kastrat.

Hah jadi KaDep?

Astagfirullah…

Pertama-tama jelas aku menolak. Akan jadi apa Kastrat nantinya jika makhluk kurus begeng kerempeng blo’on idiot autis dan cacingan seperti aku menjadi KaDepnya? Aku pun mengusulkan nama Ashif supaya menempati posisi tersebut.

Tapi ternyata si Ayi Novitasari memiliki sejuta alasan mengapa aku yang ditunjuk sebagai KaDep, bukan Ashif. Ya udah karena aku sami’na wa’atho’na kepada atasan, akhirnya aku pun manut2 aja diangkat jadi KaDep.

Betapa aku telah terdzhalimi dengan penunjukanku sebagai KaDep Kastrat… Huiks huiks…

AKhirnya mulai bulan Agustus 2008, aku telah menjabat sebagai Ketua Departemen Kastrat. Jadi sejak bulan Agustus 2008 itu pula Kastrat sedang melangkah mendekat menuju jurang kehancuran. Hohohoho…

Let the Game Begin…

Apa visi-misi ku selaku KaDep Kastrat? Sejujurnya, visi ku adalah bahwa aku tidak mempunyai misi, dan misi ku adalah bahwa aku tidak mempunyai visi. Kastrat, yang biasa aku sebut dengan nama Korslet (Komando Resimen Strategis Fakultas Teknik) sejujurnya sedang menuju masa depan yang suram di tangan ku. Hiiii…

Tantangan pertama adalah ketika ternyata banyak Kastraters yang memilih untuk keluar dan tidak melanjutkan eksistensinya sebagai Kastraters. Alasannya beragam, tapi sebagian besar mengatakan bahwa mereka sudah merasa cukup ditempa selama 1 tahun di Kastrat, dan kini waktunya untuk bergerak di bidang lain. Mereka diantaranya adalah Eka Vikrustiandini, I Made Dipta, Endri Irwansyah dan Yoannes Putra. Selamat tinggal wahai Kastraters mania. Walaupun kalian telah pergi tapi semangat kalian akan selalu ada. Dan semoga arwah kalian diterima di sisi-Nya. Amiin…

Sehingga tinggal menyisakan 7 ekor Kastraters doang, yaitu Ashif Aminullah, Alviana Hanivatun Nisa, Ikhsanuddin, Nadia Aghnia Fadhillah, Rindi Fidriantika, Aji Nasirrahman Pakha dan Ida Ismawati. Itu pun dengan catatan bahwa beberapa di antaranya udah mulai nggak eksis lagi sebagai Kastraters. Nggak tau kenapa, mungkin karena mereka takut dipimpin oleh KaDep seimut aku ini. Yaaa, aku mohon maaf deh kalo ternyata akucseimut ini.

Lalu tantangan kedua adalah ketika open recruitment BEM KMFT UGM. Ternyata dari sekitar 400 orang-an yang daftar, hanya ada 17 orang yang memilih Kastrat sebagai masa depan mereka. Plus nambah 1 orang di tengah jalan. Tapi yang berguguran malah ada 5 orang. Jadilah kini Kastraters generasi baru hanya terdiri dari 13 ekor anak manusia. Itupun kalo ternyata mereka semua adalah manusia. Kalo ternyata ada yang siluman gimana? Hiiii…

Idealita

Ketika baru dilantik menjadi KaDep, aku sama sekali nggak ada gambaran Kastrat mau dibawa kemana. Dan setelah aku menjalani hari-hari ku sebagai KaDep, aku juga masih nggak ada gambaran Kastrat mau dibawa kemana. Aduh betapa sedihnya dirimu wahai Kastrat, memiliki seekor KaDep yang autis seperti ini…

Begitupun dengan proker. Aku juga nggak tau proker kita tuh ngapain aja. Sempet terpkir untuk membuat sebuah proker yang radikal, yaitu: BUBARKAN KASTRAT. Tapi apa iya proker ini akan terlaksana?

Akhirnya aku pun manut-manut aja dengan transferan dari si mantan KaDep, Miftah Nur Muslimah yang ketika tulisan ini dibaca oleh kalian semua, mungkin beliau telah menjabat selaku Ketua BEM KMFT UGM periode 2009.

Dari transferan itu kami memutuskan untuk mengadakan sebuah acara besar yang bernama Research Week: Research for Nation, bekerja sama dengan LPKTA. Acaranya berupa Seminar Riset, Training Riset dan Lomba Riset. Niatnya sih kaya gitu, tapi karena bla bla bla bla bla akhirnya acaranya cukup Seminar Riset sama Training Riset aja.

Plus ada satu lagi proker tambahan dari Ketua BEM, Ayi Fidriantika bahwa Kastrat diamanahi untk membuat sebuah buku yang bernama Buku Biru. Apa itu Buku Biru? Jangan hubungkan antara Buku Biru dengan Film Biru. Meskipun keduanya sama-sama berakhiran Biru, tapi Biru disini memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Film Biru adalah sejenis film perusak moral dan akhlak yang biasa ditonton oleh Andhika Pranayudha, Rizki Febrianto dan kawan-kawannya. Sedangkan Buku Biru adalah buku yang berisi tentang segala saran dan solusi kreatif dari seluruh elemen Fakultas Teknik UGM terkait permasalahan negara di bidang energi. Dimana nantinya buku itu akan diberikan kepada pemerintah pusat untuk dijadikan sebagai salah satu bahan referensi dalam menentukan kebijakan negara nantinya.

Dengan kondisi Kastrat yang hanya terdiri dari beberapa ekor anak manusia, 2 proker itu dirasa cukup untuk semester ini. Tapi gimana kenyataannya? Kita liat nanti di sesi Realita.

Lalu setelah bla bla bla bla bla, aku memutuskan untuk merestrukturisasi struktur organisasi di dalam Departemen Kastrat itu sendiri. Kastrat yang dulunya terdiri dari Divisi Internal, Divisi Eksternal dan Divisi PO (Pengembang Organisasi) atau PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia), aku utak-atik dikit. Jadinya sekarang ada Divisi Riset, Divisi Kajian, Divisi KPH (Kastrat Publishing House) dan divisi PO.

Kemudian dari situ terpikir untuk membuat proker baru yang sifatnya kecil-kecilan, yaitu :

1. Diskusi dan kajian rutin mingguan, yaitu diskusi yang diadakan rutin setiap minggu yang temanya disesuaikan dengan hal-hal menarik yang terjadi pada saat itu.

2. DiSpoSu yang merupakan kependekan dari Diskusi Spontan dan Suka-suka, yaitu kegiatan diskusi yang sifatnya spontanitas. Kapanpun dimanapun dan dengan siapapun, ketika kita lagi pengen diskusi tentang sesuatu, yang udah langsung didiskusiin aja. Temanya juga terserah. Kan sesuai namanya, spontan dan suka-suka.

3. Jurnal Kastrat, yaitu semacam tulisan yang dibuat dalam bentuk mading. Tulisan ini pun sifatnya bebas, boleh ngambil artikel yang udah ada ataupun hasil tulisan sendiri.

Lalu ada 1 proker tambahan lagi, yaitu :

1. Social Week

Proker yang terakhir ini merupakan proker dadakan. Aslinya ini adalah prokernya SosMas. Tapi karena Kastrat dan SosMas adalah sama-sama divisi Eksternal, jadi kita di divisi Eksternal sepakat utuk mengadalan sebuah proker bareng atas nama divisi Eksternal. Jadilah Social Week ini yang diadakan. Kegiatannya merupakan 1 rangkaian, ada donor darah, bincang-bncang dan talkshow. Tapi Kastrat cuma megang di talkshownya aja, sedangkan yang lainnya udah di handle SosMas.

Plus satu kegiatan lagi, yaitu makrab (malam keakraban) Kastrat. Eh tapi makrab kan malem-malem, sedangkan rencananya makrab ini diadakan siang-siang. Jadi namanya sikrab (siang keakraban).

Selain proker-proker tersebut diatas, selaku KaDep aku juga harus memperhatikan kualitas SDM dari para Kastraters. Jadi aku pun mengaharapkan Kastraters nggak hanya menghasilkan pemikiran-pemikiran yang intelek dan kritis, tetapi juga memiliki kompetensi diri yang tinggi dan pola pikir yang berkualitas. Harapan ku dari output para Kastraters kedepannya adalah:

Memiliki kesadaran akan Kebesaran dan Keagungan serta Kekuasaan Allah swt.

Memiliki rasa cinta dan kasih sayang kepada orangtua.

Memiliki rasa dan nilai-nilai cinta tanah air yang tinggi.

Memiliki niat dan cita-cita untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Memiliki keinginan untuk selalu meningkatkan kompetensi diri.

Memiliki jiwa inisiatif dan pelopor dalam langkah-langkah menuju kebaikan.

Memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap kaum-kaum yang selama ini terabaikan.

Memiliki kekritisan terhadap kesombongan dan kedzhaliman, serta bertekad untuk memperbaikinya.

Memiliki keberanian dalam berbicara dan menyampaikan pendapat, serta berlaku adil dan benar dalam bertindak.

Memiliki jiwa rendah hati, mau mendengar, mau menolong dan mau melayani, serta menjaga tali silaturrahim dengan semua pihak.

Menjadi individu yang berkualitas, berkompetensi, berakhlak dan bermoral, yang kehadirannya di dunia ini bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Kira-kira seperi itulah idealita dari proker Kastrat di semester ini. Sekarang mari kita berlanjut melihat kenyataan yang ada dalam segmen realita. Sebelom baca lebih lanjut, siapkan dulu ember dan tisu untuk menghapus air mata yang akan keluar dari mata kalian nantinya, karena realita selalu nggak pernah seindah idealita. Realita oh realita…

Realita

Naaaah.. Akhirnya sampai juga kita di bagian realita, bagian paling menyedihkan dari LPJ ini. Setelah membaca idealita yang bagus-bagus di atas sekarang mari kita membaca realita yang jelek-jelek berikut ini. Siapkan fisik dan mental kalian semua.

Sudah siap?

Siaaaap…!!!

Let’s get started ready steady go!

1. Research Week: Research for Nation

Dari sekian kegiatan yang telah tersebut di atas, mungkin hanya acara inilah yang bisa berjalan dengan lancar dan insya Allah sukses, meskipun aku sendiri nggak begitu terpuaskan dengan jalannya acara ini secara keseluruhan. Kendala-kendalanya ada banyak banget, tapi yang paling menonjol adalah bahwa kami sangat-sangat kekurangan SDM, alias kurang orang. Meskipun acara ini merupakan kerja sama antara Kastrat dan LPKTA, tapi tetep aja yang eksis di kepanitiaannya hanya segelintir orang. Salah siapa? Tanyakanlah pada rumput yang bergoyang. Rumput itu pun pasti akan kembali menyuruh kita untuk bertanya kepada Fajri, dan Fajri yang belom mandi pun pasti nggak jawab apa-apa.

2. Buku Biru

Horeee…!!! Buku Biru yang merupakan proker besar Kastrat, ternyata mengalami kemoloran di dalam pelaksanaannya. Mulai dari SC yang susah ngumpul, panitia dan OC yang juga susah ngumpul, dan bla bla bla bla bla. Idealita awalnya, Buku Biru ini bakalan dilaunching bertepatan dengan momen Sumpah Pemuda atau Hari Pahlawan. Tapi terus molor, dan diundur sampai pertengahan bulan Desember. Tapi lagi-lagi molor dan diundur lagi ke momen HPTT. Dan itu pun kayanya bakalan mundru lagi. Ya nggak apa-apa lah, tawakkal aja…

3. Diskusi Rutin Mingguan

Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lumayan. Lumayan ancur maksudnya. Hohohoho… Acara ini sukses berjalan selama beberapa minggu. Tapi jangan pernah tanya berapa jumlah orang yang hadir di acara ini. Secara keseluruhan proker ini berjalan selama 4 kali dengan rincian tema adalah sebagai berikut:

“Krisis Ekonomi Global”. Pemantik: Syarif Hidayatullah (Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM), peserta banyak banget.

“Eksekusi Amrozi: Siapa Teroris Sebenarnya?” Pemantik: Rito (Fakultas Hukum UGM), peserta segelintir.

“Barrack Obama dalam Estafet Menggenggam Dunia” Pemantik: Wibisono (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM), peserta cukup 5 orang aja. 4 orang adalah anak Kastraters dan 1 orang lagi adalah Wibisono sendiri selaku pemantiknya.

“Peran Pers dalam Mengubah Opini Publik” Pemantik: Achmad Chaeruddin (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM), peserta segelintir.

4. DiSpoSu

Acara ini seperti kata pepatah, “hangat-hangat tai Reza”. Eh maksudnya “hangat-hangat tai ayam”. Maksudnya apa? Ya aku juga nggak tau, itu cuma asal sebut doank kok…

Intinya, DiSpoSu sukses berjalan di awal-awal semester aja. Di akhir semester kita udah mulai seibuk dengan kegiatan masing-masing sehingga jarang lagi berkumpul untuk melakukan DiSpoSu ini. Beberapa tema DiSpoSu yang pernah kita angkat diantaranya:

“Politik dan Informasi”

“Konspirasi Yahudi”

“Pro Kontra Kuliah ke-BEM-an”

“Teknologi Terbaru”

5. Jurnal Kastrat

Niat awalnya dari proker ini adalah untuk mempublikasikan hasil dari diskusi-diskusi Kastrat. Supaya diskusi tersebut sifatnya lebih abadi, maka perlu diabadikan dalam bentuk tulisan. Itulah tujuan dari proker Jurnal Kastrat ini, supaya hasil diskusi Kastrat nggak cuma dinikmati sama anak Kastrat aja tapi juga sama seluruh masyarakat Fakultas Teknik lainnya.

Tapi sedihnya, proker ini juga adem ayem aja. Idealitanya adalah Jurnal ini bakalan keluar setiap minggu, atau minimal mentok-mentok sebulan 2 kali. Tapi realitanya, Jurnal ini hanya keluar 2 kali dalam 1 semester. Yang pertama temanya tentang “Politik dan Informasi” sedangkan yang kedua tentang “Pemilu dan Demokrasi”.

Tapi ya nggak apa-apa lah. Proker yang dibawahi divisi KPH ini emang masih seumur jengkol (bukan seumur jagung lho). Jadi untuk langkah awal, kemunculan Jurnal ini yang hanya 2 kali dalam 1 semester udah termasuk lumayan lah… Lumayan jelek maksudnya… Hohoho…

6. Social Week

Sampe ketika LPJ ini ditulis, acara Social Week khususnya yag talkshow masih belom berjalan. Jadi yang ini sebaiknya nggak aku komentarin dulu ya. Cup cup cup jangan sedih donk cuma gara-gara nggak aku kasi komentar.

Itu tadi kiranya realita proker-proker Kastrat di semester ini. Sangat menyedihkan… Jadi mari kita nangis dulu bersama-sama.

Huiks huiks…

Uhuhuhuhuhu…

Mamaaaa…

Huiks huiks…

Udah ah, lebay banget sih!

Lalu bagaimana dengan SDM-SDM nya? Secara keseluruhan, SDM di Kastrat udah lumayan memiliki kompetensi dan pola pikir sebagaimana yang aku harapkan. Cuma tinggal perlu di poles dikit aja. Kastraters adalah orang-orang hebat. Dan Insya Allah akan menjadi hebat lagi nantinya. Jadi Insya Allah, seluruh Kastraters adalah individu-individu luar biasa yang suatu hari nanti akan MENGGUNCANGKAN DUNIA. Nggak percaya kan? Ya sama, aku juga nggak percaya…

Tapi, selalu ada kendala dan akan tetap ada kendala sampai akhir jaman, karena sudah digariskan bahwa syaithon (baca: Fauzi Muharram) akan selalu menggoda manusia dan menuntunnya ke jalan kesesatan. Bukan begitu, Fauzi?

Kendala terbesar dari SDM Kastrat yang berkualitas ini adalah bahwa, saking hebatnya anak-anak Kastrat, sampai mereka nggak punya waktu untuk Kastratnya sendiri. Banyak kesibukan-kesibukan lain di luar sana yang membuat mereka nggak bisa selalu setia setiap saat bersama Kastrat. Rapat Kastrat selalu dihadiri dengan jumlah orang yang bisa dihitung dengan jari. Jari tangan, atau ditambah jari kaki. Kalo masih kurang, pinjem jarinya orang lain juga nggak apa-apa. Kalo masih kurang lagi ya pake jari-jarinya roda motor aja.

Tapi semua itu nggak bisa 100% disalahkan ke mereka semua. Mulai periode ini, BEM mengadakan sesuatu yang bernama “Sistem Kaderisasi” yang dilengkapi dengan “Kuliah Ke-BEM-an”. Selain itu, anak-anak angkatan 2008 juga masih punya tanggung jawab untuk mengikuti ospek dan sistem kaderisasi di jurusannya masing-masing.

Plus, beberapa Kastraters lainnya yang lebih suka nongkrong di jurusan daripada nongkrong di BEM. Jargon yang dulu selalu didengung-dengungkan, “Jangan sampai kuliah mengganggu organisasi”, kini hanya tinggal omongan belaka.

TAPI…

Tapi apa?

Ya nggak kenapa-napa sih, cuma pengen nulis tapi aja.

GUBRAK… Jatoh dulu ah…

Oke, cukup.

Jadi mungkin salah satu alasan kenapa proker Kastrat banyak yang nggak berjalan sesuai rencana adalah karena Kastraters nya sendiri jarang mengeksiskan diri di dalam kegiatan-kegiatan Kastrat. Udah KaDepnya busuk, orang-orangnya dikit, udah gitu jarang dateng juga. Kastrat oh Kastrat… Mari hancurkan Kastrat bersama-sama!

Salah satu contohnya adalah Makrab, eh Sikrab Kastrat. Idealitanya Sikrab ini diadakan di weekend, kalo nggak hari Saturday ya hari Sunday. But because of orang-orangnya pada jarang coming, jadi the Sikrab is always tertunda-tunda. Duh ini apa-apaan sih kok pake bahasanya Cincyah Laurah?

Niat awalnya sikrab di bulan Oktober. Tapi orang-orangnya pada nggak bisa. Terus kita undur. Eh masih banyak juga yang nggak bisa. Mau di bulan November, ada kuliah ke-BEM-an, LMT dan seminar Riset. Sekalinya ketemu hari kosong, lagi-lagi orangnya pada nggak bisa. Bulan Desember pun nasibnya sama, kita nggak bisa nemu jadwal yang pas buat Sikrab.

Sikrab oh Sikrab… Kenapa engkau begitu jauh berada di ujung sana?

Evaluasi

Hoooaaaahhmmm… Setelah kita melihat idealita yang bagus-bagus, lalu melihat realita yang sangat jauh dari kata bagus, sekarang mari kita liat evaluasi, saran dan masukan terkait dengan kegagalan Kastrat menjalankan idealitanya. Meskipun sejatinya seekor makhluk hina dan rendahan serta kurus kering macem aku rasanya nggak pantes untuk memberikan kritik dan saran seperti ini.

Jadi tanpa banyak omong lagi, silahkan baca paragraf-paragraf di bawah ini. Yuk monggo…

1. Antara “kompetensi” dan “eksistensi”

Poin yang pertama ini terkait dengan SDM Kastrat yang kocar-kacir kesana kemari. Aku sendiri mengakui kalo Kastraters adalah orang-orang hebat, orang-orang dengan kompetensi tinggi. Namun, segala kehebatan dan segala kompetensi itu nggak akan ada artinya jika nggak disertai dengan apa yang aku namakan EKSISTENSI. Apa itu eksistensi?

Eksistensi berasal dari kata eksis dan tensi. Eksis, diambil dari kata exist, artinya adalah “ada”, atau kehadiran. Sedangkan tensi adalah istilah yang sering kita dengar di bidang kedokteran, yang artinya adalah tekanan darah.

Jadi apa itu eksistensi? Eksis = ada, tensi = tekanan darah. Sehingga arti dari kata “Eksistensi” adalah “adanya tekanan darah di dalam diri seseorang”. Bukan begitu? Ya bukan lah, masa ya bukan donk! Kalo pusing kan sakit kepalah, bukan sakit kepadonk…

Oke, mari kita kembali ke jalan yang benar. Maksud eksistensi disini adalah kehadiran. Iya kehadiran. Definisi organisasi secara singkat adalah “sekumpulan orang-orang yang bla bla bla”.

So, bagaimana mungkin organisasi bisa berjalan kalo nggak ada orang di dalemnya?

Intinya gitu aja. Terima kasih.

Nulisnya panjang-panjang, tapi intinya cuma 1 kalimat doank. Piye iki cah…

2. Jangan salah pilih

Kalo poin yang kedua ini, waduh agak malu juga nih ngomongnya, eh nulisnya. Tanpa mengurangi rasa hormat kami dan tanpa bermaksud su’udzon kepada siapapun, keputusan Ayi Aghnia Fadhillah selaku Ketua BEM untuk memilih seekor makhluk autis bernama C-Kink Sahid Syaifullah menjadi KaDep Kastrat adalah keputusan yang (semoga) salah. Huehehehe…

Kenapa? Karena C-Kink nggak akan membawa apa-apa melainkan kepada kehancuran.

Jadi, kedepannya berhati-hatilah dalam memilih.

Plus, hati-hati juga dalam memilih staf dan penempatannya pada pos-pos penting.

INGAT, KEJAHATAN TERJADI BUKAN HANYA KARENA ADA NIAT, TAPI JUGA KARENA ADA KESEMPATAN!

WASPADALAH…!!!

WASPADALAH…!!!

Loh, terus apa hubungannya kejahatan dengan salah pilih?

Nggak ada tuh…

Ya nggak apa-apa lah, it’s not a big matter. Tapi terkait pilhan ini, ya nggak bisa disesali dan nggak bisa disalahin juga sih. Tentunya tidaklah Allah menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia. Maha Suci Engkau Ya Allah, peliharalah kami dari siksa neraka.

Mungkin hanya ini aja yang bisa aku ungkapkan. Nggak semestinya makhluk rendahan macam aku mencoba menasihati apa-apa tanpa aku sendiri melakukannya. Apakah kita akan mengatakan apa-apa yang tidak kita perbuat? Kiranya demikian evaluasi atas segala kekurangan di dalam keseharianku selama menjalani kehidupan selaku KaDep Kastrat. Mohon maaf atas segala kesalahan dan keanehan yang aku buat. Bila ada yang benar, itu semua datangnya dari Allah semata. Dan bila ada yang aneh serta ajaib, Insya Allah itu datangnya dari aku sendiri. Semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan semoga arwah kita diterima di sisi-Nya. Amiin…

Go Kastrat Go!

Ucapan Matur Nuwun

Setelah lelah menjalani hari-hari selaku KaDep Kastrat (meskipun aku sendiri lebih banyak bengong daripada kerja), sudah sepatutnya bagi seekor C-Kink yang Cute ini untuk mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah membantu dan menemani ku menjalani hari-hari di BEM ini. Maka izinkanlah aku untuk mengucapkan ucapan terima kasih, thank you, arigato, matur nuwun, syukron atau apalah di bagian ini.

So, C-Kink would like to say thanks to:

Allah swt. Yang Maha Besar, Maha Agung, Maha Adil, Maha Bijaksana. Segala puji hanya untuk-Mu ya Allah yang telah memberiku nikmat Islam dan nikmat untuk bertemu dengan saudara-saudara ku di BEM KMFT UGM ini.

Nabi besar Muhammad Rasulullah saw, tokoh teladan dan panutan seluruh umat manusia sampai akhir zaman. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah pada mu. Semoga Insya Allah suatu hari nanti kita bisa bertatap muka, ya Rasul.

Pudji Indrawati dan Astoto Slamet selaku orang tua ku. Betapa besar cinta kalian berdua untuk anak mu ini. Suatu hari nanti, Insya Allah kalian akan melihat anak laki-laki kalian ini menjadi seorang pemimpin besar yang akan membawa Islam kembali kepada masa kejayaan. Insya Allah. Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhumma kama rabbayanii saghiiraa.

MyLovelySolBro, yang berupa sebuah mobil Toyota Soluna warna ijo tua dengan nomor polisi B 1283 UW yang telah dititipkan padaku, yang senantiasa menemani hari-hariku mengitari bumi Ngayogyakata Hadiningrat ini.

Laptop Hewleet Packard seri berapa tau, yang menjadi media ku dalam mengembangkan bakat imut ku di bidang tulis menulis, termasuk dalam menulis LPJ ini.

Buku Pesan BEM KMFT UGM yang telah 3 kali ganti selama aku disini. Kalian lah yang menjadi saksi segala keautisan ku selama menjalani hari-hariku disini.

Ayi Wirawan, Ketua BEM KMFT sekaligus ketua Laura Brotherhood yang telah mendzhalimi ku dengan mengangkat ku sebagai KaDep Kastrat. Dan aku pun telah mendzhaliminya karena aku gagal menjalanlkan amanah ku dengan sebaik-baiknya. Maafkanlah adik kelasmu yang imut dan tak berdaya ini…

Dede Miftahul Anwar, Ketua BEM KMFT selanjutnya (Insya Allah) sekaligus mantan KaDep Kastrat, yang telah berhasil menarik dan memaksa ku untuk meninggalkan dunia perkuliahan dan beralih menjadi makhluk yang lebih sering nongkrong di BEM daripada nongkrong di kelas. Seharusnya kamu adalah orang yang paling bertanggung jawab atas turunnya IP dan nilai-nilai ku. Hohohoho…

Reza Nurrahman si makhluk k**yut dari Cimahi yang selalu telat kalo dateng kuliah. Jangan lupa kalo aktivis juga harus punya otak, biar lebih punya TASTE.

Fauzi Muharram, calon kuat yang akan menempati posisi KRT taun depan sekaligus juga calon Bupati Bantul entah taun kapan. Tetaplah semangat dan istiqamah untuk membersihkan dan merapikan BEM dari kotoran-kotoran jahil. Insya Allah semangat mu itu akan mengantarmu menjadi Bupati Bantul. Ya mentok-mentok jadi petugas Dinas Kebersihan Kabupaten Bantul lah. Mentoknya lagi, jadi tukang sapu jalanan juga boleh.

Fajri Adhi Nugraha si bocah geblek dari antah berantah. Bulan ini udah mandi belom? Kalopun udah mandi, mandinya sabunan nggak? Terus habis mandi sisiran nggak? Kebersihan itu sebagian dari iman, saudaraku…

Isa Falaq Albashar, arek Nggresik sing mambu Semen Nggresik. Nasi Krawune ndi rek? Senangnya hidup di SosMas, banyak pemandangan yang menyegarkan. Huehehehe… Astagfirullah…

Ahmad Nasikun, the busiest & greatest man ever. Kapan mau nginep di BEM lagi? Udah lama kita nggak nungging-nungging bareng… So sweet… Astagfirullah. Tapi no matter what, percayalah bahwa suatu hari nanti Insya Allah PPM akan menguasai dunia… Loh kok malah jadi kampanye gini?

Slamet Parmanto, si makhluk autis dari tenggara Jogja. Aku kehabisan kata-kata untuk menuliskan segala keautisan makhluk yang autis ini…

Baskoro Abriansa. Kenapa dipanggilnya Brian ya, kenapa nggak Baskoro aja, biar lebih Njawa. Hohoho… Kalo ada anak OASE yang kinclong-kinclong tolong diperkenalkan ke Kastrat donk… Betapa kami kekeringan akan sesuatu yang menyegarkan disini… (Astagfirullah… Astagfirullah… Astagfirullah…)

Yuli Susanti si mata duitan. Kok sejak aku jadi PH kamu jadi jarang nongol lagi di BEM? Apakah ada sesuatu yang menakutkan dari diriku? Iya aku tau kalo aku imut, tapi jangan minder donk degan ke-imut-an ku. Huehehehe…

Dian Novitasari, bocah ngapak-ngapak. Aja kaya ngana… Lha kaya kiyek… Terima kasih karena telah bersedia diutangin pulsa. Dan jangan pernah bosan untuk selalu ngutangin pulsa. EM EN JI? BANGUN INDONESIA…!!!

Buset dah… Baru nulis nama PH aja udah makan 1 halaman kaya gini. Tapi the show must go on. BEM bukan cuma terdiri dari PH doang. Jadi mari kita lanjut ke makhluk-makhluk BEM lainnya.

Tarik napas dalam-dalam…

Buang…

Hoooaaahhhmmm…

Rindi Fidriantika, selaku nyawa dan spirit dari Kastrat. Kalo nggak ada Rindi, administrasi dan keuangan Kastrat bakalan berantakan, gara-gara KaDepnya yang blo’on kaya aku.

Nadia Aghnia Fadhillah si anak aneh plus autis dari Semarang. Jangan kebanyakan ngupil ya… Hohohoho… Kedepannya nggak bakal ada lagi mobil Toyota Soluna ijo tua B 1283 UW yang mejeng di parkiran Arsi.

Ikhsanuddin, bapak dosen dari Teknik Kimia yang diam-diam menghanyutkan, seperti kata pepatah, “ada gula ada semut”. Eh nggak nyambung ya?

Seluruh Kastraters yang telah setia menemani KaDep mu yang imut ini, baik itu anak lama, anak baru, maupun anak kucing dan anak kambing (???). Maafkan hamba bila selama ini hamba bersalah atau lupa. Teruskan perjuangan Kastrat dan buatlah nama Kastrat melambung tinggi menghiasi langit dunia. KASTRAT UNTUK INDONESIA!

Andhika Pranayudha yang hobi banget main sabun dan dilanjutkan dengan keramas. Astagfirullah… Bertobatlah hai anak muda. Dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan muslim.

Martyas Listyaningrum, makhluk spesies baru yang sampai detik ini belom terdeteksi spesiesnya. Nyok mari kita bergenjrang-genjreng lagi bersama. “Teknik kan selalu berjaya…”

Eko Nugraha, Ade Nugraha, Doni Wisnu Nugroho, Widya Adi Nugraha, Herlambang Bagus Nugraha Sigit Nugroho dan seluruh Nugroho-Nugraha lainnya yang telah menodai BEM ini dengan nama Nugroho-Nugraha kalian.

Septiyadhi Wirawan, jangan pelit-pelit membagi isi daging di tubuh mu untuk diriku.

M. Iqbal Muharram selaku the next Johny Andrean. Walaupun dunia ini telah berubah, namun orang yang mencukur rambutku akan selalu sama, Insya Allah. Hohohoho…

Rizky Febrianto, makhluk paling autis dari Bekasi. Kenapa orang Bekasi semuanya autis ya? Beda dengan orang Depok yang memiliki integritas tinggi.

Meidwinna Vania Michiani, yang tulisannya di Buku Pesan paling silau sendiri. Tapi masih lebih silau wajah ku donk, Insya Allah.

Rr. Sheila bla bla bla sama Dita bla bla bla selaku perwakilan dari OASE. Dapatkan segera album kaset dan cd C-Kink di toko material terdekat!

Hatta Effendi sama R. Parikesir Abdi Negara, terima kasih karena telah bersedia menjadi anak PPM. Bersama PPM, kita BANGUN INDONESIA! Nah kan kampanye lagi…

Dendy Catur Setiawan, Herdion Bagus Nugraha, Eko Galih Pradikta, dan anak-anak 2008 lainnya yang telah merasakan nikmatnya tidur seatap dengan makhluk sepertiku.

Cynthia Ferbe sama Wangi Pandan Sari, betapa bosannya diriku meliat kalian berdua selalu nongol dimana-mana. Coba tebak kosanku dimana?

Geng Nero yang hobi banget ngegosipin aku. Aku tau, itu hak kamu untuk tanya-tanya. Tapi tolong, jaga privasi saya… Huehehehe…

Anak-anak PO yang kalo ketawa nggak pernah dikasi peredam.

Anak TD yang matre-matre. Apalagi KaDepnya.

Anak Advro yang sangar-sangar.

Anak-anak Infotek yang harus menjalani derita di bawah pimpinan Fajri.

Anak-anak SosMas yang kebanyakan jumlahnya.

Anak-anak OASE yang mirip anak OASE (maksudnya apa?)

Semua anak Teknik Nuklir yang pada bau radiasi dan semua pecinta nuklir yang percaya bahwa suatu hari nanti PLTN akan dibangun di Indonesia, dan BEM adalah instansi pertama yang akan kita sosialisasikan tentang PLTN dan nuklir itu sendiri.

Semua anak semi anggota BEM yang Insya Allah akan menjadi penerus kelangsungan hidup BEM KMFT UGM ini. Teriakkan selalu semangat untuk membangun Indonesia dan membawa Indonesia menjadi negara besar dan berjaya. Dan di tangan kita, Insya Allah itu semua akan terwujudkan.

Dan semua makhluk serta semua pihak yang terlalu banyak namanya untuk ditulis disini. Ini aja udah makan 3 halaman. Gimana kalo ditambahin lagi? Capek nih ngetiknya…

Sepanjang sejarah manusia, mungkin hanya LPJ ini yang menghabiskan 3 halaman hanya untuk ucapan terima kasih. Ya nggak apa-apa lah, tawakkal aja… Penulisnya makhluk ajaib kok…

Ending alias Penutup

Jreng jreng jreng jreng… Setelah aku menghabiskan banyak cing-cong selama 10 halaman di atas, akhirnya sampailah kita di penghujung acara. Tapi nggak di ujung-ujung banget sih, soalnya setelah ini masih ada lampiran-lampiran lainnya yang nggak kalah menarik untuk dibaca.

Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaa ha illallaah wallahu akbar.

Dan Alhamdulillahirabbilalamin, ternyata kita masih diberi umur oleh Allah Yang Maha Lembut untuk dapat membaca LPJ ini sampai selesai. Betapa indah karunia yang telah diberian-Nya kepada kita semua. Jadilah manusia-manusia terbaik yang selalu bersyukur bila diberi rezeki dan selalu bersabar bila diberi cobaan. Janganlah menyerah dan putus asa, karena Allah bersama kita. Bila Allah bersama kita maka apalagi yang kita takutkan, sedangkan bila Allah jauh dari kita maka apalagi yang bisa kita harapkan. Buktikan kepada dunia bahwa kita adalah seorang juara karena kita adalah individu-individu terbaik yang ditakdirkan untuk menjadi khilafah di muka bumi ini.

Sekian dan terima kasih. Dan terakhir, kita punya sebuah pantun jayus yang entah darimana asalnya.

Empat kali empat…

Sama dengan enam belas…

Sempat tidak sempat…

Tidak sama dengan enam belas…”

Wassaamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(LPJ ini dibuat dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, kecuali oleh Ayi Ismawati yang menyuruh ku untuk segera menyelesaikan LPJ ini)

Yogyakarta,

12 Desember 2008 M/15 Dzulhijjah 1429 H

Atas nama aku sendiri,

C-Kink Sahid Syaifullah


Lampiran 1

Daftar Nama Kastraters

Ini dia nih list nama para Kastraters. Kita mulai dari yang masih hidup dulu ya.

Anak lama yang masih hidup

1. C-Kink Sahid Syaifullah (Teknik Nuklir 2006)

2. Dede Miftahul Anwar (Fisika Teknik 2006)

3. Ashif Aminullah Fathan (Teknik Elektro 2006)

4. Alviana Hanivatun Nisa (Teknik Arsitektur 2006)

5. Nadia Aghnia Fadhillah (Teknik Arsitektur 2007)

6. Rindi Fidriantika (Teknik Arsitektur 2007)

7. Ikhsanuddin (Teknik Kimia 2007)

8. Aji Nasirrahman Pakha (Fisika Teknik 2007)

9. Ida Ismawati (Perencanaan Wilayah dan Kota 2007)

Anak baru yang masih pengen hidup

1. Dian Pratomo (Teknik Sipil 2007)

2. Barlian (Teknik Nuklir 2008)

3. R. Gilang Adithya Pramana (Teknik Kimia 2008)

4. Gias Maheysa Amrullah (Teknik Kimia 2008)

5. Bobby Primatama (Teknik Sipil 2008)

6. R. Parikesit Abdi Negara (Fisika Teknik 2008)

7. Taufik Hidayat (Diploma Teknik Mesin 2008)

8. Dwiyanthi Kusumawardhani (Teknik Geodesi 2008)

9. Ferdinand (Diploma Teknk Sipil 2007)

10. Fauzi Ahmad (Perencanaan Wilayah dan Kota 2007)

11. M. Triyogo Adiwibowo (Teknik Kimia 2008)

12. M. Rivan (Teknik Sipil 2008)

Plus satu ekor Kastraters yang pindah dari SosMas

1. Septyan Bayu Anggara ((Perencanaan Wilayah dan Kota 2008)

Jadi total Kastraters yang terdaftar selama periode ini adalah 22 ekor, meskipun yang bisa dkatakan selalu eksis adalah nggak mencapai 70% diantaranya.

Sekarang kita beralih ke yang udah nggak hidup lagi. Sekalipun mereka telah tiada, tapi kita tetap berusaha memberikan penghargaan bagi mereka.

Anak lama yang udah pingsan dan tepar

1. Eka Vikrustiandini (Fisika Teknik 2007)

2. Yoannes Putra (Teknik Elektro 2007)

3. I Made Dipta (Teknik Geodesi 2007)

4. Endri Irwansyah (Diploma Teknik Elektro 2007)

Anak baru yang modar di tengah jalan

1. Ahmad Zaenuri (Perencanaan Wilayah dan Kota 2007)

2. Adryan (Fisika Teknik 2008)

3. Tri Heri Teguh Prakoso (Diplma Teknik Elektro 2008)

4. Hermawan Febriansyah (Fisika Teknik 2008)

5. I Ketut Catur Megaranta (Teknik Sipil 2008)

6. C-Kink Sahid Syaifullah (Kedokteran Umum 2008)

Nah Insya Allah demikian. Eh tapi itu kenapa ada nama C-Kink nyempil disana? Huehehehe…

Plus, ada lagi tambahan anak baru yang dari Advro yang Insya Allah periode mendatang dia bakalan gabung di Kastrat.

1. Eko Galih Pradikta (Teknik Nuklir 2008)

Itu dia kiranya Kastraters periode ini. Untuk periode mendatang, aku masih menunggu adanya anak-anak dari Departemen lain yang mengikhlaskan dirinya untuk pindah ke Kastrat. Lebih diutamakan lagi bagi mereka yang perempuan dan memiliki penampilan yang “menyegarkan” (Astagfirullaj…). Karena betapa kami merasakan sangat sangat kekeringan disini…


Lampiran 2

Laporan Keuangan

Dinamika keuangan Kastrat semester ini (dalam Indonesia rupiah)

Keterangan

+

Saldo

Uang yang dipegang Eka

24500

Uang yang dipegang Rindi

350000

Sisa uang riset yang nggak ditabung

231200

Sisa uang riset yang di tabung di Bank Syariah Mandiri

1000000

Jumlah

1605700

1605700

> Bayar utang ke Yuli matre

314000

> Uang riset yang belom diganti

221500

> Jumlah

535500

1070200

> Mading DiSpoSu

7500

7500

Saldo Kastrat

1062700

Keterangan:

Saldo cair yang dipegang: Rp 62.700,00

Saldo yang ditabung di Bank Syariah Mandiri: Rp 1.000.000,00

*Saldo di Bank Syariah Mandiri (runtuhkan kapitalisme, tegakkan syariah) adalah saldu bulan November 2008 (belom kena potongan administrasi dan belom dapet mudhorobah)

*Uang riset masih ada beberapa yang belom diganti

*Pengeluaran untuk social week belom dimasukin dalam data diatas


Lampiran 3

Laporan Dana Kegiatan

Laporan penggunaan dana Research Week: Research for Nation

(hanya untuk dana dari Dekanat doank)

PEMASUKAN

Dana Dekanat = Rp 1.000.000,00

JUMLAH PEMASUKAN Rp 1.000.000,00

PENGELUARAN

Dana Dari Dekanat

  1. Publikasi

Poster dan tiket = Rp 450.000,00

  1. Perlengkapan

Transportasi = Rp 10.000,00

Seminar kit = Rp 297.000,00

Cd seminar & training 66 x Rp 3000,00 = Rp 198.000,00

3. Kesekretariatan

Print proposal = Rp 13.000,00

Fotokopi proposal tahap 1 = Rp 14.000,00

Fotokopi proposal tahap 2 = Rp 3.300,00

Fotokopi materi tahap 1 = Rp 3.000,00

Fotokopi materi tahap 2 = Rp 9.000,00

Fotokopi LPJ 3 x 8 lembar x Rp 100,00 = Rp 2400,00

JUMLAH PENGELUARAN DARI DANA DEKANAT Rp 999.700,00

Keterangan:

*Uang yang diperoleh dari Dekanat baru 90% nya, yaitu sebesar Rp 900.000,00. Sisanya yang 10% belom turun karena nunggu LPJnya beres dulu.


Lampiran 4

Kaleidoskop

September 2008

Ahad

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

3 September: Disposu “Politik dan Informasi”

10 September: Disposu “Konspirasi Yahudi”

15 September: Jurnal Kastrat “Politik dan Informasi”

17 September: DiSpoSu “Pro Kontra Kuliah ke-BEM-an”

22 September: DiSpoSu “Teknologi Terbaru”

Oktober 2008

Ahad

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

15 Oktober: Diskusi “Krisis Ekonomi Global”

November 2008

Ahad

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

1 November: Kuliah Ke-Kastrat-an

12 November: Diskusi “Eksekusi Amrozi: Siapa Teroris Sebenarnya”

18 November: Diskusi “Barrack Obama dalam Estafet Menggenggam Dunia”

22 November: Seminar Riset “Research Week: Research for Nation”

23 November: Training Riset “Research Week: Research for Nation”

26 November: Diskusi “Peran Pers dalam Mengubah Opini Publik”

Desember 2008

Ahad

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

9 Desember: Jurnal Kastrat “Pemilu dan Demokrasi”

18 Desember: Talkshow “Social Week”


Lampiran 5

Teknik Bersatu

Kamu-kamu semua pasti udah pada tau kan kalo aku pernah nyiptain sebuah lagu yang aku tujukan buat seluruh elemen masyarakat Fakultas Teknik. Sebuah lagu yang berjudul “Teknik Bersatu”, yang Alhamdulillah pernah 2 kali aku bawain di muka umum, yaitu di kuliah ke-Kastrat-an sama di LMT.

Dua-duanya aku bawain duet bareng seekor makhluk autis bernama Martyas Listyaningrum, dimana dia sebagai vokalisnya dan aku yang main gitar. Soalnya aku nyadar sesadar-sadarnya kalo suaraku ini sangat nggak enak untuk didengar, meskipun wajahku ini sangat mengenakkan untuk diliat, Insya Allah…

Nah, sekarang mau tau liriknya kaya gimana? Nih silahkan diliat. Tapi jangan dibajak lho…

Dan kalo kamu mau tau lagunya kaya gimana, ya minta tolong si penciptanya aja buat nyanyiin langsung di depan kamu, pasti dia bakalan nolak.

Teknik Bersatu


Kita adalah mahasiswa teknik

Terlahir tuk jadi yang terbaik

Kita adalah mahasiswa teknik

Kan hadapi semua yang menghalangi

Bridge:

Marilah kita semua bersatu

Buanglah semua apatismu

Marilah genggam erat berpegangan

Teknik bersatu tak bisa dikalahkan

Reff:

Bersatulah mahasiswa teknik

Bersatu dalam suka dan duka

Buktikan kepada dunia

Bahwa kita adalah juara

Bersatulah mahasiswa teknik

Bersatu membangun Indonesia

Dengan cinta dan air mata

Teknik kan selalu berjaya

Kita adalah mahasiswa teknik

Yang akan membangun Indonesia

Kita adalah mahasiswa teknik

Yang akan menguasai dunia

#:

Walaupun diri ini berbeda

Tapi itu tidaklah mengapa

Bila kita bersatu bersatu untuk maju

Semua rintangan akan terlewati

Ending:

Membangun Indonesia tercinta

Buatlah ibu pertiwi bahagia

Teknik kan selalu berjaya


C-Kink

April 2008


Lampiran 6

Bukan Apa-Apa

Lampiran yang ke-6 ini nggak ada isinya kok. Apakah kalian masih ingin membaca lampiran-lampiran lainnya lagi? Apakah 5 lampiran sebelomnya masih belom cukup? Betapa manusia itu diciptakan kikir lagi berkeluh kesah. Dan betapa manusia adalah makhluk yang ingkar dan tidak pernah bersyukur…

Sejatinya 5 buah lampiran di atas udah cukup untuk menjelaskan semuanya. Bersyukurlah dengan lampiran yang sudah ada, wahai manusia…

9 Comments Add yours

  1. nad says:

    ntuh LPJ panjang bener mas?
    eh emangnya aku sering ngupil ya?
    hehehe

  2. Asw..

    plok…plok…plok…

    heheeee…

    baru aku save….baca di rumaaah…hoho…..

    wasw…

  3. Mas Fauzi says:

    Hoey, tarik kembali kata2mu di LPJ.. Dasar makhluk autis.. Hakakaka… Sebentar lagi makhluk autis ini akan lenyap dari BEM… Anak2 BEM pantas bergembira karena tak ada lagi tulisan2 aneh di BUPES

  4. Autis?????

    hahahhahahahahahahahhahahahhahaaaaaahuhahahhaaa…….

  5. ckinknoazoro says:

    asw

    begitulah anak muda… baru jadi KaDep aja lpj nya udah makan 23 halaman. gimana ntar kalo udah jadi presiden ya?
    inget kata pepatah, mana ada maling ngaku maling. begitupun demikian, mana ada orang yang hobi ngupil ngaku kalo dia suka ngupil. hohohoho…

    astagfirullah kenapa blog gue kemasukan anak cabul (calon bupati bantul) disini? mesti dibacain ayat kursi nih supaya fauzi (baca: syaithon) kepanasan…

    GO AUTIS GO! AUTIS BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!

    wasw

  6. -Arek esbeye.. says:

    Aku tersinggung.. Masa namaku g da d LPJ ini,, padahal q jg ikt meramaikn bem lo.. Huuh.. Pdhl q baca lpj ni mpe abis..

    Ceking jelek,jelek,autis.. 😛

  7. ckinknoazoro says:

    arek esbeye iki sopo to je? nalar ora?

  8. Hermawan says:

    waduh ada namaku…
    hahhaha…

  9. ckinknoazoro says:

    ya iyalah, masa ya iya duonks. huehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s